Featured Posts

Lagi Patah Hati? Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya 'patah hati' entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin...

Read more

Tekhnik Membelah Roti Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam?...

Read more

Jadilah Tenang Hari ini, pas lagi membaca sebuah buku, ada sebuah cerita yang menarik bagiku, agak sedih sih, tapi kita bisa belajar sesuatu dari kisah ini. ... Seorang janda miskin bernama Siu lan memiliki seorang...

Read more

Yang Meringankan Segalanya Kejadian 29:20 "Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel." Wah, karena cintanya...

Read more

Mengampuni Orang Yang Menyakiti Kita? Enggak Adil! Mengampuni masalahnya bukanlah pada siapa yang menyakiti, tapi pada sakit hati itu sendiri. Yang menyakiti kita bisa siapa saja, bisa orang asing, bisa pendeta, bisa keluarga atau bahkan orangtua kita...

Read more

twitter

Follow on Tweets

  •  

Saat persahabatan dimulai dalam sebuah Unforgettable Moment

Category : Eventgelism

Momen apakah yang paling berharga di dunia ini? Saat melihat foto-foto Friendship Evangelism Camp 27-29 November 2009 kemarin (yang juga udah di-upload di facebook), aku menyadari kalo ternyata tuh yang diabadikan selalu momen-momen berharga yang nggak terlupakan yah…

Kenapa kita mengabadikan suatu momen? Karena di kemudian hari pasti kita ingin punya kenangan yang nggak terlupakan dengan momen itu. Kita selalu punya foto-foto kelahiran, foto wisuda, foto retreat, foto baptisan, foto bareng keluarga, foto bareng sahabat, dan foto yang mengabadikan momen-momen bahagia lainnya. Kita nggak pernah tuh nyimpen foto waktu kita lagi ngambek, atau foto kita lagi berantem sama sahabat, atau foto-foto yang berisi momen-momen menyedihkan lainnya.

Yah guys, kita selalu ingin mengingat saat-saat berharga. Waktu kita bertobat dan lain sebagainya. Kita nggak pernah ingin mengingat masa-masa terburuk dalam kehidupan kita. Saat aku melihat betapa banyaknya foto Friendship Evangelism Camp kemarin, aku percaya itu bukan karena ada panitia yang kurang kerjaan sehingga foto-foto terus, atau bukan karena terlalu banyak orang narsis yang ikut camp ini (hehe, bercanda…), tapi karena begitu banyak momen berharga yang ingin kita ingat dari camp ini.

Saat hari pertama kita telah merasakan bagaimana atmosfer persahabatan dibangun, lalu pemulihan hati Bapa, saat-saat fellowship dengan sahabat-sahabat baru. Kita tertawa dan menangis bersama di FEC, kita lewati suka dan duka bersama, kita tenggelam dalam hadirat Tuhan, kita ambil komitmen sama-sama, dan kita juga diutus untuk menjadi Friendship Evangelist, sahabat-sahabat yang terbaik di dalam Tuhan. Sahabat, semua itu telah kita lalui bersama, dan pastinya kita ingin FEC nggak hanya untuk sekedar berlalu. Apa yang telah kita alami di sana, sangat berdampak di dalam hati setiap kita yang hadir, dan nggak terlupakan sampai hari ini.

Banyak peserta yang nggak tahu kalo panitia sangat berjuang keras agar camp ini bisa jadi dilaksanakan. Tiga minggu sebelum acara, peserta baru 10 orang, itupun panitia semua. Terjawab saat seminggu sebelum acara, peserta telah jadi 80 orang lebih. Karena banyak yang cancel, akhirnya jadilah 70 orang peserta yang ikut. Hari ketika berangkat, panitia masih kekurangan dana 13 juta. Kami nggak tahu dari mana akan dapat segitu banyak. Bahkan sampai hari kedua dan ketiga, dana yang diharapkan nggak kunjung tiba. Dalam kondisi seperti itupun, kami merasakan tuntunan tangan Tuhan yang dahsyat. Kami harus tetap bisa tersenyum dengan tulus, tetap memberikan yang terbaik bagi semua peserta, menjaga atmosfer rohani supaya nggak nge-down, dan semua bagian acara dapat berlangsung dengan sangat indah. Singkat cerita, hari ketiga setelah selesai outbound, tepat sebelum pulang, ada donatur yang Tuhan pakai untuk transfer dana sesuai kebutuhan kami. Wow! Tuhan itu emang baik banget. FEC yang tadinya udah hampir mustahil jadi dilaksanakan, ternyata benar-benar menjadi unforgettable moment di hati setiap orang yang ikut.

