Satu langkah maju, tiga langkah mundur..
Jantung yang berdegup kencang, tangan yang berkeringat dingin…
Padahal pintu itu jaraknya hanya beberapa meter, pintu yang sering didatangi dan dilaluinya setiap hari, jarak yang seharusnya tidak membuat tubuhnya lelah dan kakinya berat.
Tapi hari ini, beberapa langkah itu terasa sangat berat dan….ya, sedikit menakutkan.
Bagaimanapun , dibalik pintu itu berdiam seorang raja, rajanya!!
Dan hari ini dia tidak datang untuk memujinya atau membawakan persembahan ataupun menceritakan berita baik…tapi hari ini dia datang untuk mengacungkan jari tangannya dan menunjuk sang raja…
Untuk menghakimi kesalahan raja..rajanya sendiri!!
Bagaimana kalau raja marah dan membunuh dirinya? Ini bukan pertama kalinya dia mendengar dan melihat raja membunuh seseorang.
Bagaimana jika raja memutuskan kalau dia pembohong kurang ajar dan memenjarakannya?
Bahkan sekalipun dia menceritakan kesalahan raja yang didengarnya kemarin malam, siapa yang akan percaya? Raja yang membawa masa keemasan bagi bangsanya atau dia, pelayan raja? Siapa yang akan dipercaya rakyat? Tanpa perlu dipikir pun dia tau jawabnya, karena kalau dia sendiri dihadapkan pada pilihan yang sama,dia akan memilih untuk lebih percaya kepada perkataan raja daripada perkataannya sendiri.

Dan itulah yang membuat kakinya berat, bukan karena ketakutan, tapi kesedihan dan…kekecewaan.
Raja yang dihormatinya…raja yang dikaguminya..
Bertahun-tahun dia mendengar cerita kepahlawanan raja, bahkan menyaksikan beberapa di antaranya. Dia mengetahui setiap titik naik turun dalam kehidupan sang raja..
Kesedihan,keberanian,perang,konflik,dan bahkan cerita cinta sang raja.
Seperti semua rakyat bangsanya, dia sepakat tidak ada raja lain yang lebih pantas untuk menjadi raja selain raja di balik pintu yang akan didatanginya.
Dan karena itu, berita yang diterimanya tadi malam terasa sangat menyakitkan, pengkhianatan yang luar biasa. Bagaimana mungkin sang raja,rajanya!! ,sanggup melakukan hal itu?
Bagaimana mungkin seorang pemimpin luar biasa sanggup melakukan hal seperti itu? Perbuatan berdosa yang hanya dilakukan orang yang tak ber-Tuhan?
Masih pantaskah rajanya menjadi seorang pemimpin?
Dan kekecewaan memberatkan kakinya…tapi tugas menggerakkan kakinya..dan dia melangkah maju dan membuka pintu….


“Engkaulah orang itu”………….
Daud terkejut

“Aku sudah berdosa kepada Tuhan”……….Nathan terkejut!!

Beban berat terangkat dari pundaknya…dan bola besi yang memberatkan hatinya terlepas…
Rajanya tidak mengkhianati dirinya…
Nathan menyadari kalau rajanya hanyalah seorang manusia biasa yang bisa berbuat salah, Berapapun banyaknya lagu kepahlawanan yang ditulis rakyatnya untuk Daud, Daud tetaplah manusia biasa.
Kenyataan yang terpampang di depan matanya..Daud yang mengakui dosanya dan menangis meminta ampun menyadarkan Nathan akan kemanusiaan Daud.
Tapi, berapa kalipun Nathan melihat kemegahan Daud saat kembali dari perang, dia tidak pernah melihat kemegahan seorang raja melebihi kemegahan yang dilihatnya saat ini…kemegahan seorang raja yang berlutut dan menangis mengakui kesalahannya.
Berbuat salah adalah hal manusiawi..tapi mengakui kesalahan,meminta ampun dan bertobat adalah kualitas surgawi yang hanya dimiliki orang – orang yang bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.

Dan Nathan melayani Daud seumur hidupnya
Dan Daud mempercayai Nathan sampai hari tuanya.

( diambil dari 2 Samuel 12 )

Cerita di atas tentu saja hanya rekaan dan dramatisasi dari kejadian sebenarnya. Kita tak akan pernah tahu bagaimana perasaan nabi Nathan saat mendatangi Daud. Yang kita tahu hanya Nathan cukup bijaksana dan peka untuk tidak mempermalukan Daud dengan menuduhnya langsung tapi memakai cerita pendahuluan.
Alkitab tidak banyak membahas bagaimana hubungan Nathan dengan Daud, apakah mereka bersahabat atau tidak.
Yang kita tahu, Nathan cukup mengenal Daud dan kehidupannya karena Nathan adalah orang yang menulis riwayat hidup Daud,dan juga anaknya Salomo, di Alkitab. ( 1Taw 29:29 , 2 Taw 9:29 )
Dan kita tahu bahwa Daud terus mempercayai Nathan bahkan sampai hari tuanya. Ketika Nathan datang membawa kabar mengenai pengkhianatan anak Daud sendiri, Adonia, Daud mempercayai dan tidak meragukan perkataan Nathan. Sekalipun yang dibicarakan Nathan adalah anaknya sendiri ( 1 Raja-raja 1:23-27).

Seandainya Daud punya Facebook, Nathan pasti termasuk salah seorang BFF – nya.
Kenapa ? Karena “ seorang kawan memukul dengan maksud baik ….“ ( Amsal 27 : 6 )
Jadi…jangan ragu untuk “pukul memukul“… ^^

PS : Kalo ada yang ga tau artinya BFF apa karena jarang pegang fesbuk ( saya salah satunya, punya fesbuk cuman ikut-ikutan), BFF itu singkatan dari Best Friend Forever

Ditulis Oleh Tukang Bakmi di FOS Community

Comments

comments