Featured Posts

Lagi Patah Hati? Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya 'patah hati' entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin...

Read more

Tekhnik Membelah Roti Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam?...

Read more

Jadilah Tenang Hari ini, pas lagi membaca sebuah buku, ada sebuah cerita yang menarik bagiku, agak sedih sih, tapi kita bisa belajar sesuatu dari kisah ini. ... Seorang janda miskin bernama Siu lan memiliki seorang...

Read more

Yang Meringankan Segalanya Kejadian 29:20 "Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel." Wah, karena cintanya...

Read more

Mengampuni Orang Yang Menyakiti Kita? Enggak Adil! Mengampuni masalahnya bukanlah pada siapa yang menyakiti, tapi pada sakit hati itu sendiri. Yang menyakiti kita bisa siapa saja, bisa orang asing, bisa pendeta, bisa keluarga atau bahkan orangtua kita...

Read more

twitter

Follow on Tweets

  •  

Lagi Patah Hati?

Category : Asides

Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya ‘patah hati’ entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin karena melihat orang yang secara diam-diam kita sayang tiba-tiba jadian sama orang lain.. Duuuh.. rasanya tak dapat diungkapkan dengan kata-kata..

Nah.. biasanya lagi, kalo yang namanya lagi patah hati, kita jadi enggak semangat buat ngapa-ngapain.. Makan males, belajar males, kerja males, mandi males (waduh?) dan yang paling gawatnya lagi sampai-sampai ke gereja juga jadi males! Ini dia nih FOSters yang kadang-kadang mungkin kita enggak sadari.. Sewaktu kita lagi patah hati karena masalah cinta, beberapa dari kita malah jadi cenderung menjauh dari Tuhan, jangankan baca Alkitab, doa aja juga males, kita mungkin lebih memilih menghabiskan waktu kita buat curhat sama sahabat-sahabat kita dibanding ‘curhat’ sama Tuhan…

FOSters, kalian tahu enggak, kalo kita punya Allah yang bukan cuman punya kasih tapi Dia adalah Kasih itu sendiri.. GOD is Love.. Dan kasih yang Dia miliki bukan sembarang kasih, tapi kasih yang sempurna.. Kita mungkin mikirnya kalo masalah lain sih Tuhan mungkin mengerti tapi kalo masalah hati dan masalah anak muda seperti ini, apa Tuhan mau peduli juga? Apa Tuhan tahu yah rasanya saat aku bilang “Tuhan aku sayang sama seseorang tapi orang itu enggak bales rasa sayang aku, dan sekarang hati aku rasanya sedih banget..”

FOSters 2000 tahun yang lalu Dia datang menyatakan kasih-Nya pada umat-Nya, dan apa yang terjadi? banyak yang menolak-Nya, mengkhianati-Nya, bahkan hingga saat ini.. Kalau kalian pikir bahwa Tuhan enggak tahu rasanya ditolak, kalian harus berpikir ulang. Apa yang kita rasakan saat sedang patah hati karena cinta, ENGGAK ADA APA-APANYA dibanding apa yang pernah Ia rasakan..

Dan karena Ia tahu rasanya, Ia juga peduli dengan keadaan hati kita.. Tuhan sanggup memulihkan hati kita karena Dia memiliki Kasih yang sempurna yang dapat memenuhi hati kita. Dan saat hati kita dipenuhi oleh Kasih Allah (Kasih Agape) Percaya deh, kita enggak lagi tergantung oleh perasaan kita yang sering berubah karena cinta. Dengan kasih Allah kita bisa mengasihi orang lain dengan lebih tulus dan enggak peduli LAGI PATAH HATI atau enggak. kita akan selalu semangat menjalani hidup^^. Karena kita tahu Allah selalu berada di dekat kita dan Kasih yang dari Allah cukup untuk membuat kita selalu bersukacita :)

Mazmur 34:19 “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”

So Be Blessed FOSters! Love Your Lord and Live Your Life Graciously^^

Ditulis oleh : LNY_FOS Community

Tekhnik Membelah Roti

Category : Asides

Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam? Mudah. Jatuhkan sehelai rambut ke atas mata pisau, jika rambut terpotong dengan sendirinya berarti pisau itu cukup tajam. Kalau tidak terpotong? Asah lagi sampai tajam. Kalau sudah, kita potong roti itu jadi 2.