Pastinya kita ingat kalo masih banyak sahabat kita yang kurang diperhatikan di luar sana, temen-temen kita yang merasa di-reject atau di-ignore oleh lingkungannya, mereka yang butuh uluran tangan yang menolong saat mereka lemah, guys, di situlah kita harus masuk ke dalam hidup mereka, dan menjadi jawaban. Biarlah kita sebagai anak-anak Tuhan menjadi sahabat-sahabat terbaik bagi orang-orang di sekitar kita. Biarlah Injil diberitakan bagi generasi kita, pertama-tama bagi orang-orang yang terdekat dengan kita, yaitu keluarga dan sahabat-sahabat kita. Ingat selalu akan momen-momen yang berharga ini. Sahabat, dunia tidak akan pernah sama lagi dengan kehadiran kita yang membawa kabar baik. Setelah camp ini, yuk kita ingat dan lakukan setiap komitmen yang udah kita buat. Ingatlah bahwa dunia ini butuh lebih dari sekedar diinjili dengan khotbah, tapi dunia ini membutuhkan sahabat-sahabat yang rela memberikan hidupnya agar kita menyatakan Tuhan Yesus, Sahabat yang sejati.

Persahabatan yang udah kita mulai di FEC dengan sahabat-sahabat baru kita, pertahankan itu dengan sungguh, karena suatu saat nanti ada saatnya dimana kita tidak akan bisa berdiri sendiri lagi, dan saat itu terjadi, yang akan berdiri bagi kita adalah sahabat-sahabat terdekat dan orang-orang yang kita kasihi di sekitar kita. Biarlah bukan hanya sekedar foto yang mengabadikan persahabatan kita, namun persahabatan kita menjadi hal yang abadi dalam hati setiap orang yang disentuh kasih Allah melalui kehadiran kita bagi sahabat kita setiap waktu dan dalam setiap kesukaran, itulah yang membuktikan pada dunia bahwa persahabatan kita abadi di dalam Tuhan.

fec2009

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku…” (Yoh 15:13-14a)

See u guys at the next Unforgettable Moment… Saat itu tiba, biarlah lebih banyak lagi sahabat kita dimenangkan dalam kasih Tuhan, kasih Sang Sahabat Sejati, Kasih yang terbesar. Amin.

_Y.K.T_

The Diary of FOS Community

Category : Eventgelism, Simply Articles, inFOStainment

1161001_vintage_calendar_2

FOS COMMUNITY FELLOWSHIP

Villa Pemandangan Cipanas, Puncak

7-9 Maret 2009

Dapatkah hidup seseorang diubahkan dalam 3 hari? Nice question isn’t it?

Yup, kami yakin bisa. Perubahan yang dialami anak-anak Tuhan bukanlah perubahan yang outside-in atau perubahan yang dari luarnya dulu baru ke dalam. Perubahan hidup seperti itu adalah perubahan yang amat dipaksakan. Peubahan anak-anak Tuhan adalah perubahan hidup inside-out, yaitu perubahan hidup dari dalam yang terpancar keluar.

