Dear sahabat-sahabat, rekan-rekan terkasih dalam Tuhan Yesus…
Sebuah kesempatan yang begitu berharga bagi saya pribadi untuk dapat terlibat langsung dalam memahami, menjangkau, dan membangun generasi muda kita. Pada kesempatan ini, ijinkanlah saya untuk membagikan segenap kerinduan yang Tuhan tanamkan dalam hati saya dan sahabat-sahabat tentang bagaimana menjadi seorang yang berdampak bagi generasi ini.
Anak-anak muda, adalah sebuah generasi yang begitu banyak kelebihan, namun begitu banyak juga kekurangan. Generasi muda adalah generasi yang “menerima warisan” dari generasi di atasnya. Baik atau buruk warisan yang telah diberikan kepada mereka, akan berdampak pada hidup mereka hari-hari ini.
Generasi muda kita memiliki banyak kelebihan, diantaranya adanya kesempatan yang luas terbentang bagi mereka untuk menentukan respon yang tepat terhadap bagaimana mereka menjalani hidupnya ke depan, juga bagaimana mereka menentukan arah kehidupan mereka, memutuskan di tangan siapa mereka akan berada, menjadi anak-anak panah di tangan pahlawan, atau menjadi senjata di tangan perusak. Seringkali, apa yang diwariskan pada mereka mengajarkan begitu banyak hal yang akan menentukan pilihan mereka.
Dunia hari-hari ini memberikan warisan yang sangat berdampak bagi kaum muda. Mengapa dampaknya besar? Karena dunia sedang “membangun hubungan” dengan kaum muda kita. Seberapa besar sebuah hubungan dibangun, sebesar itulah juga hal-hal yang terdapat dalam diri seseorang bisa diwariskan ke dalam diri orang lainnya. Dunia membangun hubungan lebih cepat dan lebih giat dengan anak muda kita, sebab itu, pengaruh dunia begitu cepat mempengaruhi anak-anak muda.
Kita melihat bagaimana perusahaan-perusahaan, televisi, dan media begitu gencar menjangkau keberadaan anak-anak muda di generasi ini. Mereka melakukan riset, turun tangan langsung, mengembangkan cara-cara yang super-attractive dan sangat menarik untuk menjamah bagian terdalam dari generasi ini. Ratusan juta rupiah dikeluarkan untuk perusahaan-perusahaan itu dapat menjejalkan produknya ke dalam kehidupan konsumsi kaum muda, dan mereka tidak segan-segan mengubah cara-cara lama, serta membangun hubungan yang tidak kaku dengan generasi kita.
Generasi ini membutuhkan seorang bapa… generasi ini membutuhkan gembala… generasi ini membutuhkan sahabat… generasi ini membutuhkan orang-orang yang membangun hubungan dengan mereka, dan mewariskan hal-hal yang baik serta mendampingi mereka sebagai modal menjalani hidup bertahun-tahun ke depan.
Banyak di antara kita menghakimi gaya hidup generasi ini, tanpa menabur apa yang perlu untuk membantu mereka dan menjelaskan kepada mereka bagaimana untuk menjalani hidup dengan baik, padahal:
“Anak-anak muda kita akan selalu kekurangan modal untuk menjalani hidup jika tidak ada yang mewariskannya bagi mereka melalui hubungan-hubungan yang mereka alami dalam masa muda mereka”
Kebanyakan di antara kita tidak menyadari, bahwa kita memiliki banyak hal yang dibutuhkan oleh generasi ini. Kita memiliki skill untuk diajarkan pada mereka. Kita memiliki kelebihan dana yang seringkali dipakai untuk pergi dengan rekan bisnis ke tempat hiburan. Kita memiliki sarana-sarana komunikasi, kita memiliki media, yang bahkan tidak pernah kita gunakan untuk membantu generasi ini. Kalau kita memiliki begitu banyak kelebihan dalam hal ini, mengapa kita tidak bergabung dan terlibat untuk menjangkau generasi muda kita? Setidaknya, berikanlah hati untuk menerima mereka, mendengarkan mereka, sedikit waktu untuk sekadar ada bersama mereka.
Friendship Evangelism Camp 2010 “With Arms Wide Open”, inilah yang menjadi perwujudan kerinduan kami untuk generasi ini. Inilah segenap talenta, dana, dan kesempatan yang kami miliki untuk menjangkau generasi kami, dan kami mengajak segenap rekan-rekan untuk bergabung, membangun hubungan dengan generasi ini, mewariskan seseuatu bagi mereka. Melalui Friendship Evangelism, kita akan menyaksikan dan mengalami bagaimana generasi kita dimenangkan melalui hubungan, dan digembalakan melalui hubungan.
