Menjadi Murid KristusBerikut ini adalah renungan yang dibuat oleh Yoseph yang juga menjadi rangkuman dari Bible Study dengan tema Seni Menjadi Murid Kristus.

Lukas 14:25-35
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk.14:27)

Kehidupan para murid Kristus tidak dapat dilepaskan dari kebersamaan dengan Kristus secara total. Kata “MURID” diterjemahkan dari dua kata Yunani : MANTHANO = STUDENT (pelajar, mmpelajari sesuatu); dan MATHETHES = DISCIPLE (murid).

Disciple mempunyai arti yang lebih dalam dari student. Disciple tidak hanya menerima pengajaran, tetapi menghidupinya. Disciple mengerahkan segala waktunya, disiplinnya, dan tujuan hidupnya untuk belajar dari gurunya dan bertindak seperti gurunya. Seorang murid harus meninggalkan semua orang terkasihnya agar ia bisa serius belajar di dalam kelas. Saat itu hanya gurunyalah yang menjadi fokus. (Luk.14:26)

Kedua kata tersebut berasal dari kata MATH yang juga menjadi asal kata “matematika”. Menjadi murid adalah memperhitungkan segala hal untuk mengikuti gurunya (ay.28-30). Berapa waktu yang kita sediakan untuk mengenal Dia melalui baca Alkitab setiap hari? Berapa banyak kita melepaskan sesuatu untuk mengikut Dia? Berapa banyak jam doa yang kita sediakan? Mereka yang tidak berhitung, tidak akan menjadi murid, hanya pengikut saja.

Dalam Luk.14:25 dikatakan bahwa banyak orang berduyun-duyun mengikut Kristus. Saat melihat itu Dia berkata bahwa “segala sesuatu harus dilepaskan, untuk menjadi murid-Nya” (Luk.14:33)

Seorang pendeta pada zaman Nazi, Richard Wumbrandt mengatakan bahwa: “Ketika Kristus memanggil kita, Ia sesungguhnya memanggil kita untuk menderita dan mati.” (Memikul salib pada zaman Yesus artinya hanya satu: menjalani kematian). Tidak banyak orang yang suka dengan pemahaman itu, seperti kumpulan orang banyak yang sedang “berduyun-duyun” mengikut Dia saja tanpa ingin menjadi MURID.

Namun jika kita mengerti Pribadi-Nya dan mengalami hubungan dengan-Nya, kita akan memahami bahwa hanya dengan melepaskan segalanya bagi Dia lah kita justru akan mengalami KEPENUHAN. Kepenuhan kita sbagai murid bukan bergantung pada fasilitas yang kita miliki dalam hidup, tetapi pada PENGENALAN kita akan Yesus Kristus.

Ay.31-32 dari Lukas 24 menyatakan sebuah kondisi mutlak tentang syarat penyerahan diri dan ketidakmampuan kita. Jika kita berdamai dengan panggilan Kristus sbg murid, memang ada harga penyerahan diri, tetapi untuk tidak menjadi murid Kristus juga ada harga kerugian yang besar dan tidak mungkin kita tanggung: KEBINASAAN dan KESIA-SIAAN HIDUP (ay.34-35).

Alami kepenuhan sejati, dengan menjadi MURID KRISTUS.

Download Bahan Bible Study – Seni Menjadi Murid Kristus

Punya pertanyaan? Kamu bisa mengisi form ini – FOS Q & A

Comments

comments