BIBLE STUDY

“TRULY THE COMMUNITY SERIES” Bagian. 2

2 JENIS PERSEMBAHAN TUBUH

By. YVT

“ Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati” ( Roma 12 :1)

Di dalam ayat ini, Paulus meminta jemaat Roma untuk “mempersembahkan tubuh mereka sebagai persembahan yang hidup.” Kata tubuh bisa diinterpretasikan sebagai pribadi-pribadi Kristen dan juga sebagai jemaat rumah tangga dari Gereja di Romawi.

Secara lebih mendalam, Tubuh dalam bahasa Yunani soma, biasanya diartikan sebagai tubuh fisik manusia. Ini berarti, agar  kita dapat melibatkan diri sepenuhnya dalam relasi dengan Allah, dan juga konsekuensinya relasi dengan orang lain. Mempersembahkan tubuh kepada Tuhan bisa juga berarti melakukan pekerjaan fisik bagiNya. Bukan hanya dengan kata-kata, namun dapat diaktualisasikan dalam tindakan kita sehari-hari. Tidak hanya itu, mempersembahkan tubuh juga mengharuskan kita untuk menjaga tubuh kita. Dalam 1 kor 6:19-20, kita diingatkan bahwa tubuh fisik ini adalah Bait Roh Kudus dan harus kita perlakukan sepantasnya. Implikasi praktis dari mempersembahkan tubuh diantaranya tidak hanya beribadah dengan mulut, tetapi keseluruhan diri kita, bukan hanya secara pasif mendengarkan kotbah pendeta, tetapi kita perlu menanggapi Kasih Allah dengan mengasihi Dia melalui Perkataan , sikap, Emosi dan tindakan kita.

Ketika mempersembahkan tubuh, kita ingin untuk memberikan yang terbaik kepada Allah; untuk menempatkan seluruh tubuh kita dalam persembahan, sebagai tanggapan hidup kita kepada kasih Allah. Kasih Allah bagi kita sangatlah kaya dan berisi undangan, sehingga kita rindu dengan segala keberadaan kita untuk mempersembahkan tubuh kita. Jika kita kembali berpikir secara seksama dalam perjalanan hidup kita, ketika kita menyangkal diri dan masuk kedalam pelayanan apapun yang pernah dilakukan. Ingatlah kepenuhan hidup yang kita alami di dalam persembahan tersebut. Ketika kebutuhan atau ketakutan kita dimatikan, kita dapat menemukan sebuah sumber hidup di dalam Allah yang tidak dapat dijelaskan.

Kata Soma, selain dapat diartikan sebagai tubuh fisik kita, juga dimaksudkan untuk menyebut gereja sebagai kelompok tubuh Kristus. Dalam Roma 12:1 meningkatkan keyakinan kita bahwa Paulus bertujuan menggunakan kata tubuh untuk melambangkan kelompok-kelompok Kristen. Paulus juga menggunakan ekspresi kasih persaudaraan (laki-laki dan perempuan) dan ekspresi khusus untuk mengarisbawahi relasi yang mungkin mereka miliki dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Semua anggota dari jemaat rumah tangga, apakah yahudi atau non-yahudi, budak atau orang bebas. Paulus berdiri di samping mereka untuk mendorong supaya mempersembahkan tubuh mereka sendiri dan jemaat rumah tangga sebagai yang satu, hidup dan kudus kepada Allah.

MyOffering

Comments

comments