Selama 3 hari 2 malam berdiam di hadirat Tuhan dan merasakan tertanam dalam sebuah komunitas dalam pergaulan yang benar, dipastikan banyak banget pemulihan terjadi bagi seseorang. Nggak percaya? Daud bilang di Mazmur 84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Kenapa Daud bisa bilang kalo satu hari di pelataran rumah Tuhan itu lebih baik daripada seribu hari di tempat lain? Karena satu hari dalam Tuhan bisa mengubah hidup kita dan membuat kita mengalami suatu pengalaman yang luar biasa banget dibandingkan dengan seribu hari di tempat lain yang mungkin aja nggak berdampak apa-apa buat hidup kita.

Itu hal yang kami (Footsteps Followers) rasain selama 3 hari 2 malam di Puncak. Fellowship kemarin dimulai dari perencanaan 3 bulan lalu, tepatnya pas hari Ultah FOS Community 31 Desember 2008. Saat itu kita-kita kepingin banget adain sebuah acara Fellowship, dan keinginan itu Tuhan tanamkan kuat banget di hati kami. Sementara kami juga ngerjain project buku FOS Community “True Story and Testimony”, Tuhan gerakin hati anak-anakNya untuk bikin Fellowship ini. Hem..hemmm… kalo mau pada tau nih, kita nggak punya modal uang sepeserpun pas mau bikin acara ini, bahkan sehari sebelum berangkat, dana masih kurang sekitar 1,3 juta. Tapi kami ingin taat pada apa yang Tuhan gerakin di hati kami. Suatu berkat yang luar biasa banget saat kami tau semua Tuhan cukupkan bahkan surplus untuk dananya. Salut deh buat Tuhan yang menyediakan segalanya.

Yang ikut di acara Fellowship ini ada 18 orang totalnya, setiap kita ngerasain banget apa arti berdiam dalam hadirat Tuhan, ngerasain arti persahabatan yang asyik banget dan membangun, ngerasain dibentuk secara powerful sama Firman Tuhan, bahkan kita juga ngerasain suasana keluarga yang akrab dengan masak bareng, karena semua makanan di sana kita masak sendiri, terus ngerasain juga gimana rasanya subuh-subuh ditarikin selimutnya dan ditiupin kakinya (hiiiih, dingggiiiiiinnn abisssss…) supaya bangun buat saat teduh, ngerasain juga jalan-jalan ke kebun raya Cibodas dan kebaktian minggu di padang rumput yang sejuk, hoooaaaahhh, ih, pada kepingin ya? Hehehe…

Seperti apa yang jadi motto FOS “Simple But Powerful”, kami coba menjadi anak-anak Tuhan yang se-simple mungkin dalam hal kerendahan hati, menerima satu sama lain apa adanya, memperlakukan setiap sahabat kami sebagai saudara yang kami kasihi, mengerti hati Allah dengan cara yang simple, dsb. Tapi Tuhan nyatakan, melalui hati kami yang sederhana, Dia buat banyak hal yang Powerful atas hidup kami. Bener-bener deh melalui acara Fellowship ini kami belajar tentang “as simple as I can, as powerful as God can”, so dengan begitu, masa muda kita jadi luar biasa.

Sebagai sebuah Friendship Evangelism Community atau komunitas yang memberitakan Injil melalui persahabatan, FOS hadir untuk jadi sahabat di setiap waktu bagi anak-anak Tuhan yang membutuhkan kehadiran seseorang yang mau menyediakan telinganya untuk mendengar, pundaknya untuk tempat sahabatnya menangis, hatinya untuk berbelas kasihan, waktunya untuk menemani, bahkan juga hidupnya untuk berbagi. Kami investasikan hidup kami untuk menjadi sahabat-sahabat yang menaruh kasih di setiap waktu. Pertama komunitas kami lahir di hati Bapa, kami diberikan Persahabatan sebagai karunia untuk penginjilan, tapi melalui Fellowship ini, Tuhan membawa kami lebih dalam lagi menjadi sebuah keluarga.

