Setuju ya kalo kita denger statement “Kita hidup di dunia yang serba terbatas”. Yup. Walaupun orang-orang modern bilang kalo teknologi membuat dunia tanpa batas, bagi saya sih tetep aja dunia ini terbatas. Teknologi bisa mempercepat gerak hidup kita, tapi tetep aja kita cuma punya waktu 24 jam sehari. Teknologi bisa mengakses informasi ke seluruh dunia, tapi tetep aja untuk nyimpen data-data itu terbatas pada kapasitas harddisk komputer kita. Teknologi bisa memperlambat penuaan di kulit, tapi tetep aja umur manusia terbatas.

Jadi apakah di dunia ini semuanya pasti dibatasi oleh sesuatu? Terus kenapa temanya “borderless” yang artinya “tanpa batas”? Saya yakin bahwa ada Satu di dunia ini yang nggak dibatasi oleh apapun juga: Kemahakuasaan Tuhan!

Walau kemampuannya terbatas, Musa sanggup memimpin sekitar tiga juta orang Israel menyeberangi Laut Teberau yang terbelah jadi dua di hadapan mata seluruh orang Israel dan orang Mesir, dan kisahnya kita baca sampai hari ini; karena Tuhan ada bersama dengan Musa, Musa sanggup lakukan sesuatu di luar batas kekuatannya.

Walau kemampuannya terbatas, Daud sanggup mengalahkan Goliath hanya dengan batu dan ketapel. Daud mengambil bagiannya untuk percaya pada Tuhan yang dia sembah; karena Tuhan ada bersama dengan Daud, Daud sanggup lakukan sesuatu di luar batas kemampuannya.

Walaupun hanya manusia biasa yang terbatas, Elia sanggup menahan hujan nggak turun, menurunkan hujan, mengalahkan empat ratus nabi baal, dan mengalahkan empat ratus nabi palsu; karena Tuhan ada bersama dengan Elia, Elia sanggup melakukan hal-hal luar biasa di luar batas logikanya.

Semua orang ini mengalami dalam hidupnya kalo Tuhan itu sangat nggak terbatas, dan masih banyak lagi contoh-contoh dalam Alkitab, mereka yang juga mengalami ketidakterbatasan Tuhan. Satu hal yang menentukan hidup kita ini terbatas atau nggak adalah: iman kita.

Iman kita menentukan tindakan yang kita ambil. Tindakan-tindakan yang kita ambil dalam iman akan membentuk kita untuk semakin mengenal, siapa Tuhan yang kita sembah. Itu adalah Paradigma atau cara kita memandang bahwa Dia sanggup, Dia sungguh sanggup, dan Dia teramat sanggup, melakukan jauh lebih banyak dari apa yang dapat kita rencanakan, pikirkan, doakan, dan harapkan.

borderless

Borderless Generation adalah generasi yang imannya tidak terbatas oleh keterbatasan dunia. Generasi tanpa batas ini tidak terbatas oleh sistem duniawi yang berkata “Kamu nggak mungkin nggak buat dosa, kan masih ada di dunia, udahlah, buat dosa aja bareng-bareng kita.” Dengan lantang Tuhanlah yang berseru bagi generasi ini membela kita: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu”(Yoh10:28). Generasi ini tidak direndahkan oleh dunia karena saat dunia berkata “Tunjukkan Allah yang kausembah!”, Tuhanlah yang menunjukkan diriNya bagi mereka. “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja”(Kel14:14). Dan generasi ini menemukan hidup maksimalnya di dalam Tuhan yang tanpa batas. Dunia ini begitu terbatas, tapi anak-anak Tuhan mengatasi dunia. “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1Yoh5:4-5).

Anak-anak Tuhan tidak dibatasi oleh dunia. Anak-anak Tuhan memiliki komitmen yang menjaga hidup mereka tetap di dalam Tuhan. Namun segala masalah yang terjadi dalam hidup anak-anak Tuhan, bukanlah sebuah batasan untuk kita bisa melakukan hal-hal yang dahsyat dalam hidup kita. Komitmen itu adalah tanda bahwa kita dikasihi Tuhan, dan kita rindu untuk mengasihi Tuhan. Bukan aturan yang membatasi kita, namun kasihlah yang menjadi dasar kita bertindak. Seperti Yesus, bukan paku yang menahan Dia tetap di atas salib, tapi kasihNya bagi kamu dan saya, dan ketaatanNya kepada Bapa yang dikasihiNya.

Bukan aturan dunia yang membuat kita taat, tapi komitmen kita untuk mengasihi Tuhan, karena Dia terlebih dahulu megasihi kita.

Borderless, Unlimited, No boundaries, No limit, bukan berarti kita hidup sesuka hati kita. Borderless yang dimaksud nggak bicara soal melanggar aturan. Begini. Saat kita bertanya: “Apa sih batasan-batasan pergaulan anak-anak Tuhan?” Atau “Apa sih batasan-batasan pacaran anak-anak Tuhan?”, justru kecenderungannya adalah kita sedang mencoba berdiri di tepi batas itu. Makanya nggak heran kalo kita jatuh. Tapi kalo kita memandang pada kasih yang nyata di Kalvari dan berkata: “Aku mau lakukan sesuatu buat Tuhan bukan karena boleh atau nggak boleh, bukan karena wajib atau nggak wajib, bukan karena diatur atau nggak diatur, tapi karena aku ada di dalam Tuhan. Apapun yang aku lakukan adalah ekspresi natural bahwa aku mengasihi Tuhan.” Itulah borderless, dan komitmen itulah yang mempertahankan kita tetap di dalam Tuhan. Memiliki sikap hati yang mengasihi Tuhan lebih dari apapun, berarti siap menerima kehidupan yang lebih dahsyat lagi di dalam Dia, dan siap untuk dipercayakan hal-hal yang lebih besar lagi bersamaNya.

Banyak sisi borderless akan kita bahas di buletin FOS Community edisi April ini. So, just open our hearts and see, buka mata dan lihat apa yang mau Tuhan singkapkan buat kita anak-anakNya yang mengasihi Tuhan. God bless you all.

>> Dan nantikan segera yah buletin edisi April ini, dgn tema “Borderless”

cover-april09-warna

Comments

comments