Kami mengucap syukur untuk anak-anak muda yang berani, yang tidak kenal lelah, dan berjuang tanpa pamrih untuk membuat camp ini bisa berlangsung. Para panitia FEC 2010, kehadiran kalian dan kerja keras kalian sungguh tidak pernah sia-sia. Kami bersyukur untuk kehadiran para advisor kami Kak Oky dan Kak Aning Arfianto, Kak Ferry Felani, Bang Sigit P. Wibisono, dan Pak Jonathan Hutagalung untuk warisannya yang sangat berharga bagi generasi ini, yaitu kebenaran dan teladan yang telah kalian buktikan bagi kami di hadapan Tuhan. Kami beryukur untuk setiap dana yang ditaburkan oleh para donatur kami yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, kami pastikan dengan janji di hadapan Gembala Agung yang kami layani bahwa apa yang telah ditabur akan mencapai maksud yang maksimal, bertumbuh, dan bermultiplikasi menjadi buah-buah pelayanan yang sangat manis di generasi ini bagi Tuhan.
Terakhir dan terpenting, kami bersyukur untuk setiap hati yang Tuhan gerakkan ikut serta dalam camp ini. Kami tidak sekadar mencari peserta camp, kami mencari anak-anak muda yang akan terlibat dalam gerakan-gerakan yang Tuhan rancangkan bagi generasi ini. Kami berharap melalui Friendship Evangelism Camp kedua ini, akan muncul lebih banyak lagi anak-anak muda yang dimenangkan dan memenangkan. Segala puji bagi Yesus Kristus, Tuhan dan pemilik.
YKT_FOS Community






Komunitas yang terbentuk tanggal 9 April 2005 ini terbentuk karena sebuah kerinduan dan kebutuhan yang sangat mendesak banget yang dialamami para remaja di gereja.
Asyik, kali ini kita berkesempatan buat kenalan sama satu komunitas lagi nih. Anaknya asyik-asyik, gaul-gaul, rame-rame, fun, tapi tetep menjaga kekudusan. Istilah mereka Funky but Holy, dengan tidak memandang perbedaan, gaya , komunitas, kegemaran or kesukaan kita bisa beda tapi kita berusaha untuk sama yaitu hidup kudus. Wahhhhhh…..
jumlah yang kecil lho, tetap setia dan terus berdoa, berpuasa, dan berharap hanya kepada Bapa, pengen pekerja, pengen jemaat, dan pengen ada dana juga (karena pekerjaan/pergerakan besar butuh dana yang besar juga…hehehe..). Dan pada akhirnya pengharapan mereka tidak sia-sia, bayangin aja sekarang jumlah yang terdaftar nih di komunitas ini terdiri dari 200 orang aktif dan 100 orang kadang-kadang (wah….jadi bingung…hehehhe…), tapi pokoknya crowd deh sekarang. Puji Tuhan.
Eh arti nama Raphael apa sich???
Aii aii, kita mau kenalan nii dengan satu komunitas yang nama’a JUICY. Bagaimanakah bentuk dan rasanya? Yuu sama-sama kita cicip, Cilluk baa
Kita-kita udah saling kenal sejak lama. Beberapa dari kami bahkan udah saling mengenal saat kami masih Sekolah Minggu. Nama JUICY sendiri baru ada sekitar 9 bulan nii, tadinya sih namanya pemuda-remaja GKAI Cibubur, kenapa? Karena kami sama-sama beribadah en melayani di Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Cibubur. Aku (Evi) pertama kali ikut kegiatan remaja saat aku kelas 2 SMP, tung itung itung, berarti dah sekitar lima tahun ikut pemuda-remaja ^^ Kadang kita ibadah pemuda-remaja di gereja, kadang di rumah jemaat. Begitu banyak asam garam (tsaah) yang kami lalui dalam persahabatan en pelayanan J selain itu kami juga banyak makan gula jawa, biar tambah manis, hahai..
Kalau ditanya tentang jumlah anggota, kita bingung juga ya, hehe.. Karena eh karena, pemuda remaja itu kan dari yang SMP sampai yang kerja. Ada rencana pemuda dan remaja bisa dipisah, tapi karena terbatasnya tempat, pelayan, dan kurang terkondisinya keadaan, rencana itu di-cancel duyu (Lho, kok jadi curhat sii? hoho..) Yang saat ini aktif dalam kegiatan JUICY ada sekitar 23 orang. Cowonya itu lowh, limited bgt, sekitar 5 orang. Huhuhu T_T oiya, komunitas ini di ketuai oleh Hanna Veronica, di bantu oleh sekretaris yang cantik, Evi, serta bendahara yang hemat, Rebecca
Kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan? Wuuua, buuanyak banget!! Retreat, seminar guru-guru sekolah minggu, ikut KKR, ngadain seminar Love, sex and dating, Natal, nginep di gereja buat acara tahun baruan, berenang (terkunci bersama di kamar mandi kolam renang. hahaha) Bnyaak bgt yg kita lakuin bareng