1161156_candlePada sesi Candle Night atau malam lilin, Kak Oky Arfianto, bapa rohani kami membawa sebuah renungan tentang “Family Love”. Kak oky bilang: “Dalam sebuah keluarga biasanya kita punya banyak foto-foto tentang perjalanan hidup anggota keluarga dari kecil sampe dewasa. Ada foto kelahiran, ada foto-foto ultah, ada foto-foto tentang wisuda, ada foto-foto tentang anggota keluarga yang married, banyak deh. Nah, dalam keluarga rohani ini, kita juga harus memiliki “foto-foto” perjalanan rohani setiap kita dari kecil sampai nanti kita semua menjadi dewasa. Sebuah keluarga selalu ada bersama dalam melewati setiap masa, baik dalam keadaan susah, maupun senang. Dan biasanya setiap anggota keluarga tau kisahnya masing-masing satu sama lain. Setiap hal yang terjadi dalam keluarga rohani ini, akan tercatat dalam “album foto” perjalanan rohani kita.” Wuiiihhh. So sweet banget ya…

Selain itu, kami juga menikmati saat-saat nangis Bombay bareng di Candle Night, saat kami semua merenungkan bahwa dalam sebuah keluarga kami harus menerima apa adanya keadaan setiap anggota keluarga, artinya ada penerimaan yang utuh, bukan karena prestasi atau jasa seseorang, tapi karena kita adalah keluarga. Terus harus ada penghargaan satu sama lain, kita harus menghargai dengan tulus apapun yang sahabat-sahabat atau keluarga rohani kita lakukan, kita juga harus memulai lebih dulu untuk mengampuni, sampai kita semua memiliki hati dan pikiran Kristus. Dan untuk bisa melakukan itu semua pada keluarga rohani kita atau pada orang lain, terlebih dahulu kita masing-masing harus mengalami pemulihan, menerima dan mengampuni diri sendiri, dan menghargai diri sendiri apa adanya.

Candle night yang manis dalam hadirat Tuhan itu ditutup dengan doa “Tuhan, pertemukan kami dengan mereka di luar sana yang ingin memiliki keluarga rohani seperti apa yang telah kami rasakan, kami rindu jadi “seseorang” yang Tuhan pakai untuk hidup mereka. “

Banyak banget hal yang kami pelajari, lakukan, dan alami langsung tentang Tuhan, persahabatan rohani, hidup yang mengalami percepatan-percepatan atau akselerasi iman dalam Tuhan, tentang arti kasih sebuah keluarga, dan masih banyak lagi di acara Fellowship kemarin. Sungguh, apapun yang Tuhan ingin kita lakukan, kalo kita taat melakukannya, pastinya kita akan dapet paket berkat banyaaaak banget, dan itu untuk kebaikan kita juga kok.

Di acara terakhir pas penutupan dan udah mo pulang, kita bikin komitmen bareng untuk tetap menguatkan dan meneguhkan hati di dalam Tuhan. Firman Tuhan diambil dari kitab Yosua pasal 1 tentang penyertaan Tuhan yang akan selalu tetap bagi anak-anakNya, bahkan Ia berjanji akan melakukan hal-hal yang dahsyat melalui hidup kita. Pas selesai closing ceremony, eh ternyata ada surprise party kecil yang udah disiapin untuk tiga orang sahabat kami yang berulang tahun, yaitu Maxi (8 Maret), Yaia dan Mauren (11 Maret). Semuanya terasa begitu indah dan menguatkan saat ada kebersamaan di dalam Tuhan. Apalagi suasana yang hangat di tengah dinginnya udara puncak itu semakin bertambah hangat dengan kehadiran Tuhan di antara kami, suatu momen yang nggak akan kami lupakan.

Guys, perjalanan kita masih sangat panjang, yakinlah apa yang Tuhan buat di fellowship kemarin akan selalu menjadi kekuatan bagi kita ke depan. Masalah dan tantangan menanti, tetapi selama ada Tuhan yang menyertai dan sahabat-sahabat yang selalu menginvestasikan imannya dalam kehidupan setiap kita, maka kita akan selalu kuat.

