Beberapa hari yang lalu, aku dapat tugas khusus dari papa yaitu membereskan gudang rumah, karena kecium bau bangkai dari gudang. What, beresin gudang, apa ngga ada special force yang lain sih, aduhhh….

Yah, bagiku tugas rumah yang pualing berat yah itu, beresin gudang. Membayangkannya aja udah membuat malas dan cape. Ruangannya kecil sih, yah dulunya adalah kamar tidur untuk pembantu, tapi berhubung sudah tidak menggunakan pembantu lagi jadi dialihfungsikan untuk menjadi gudang. Berantakannya minta ampun deh, mana berdebu, banyak tumpukan-tumpukan nggak jelas, dan pastinya pengap dan berbau menyengat.

Dengan ogah-ogahan, aku bersiap untuk beresin gudang. Terbayang bahwa bakalan seharian dan yang pasti badan pasti lelah bukan main, yah agak sedikit menggerutu juga sih. Tapi ternyata, gudang sudah seperempat bersih, dan ternyata papa sudah menemukan bangkai tikusnya semalaman, jadinya aku hanya tinggal membersihkan sisa-sisanya dan yang ¾ lagi. Tapi yah tetep aja itu gudang masih berantakan.

Aku bingung mau mulai dari mana, mau ngapain dulu. Akhirnya sejenak aku berpikir, dan akhirnya aku mulai keluarkan semua kardus-kardus dan barang-barang mulai dari yang kecil sampai gede. Lumayan banyak dan menguras keringat juga sih. Dan setelah gudang sudah kosong, mulai terlihat awal dimana aku bisa membereskan gudang. Sebenarnya ruangan itu cukup bagus dan layak untuk ditinggali, hanya saja karena banyak barang-barang bekas dan berdebu menjadikan kesan ruangan itu sangat jorok.

Aku mulai dengan menyapu debu dan kotoran, membersihkan sarang laba-laba yang menempel, lalu mengepel lantainya dan sedikit menyiram dengan karbol. Aku beristirahat sejenak sembari menunggu lantai kering, dan ternyata ruangan itu menjadi bersih dan indah lagi setelah di sapu dan di pel, dan wangi lagi. Tapi tugasku belum selesai, masih ada setumpuk barang yang harus dipilah-pilah untuk dibuang, dan kembali memasukan barang yang masih bisa disimpan dengan rapi. Akhirnya tanpa terasa selesailah tugas itu, dan aku cukup puas dengan hasil kerjaku, ditambah dapat pujian juga dari papa. Ternyata membersihkan gudang tidak serumit, selelah dan semalas yang ada dipikiranku.

You know guys, hidup kita seperti ruangan yang yang harus selalu dibersihkan secara berkala. Ruangan yang awalnya bersih, kinclong, dan harum, tiba-tiba menjadi dekil, kotor dan sangat penuh dengan berbagai hal-hal yang memenuhi hidup kita. Sampai suatu titik kita merasa bahwa hidup kita sedemikian rumit, sedemikian kotor, sedemikian berbau, dan kita sangat malas untuk membersihkannya. Masalah demi masalah, kenangan demi kenangan, hal baik maupun buruk, dan juga berbagai-bagai persoalan memenuhi hidup kita seperti barang-barang yang menumpuk di gudang itu. Hingga suatu saat dengan frustasi kita bilang “ STOP !!!”

C’mon guys, klo gudang aja yang sedemikian kotor dan jorok bisa menjadi bersih dan wangi lagi setelah dibersihkan, apalagi kehidupan dan hati kita. Serumit apapun, sekotor apapun, bahkan se-ngga-layak apapun kehidupan kita di mata kita, kita tetap berharga di mataNya. Kita perlu juga berbenah dan merapikan “ruangan” kehidupan kita. Jangan langsung pusing dan menyerah dulu mendengar kata “bersih-bersih”.

Masalah yang menumpuk dan keadaan yang begitu susah memang membuat kita langsung menyerah untuk “bersih-bersih”, jadi keluarkan dulu sedikit demi sedikit “barang-barang” yang menumpuk itu, sampai ruangan itu terlihat dasarnya dan terlihat titik dimana kita bisa memulai. Kenapa doa dan saat teduh atau perenungan begitu sangat penting, karena bagiku dengan perenungan, saat teduh dan doa yang sangat sederhana sekalipun, aku bisa menemukan titik dimana aku bisa mulai melakukan “bersih-bersih” di hidup dan hatiku. Itulah awalnya guys. Kebanyakan kita berfikir tidak mungkin dan cenderung putus asa karena jarang dari kita yang berusaha menemukan titik awal untuk memulai, sudah putus asa melihat banyaknya masalah di hidup ini, sudah terlanjur melihat hidup yang hancur, yang tidak mungkin “dibersihkan” lagi. Believe me, it’s not true, Selalu ada awal untuk segala sesuatu, dan Tuhan akan selalu menolong kamu untuk menemukan titik awal itu.

Nah kalau sudah menemukan titik awal, jangan berhenti sampai di situ aja. Masih ada setumpuk barang yang harus kamu pilih untuk dibuang atau tetap disimpan. Dalam memilih ini dibutuhkan ketegasan, apa yang harus dibuang dan apa yang harus disimpan. Jangan mencoba menyimpan kembali semua “barang” itu, karena hasilnya akan sama saja. Membuang seluruh “barang” itu juga bukanlah sebuah kebijaksanaan. Karena ada saatnya masalah itu harus diselesaikan, bukan dilupakan. Ada saatnya masalah itu tetap Tuhan ijinkan untuk disimpan untuk membentuk karakter kita, dan ada saatnya masalah itu harus kita buang  jauh-jauh.

Guys, membersihkan gudang bukan perkara sederhana dan gampangan, apalagi kalo “bersih-bersih” di hidup dan hati kita, ada proses yang cukup panjang di dalamnya, dan dibutuhkan kesetiaan untuk melakukan semuanya itu. Satu hal yang mau aku ingatkan, bahwa saat Tuhan ingin kita bersihkan “ruangan” di hidup dan hati kita, Dia tidak tinggal diam, ada kalanya Dia mulai membersihkan ¼ bagian untuk menunjukan kepada kita bahwa ada harapan di depan sana, ada kalanya Dia menunjukan dimana titik awal untuk memulai, ada kalanya Dia berada di samping kita untuk memotivasi kita atau bahkan turut serta mengangkat semua barang-barang itu, dan ada kalanya seakan-akan kita bekerja sendiri tanpa bantuan siapapun. Tapi percaya, bahwa di dalam semuanya itu Tuhan turut bekerja kok, dan saat pekerjaan yang cukup berat dan melelahkan itu telah selesai, Dia akan berkata “ Bagus anakKu, kamu telah melakukan apa yang Kukehendaki. Telah tersedia mahkota kehidupan untuk kamu.”

Mantabbb… so never give up, stand firm in God, karena pekerjaan dan pelayanan kamu di dalam Tuhan tidak akan sia-sia.

“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, dalam persekutuanmu dengan Tuhan Jerih payahmu tidak sia-sia.”  1 korintus 15:58

Be Blessed…

By KSW_FOS Community

Comments

comments