“Suster, kenapa namaku Joy” Tanya seorang gadis kecil berusia 5 th.

“Joy berarti kebahagiaan, orang tua mu menghendaki kamu selalu bahagia” jawab suster Marta, pengasuh sebuah panti asuhan.

“Tapi aku tidak pernah merasa bahagia, aku tidak suka nama itu” bantah Joy

“Aku mau ganti nama. Ganti namaku Suster. Gantilah dengan apa saja!” pinta Joy

“Apalah arti sebuah nama, sayang” jawab suster Marta. Lalu ia melanjutkan “Ada sebuah kisah, ada seorang wanita bernama Naomi yang telah kehilangan suami dan kedua anak laki-lakinya. Naomi pulang kembali ke negeri asalnya bersama seorang menantunya yang sangat setia. Karena kepahitan hidup yang ia rasakan, ia mengganti namanya menjadi Mara. Tapi pada akhir hidupnya Tuhan memberikan kebahagiaan dan sukacita kepadanya”.

“Cita-cita dan tujuan hidupku adalah untuk balas dendam” kata Mara dengan tatapan dingin.

“Tidak bisakah kita kembali seperti dulu, bahagia pada masa kanak-kanak kita. Lupakanlah masa lalu mu Joy” pinta Renata

Mara yang adalah Joy teringat kembali akan masa kanak-kanaknya di sebuah Panti Asuhan.

“Joy sini” Renata menarik tangannya. “Kau lihat garis melengkung itu” tunjuk Renata.

“Indah sekali” seru Joy. “Itu pelangi, sehabis hujan selalu muncul pelangi. Kau tau apa artinya” Tanya Re. Joy menggeleng. “Artinya setiap kesedihan kita akan berlalu, sama seperti hujan yang akan berlalu dan digantikan dengan pelangi. Pelangi itu seperti janji Tuhan, yang akan memberikan kita kebahagiaan”. “Kau suka warna apa Re?” Tanya Joy. “Aku suka warna biru” dengan senyum mengembang Re mengatakannya.

***

Pelangi Biru karya Agnes Jessica adalah  novel yang aku baca pada saat weekend beberapa minggu yang lalu. Karena sangat seru aku menghabiskan satu setengah hari untuk membacanya. Ceritanya sungguh sangat tragis. Seorang gadis kecil berusia 4 th yang melihat langsung pembunuhan papanya. Ia ditinggalkan oleh ibu kandungnya yang pergi ke luar negeri bersama seorang pria yang dicintai mamanya. Sebenarnya Joy dititipkan sementara ke teman mamanya. Tapi tante yang jahat itu meninggalkan Joy di sebuah Panti Asuhan setelah ia menghabiskan uang titipan mamanya Joy. Satu-satunya sahabat yang dimiliki Joy adalah Renata. Tapi Renata juga harus pergi meninggalkannya karena diadopsi. Joy tumbuh jadi gadis yang tertutup, tanpa kasih sayang dan penuh kebencian kepada keluarganya. Setelah dewasa Joy yang telah mengubah namanya menjadi Mara, menjadi penyanyi terkenal yang memiliki kesempatan besar untuk mewujudkan mimpinya yaitu balas dendam. Pertemuan kembali dengan Renata pun tidak dapat mencairkan kebencian yang dirasakannya selama bertahun-tahun. Bagaimanakah kisah selanjutnya? baca aja sendiri, hehehe…

Aku hanya ingin berbagi tentang apa yang aku dapat dari novel yang kubaca ini.

Pertama, tentang kasih yang merupakan kebutuhan terbesar dan utama untuk setiap orang. Sekaya apapun seseorang, sehebat apapun seseorang, tetap membutuhkan kasih.

