Wah, sudah tahun baru nih yah….

Met Tahun baru semuanya, maaf yah kalau terlambat ngucapinnnya, seharusnyakan dari kemarin-kemarin, yah daripada tidak sama sekali…hehehhe…

Ada beberapa hal yang akrab dalam tahun baru, suara terompet, bakar-bakaran, ibadah tutup tahun, begadang, sampai petasan yang nan indah. Di tahun baru, seringkali kita membuat sebuah perefleksian kecil baik itu sendiri maupun bersama keluarga, flashback tahun 2009 dan membuat resolusi untuk 2010. Biasanya ada beberapa hal yang kita harapkan, inginkan, komitmenkan bahkan ada yang kita komitmenkan kembali (perpanjang kontrak komitmen..hehehhhe). Dan nggak jarang juga ada pemulihan yang terjadi di awal tahun 2010.

Guys, aku mau sharing sedikit, ada sebuah kebiasaan yang selalu aku lakukan setiap menjelang tahun baru, aku biasanya membuat semacam refleksi pribadi di kamarku sendiri. Dan tahun lalu ada hal unik yang aku lakukan, yaitu aku menuliskan beberapa poin komitmenku dan harapanku kepada Tuhan di komputer, dan tadinya ingin di cetak lalu ditempelkan di sebuah sudut kamarku sebagai pengingat.

Dan pada saat refleksi kemarin, memasuki tahun 2010, aku teringat akan file itu, lalu aku mencari dan akhirnya mendapatkan sebuah resolusi dan perjanjian yang sengaja aku tulis dengan Tuhan setahun yang lalu. Aku jadi teringat saat-saat aku menuliskan hal itu, jadi di tulisan itu terdapat 4 poin yang akan aku komitmenkan dan 4 poin yang aku harapkan dan doakan. Sama-sama 4 poin, tapi saat aku melihat poin demi poin yang aku tuliskan sendiri itu, aku hanya bisa terdiam sedih dan bertanya dalam hati, karena ada beberapa komitment yang gagal aku tuntaskan hingga akhir tahun, sedangkan saat aku melihat harapan dan doa yang aku panjatkan, semuanya telah Tuhan jawab dengan cara yang ajaib. Padahal sama-sama 4 poin, tapi ternyata justru lebih banyak komitmen yang gagal aku lakukan. Disitulah aku kembali diingatkan dengan sebuah ayat yang berbunyi seperti ini :

“ Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.” (2 Timotius 2:13)

Padahal yang membuat komitmen adalah aku sendiri, tetapi aku sendiri yang seringkali menyangkalnya, seringkali mengingkarinya, seringkali mengkompromikannya, dan ngga jarang seringkali sengaja melupakannya.

Entah beberapa banyak hal yang telah kita komitmenkan, semangat pada awalnya, tapi jarang yang tetap setia hingga akhirnya, padahal sekali lagi, kita sendiri yang membuat komitmen itu, dan kita sendiri yang melanggarnya. Apa lebih baik nggak usah buat komitmen atau bikin janji dengan Tuhan yah, daripada setiap kali bikin janji atau komitmen kita juga yang mengingkarinya?

Wah jangan sampai berpikiran seperti itu yah, karena aku percaya saat kita membuat sebuah komitmen, itu adalah awal dimana akan terjadi perubahan. Ada semacam pengakuan dan keinginan untuk berubah saat kita mengucapkan sebuah komitmen, dan pastinya hal itu dilandasi karena kita melihat betapa besarNya kasih Allah di dalam hidup kita. Tetapi ingat, bahwa perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan. Aku sangat suka kata-kata ini.

“Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan”

Komitmen adalah awal dimana perubahan akan terjadi, awal dimana pemulihan akan dinyatakan, awal dimana hal-hal yang baru akan kita terima, tetapi ingat bukan hanya sampai disitu. Aku pernah bilang kepada salah seorang sahabatku, bahwa yang namanya perubahan, pemulihan bahkan sukacita bukan hanya sebuah mukjizat, tetapi semua itu adalah pilihan. Dimana saat kita memilih untuk pulih, maka pemulihan itu akan segera datang kepada kita, saat kita memilih untuk bersukacita bahkan di saat yang paling sedih sekalipun, saat itulah sukacita itu datang kepada kita. It’s all about choice. Dan begitu juga dalam komitmen, bukan hanya pilihan untuk membuat komitmen atau tidak, tetapi pilihan untuk menjalankannya hingga menjadi sebuah perubahan atau tidak.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal yang baru, dan tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan komitmen kita. Komitmen bukan hanya berbicara mengenai tahun baru, tetapi bicara mengenai hari-hari yang kita jalani di tahun yang baru ini, akankah Dia mendapati kita tetap setia hingga akhir, sama seperti Tuhan yang akan selalu setia kepada kita.

JanjiNya selalu dapat kita pegang dan Dia pasti melakukan tepat pada waktunya. Lalu bagaimana dengan janji kita kepada Dia, akankah dapat Dia pegang dan kita lakukan senantiasa ??

Kuberjuang sampai akhirnya, Kau dapati aku tetap setia.

Ditulis oleh KSW

Comments

comments