Featured Posts

Cerita Tentang Kasih Bapa >> What They Say About Bible << Alkitab itu apa? Mulanya saya membaca Alkitab seperti kewajiban saja, seperti rutinitas, dan saya melihatnya seperti sebuah buku pedoman hidup saja, yang...

Read more

Keluarga Oh.. Keluarga “ Sekali lagi kudengar suara piring pecah, AKU AKAN PERGI DARI SINI !!!!!” Jeritku dalam hati. “Tetapi jeritan itu tak dapat kulakukan, aku tak dapat melarikan diri dari neraka ini. Aku nggak...

Read more

Waduuh... Bocor!!! Rencana untuk sampai rumah secepatnya ternyata harus digagalkan karena ban motor yang kempes, dan ternyata ini bukan sekedar kempes tapi bocor. Terpaksa harus menuntun motor kesayangan menuju tambal...

Read more

Lagi Patah Hati? Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya 'patah hati' entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin...

Read more

Tekhnik Membelah Roti Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam?...

Read more

twitter

Follow on Tweets

  •  

Kupikir Mereka… Ternyata Aku Juga….

Category : Lifestyle

Aku benci harus menunggu. Ini sudah satu jam dan karenanya aku marah dan membatalkan janji untuk membeli buku kuliah bersama Tasya. Walaupun aku tahu ia sudah hampir sampai di tempat janjian kami.

Dua hari setelah itu, aku memohon agar Via memaafkanku. Via harus menungguku selama dua jam di tempat janjian kami.

Kekesalanku sudah sampai puncaknya. Ketiga kalinya aku harus menyelesaikan makalah proyek organisasi kampus. Padahal ini bukan bagianku. Orang-orang di organisasi ini benar-benar tidak bertanggung jawab!

Seminggu setelahnya, aku harus berangkat ke Bali untuk liburan keluarga. Mita menyelesaikan proposal kegiatan puncak akhir tahun. Mita adalah anggota seksi dokumentasi, dan aku sekretaris.

Apakah malam ini akan menjadi malam yang penuh air mata, lagi?! Mengapa aku selalu jatuh hati pada orang yang salah? Ben terlalu kejam karena tidak membalas sms-ku. Ia akan menjadi laki-laki terakhir yang membuatku patah hati, laki-laki terakhir yang padanya cintaku tak berbalas.

Dua bulan sebelumnya, aku menolak pernyataan cinta dari seorang penghuni kelas sebelah. Aku membentaknya di telepon karena ia terus menghubungiku. Aku malu ketika ia menyapa di depan kelasku dengan rambut belah tengahnya, dan aku membalas sapaannya dengan tatapan sejuta kebencian. Intinya, aku membelah hatinya menjadi beberapa bagian.

Aku terbahak karena Rio gagap di depan kelas dan presentasinya berantakan sekali. Semua orang di kelas tertawa, Pak Dosen juga. Jadi tidak ada yang salah dengan tawa membahana kami walau wajah Rio sudah merah dan tertekuk sangat dalam.

Aku sangat sangat sangat tidak suka kalau ada yang bicara saat aku sedang presentasi di depan kelas. Apalagi bila ada yang bercanda bahkan sampai tertawa!

***

Epilog

“Seringkali kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling dirugikan dalam suatu keadaan. Terpikirkah bahwa kita pernah juga menjadi perugi bagi orang lain? Atau mungkin kita menjadi yang paling tersakiti. Apakah kita sendiri tidak pernah menyebalkan manusia lain? Lalu, mengapa kita suka sekali menghakimi sesama kita, manusia?

