Featured Posts

Lagi Patah Hati? Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya 'patah hati' entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin...

Read more

Tekhnik Membelah Roti Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam?...

Read more

Jadilah Tenang Hari ini, pas lagi membaca sebuah buku, ada sebuah cerita yang menarik bagiku, agak sedih sih, tapi kita bisa belajar sesuatu dari kisah ini. ... Seorang janda miskin bernama Siu lan memiliki seorang...

Read more

Yang Meringankan Segalanya Kejadian 29:20 "Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel." Wah, karena cintanya...

Read more

Mengampuni Orang Yang Menyakiti Kita? Enggak Adil! Mengampuni masalahnya bukanlah pada siapa yang menyakiti, tapi pada sakit hati itu sendiri. Yang menyakiti kita bisa siapa saja, bisa orang asing, bisa pendeta, bisa keluarga atau bahkan orangtua kita...

Read more

twitter

Follow on Tweets

  •  

Aku Rindu..

Category : FOSters Creativity

Hari-hari seperti ini datang lagi, saat gemuruh menderu jantungku, saat pikiranku kalut dan hatiku ciut, sepi menjalari tiap tulang, mataku terpejam dan kemudian terbuka, aku tak dapat terlelap, tak dapat pula untuk tetap terjaga, aku rindu Kekasihku…

Maaf, maaf… Untuk kesekian kalinya aku terbenam dalam makalah dan berita yang harus kumuat dalam buletin kampus, dan karena itu aku belum sempat menjawab pesan Kekasihku, belum dapat menemui Kekasihku, kini aku rindu dan aku kalut…

Percayalah, kertas-kertas berisi berita yang membuatku menutup mata empat jam setiap harinya, tak dapat merenggut waktuku lebih lama lagi. Karena sehebat apapun berita yang kususun, tak pernah sehebat kisahku dengan Kekasihku. Aku rindu…

Penaku menari dan memercikkan tinta tentang cinta, suaraku mengalun dan membisikkan nama Kekasihku. Aku tersenyum mengingat masa-masa indah, masa-masa paling luar biasa dalam hidupku. Saat kisah kasih goyah, Kekasihku selalu meyakinkanku bahwa akulah yang tercinta, dan semua akan baik-baik saja. Betapa lembutnya Kekasihku, betapa herannya aku. Kekasihku membuatku istimewa, membuatku menjadi wanita seutuhnya, karena aku memiliki seluruh cinta Kekasihku. Bagiku, tiada yang lain, menempati posisi nomor satu dalam hatiku, satu-satunya tempat dalam pikiranku, pertama dan terakhir dalam hidupku, hanya Kekasihku, yang tercinta, yang antara aku dan Kekasihku saling memiliki, kisah cinta termegah.

Rinduku sepenuh mati, bukan separuhnya lagi.

Sungguh aku tidak perduli, apakah berita yang membuatku hanya terpejam empat jam setiap harinya, akan diwartakan atau tidak. Aku benar-benar tidak mau tahu, apakah guru besar pemimpin redaksi akan memuji atau menertawakan artikelku. Hal itu terasa sangat tidak berguna, saat waktuku tak lagi kunikmati bersama Kekasihku.

Rinduku mengiris sendi, tidak hanya tergores lagi.

Aku sangat rindu pada-Mu, Yesusku.

Ditulis oleh : ENS_FOS Community

Cerpen : (Mungkin) Aku Tidak Bisa..

Category : FOSters Creativity

Tak lama kemudian tangisnya pecah dan ia berlari dengan mata terpejam. Karena matanya terpejam dan kakinya terus berlari, ia tersandung. Ia tersandung dan yang lain tertawa kian keras. Ia tersandung maka ia menangis kian keras. Aku diam, tak tertawa, tak menangis. Kusaksikan Tasya di teriakkan “monster kelinci” karena kedua gigi depannya lebih besar dari gigi yang lain, dan karena tubuhnya lebih besar bahkan dari anak laki-laki. Itu terjadi tiap hari sampai Tasya pindah rumah. Tak ada lagi teman bermain “ibu-ibu-an”. Dan aku tak bisa berbuat apa-apa, karena aku masih kecil, masih tujuh tahun.