Masalahnya, supaya adil berarti ke dua bagian yang terpotong harus sama beratnya kan? Kelebihan atau kekurangan 0.0000000000001 gram saja berarti sudah tidak adil kan?

Dan supaya adil, pastinya kedua bagian roti harus sama enaknya. Kan enggak adil kalau satu bagian sedikit hangus atau bantat sementara bagian lainnya matang sempurna. Dan pastinya jumlah coklat di dalam masing-masing bagian juga harus sama banyak dan enaknya kan?

Itu baru masalah fisik roti, belum orang yang akan menerima roti itu sendiri. Kalau salah satunya anak kecil sedangkan yang lainnya orang dewasa, bagaimana supaya adil membaginya? Apakah adil membagi roti jadi 2 bagian sama besar? Ataukah harusnya yang lebih tua mendapat bagian lebih banyak? Atau harusnya yang anak kecil karena badannya lebih kecil? Tapi bukankah orang dewasa badannya lebih besar yang berarti butuh lebih banyak energi sementara anak kecil dengan sedikit roti pun mungkin sudah kenyang? Atau justru anak kecil harus lebih banyak karena dalam masa pertumbuhan dan butuh lebih banyak makanan?

Bagaimana kalau penerima roti itu pria dan wanita? Haruskah pria lebih banyak karena wanita makan lebih sedikit? Sayang kan kalau sisa rotinya dibuang? Belum lagi kalau yang perempuan sedang diet. Atau karena emansipasi keduanya harus dapat bagian yang sama besar? Sekalipun mungkin sebagian akan dibuang?

Dan bagaimana pula kalau salah satu pihak tidak terlalu suka roti? Apakah yang suka roti harus mendapat bagian lebih banyak? Tapi kan suka atau tidak suka roti, kedua pihak tetap harus mendapat bagian yang adil kan? Tapi adilkah kalau pihak yang menginginkan harus melihat barang yang diinginkannya dibuang oleh orang yang tidak suka?

Menyiapkan roti – sudah!

Menyiapkan pisau pusaka – sudah!

Membagi 2 dengan adil – ??? Apa yang disebut adil itu?

Tuhan yang mendatangkan bencana alam yang menimpa orang baik dan orang jahat.

Tuhan yang menyediakan matahari yang menumbuhkan makanan bagi orang jahat dan orang baik.

Tuhan yang membuat anak – anak terlahir sehat tapi juga terlahir cacat.

Tuhan yang membuat neraka bagi orang-orang yang menolakNYA.

Tapi Tuhan yang sama juga mengorbankan diri buat orang-orang berdosa itu supaya mereka bisa tinggal di surga.

Tuhan yang mendatangkan air bah dan Tuhan yang merancang bahtera.

Tuhan yang membebaskan Israel dan mendatangkan tulah Mesir

Tuhan yang bertaruh dengan iblis dan menghajar Ayub.

Tuhan yang membimbing Mother Theresa dan Tuhan yang membiarkan phedofil menjual foto korban mereka di internet.

Apakah Tuhan adil?

Tapi ketika kita menemui kesulitan dalam konsep keadilan bahkan ketika kita ingin memotong roti, bagaimana kita bisa menilai keadilan Tuhan?

Ketika kita kesulitan mengatur keluarga kita sendiri, bagaimana kita bisa memerintah Tuhan mengenai bagaimana mengatur dunia?

Karena Tuhan adalah Tuhan dan Ayub adalah manusia.