Lukas 6:31

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Ditulis Oleh ENS_FOS Community

Poin – Poin Positif World Cup

Category : Lifestyle

Demam bola, sebenernya apa sih gunanya nonton sepak bola? Kenapa sih banyak yang doyan khususnya para laki-laki? Saat saya mulai suka nonton bola di World Cup 2002 sampai saat ini, ternyata banyak hal-hal positif yang didapat. Ada beberapa poin yang saya rasakan, amati, perhatikan. Poin-poin positifnya…

Berjuang Menggapai Kemenangan. Yup, kalau mau menggapai kemenangan, pasti harus berjuang. Bayangkan saja kalau semua pemain bola pada diem atau lengah dan ogah-ogahan dalam bermain, pastinya enggak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Kalau saya suka perhatikan ada beberapa pemain yang selalu berdoa singkat saat memasuki lapangan bola. Begitu juga hidup kita. Saat kita ingin menang dalam pekerjaan, pelayanan, studi, dll semua pasti membutuhkan perjuangan. Iman tanpa perbuatan akan mati. So, harus berjuang juga.

Menjalani Proses Demi Proses Untuk Mencapai Sukses. Sabar menjalani proses. Kalau dalam pertandingan bola ada kurang lebih 90 menit. Yah selama itulah berjuang dan menjalani proses mencapai kesuksesan dalam bertanding. Hidup kita juga seperti itu. Bagaikan sebuah pertandingan bola. Kuat dalam menyerang dan juga pertahanan (pemain belakang) harus kuat dan tangguh juga. Jangan sampai lengah karena musuh bakal manfaatin keadaan itu, yup dalam hidup juga jangan sampai kita lengah apalagi dengan namanya si iblis :)

Berlomba-Lomba Tampil Menjadi yang Terbaik dan Pencetak Gol Terbanyak. Seperti David Villa, Messi, Casillas, Ronaldo, Klose, Rooney, Huguain, sederetan bintang sepak bola yang berprestasi dalam menjadi yang terbaik dan pencetak gol. Pertandingan butuh strategi dan inisiatif yang mantab. Seperti saat Villa mau memasukan bola ke gawang portugal, strategi dan inisiatif yang mantab bola yang dikira bakal ke depan eh tahu-tahunya di bawa kebelakang lalu putar ke samping and menghasilkan gol. Sebagai anak Tuhan, pastinya kita enggak mau kalah dalam menyusun strategi dan inisiatif.

Menjadi Teladan. Untuk hal yang satu ini pastinya kita udah paham. Sikap dan perkataan saat bertanding mencerminkan karakter.

Pantang Menyerah. Kalau saja negara-negara yang kalah pada memutuskan untuk tidak pernah ikut World Cup lagi, hahaha mau jadi apa yah? Hehe. Mau kalah atau menang enggak pernah menyerah, sapa tahu world cup berikutnya bisa jadi pemenangnya.

Harus Cepat Dalam Menganbil Keputusan Tanpa Membahayakan. Ketika bola berada di kaki kita, apa yang harus kita lakukan? Apakah di-oper ke belakang, samping or depan partner kita atau kita sendiri yang mencoba mencetak gol. Keputusan yang tepat dapat membawa dampak yang baik

Cepat Mengampuni Lawan/Musuh. Seberapa diantara kita yang cepat mengampuni dan melupakan? Hal yang paling saya kagumi saat pertandingan bola dunia enggak ada yang namanya berantem layaknya PERSIJA. Kalau kita perhatikan pertandingan demi pertandingan bola dunia pasti ada yang namanya sikut-sikutan, dorong-dorongan, tarik baju lawan, tendang sana-sini dan itu menyakitkan sampai-sampai bisa jatuh bahkan cidera. Tapi kenyataannya tetep sportif, dalam akhir pertandingan tetep tuker-tukeran baju. Coba kita, liat mukanya saja rasanya kesel, boro-boro tukeran baju, :) terlebih lagi mendoakan..

Berbesar Hati Menerima Kekalahan & Membenahi yang Perlu Dibenahi. Negara apapun yang kalah, pasti mau bersalaman sama tim yang menang dan enggak hanya itu saja bahkan pelukan persahabatan pun mau mereka lakukan. Serta membenahi yang perlu membenahi. Contohnya David Villa minta maaf sama orang yang enggak sengaja dia tampar pas pertandingan dan tukeran baju pula :)

Berani Menerima Apapun Resikonya. Kalau melakukan kesalahan, terimalah resikonya seperti dapat kartu kuning/merah^^

Team Work/Setia Kawan/Trust Your Friend. Tim matador yaitu Spanyol strikernya – David Villa sangat diunggulkan. Tapi dia enggak pernah mau kerja sendiri. Saat melawan Chili, gol kedua dicetak oleh Iniesta karena kontribusi dari Villa. Yup kuncinya team work dan trust your friend.