Aku bukan satu-satunya yang tahu di dunia ini. Tapi semua orang hanya diam. Saat gambar tangan kepala sekolah menempel jelas pada pipi Michael, kami hanya menarik napas tertahan. “Bukan Michael yang pakai uang tabungan kelas kami selama satu tahun, Bapak Kepala Sekolah. Bukan!! Yang pakai Pak Joni wali kelas kami!!”, aku ingin berteriak begitu, tapi aku tidak bisa. Karena aku murid SMP dan dia guru.

Masih merah dan basah. Rupanya ia begitu kesal dan marah hingga ia mencakar-cakar lengannya tanpa sadar bahwa itu sakit. Katanya ia sayang ibunya dan ibunya sayang padanya. Hanya saja saat itu ibunya mabuk dan untuk kesekian kalinya ibunya menyeretnya untuk tidur di halaman, tanpa bantal. Tiga minggu kemudian seorang yang lain menunjukkan luka di nadi tangannya. Ia bilang ia hampir mengiris uratnya, tapi tidak jadi karena ia takut, sangat takut. Ia juga bilang beberapa hari belakangan ia tidur dengan pisau dapur di bawah bantalnya, kalau-kalau Ayahnya mengamuk lagi, maka keputusannya sudah bulat untuk mengiris uratnya. Tiga kesamaan dari mereka adalah: mereka berdua perempuan, mereka berdua sahabat baikku, dan kami sembilan belas tahun. Aku hancur, karena aku tak bisa melakukan apa pun, aku tak bisa mencampuri masalah keluarga orang lain.

Ku lihat tangannya masuk ke tas pengunjung toko itu. Sebuah dompet ungu dengan hiasan bunga mawar berpindah dengan cepatnya ke dalam jaket kulitnya. Aku tak bisa mencegahnya. Karena dia laki-laki dan aku perempuan.

Bibirnya gemetar dan napasnya tersengal. Ia bilang ia ingin bercerai karena suaminya seringkali memukulnya. Aku tidak bisa mengatakan apa pun. Ini antara anaknya dan suaminya.

Cucuku menjerit. Cucuku sakit, kanker. Jarum suntik menusuki tubuhnya, senantiasa. Ia masih sembilan tahun, ia perempuan, dan ia cucu yang paling ku sayang. Biarkan tubuhku yang hancur, tapi jangan cucuku! Aku yang renta tak bisa berbuat apa-apa. Aku bukan Tuhan.

Disini aku terbaring. Setiap kali aku menarik napas, aku serasa mengangkat seember cucian. Mataku tak dapat melihat dengan jelas, hanya terdengar desah napas suamiku yang duduk di kananku. Sepi sekali disini, dan aku dapat mencium aroma bunga pemakaman.

Tanpa sadar, pikiranku melayang bebas ke masa lalu. Seandainya, waktu itu aku dapat berlari mengejar Tasya, dan mengatakan kalau aku lebih suka bermain ibu-ibuan dengannya dibanding bermain dengan anak-anak yang selalu mengejeknya. Seandainya aku melakukannya, mungkin, hanya kemungkinan, Tasya tidak akan pindah dan aku tidak akan menangis.

Seandainya aku mengatakan Pak Joni yang memakai uang kelas, mungkin Michael tidak akan dipermalukan, dan hatiku tidak akan retak melihat laki-laki pertama yang kusayangi difitnah seperti itu.

Kalau saja aku memberikan waktu sedikit lebih banyak, seandainya aku lebih sering mengunjungi mereka, seandainya aku lebih memilih berbicara dengan mereka dibanding mengerjakan artikel yang saat itu kupersiapkan untuk kukirim ke koran, mungkin kedua sahabatku tidak melukai tubuh mereka dan mencoba untuk mati.