Dan supaya Ayub mengerti itu, Tuhan menghabiskan 4 pasal (Ayub 38-41) untuk mengomeli Ayub dari dalam badai, Dan sekali lagi Tuhan menyatakan dirinya adalah Allah yang membentuk bumi ini dan Ayub yang mungkin saat itu gemetar menyadari kalau dirinya yang belum pernah turun ke dasar laut mencoba menghakimi Pencipta laut itu sendiri.

Ketika Ayub membawa pertanyaan mengenai penderitaan dan ketidakadilan, Tuhan tidak mengambil papan tulis atau memutar slide pertemuannya dengan iblis. Tuhan adalah Tuhan, Dia tidak perlu menjelaskan soal perbuatanNYA. Dia tidak berhutang kepada kita dan tidak punya kewajiban untuk menjelaskan. Tuhan yang memberi dan Tuhan yang mengambil, semuanya kepunyaan Dia.

Tuhan tidak perlu menjelaskan diriNYA, bumi ini sendiri adalah bukti keTuhananNYA. Jangankan menciptakan bumi, kita bahkan belum sanggup mengebor sampai ke inti bumi atau mengendalikan pergerakan lempeng benua. Tapi, seperti Ayub, bahkan mungkin lebih kasar darinya, kita menyebut Dia bodoh dan tidak kompeten. Dan dengan membawa roti yang berantakan terpotong-potong, kita menghadap Tuhan dan berkotbah mengenai keadilan.

Ayub melakukan hal itu, dan seandainya saya Tuhan, saya akan lemparkan dia ke ujung semesta karena berani mempertanyakan keputusan Pencipta Alam Semesta. Tapi, saya bukan Tuhan dan Tuhan jelas bukan saya. Dan karena itu Tuhan mengampuni Ayub, dan karena itu Tuhan menjelaskan dirinya lewat Yesus, dan karena itu Tuhan mati di kayu salib.

Karena Tuhan adalah Tuhan

Ayub 11:7-9 Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit–apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati–apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.

Ditulis oleh Tukang Bakmi untuk BASH

Jadilah Tenang

Category : Asides

Hari ini, pas lagi membaca sebuah buku, ada sebuah cerita yang menarik bagiku, agak sedih sih, tapi kita bisa belajar sesuatu dari kisah ini.

Seorang janda miskin bernama Siu lan memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun yang bernama Lie Mei. Kemiskinan memaksanya membuat kue dan menjajakannya untuk biaya hidup mereka berdua. Tidak seperti anak pada umumnya, hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya.

Pada suatu malam di musim dingin, tepatnya musim salju, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Siu Lan berpesan kepada Lie Mei, anaknya, untuk menunggu di rumah karena akan membeli keranjang baru.

Saat pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di tumah. Siu Lan menjadi marah. Putrinya benar-benar tidak tahu diri. Sudah Hidup susah, masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah sesuai pesannya.

Dengan kesal Siu Lan menyusun kue-kuenya ke keranjang barunya, dan pergi menjajakan kue di tengah badai salju. Yah mau bagaimana lagi, mereka harus mendapatkan uang untuk makan.

Namun sebagai hukuman, pintu rumah di kunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sepulang dari menjajakan kue, Siu Lan menemukan putrinya tergeletak di depan pintu, membeku dan sudah tidak bernapas lagi. Jeritan Siu lan membelah kebekuan salju. Ia menangis meraung-raung, namun tetap Lie Mei tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membawa anaknya masuk untuk menghangatkannya.

Siu Lan mengguncang-guncangkan tubuh Lie Mei, namun tidak ada gerakan. Dan tiba-tiba sebuah bungkusan kecil terjatuh dari tangan Lie Mei. Siu Lan membukanya, ada sepotong biskuit kecil dibungkus dengan kertas yang ada tulisannya. Itu adalah tulisan Lie Mei dalam kertas usang, dan saat Siu Lan membacanya, dia hanya terdiam penuh penyesalan, karena itulah tulisan terakhir yang dia baca dari anaknya.