Tetaplah simple, dalam Allah kita yang Powerful… Jadilah teladan dan sahabat yang memberkati.

God bless you all guys…

Liputan FCF – Family Love in Friendship Community

Category : Eventgelism, inFOStainment

Kehadiran lebih dari sekedar kenangan,

Karena kehadiran lebih daripada sekedar berada di sana !!

Kalimat di atas sungguh-sungguh sangat terasa pada FCF (FOS Community Fellowship), dan untuk menceritakan kembali hal-hal yang terjadi di sana adalah sesuatu yang sangat dahsyat dan hebat…

Yuph, FCF alias Fos Community Fellowship timbul dari sebuah kerinduan. Lagi-lagi dari sebuah kerinduan, dimana kita sebagai komunitas ingin bukan hanya sekadar tau siapa aja yang ada di dalamnya, tetapi ingin mengenal lebih lagi dan juga menjadi satu keluarga, That’s right, Family Love adalah tema yang diangkat di fellowship ini.

Dari sebuah kerinduan kepada sebuah tindakan, akhirnya jadilah kita berangkat ke Puncak. Yuph dengan segelintir sahabat-sahabat yang mem-planning-kan ini, plus sedikit problem dengan Faith, berangkatlah kita.

Sahabat-sahabat yang ikutan ternyata banyak juga lho.. Dan yang bikin amazing ternyata yang tadinya  gak kepikiran bakal ikut ternyata ikut juga! Wow.. Praise God banget!

Yang ikutan FCF yaitu ada Evi, Maxi, Oceph, Andreas, Tian, Yunita, Ami, Nikki, Rebbeca, Mauren, Yaiya, Ria, Ricky (Oceph’s brother), Rice, Silvi, Rizal dan Ayli yang trus K’Okky plus K’Aning dan anaknya Jimie.

And the story begin….

Keberangkatan

Puncak... We are Coming!!!!!
Puncak… We are Coming!!!!!

Kita jalan pake mobilnya Hankam. Haha.. Lumayan lah kuat nanjak Puncak. Ada 2 titik  buat kita ngumpul, yang pertama di pondok kopi jam 7 pagi dan yang kedua di UKI Cawang jam 8. Wah ternyata antusias dari sahabat-sahabat besar banget, pada on- time lho, walaupun ada juga sih yang masih agak ngaret-ngaret gitu.. Tapi akhirnya kita berangkat juga..


Day 1 at Puncak

Puji Tuhan jalanan nggak begitu macet dan jadi kita sampe Puncak jam 10-an gitu deh. Setelah sampe kita masih sempet istirahat dulu sejenak, yah tekcupin alias milih-milih kamar dan nyobain kamarlah. Lumayan ngelurusin badan dulu.. Dan kata pertama yang terucap begitu masuk rumah adalah…..Wwwoooowwwww……..

Opening ceremony kita mulai jam 14.00, dengan jeng Evhi sebagai WL… in this moment kita ice breaking sebentar, sembari menggerakkan badan dan mempersiapkan hati untuk kita dibawa lebih dekat lagi kedalam hadirat Tuhan. Di opening kita shout untuk JC, Praise untuk JC, Fly untuk JC dan dance untuk JC pokoknya semua untuk JC deh (JC = Jesus Christ), ‘n that’s really amazing. Hari Ini Kurasa Bahagia di medley dengan Kukasihi kau dengan kasih Tuhan, dan Ku Kan Terbang menjadi ungkapan hati kita melalui pujian.