Aku rindu sahabatku, anakku, cucuku, bahkan orang-orang yang tidak kukenal. Air mata mereka jatuh ke bahuku, dan aku tak dapat berkata apa pun, tidak melakukan apa pun. Kini aku kesepian, dan dalam waktu dekat suamiku juga akan kesepian. Dalam diam, aku menangis dan merasa hancur. Apa yang dapat kulakukan untuk suamiku? Tidak ada, karena aku hampir mati.

Seringkali kita memutuskan “aku tidak bisa. Tidak bisa karena aku masih muda, karena aku perempuan, aku terbatas, aku tidak kaya”, dan daftar panjang lainnya. Kini pikir kembali, benarkah demikian? Sebelum terlambat , pikirlah! Yang berlalu tidak akan kembali, dan yang terlambat akan sangat sulit diobati. Penyesalan akan sesuatu yang tidak kita lakukan akan terasa berkali lipat lebih menyakitkan dibandingkan bila kita melakukan hal yang kita yakini, walaupun hal itu tidak diingat orang, walaupun hal itu terasa tak berharga. Nah, sudahkah kita mengambil keputusan?

Pengkhotbah 6:12 “Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan? Siapakah yang dapat mengatakan kepada manusia apa yang akan terjadi di bawah matahari sesudah dia?”

Ditulis Oleh ENS_FOS Community

Sepuluh Pertanyaan di Dua Ribu Sepuluh

Category : FOSters Creativity, renungan

Satu. Kalau musim kemarau lagi-lagi lebih panjang dari musim hujan, bagaimana Pak Joni dan keluarganya menghadapi hari-hari yang panas tanpa air di rumahnya?

Dua. Ketika Nenek di ujung jalan terbatuk-batuk di depan rumahnya, akankah orang-orang diam saja sambil berpura-pura tak mendengar (walaupun batuknya memecah cakrawala) dan mereka lewat begitu saja seperti yang selalu terjadi?

Tiga. Mungkinkah orang-orang akan sembuh dari kebutaan mereka dan melihat dengan jelas bahwa tempat sampah begitu besar dan kosongnya sehingga mereka tak perlu lagi membuang sampah di selokan?

Empat. Setelah anak-anak itu pingsan dan muntah-muntah, apakah kepala sekolah di sekolah dasar persimpangan empat akan berhenti menghukum anak didik mereka, padahal anak-anak itu cuma terlambat dua menit?

Lima. Sedemikian menariknyakah berbisik-bisik di ujung jalan sampai para ibu lupa memandikan bayinya?

Enam. Mungkinkah bapak-bapak di pos ronda akan berhenti main kartu dan menonton televisi bersama anak-anak dan isteri mereka?

Tujuh. Apakah Tika lebih suka mencubiti adiknya sampai biru keunguan ketimbang bermain barbie?

Delapan. Karena anak kelima ibu itu sakit dan mereka tak punya rumah, mungkinkah pemilik rumah akan bersabar dan mengijinkan ibu yang sudah janda dan memiliki enam anak itu untuk tinggal walau hanya sebentar?

Sembilan. Apakah kasih akan punah dan menjadi legenda seperti halnya Dinosaurus?

Sepuluh. Apakah yang BISA AKU LAKUKAN untuk mereka?

Ditulis oleh : ENS

Tak Akan Pernah Sama

Category : FOSters Creativity

sad_silhouette

“Gua udah enggak percaya lagi kalo Tuhan itu ada Ren..”

Faren masih mengingat jelas kata-kata terakhir yang diucapkan Destin sahabatnya. Masih terekam jelas bagaimana pandangan nanar Destin dan matanya yang sembab saat mengucapkan kalimat itu. Saat itu ia mencoba menguatkan dan menyadarkan Destin dengan segenap kata-kata yang dapat ia ungkapkan. Tapi hasilnya Destin tetap diam, teguh pada pendiriannya. Peristiwa ayah ibunya yang tiba-tiba dibunuh oleh para perampok membuat dia kehilangan kepercayaan bahwa Tuhan itu ada. Selama ini ia merasa percuma melayani Tuhan yang ternyata membiarkan kejadian buruk terjadi dalam hidupnya. Ia kecewa. Sangat kecewa.