“ Hi..hi… mama pasti lupa. Ini hari istimewa bagi mama. Aku membelikan biscuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup membeli biscuit yang besar. Hi..hi… Mama, selamat ulang tahun….”

Sahabat mungkin terharu bahkan menitikan air mata saat membaca kisah itu. Ini adalah kisah nyata yang terjadi pada tahun 2007, di tulis lagi oleh pak Xavier Quentin Pranata dalam bukunya Laugh is beautiful.

Menyesal, oww…pasti. Seandainya menjadi Lie Mei, aku yakin pastinya penyesalan yang luar biasa sekali, dan mungkin akan bersifat permanen bahkan seumur hidup. Semuanya itu diawali karena pikiran negatif dan emosi yang begitu besar, sehingga mengambil kesimpulan dan langkah yang salah. Akibatnya adalah kehilangan yang paling berharga dalam hidupnya, bahkan setelah itu kehilangan kehidupan karena ada berton-ton penyesalan yang telah menanti.

Secepat dan setepat apapun langkah yang kita ambil, jika berdasarkan emosi sesaat dan negative thinking, percaya deh nggak bakalan bener. Pasti ada-ada aja masalah yang akan ditimbulkan, dan selalu berujung penyesalan. Nggak ada hasilnya dan cenderung merugikan.

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” 1 Petrus 4:7

Ketenangan adalah kunci, sama saat kita sedang berenang, bukan hanya kemampuan berenang dan pernapasan yang harus kita kuasai, tetapi ketenangan dalam air. Karena dalam ketenangan itu kita dapat bergerak dan bernafas secara teratur. Begitu juga dalam menjalani hari-hari ini, ketenangan adalah kunci, untuk kita bisa melihat, merasakan, berfikir dan melangkah dengan tepat dan teratur. Kalo emosi kan jadinya suara Tuhan nggak kedengaran, tertutup sama ego kita dan justru malah kita dengerin suara iblis. Karena saat kita menguasai diri dan menjadi tenang, saat itulah Tuhan akan berbicara dan memberikan jawaban atas semua masalah dalam hidup kita.

“Jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa…”

Ditulis Oleh KSW_FOS Community

Yang Meringankan Segalanya

Category : Asides, renungan

Kejadian 29:20
“Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.”

Wah, karena cintanya yang begitu besar kepada Rahel sampai-sampai Yakub yang disuruh bekerja tanpa gaji selama tujuh tahun itu menganggapnya seperti beberapa hari saja! Ternyata dari semenjak dahulu kala, cinta merupakan kekuatan terbesar yang bisa membuat seseorang melakukan sesuatu yang sulit menjadi terasa mudah.

Seperti itulah seharusnya kita mentaati Firman Tuhan.. Mungkin memang kadangkala kita merasa sangat sulit untuk melakukan hal yang benar. Tapi jika kita mencintai Tuhan dengan sungguh-sungguh segala sesuatu menjadi begitu mudah. Saat kita pelayanan di Gereja kita tidak lagi berpikir itu sebuah beban/ kewajiban, saat kita melakukan hal yang jujur dalam pekerjaan kita, kita tidak lagi merasa tertekan, saat kita harus melakukan yang berbeda dengan teman-teman sekolah/kuliah kita yang lain (tidak mencontek misalnya) kita tidak lagi merasa kuatir atau takut, saat apapun yang berat yang harus kita lakukan untuk kemuliaan Nama Tuhan semua terasa begitu ringan.. Karena apa? Karena cinta… Karena kasih yang kita miliki bagi Dia…

Itulah yang sesungguhnya Bapa kita inginkan, kita melakukan segalanya bagi Dia atas dasar Kasih…

Saat ini, jika engkau memiliki kesulitan untuk merasakan cintamu pada-Nya, jujurlah dalam hatimu dan minta Tuhan Yesus mengajarimu untuk mengenal-Nya dan pada akhirnya bisa jatuh cinta kepada-Nya.. Karena Dia sesungguhnya adalah Bapa yang sangat rindu untuk dekat dengan kita semua..