Bangkit Dari Kekalahan. Beberapa negara ketika kalah mereka jarang menyesali yang udah terjadi, tetapi mereka smangat membuat strategi baru untuk bangkit dari kekalahan. Yup, kekalahan bukan akhir segalanya.

Mengharumkan Bangsa dan Negara. Oh Jesus, beruntung sekali ketika seseorang berkesempatan mengharumkan bangsa dan negaranya di mata dunia. Kiranya anak-anak Tuhan khususnya di Indonesia dapat mengharumkan negara dan menjadi berkat dari hal kecil dengan membawa perubahan yang besar.

Intinya kalau iklan Visa bilang : “4 tahun sekali di pertemukan untuk bertanding pada akhirnya tidak peduli siapa yang menang yang pasti bola telah mempersatukan dunia.” Wow, keren!! seperti FEC yang setahun sekali mempersatukan anak-anak mudanya Tuhan. Intinya beberapa poin positif yang cukup menyita waktu para pembaca ini bisa di terapkan di kehidupan sehari-hari. Saya sendiri juga terus belajar dan jika poin-poin positif ini makin mantab saya praktekkan, semakin lengkap saya disempurnakan olehNya =)

Ditulis Oleh RS_FOS Community

Belajar Dari Pelangi Biru

Category : Lifestyle

“Suster, kenapa namaku Joy” Tanya seorang gadis kecil berusia 5 th.

“Joy berarti kebahagiaan, orang tua mu menghendaki kamu selalu bahagia” jawab suster Marta, pengasuh sebuah panti asuhan.

“Tapi aku tidak pernah merasa bahagia, aku tidak suka nama itu” bantah Joy

“Aku mau ganti nama. Ganti namaku Suster. Gantilah dengan apa saja!” pinta Joy

“Apalah arti sebuah nama, sayang” jawab suster Marta. Lalu ia melanjutkan “Ada sebuah kisah, ada seorang wanita bernama Naomi yang telah kehilangan suami dan kedua anak laki-lakinya. Naomi pulang kembali ke negeri asalnya bersama seorang menantunya yang sangat setia. Karena kepahitan hidup yang ia rasakan, ia mengganti namanya menjadi Mara. Tapi pada akhir hidupnya Tuhan memberikan kebahagiaan dan sukacita kepadanya”.

“Cita-cita dan tujuan hidupku adalah untuk balas dendam” kata Mara dengan tatapan dingin.

“Tidak bisakah kita kembali seperti dulu, bahagia pada masa kanak-kanak kita. Lupakanlah masa lalu mu Joy” pinta Renata

Mara yang adalah Joy teringat kembali akan masa kanak-kanaknya di sebuah Panti Asuhan.

“Joy sini” Renata menarik tangannya. “Kau lihat garis melengkung itu” tunjuk Renata.

“Indah sekali” seru Joy. “Itu pelangi, sehabis hujan selalu muncul pelangi. Kau tau apa artinya” Tanya Re. Joy menggeleng. “Artinya setiap kesedihan kita akan berlalu, sama seperti hujan yang akan berlalu dan digantikan dengan pelangi. Pelangi itu seperti janji Tuhan, yang akan memberikan kita kebahagiaan”. “Kau suka warna apa Re?” Tanya Joy. “Aku suka warna biru” dengan senyum mengembang Re mengatakannya.