But sebelum mulai opening ternyata ada hal yang dilakukan spontanitas walaupun di dalam grup-grup, entah tiba-tiba Tian, Ocep dan Andreas kunci pintu kamar n mulai praise and worship, trus ternyata terdengar sampai luar dan ada yang ketok-ketok tetapi nggak dibukain gitu deh dan ternyata Evhi, Ria dan Maxi juga start to praise n worship di tempat yang laen, dan sahabat-sahabat yang lain ikutan juga praise ‘n worship in group dan di dalam grup masing-masing kita doa tuk fellowship ini. Yang terlintas cuma satu yaitu mendeklarasikan kalo tempat ini adalah kepunyaan Tuhan, dan kita rindu dalam hadirat Tuhan, jadi nggak ada celah untuk iblis mengacaukannya… dan Tuhan tutup bungkus tempat itu selama 3 hari itu, the power of pray…

Setelah itu kita makan siang dulu dan dilanjutkan dengan sesi 1 yang dibawain sama Tian dengan tema Arti Sahabat. Kita sembah Tuhan lagi, kita masuk lebih dalam hadiratNya lagi dan mengejar hadirMu adalah kerinduan kami ya Tuhan. More deeper…more deeper….more deeper…. Seorang sahabat menaruh kasihnya setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran, arti sahabat yang menjadi ungkapan hati dan hikmat dari seorang Salomo, namun lebih dari sekadar itu, kalaupun kita memiliki berbagai macam definisi atau arti dari sahabat, ataupun belum sama sekali bisa mengartikan sahabat itu bagaimana, akan sangat indah kalo kita terlebih dahulu menjadi seorang sahabat yang berarti bagi sahabat kita.

Break…mandi…bersih-bersih…dandan…plus camilan sehat bergizi….

Lanjut ke sesinya Oceph. Kalo tadi kita ngebahas tentang friendship, nah sekarang kita ngebahas tentang evangelism-nya. Pioneering and the Spirit breakthrough, Perintisan dan Penerobosan. Tentang bagaimana Tuhan membentuk anak-anaknya untuk menjadi seorang perintis dan memiliki semangat pendobrak. Yang pastinya Tuhan pengen kita nggak jadi anak-anak aja, tetapi Dia mau kita menjadi dewasa. Pioneer yang dimaksud adalah pion, yang merintis, mempelopori dan pembuka jalan. Seorang perintis adalah seorang yang mau maju terlebih dahulu untuk memulai sesuatu hal yang dahsyat. Dan kita sebagai anak-anak Tuhan, harus jadi seperti ikan di air asin, walaupun berada di lingkungan yang asin tetapi tidak menjadi asin, artinya tidak menjadi seperti lingkungan di sekitarnya. Saat kita diperintahkan sesuatu oleh Tuhan, saat kita dengar suara Tuhan yang bagian kita hanya patuh, taat dan percaya. Dan saat kita melakukan sesuatu yang menjadi suara Tuhan bukan berarti nggak ada masalah, dan pada saat kita menjalankan apa yang jadi kerinduan Tuhan semakin ada masalah bukan berarti kita salah dengar suara Tuhan. So, have a Spirit in pioneering and the Spirit of breakthrough

Ini dia nih buku FOS Community - True Story and Testimony yang akhirnya cetak juga!! p.s:;iat gambar bukunya aja ya, abaikan model yang memperagakannya secara aneh ^^
Ini dia nih buku FOS Community – True Story and Testimony yang akhirnya cetak juga!! p.s:liat gambar bukunya aja ya, abaikan model yang memperagakannya secara aneh ^^

Sehabis itu inilah saatnya untuk launching biografi kita, sebuah buku untuk suatu generasi yang dimulai dengan simplicity. Share dari Andreas, Tian dan Oceph, dan beberapa sahabat-sahabat yang ikut menulis membuat kita semua menjadi bagian dari buku itu. Dan sambil menikmati cemilan kentang goreng, kita share satu sama lain mengenai banyak hal sampai larut malam… sampe akhirnya semua masuk kamar masing-masing dan tinggalah 4 orang yang masih tetap share dan akhirnya tertidur juga deh di ruang tamu….zzzzzzzzzz……..

Jadilah petang…jadilah pagi…itulah hari pertama…

Second day…

Hari yang baru….awal yang baru……

Dan perubahan karakter dimulai pada pagi hari !!!