Seperti Yakub yang mengganggap bekerja tujuh tahun itu seperti beberapa hari saja karena cintanya pada Rahel, seperti itulah seharusnya perasaan kita ketika mentaati Firman-Nya – Melakukan semuanya atas dasar cinta dan itulah yang meringankan segalanya :)

Mengampuni Orang Yang Menyakiti Kita? Enggak Adil!

Category : Asides

Mengampuni masalahnya bukanlah pada siapa yang menyakiti, tapi pada sakit hati itu sendiri. Yang menyakiti kita bisa siapa saja, bisa orang asing, bisa pendeta, bisa keluarga atau bahkan orangtua kita sendiri. Siapa pun yang menyakiti kita itu bukan masalahnya, masalahnya adalah apakah kita mengampuni atau tidak. Kita tidak memilah-milah siapa yang boleh diampuni dan siapa yang tidak, kalau keluarga sendiri ampuni aja tapi kalau orang asing atau bukan keluarga jangan diampuni. Siapapun yang menyakiti kita harus kita ampuni, sesusah apapun. Bukan hanya karena Tuhan meminta kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita dan karena Tuhan bilang kalau kita enggak ampuni orang lain maka Tuhan juga enggak akan ampuni kita.

Kita mengampuni demi diri kita sendiri. Kok bisa? Karena sakit hati dan dendam yang tidak dibereskan merusak hidup kita sendiri. Pernah sakit hati karena orang lain kan? Kalau inget orang itu atau peristiwa itu pasti bawaannya kesal dan marah. Kalau sakit hatinya ringan sih, misalnya karena orang itu ngerebut pangsit punya kita waktu makan baso, beberapa jam atau beberapa hari juga ilang. Kalau ada yang sampe dendam seumur hidup gara-gara pangsit, ya ampun…kan cuma pangsit gitu loh. Tapi kalau yang sakit hatinya bener-bener sakit, hal itu enggak akan hilang dengan begitu saja. Dan bagi sebagian orang, kekesalan dan dendam itu muncul terus setiap hari dan bikin panas kepala.

Saya ngeliat sendiri efek dari yang namanya sakit hati dalam kehidupan mama saya sendiri. Mama saya pernah sakit hati oleh saudaranya sendiri puluhan tahun yang lalu, dan mama saya menolak untuk mengampuni hal itu. Orang biasanya mikir,”Ah nanti seiring waktu juga sakit hati sih ilang sendiri” tapi kenyataannya enggak seperti itu. Kalau denger cerita mama saya kayanya tambah lama justru ceritanya tambah dramatis dan dendamnya tambah panas. Tiap kali mama saya inget orang itu, pasti dia marah lagi. Yang enggak mama saya sadari adalah pelan-pelan mama saya berubah jadi orang yang mengasihani diri sendiri dan bawaannya stress terus. Saya bukan lagi ngejelekin mama sendiri nih, tapi saya pengen bagiin apa yang bisa dipelajari dari hidup mama saya.

Mending kalau stress cuma di pikiran, tapi mana ada stress yang enggak bawa pengaruh ke badan? Karena stress, mama saya jadi sering sakit maag, belom lagi mama saya punya penyakit diabetes dan akhirnya tahun kemarin mama saya meninggal. Saya enggak tahu seberapa besar pengaruh stress terhadap kesehatan mama saya walaupun saya pikir pasti ada pengaruhnya. Yang bikin saya sedih adalah karena hidup mama saya enggak bahagia sampe akhir hidupnya. Mama saya enggak bahagia karena selama bertahun-tahun dia enggak bisa ngelepasin masa lalu dan sakit hatinya. Saya bukannya enggak pernah minta mama saya mengampuni dan melupakan, sering malah. Tapi mama saya menolak karena dia enggak mampu melupakan, tapi alasan yang utama adalah dia enggak mau melakukan hal itu karena menurutnya enggak adil kalau dia melepaskan orang itu begitu saja.