Semenjak itu Destin mengundurkan diri dari pelayanan dan tidak pernah lagi hadir ibadah kaum muda ataupun ibadah minggu. Banyak yang mau mencoba mengunjunginya, tapi semuanya ditolak.. Beberapa bulan setelah kejadian itupun Destin pindah rumah bersama adiknya dan tidak ada yang pernah tahu keberadaannya. Contunue Reading

Aku, Yang Baru

Category : FOSters Creativity

beach-flightJendela kamarku bergetar saat aku membanting pintu kamar dengan rasa kesal yang tak tertahankan lagi. Bantal mickey mouse kupakai sebagai peredam tangisku. Sebenarnya aku dapat menangis sepuasnya, sekerasnya, sampai aku mual, berguling dari satu pojok ke pojok yang lain dalam kamar  ini. Tapi aku sudah terbiasa menangis dalam diam, bahkan saat tak ada seorang pun dalam rumah ini. Aku terbiasa sendiri, itu menjadi bagian hidupku.

Setelah minum empat gelas air putih, aku merasa lebih baik. Namun, rasa kesal dalam hatiku tak juga hilang. Meyna, teman yang dahulu kuanggap bak malaikat , lagi-lagi membuatku muak! Saat pulang kuliah tadi, Meyna meminta Andrew untuk mengantarnya pulang. Dan Andrew dengan muka malu-malu, mengiyakannya. Segera saja kutarik tangan Meyna, dan meminta penjelasannya di pojok tempat parkir. Tentang fotonya dan Andrew dalam dompet pinknya, tentang sms dari Andrew, tentang kebenaran gosip yang beredar kalau dia dan Andrew sudah jadian, bahkan Meyna sendiri yang menyatakan cinta! Lututku lemas saat Meyna dengan senyum di bibir mungilnya mengatakan padaku bahwa itu semua benar. Dia juga bilang bahwa ia menyesal. Menyesal karena Andrew memilihnya, menyukainya, bukan memilihku yang telah memendam rasa pada Andrew selama dua tahun ini!

Semua kesalahan dan kelicikan Meyna, tiba-tiba saja  berdesing dalam otakku. Dia menumpahkan vanila latte di rok biru kesayanganku, menjiplak karya ilmiahku, mematahkan pensil mickey mouse milikku. Ingin sekali aku meninggalkannya sendiri di hutan Kalimantan, dan tertawa terbahak-bahak saat dia berteriak-teriak karena takut ulat-ulat pohon dan takut dicakar singa. Contunue Reading

NO MORE QUESTIONS

Category : FOSters Creativity

question-mark5aPertanyaan-pertanyaan yang timbul karena kondisi gw yang lagi nge-down, engga ada semangat untuk jalani hidup ini, engga punya kekuatan untuk keluar dari dosa yang mengikat, dan penyesalan karena berulangkali menyakiti hati Bapa itulah yang jadi background gw saat membuat lagu ini.

Kegelapan, keputusasaan, dan masalah yang akhirnya membuat diri gw seperti mengangkat suatu beban yang amat sangat dashyat. Dan engga hanya berakhir di situ aja, tetapi semuanya itu membuat gw mengambil keputusan untuk berhenti berjuang apalagi dengan yang namanya dosa. Tapi yang membuat gw kagum, ada aja deh cara Tuhan untuk memulihkan gw, dan salah satunya dengan acara di sebuah stasiun tv swasta, yah yang tentang love gitu deh, itulah yang membuat gw kembali ingin merasakan cinta mula-mula gw sama God. Cerita di TV itu bener-bener membuat gw terharu banget, cerita yang rincinya sih gw lupa, tapi intinya adalah sebuah cinta tulus dengan berbagai pengorbanan dan selalu menyertai kapanpun dan bagaimanapu kondisinya. Wow, gw jadi inget sama cinta God, yang kadang tak terbalas.

il-430xn63996107So dari tayangan tv itu aja God bisa membawa gw kembali ke cintaNya, dan akhirnya gw ngambil gitar, and then terciptalah lagu ini.