1 Korintus 13:1- 3, 13

Sekalipun aku dapat berkata – kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan: dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Kedua, tentang bagaimana seseorang dapat memberi jika ia tidak pernah menerima. Bagaimana kita bisa mengasihi orang lain, jika kasih belum pernah kita rasakan. Definisi dari kasih aja kita gak tau. Banyak orang yang tidak bisa mengasihi bukan karena mereka tidak mau, tetapi karena mereka tidak tau bagaimana caranya mengasihi. Berbahagialah kita karena kita menerima dan merasakan kasih yang sempurna dari Tuhan. Yang memampukan kita untuk mengasihi orang disekeliling kita dengan kasih yang tulus. Tetaplah praktekan kasih dan mari ajarkan mereka yang tidak mengenal kasih untuk mengasihi.

Ketiga, tentang kasih yang dimulai dari pengampunan. Mengasihi berarti mengampuni. Tuhan mengasihi kita, kasih-Nya yang besar itu dibuktikan melalui pengampunan yang Dia berikan di atas kayu salib.

Mazmur 103:12

sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

Melupakan segala kepahitan yang kita terima dari orang-orang terdekat kita memang sulit tetapi bukan berarti tidak bisa. Menjadi tidak bisa jika kita hanya mengandalkan kasih yang kita miliki. Kita bisa mengampuni mereka dengan kasih yang tak terbatas dari Allah. Jangan curang, masa Tuhan sudah mengampuni kita tetapi kita tidak bisa atau lebih tepatnya tidak mau untuk mengampuni orang lain. Mengampuni orang lain harus dimulai juga dari mengampuni diri sendiri. Jangan meratapi diri terhadap kepahitan hidup yang kita rasakan atau menyalahkan diri sendiri terhadap kegagalan yang kita lakukan. Bangkitlah, selalu ada kesempatan untuk jadi lebih baik selama kita masih mau untuk memperjuangkannya.

Matius 18:33

Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Keempat, kebencian dan dendam hanya akan membuat diri kita sendiri lebih tersakiti. Orang yang hidupnya diliputi rasa kebencian dan dendam tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Melihat kebahagiaan aja tidak akan bisa. Ketika dia melihat kebahagiaan rasa yang akan timbul di dalam hatinya adalah rasa iri hati. Kenapa mereka bahagia? dan aku tidak. Dia akan cenderung berpikiran negatif terhadap orang yang menawarkan kebahagiaan yang tulus. Energinya, pikirannya dan hatinya hanya akan terkuras untuk memuaskan dirinya terhadap rasa kebencian. Setelah berhasilpun, dirinya tidak akan terpuaskan. Karena yang bisa memuaskan diri kita hanyalah kasih yang berasal dari Allah.

Kelima, tanpa Allah tidak ada yang namanya kebahagiaan.

Yohanes 14 : 6

Kata Yesus kepadanya : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

Why? Kok bertolak belakang banget yah dari kondisi / keadaan yang kita lihat disekelilingi kita. Banyak orang yang hidup di luar Tuhan yang merasakan kebahagiaan. Mereka sukses, kaya, terkenal, dibanggakan dan sepertinya tidak ada yang kurang. Tapi itu kan pendapat kita, yang cuma bisa kita lihat dari apa yang bisa dilihat. Apakah sama dengan pendapat yang mereka katakan, jika kita bertanya apakah kamu bahagia memiliki semua ini. Pasti jawabannya belum atau tidak. Belum, karena mereka berpikir masih ada yang belum ku raih, makanya aku belum bahagia. Tapi orang yang mengatakan tidak adalah orang yang betul-betul menyadari gak ada sesuatupun yang dapat membuat dirinya bahagia selain Tuhan. Dua orang yang saling mencintai akan bahagia saat akhirnya mereka bisa menikah dan hidup bersama. Tapi kebahagiaan yang mereka miliki hanyalah kebahagiaan yang egois, tanpa Tuhan di dalamnya. Meski kita sudah memiliki segalanya, tanpa Tuhan di dalamnya kita tidak akan  pernah benar-benar merasakan kebahagiaan. So, apakah pengertian kebahagiaan itu??

I get joy, joy in  my heart, Jesus given to me, and no one can destroyed…destroyed…destroyed..

Ditulis oleh RCA_FOS Community

Comments

comments