Di mata saya, yang enggak adil adalah kenyataan bahwa orang itu menyakiti mama saya berpuluh-puluh tahun yang lalu, orangnya sendiri juga enggak peduli dan menjalani hidupnya sendiri, tapi mama saya membiarkan sakit hati terhadap orang itu merusaknya terus selama hidupnya. Memang enggak adil kalau seseorang tiba-tiba menampar kita, tapi lebih enggak adil lagi kalau sesudah orang itu menampar kita, kita terus-terusan memegang pipi dan menangis dan menolak melanjutkan hidup. Tentu saja saya juga pernah sakit hati, tapi saya enggak mau mengulang hidup yang sama dengan mama saya. Betul seseorang pernah menampar saya, tapi saya menolak untuk membiarkan kelakuan orang itu terus merusak hidup saya selanjutnya.

Memberi pengampunan melepaskan kita dari kerusakan lebih lanjut. Mengampuni orang yang bersalah pada kita itu bukan cuma sekedar kata-kata indah dan ideal, itu adalah teknik survival. Mengampuni bukanlah masalah mampu atau enggak mampu, kalau masalah kemampuan enggak akan ada yang mampu mengampuni. Mengampuni adalah masalah mau atau tidak mau. Kalau kita bilang enggak mau, ya peganglah terus sakit hati itu dan biarkan itu bikin kita stress. Kalau kita bilang mau, Roh Kudus yang selanjutnya akan memampukan kita mengampuni. Masalah mau atau enggak mau enggak ada hubungannya dengan kehebatan seseorang atau kerohanian seseorang, itu adalah masalah pilihan.

Sekalipun yang menyakiti kita pendeta, pertanyaannya tetap sama, ”Apakah kita akan membiarkan orang itu terus bikin kita stress karena kita enggak mau mengampuni ataukah kita melepaskan pengampunan?” Bisa saja jika memilih menolak mengampuni karena merasa itu enggak adil, tapi resikonya adalah hidup yang terus terikat masa lalu, dan menurut saya itu lebih enggak adil. Jangan meremehkan ikatan masa lalu, itu membentuk masa depan kita tanpa sering kita sadari. Anak yang dibesarkan oleh orangtua yang sering memukuli anak-anaknya seringkali bertumbuh jadi ayah yang juga ringan tangan ke anak-anaknya. Anak-anak dari keluarga bercerai seringkali juga mengalami perceraian waktu mereka dewasa. Dan korban pelecehan seksual terkadang menjadi pelaku. Seorang teman yang pernah mengalami pelecehan seksual sewaktu kecil dan merasa dirinya enggak berharga lagi akhirnya terlibat seks bebas waktu dewasa. Menolak mengampuni suatu dosa membuat kita terikat dengan dosa itu dan memaksa kita terus hidup bersama dosa itu.

Ditulis oleh Tukang Bakmi untuk majalah Gfresh

Menjadi Sahabat Terbaik

Category : Asides

Seorang sahabat yang akan bertumbuh menjadi sahabat terbaik adalah mereka yang membuka dirinya terhadap sahabatnya. Saat-saat kesukaran ia tidak mengurung diri atau menjauh dari sahabat-sahabatnya. Justru ia mencari pemulihan dari Bapa melalui orang-orang di dekatnya, membiarkan dirinya diinspirasi dan disentuh oleh dampak dari sahabat-sahabatnya, dan meneruskan pemulihan itu bagi mereka yang membutuhkan.

Amsal 17:17. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”

17:17. Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Category : Asides

Guys, aku mo share sesuatu yang kudapat dengan kalian..