Tau ngga, ternyata enggak mudah buat bangun pagi di tengah suasana yang dingin banget. Ada yang masih ngulet-ngulet lah, ada yang tidur lagi, ada yang langsung ngambil selimut karena saking kedinginan, de el el. Tapi ada juga lho yang udah bangun dari pagi, mantab!!

Sa-Te hari ini dibawain sama Maxi, tentang bersyukur kepada God atas apapun. Ternyata semakin kita merasa kehilangan, semakin besar rasa syukur kita kepada God dan semakin kita memperjuangkan sesuatu semakin sesuatu itu jadi berharga. Tapi jangan sampai kita kehilangan sesuatu dahulu sebelum kita mensyukuri hal itu.

Setelah Sa-Te, kita mandi-mandi, dan sarapan, pastinya masak dulu dunks….

sebelum berangkat ke Taman Cibodas wajib foto2 dulu!! Tapi kok Tian bengong gitu yah mu pergi? Mikirin apa siyh?
sebelum berangkat ke Taman Cibodas wajib foto2 dulu!! Tapi kok Tian bengong gitu yah mu pergi? Mikirin apa siyh?

Hari ini ada something special lagi niy, ternyata kita ibadah minggunya di Taman Cibodas, kebaktian padanglah istilah kerennya. Setelah ganteng-ganteng dan cantik-cantik semua, kita naek deh ke Taman Cibodas, dengan naek angkot dan sedikit jalan akhirnya kita menemukan tempat yang cozy buat ibadah itu…. lagi-lagi Tuhanlah yang menyediakan semuanya itu.

Praise n worship yang deep banget, setelah itu kita sama-sama denger Firman Tuhan tentang Mazmur 23, mengenai Mazmur Daud dan pengalamannya bersama dengan God yang semakin dekat. Menjadi seorang pribadi yang ingin selalu berada dekat Tuhan, seperti domba yang mengenal gembalanya, demikianlah kita mengenal Bapa lebih lagi. Suatu kedekatan yang takkan terpisahkan bahkan oleh serigala sekalipun. Dan yang menjadi kesenangan kita adalah diam di dalam rumah Tuhan sepanjang hidup kita.

dari wajah-wajahnya yang sumringah bisa ditebak donk kalo ini foto tim yang menangin game. sayang tim yang kalah gak mau difoto sih dengan muka cemong2.. tapi tenang aja di video ada kok!!^^
dari wajah-wajahnya yang sumringah bisa ditebak donk kalo ini foto tim yang menangin game. sayang tim yang kalah gak mau difoto sih dengan muka cemong2.. tapi tenang aja di video ada kok!!^^

Suasana yang dingin membuat  kita pengen gerak-gerakin badan niy. Yah nge-games donk pastinya…. wow…ngegame-lah kita, maen tepung-tepungan, gundu-gunduan, trus sebelumnya buat yel-yel yang kocak gitu deh, dan akhrinya dapetlah coklat untuk para pemenang dan bagi yang kalah mukanya cemang-cemong tepung tuh…..hahahahha………lucu dan asyik lho….

Balik ke villa dengan cuaca yang lagi ujan, untung naik angkot, tapi tetep ajah ada yang kena ujan, yang gantung di pintu angkot paling sengsara, karena kedinginan plus kena ujan dan harus keramas pula.

Mandi, dan masak time… kali ini kita bli tape tapi belum di goreng, nah untuk makan siang kita bikin deh nasi uduk plus telur plus nugged gitu deh…mmmm…nyam..nyam..nyam….

Kita yang tadinya belum nyatu semua, belum terlalu nge-feel, masih agak kaku, bener-bener disentuh banget sama Tuhan di hari kedua ini. Hati kita yang tadinya keras, mungkin masih kepikir sama keadaan di rumah, pikiran yang masih tertinggal di Jakarta, bahkan ada yang hampir menyesal ikutan fellowship, tapi itu semua betul-betul  diubahkan Tuhan. Kita merasa menjadi satu keluarga. Canda tawa di dalam Tuhan, puji dan sembah Dia. Kesatuan hati sebagai seorang sahabat dan keluarga bener-bener Tuhan kasih di hati kita. Bener-bener nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, that’s really amazing…. Tuhan tau yang ku mau…

mantap juga nih ucok yang satu ini bawa sesi sharing..
mantap juga nih ucok yang satu ini bawa sesi sharing..