Gw engga pernah lagi meragukan, di dalam kondisi apapun cintaNya engga akan berubah. Entah itu di dalam kegelapan hidup kita, saat masalah kita berjibun, saat kita udah mulai berhenti berharap, bahkan saat kita udah mulai menitikan air mata kita Dia selalu ada dan memberikan semua yang kita butuhkan. Di lagu ini gw ingin ungkapkan kekaguman gw sama Dia yang tetep mengasihi gw walaupun kadang gw engga mengasihi diri gw sendiri.

Emang siapa sih aku Tuhan di hadapanMu,

apa yang berharga dariku,

apa yang membuatmu tetap mengasihiku

Sebuah kesetiaan, gw rasa matahari jauh lebih baik dari gw. Matahari selalu bersinar secara konstan, klo gw apakah gw tetap setia secara konstan, apakah gw tetap menunjukan terang gw secara konstan?

Tentang keindahan, bunga-bunga di padang bahkan berlipat kali lebih indah, menarik dan enak untuk di lihat. Bunga itu engga malu-malu untuk memperlihatkan keindahan karya Sang Penciptanya, klo gw seberapa sering gw memperlihatkan karyaNya dalam diri gw?

Yah apalagi tentang pengorbanan, sebatang lilin bahkan jauh lebih memperlihatkan hal itu daripada hidup gw ini. Lilin yang setia menyala hingga akhir, yang engga segan-segan membakar dirinya untuk menerangi sekitarnya. Pengorbanan yang sungguh luar biasa, dibandingkan gw.

Dan dari banyak pertanyaan itu, God memberikan jawaban yang sangat simple, yah… Dia bilang gw adalah anakNya, gw adalah biji matanya dan gw adalah kesayanganNya, bagian dari diriNya. Dan itu semua dah sangat cukup menjawab pertanyaan gw..

Thanks God…

Jadi sekarang apa yang perlu gw tanyaain lagi, gw rasa engga ada lagi, karena Tuhan udah menjawab semua pertanyaan gw, bahkan pertanyaan yang belum terpikirkan oleh gw…

He is really amazing, awesome God.

Itu share gw dari sebuah lagu yang tercipta karena kasihNya, gw yakin akan sangat banyak karya tercipta, syukur terucap dan mulut bersorak klo cinta Tuhan kita engga bertepuk sebelah tangan. Kayaknya udah cukup deh semua pertanyaan yang kita ajukan sama Bapa, sekarang tunggulah dengan setia jawabannya, dan jawablah pertanyaan Bapa saat Dia memanggil kamu…. Lirik selengkapnya..

So what’s the question to me

You tell me all the answer

So what must i ask myself

There is none…there is none…

Download No more question.mp3 – Kristian Satrio W.

Enjoy the music, semoga memberkati…..God Bless You….

By: Tian _KSW

Mendung Kelabu Dan Cerahnya Biru

Category : FOSters Creativity

sky-clouds-3waxPagi ini aku berjalan menyusuri sebuah taman di pinggir jalan, tanpa tujuan, tanpa arah kemana kakiku kan melangkah, hanya ingin larut dalam kesendirian dan menyepi. Saat kutatap langit biru, aku melihat langit begitu indah. Dihiasi sekumpulan awan putih dan di sela-selanya tampak sinar mentari yang menerobos awan itu, membuat langit terlihat semakin mempesona. Angin yang perlahan berhembus hingga sebagian dahan pohon seakan melambai memberikan salam padaku, sesaat aku terkesima. Hidup ini disertai dengan hal-hal yang indah, tapi kenapa hatiku hampa. Langit yang cerah biru tak seperti hatiku yang mendung kelabu, damainya dunia tak sama dalam hatiku, kenapa aku tak bisa menikmati kepuasan hati seperti ketika aku melihat langit pagi ini? Kubiarkan hatiku perlahan-lahan menjadi beku, kususuri jalan perlahan dengan segala gejolak dihati. Aku tak tahu lagi kemana harus kucurahkan isi hati, tertekan dalam keadaan yang membuatku tak berdaya, aku tak tahu harus bagaimana. Aku kecewa karena hidupku, betapa besar harapanku yang aku pinta padaNya, tapi dia seakan diam membisu, ketika hatiku hancur dan membutuhkan kasihNya, aku tak merasakan kehadiranNya. Aku merasa ditinggalkan, merasa sendiri, dan merasa sepi. Kadang aku tak kuat untuk menghadapi tekanan hidup ini, kenapa masalah harus selalu datang bertubi-tubi, buat aku semakin merasa tak berdaya. Dan ketika aku jadi tak berdaya, aku seakan bosan menerima kebenaran KasihNya.

