Featured Posts

Cerita Tentang Kasih Bapa >> What They Say About Bible << Alkitab itu apa? Mulanya saya membaca Alkitab seperti kewajiban saja, seperti rutinitas, dan saya melihatnya seperti sebuah buku pedoman hidup saja, yang...

Read more

Keluarga Oh.. Keluarga “ Sekali lagi kudengar suara piring pecah, AKU AKAN PERGI DARI SINI !!!!!” Jeritku dalam hati. “Tetapi jeritan itu tak dapat kulakukan, aku tak dapat melarikan diri dari neraka ini. Aku nggak...

Read more

Waduuh... Bocor!!! Rencana untuk sampai rumah secepatnya ternyata harus digagalkan karena ban motor yang kempes, dan ternyata ini bukan sekedar kempes tapi bocor. Terpaksa harus menuntun motor kesayangan menuju tambal...

Read more

Lagi Patah Hati? Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya 'patah hati' entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin...

Read more

Tekhnik Membelah Roti Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam?...

Read more

twitter

Follow on Tweets

  •  

Menginjil? Anak Muda? Susah tuh…

Category : Eventgelism, Simply Articles

Emang beneran bisa dilakukan?

Satu hal yang perlu kita tau adalah kalo Tuhan Yesus yang memberi perintah “Pergi, beritakanlah Injil…” maka udah pasti jawabannya “Ya! Penginjilan pasti bisa dilakukan!”

Anak-anak muda kebanyakan nggak menolak “isi” dari Injil itu yang sebenarnya mereka butuhkan seperti pengampunan, pemulihan, Kepastian hidup, keselamatan, bebas dari rasa bersalah, kebutuhan akan Tuhan, dsb. Kebanyakan anak muda menolak “metode” atau “cara” dan “kemasan” dari penginjilan itu. Coba tanya pada diri sendiri, apa yang ada dalam pikiranmu ketika mendengar kata “Penginjilan”.  Setelah itu, coba tanyakan pada anak-anak muda di luar sana, apa yang ada di pikiran mereka tentang penginjilan. Kebanyakan mereka pasti menjawab “KKR yang membosankan”, “diajak masuk ke suatu gereja, lalu disuruh baptis di sana”, “dikhotbahin berjam-jam dan ditakut-takutin tentang neraka”. Kalo gak percaya, silakan coba!

Satu hal yang perlu kita lakukan hanyalah hal se-simple ini: gunakan hal yang paling disukai dan dibutuhkan anak-anak muda itu! Gunakan persahabatan mereka, gunakan tempat “nongkrong” mereka, gunakan bacaan favorit mereka, gunakan cara yang baik untuk sampaikan kabar baik. Injil itu sifatnya kabar baik, dan harus disampaikan dengan cara yang baik, tidak boleh dengan cara yang menakutkan atau membosankan.

Masalahnya begitu banyak penginjil yang nggak kreatif. Kalopun ada anak muda yang kreatif, mereka nggak tahu caranya menginjil, atau isi dari Injil itu. Jadi kondisinya begitu terbalik antara apa yang dibutuhkan, dan apa yang menjadi jawaban. Sampai kapanpun metode penginjilan ini akan kurang efektif.

Dalam Friendship Evangelism Camp, kita coba ubah metode kita untuk penginjilan yang menjemukan dan membosankan bahkan menakutkan itu. Kita mulai lakukan metode yang “simple but powerful” atau “sederhana namun berdampak besar”, sesederhana persahabatan, dan sekuat persahabatan juga dampaknya.

Setiap kita anak-anak Tuhan bisa terlibat dalam penginjilan, dan setiap kita harus terlibat dalam penginjilan. Gunakanlah cara yang paling simple menurutmu untuk lakukan penginjilan, Tuhan yang akan beri kekuatan untuk menyatakan InjilNya secara dahsyat dalam kehidupan sahabat-sahabat yang kita Injili.

Post a comment