Dan saat masuk ke sesi berikutnya, ada suatu atmosfir yang beda banget. Ada suatu spirit yang menyala-nyala, yang membuat kita semua semakin all out, semakin blow up dalam hadirat Tuhan. Masuklah kita ke sesi sharing, dimana Andreas cerita mengenai pergaulan yang Ia jalani dulu, tentang pergaulan di luar sana, dan tentang pergaulan yang terindah yang pernah dirasakannya. Dan kamipun juga merasakan hal yang sama.

Dan Puji Tuhan, hari itu Tuhan juga menibakan K’Okky beserta keluarga  di vila dengan selamat, walaupun sempat terjebak macet. Dan kami sangat bersyukur untuk malam teromantis dimana kami bisa melihat dan merasakan kehangatan kasih persahabatan di tengah dinginnya malam dan diterangi dengan cahaya kecil dari lilin.

Hati mulai terbuka, dan pemulihanpun mulai terjadi, isak tangis meliputi seluruh ruangan, tangis penyesalan dan tangis kegembiraan, itulah yang kami rasakan…. rasanya kami tidak ingin malam ini cepat berlalu, kami tidak ingin kebersamaan ini hilang ditelan waktu. Dan aku percaya di tengah kami saling berpelukan satu sama lain, Tuhan juga sedang memeluk kami semua.

Sesi terakhir dibawakan oleh Ria, yang tadinya sempet gak mau ikut FCF kali ini. Tapi ternyata God emang baik banget melalui pengalaman Ria, akhirnya Sist kita itu malah bisa membawakan sesi mengenai Persahabatan yang Mengubah Karakter langsung dari pengalaman pribadinya. Di dalam komunitas FOS yang kita inginkan memang kita bisa menjadi sahabat yang saling mengubah karakter satu sama lain menjadi karakter yang jauh lebih baik.

Last day in Puncak…

Kebersamaan kemarin malam masih sangat terasa di hati. Semangat-semangat yang tadinya padam mulai menyala kembali, dan hati yang teluka telah Tuhan balut, dan sesungguhnya kami tidak ingin pulang dan meninggalkan tempat ini. Kami ingin fellowship seminggu lagi, kalau bisa selamanya !!!

Tapi, biar bagaimanapun kita harus tetap kembali ke dunia kita masing-masing, dunia nyata yang terkadang penuh penderitaan, penuh luka dan penuh kekecewaan. Sebuah keadaan yang sangat dingin akan kasih sayang, dingin akan sebuah kehangatan keluarga dan dingin akan sebuah persahabatan. Tetapi untuk itulah kita ada di dunia ini, untuk menghangatkan sebuah kasih sayang , menghangatkan sebuah keluarga dan menghangatkan sebuah persahabatan. Dan saat ini dengan hati yang bulat dan kuat kami bersemangat untuk menjalani kehidupan itu, kembali kepada rutinitas tetapi tidak menjadi lelah. Karena kami tidak berjuang sendiri, kami memiliki sahabat, saudara dan sebuah keluarga kedua yang akan selalu ada buat kami. Dan inilah yang kami rindukan, kalian juga menjadi keluarga bersama kami.

God, thanks for the beautiful friendship in our Life...You’re the best...
God, thanks for the beautiful friendship in our Life…You’re the best…

FCF mungkin berakhir pada hari ketiga, tetapi persahabatan kami baru diperbaharui dan baru dimulai…. Dan Tuhan belum selesai berencana dalam hidup kami, dalam persahabatan kami, dalam komunitas ini dan dalam impian kami…

p.s mau liat komen2 peserta FCF? Di sini nih