Sudahlah, ingin kusudahi amarah ini, tapi sejujurnya, aku benar-benar sakit hati, luka yang digoreskan oleh perlakuan orang-orang yang merasa dirinya paling benar,yang suka menyalahkan orang lain atas kesalahan yang belum tentu dilakukan, yang memandang seseorang dengan sebelah mata, bahkan menganggap hina dan tak pernah pantas. Aku terluka dengan orang yang tidak menghargai perjuangan hidupku, yang menilai diriku seperti seonggok sampah, tidak berarti bahkan menyusahkan. Aku marah, bahkan pada diriku sendiri. Lalu ku pertanyakan “Apakah aku memang tak berarti seperti yang mereka katakan padaku?” tidak. Tentu saja tidak! Pikirku dalam hati. Bukankah Tuhan menyatakan bahwa aku berharga seperti biji mataNya. Bahkan Ia rela korbankan anakNya yang tunggal, Yesus Kristus untuk mati di kayu salib sebagai ganti atas dosaku??

Aku kembali berpikir, seakan logika dan perasaan beradu peran dalam diriku. Keduanya masih tak bisa sejalan. Kupejamkan mata, kukatakan pada diriku “aku berarti, semua yang kuhadapi hanya masalah hati. Aku memang enggak mengerti rencanaNya saat ini, aku difitnah, aku dihina dan orang-orang menganggap aku tak berarti, tapi saat ini yang kubutuhkan adalah percaya pada hatiNya, ya, I trust You, Lord, jangan biarkan masalah yang kuhadapi membuat aku meragukan kasihMu”

Kemudian seakan terlintas dalam benakku, jawaban atas kasih Kristus yang begitu nyata, yang harusnya bisa kuteladani dalam hidupku. Apa yang kualami saat ini tidak sebanding dengan apa yang sudah Yesus alami dalam karya penyelamatan hidupku. Ya, aku teringat dan membayangkan, ketika Ia ditangkap, difitnah atas perbuatan yang tidak dilakukanNya, makian dan cercaan tak cukup, Ia dihina, diludahi dan diolok-olok. Bahkan disiksa, dicambuk dan didera sampai mati di kayu salib. Ia korbankan diriNya, tanpa perlawanan, tanpa amarah, tanpa rasa sakit hati bahkan saat itupun hatiNya mengampuni. Aku berusaha memahami apa yang Ia rasakan, pasti betapa sakit dan hancur hati Yesus saat itu, betapa tidak, Ia datang tuk mengajarkan dan memberikan kasih yang sejati, tapi bukannya ucapan terima kasih yang didapat, yang ada segala siksaan, baik hati maupun fisik, yang Ia terima. Betapa sulit kumengerti, Ia tetap memilih untuk mengasihi. Sungguh luar biasa kasih yang diberikan buatku, buat kita semua. Aku membayangkan berada dalam posisiNya, pasti aku ga akan pernah sanggup, karena sedikit masalah yang kuhadapi saja sudah bisa membuatku terluka, marah dan kecewa padaNya. Dalam hati kuberseru “Tuhan aku malu, aku sempat marah dan kecewa padaMu atas masalah yang kuhadapi…ternyata apa yang kualami sudah Kau alami lebih dahulu, bahkan lebih, dan terlebih besar sakit yang Kau alami… ampuni aku Tuhan, jadikan aku tuk dapat meneladani kasihMu”