“Berhentilah mendatangkan pencobaan terhadap hatimu sendiri.. Berhentilah menenggelamkan dirimu dan minum dari mata air yang pahit, yang bisa membuat hatimu pahit.. Berhentilah meletakkan batu bata lagi untuk membangun tembok diri, tinggalkan pekerjaan itu .. Jangan biarkan dirimu bertahta atas hatimu sendiri. Turunlah dari sana, biarkan Yesus memimpin hatimu menuju kedewasaan. Bukalah hatimu juga bagi anak-anak Tuhan yang lain, karena hati mereka telah dipulihkan dan ada konselor agung “Roh Kudus” dalam hati mereka yang dapat mendengar suara Tuhan untukmu saat kamu tidak mendengar suara-Nya dengan jelas.”

Dengarkan dan Berubah..

Mat 5:1-12, Mat 16:24-26, Yoh 4:13-14, Mat 37:1-8

Y.K.T

Karena Dia Mahal

Category : Asides

Apa sih yang akan kita lakukan kalau kita tiba-tiba dikasih sebuah berlian besar yang ukurannya mungkin 100 karat? Pasti kita akan sangat bahagia dan menyimpan baik-baik berlian tersebut. Tapi apa jadinya kalo berlian tersebut diberikan ke anak umur 4 tahun? Kemungkinannya berlian tersebut hanya akan dibuat mainan, trus kalo udah bosen paling ditinggal sembarangan..

Kita bisa nyimpen en jaga berlian itu baik-baik, karena kita tahu harganya tuh mahal banget. Sementara kalo anak kecil sih gak tahu soal nilai sebuah berlian. Karena itu dia bisa seenaknya aja ninggalin tuh berlian atau malah dibuang-buang.

Guys, sadar gak kalo banyak orang Kristen yang seperti anak kecil itu? Kita liat banyak banget orang-orang Kristen yang dengan mudah meninggalkan imannya kepada Yesus hanya karena cinta, kekuasaan, kekayaan, dll. Mereka gak pernah nganggep kalo Yesus itu berharga, buat mereka percaya sama Yesus kadang hanya jadi batu sandungan aja buat mencapai tujuan mereka.. Sedih banget yah kalo ada seseorang yang membuang sesuatu yang begitu berharga seperti Yesus.. But Guys itulah kenyataannya, banyak yang gak tau betapa mahalnya Dia..

1 Petrus 2:7

Karena itu bagi kamu, yang percaya, Ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.”

Where’s Your Love?

Category : Asides, renungan

Pernah denger gak ungkapan “Anda dibentuk dan dikendalikan oleh apa yang anda cintai.” Hmm.. Ungkapan itu bener banget guys, coba deh liat orang-orang yang hidupnya cinta banget sama uang, otomatis karakternya pasti terbentuk jadi karakter yang sangat irit, semuanya dinilai dari uang, kehidupannya selalu berorientasi ke uang.

Inilah mengapa Tuhan Yesus bilang kalo hukum yang terutama adalah “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Karena kalo kita mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi kita, maka Tuhanlah yang akan membentuk dan mengendalikan kita…

Guys, look at our life.. dibentuk dan dikendalikan oleh apakah hidup kita selama ini?

Changing Hearts

Category : Asides, Simply Articles

Mazmur 106:32-33 “Mereka menggusarkan Dia dekat mata air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya.”

Guys, ada pengajaran yang penting di sini yang kita harus baik-baik dengarkan:

Pertama, kalo kita bersungut-sungut entah sama Tuhan atau sama diri sendiri, jangan pikir cuma diri sendiri yang kena, orang lain juga pasti kena celaka. Terutama yang paling deket sama kita..

Kedua.. Kepahitan hati membuat kita teledor dengan kata-kata, teledor dengan keputusan, akhirnya kita malah enggak terima janji Tuhan….

So guys, see your hearts and change if you have to…