Ya, kini aku baru mengerti, kasih yang Ia ajarkan lewat masalah yang boleh ada dalam hidupku. Harusnya aku mengasihi bukan karena orang lain terlebih dahulu mengasihi aku. Tapi aku harus tetap memberikan kasih, bahkan kepada orang yang tidak mengasihi aku, membenci dan meremehkan aku. Begitupula bagaimana harus menyikapi suatu masalah, bukan dengan amarah, kekecewaan dan sakit hati tapi dengan pengampunan dan penyerahan diri, yaitu percaya kepada rencanaNya.

Thanks God, Kau ajarkanku satu hal yang dulu tak kupahami dalam hidupku. Aku percaya itu semua bukan karena kekuatanku. Tapi anugerahMulah yang membuatku mengerti dan memahami kasihMu. Pagi ini, kutatap lagi langit biru, kurasakan hangatnya sinar mentari pagi menyentuh tubuhku, kuhirup segarnya udara pagi dalam-dalam, rasakan kembali kasihNya didalam hidupku. Aku bersyukur karena kasihNya tak pernah berhenti buatku. Kini, mendung kelabu dihati terganti dengan cerahnya biru, sama seperti langit yang kutatap pagi ini…?

Inspired from the true story of my life….

_vi_

Kepada Yang Tercinta

Category : FOSters Creativity

Batu
Lemparkan padaku
Atas hitam dan merah
Yang kugambar dalam hina

Tusukkan tombak!
Ke tengah jantung
Karena hati yang mendua
Tergantung pada cela

Paku
Untukku!
Payah akan cambuk
Darah atas kayu
Tertekan, derita
Aku!
Harus aku!

Yang Kau beri malah
Cinta…

Tersengat benci
Sumpah serapah mengutuk
Bumi menolak
Langit berpaling

Kau tetap
Setia…

Harusnya aku!
Yang hancur
dan luka dalam parah

Yang Kau beri malah
Hidup…

Hukum Kau tanggung
Ganti cinta
Hormat, suka dan kagum
Syukur penuh atas salib
Dan Setia
Dan Kasih
Dan Anugerah-Mu

Yesus….

jesus-cross-407x

By: Evi Noviani

Forever Would Stay

Category : FOSters Creativity

I fall..
I cry..
That time
The pain that i felt
it’s barely unbearable..

I was stuck..
I was rejected..
The feeling that kept me breathless
And thought that I wish I have never been born

I have nobody..
I’m lonely..
No one w0uld care for me..
As I believe it was..

But then You came..
Hold me..
Raise me..
Comforting me..
And kept me so I won’t fall no m0re..
It’s Your love that kept me alive..
It’s Your touch that strengthened me up..

I love You so Lord..

Thanks for choosing me..
Thanks for the serenity that You gave me..
Thanks for who I am right now..
Someone that love You so much..
And grateful for being born to this world..
As my pain has washed away
And my tears has gone t0day..
This is the joy that forever would stay..

By:  Lunniey_FOS

No More Question

Category : FOSters Creativity

In the darkness of my life, there is a light to me
In My hopeless there is a lot… hope You gave to me
At a problem that i Face, you give me more than strength
At the time when I’m crying, you give Your shoulders… to me

I really don’t understand
Is that any precious on me
It’s doesn’t make any sense
why You look at me

Ask about a faith, and sun will explain you
Ask about the beauty, the flowers will show you
Ask about a sacrifice, a candle will be burn to you

so what is precious on me
Why do You look at me
And what will You ask to me..
Will ask to me…

You said that I’m yours apple of thine eyes
Said that I’m yours son
Said that I’m so precious
And I’m Yours…

So what’s the question to me
You tell me all the answer
So what must i ask myself
There is none…there is none…


A Song lyrics from Tian-FOS