***

Pelangi Biru karya Agnes Jessica adalah  novel yang aku baca pada saat weekend beberapa minggu yang lalu. Karena sangat seru aku menghabiskan satu setengah hari untuk membacanya. Ceritanya sungguh sangat tragis. Seorang gadis kecil berusia 4 th yang melihat langsung pembunuhan papanya. Ia ditinggalkan oleh ibu kandungnya yang pergi ke luar negeri bersama seorang pria yang dicintai mamanya. Sebenarnya Joy dititipkan sementara ke teman mamanya. Tapi tante yang jahat itu meninggalkan Joy di sebuah Panti Asuhan setelah ia menghabiskan uang titipan mamanya Joy. Satu-satunya sahabat yang dimiliki Joy adalah Renata. Tapi Renata juga harus pergi meninggalkannya karena diadopsi. Joy tumbuh jadi gadis yang tertutup, tanpa kasih sayang dan penuh kebencian kepada keluarganya. Setelah dewasa Joy yang telah mengubah namanya menjadi Mara, menjadi penyanyi terkenal yang memiliki kesempatan besar untuk mewujudkan mimpinya yaitu balas dendam. Pertemuan kembali dengan Renata pun tidak dapat mencairkan kebencian yang dirasakannya selama bertahun-tahun. Bagaimanakah kisah selanjutnya? baca aja sendiri, hehehe…

Aku hanya ingin berbagi tentang apa yang aku dapat dari novel yang kubaca ini.

Pertama, tentang kasih yang merupakan kebutuhan terbesar dan utama untuk setiap orang. Sekaya apapun seseorang, sehebat apapun seseorang, tetap membutuhkan kasih.

1 Korintus 13:1- 3, 13

Sekalipun aku dapat berkata – kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan: dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Kedua, tentang bagaimana seseorang dapat memberi jika ia tidak pernah menerima. Bagaimana kita bisa mengasihi orang lain, jika kasih belum pernah kita rasakan. Definisi dari kasih aja kita gak tau. Banyak orang yang tidak bisa mengasihi bukan karena mereka tidak mau, tetapi karena mereka tidak tau bagaimana caranya mengasihi. Berbahagialah kita karena kita menerima dan merasakan kasih yang sempurna dari Tuhan. Yang memampukan kita untuk mengasihi orang disekeliling kita dengan kasih yang tulus. Tetaplah praktekan kasih dan mari ajarkan mereka yang tidak mengenal kasih untuk mengasihi.

Ketiga, tentang kasih yang dimulai dari pengampunan. Mengasihi berarti mengampuni. Tuhan mengasihi kita, kasih-Nya yang besar itu dibuktikan melalui pengampunan yang Dia berikan di atas kayu salib.

Mazmur 103:12

sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

Melupakan segala kepahitan yang kita terima dari orang-orang terdekat kita memang sulit tetapi bukan berarti tidak bisa. Menjadi tidak bisa jika kita hanya mengandalkan kasih yang kita miliki. Kita bisa mengampuni mereka dengan kasih yang tak terbatas dari Allah. Jangan curang, masa Tuhan sudah mengampuni kita tetapi kita tidak bisa atau lebih tepatnya tidak mau untuk mengampuni orang lain. Mengampuni orang lain harus dimulai juga dari mengampuni diri sendiri. Jangan meratapi diri terhadap kepahitan hidup yang kita rasakan atau menyalahkan diri sendiri terhadap kegagalan yang kita lakukan. Bangkitlah, selalu ada kesempatan untuk jadi lebih baik selama kita masih mau untuk memperjuangkannya.

Matius 18:33

Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Keempat, kebencian dan dendam hanya akan membuat diri kita sendiri lebih tersakiti. Orang yang hidupnya diliputi rasa kebencian dan dendam tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Melihat kebahagiaan aja tidak akan bisa. Ketika dia melihat kebahagiaan rasa yang akan timbul di dalam hatinya adalah rasa iri hati. Kenapa mereka bahagia? dan aku tidak. Dia akan cenderung berpikiran negatif terhadap orang yang menawarkan kebahagiaan yang tulus. Energinya, pikirannya dan hatinya hanya akan terkuras untuk memuaskan dirinya terhadap rasa kebencian. Setelah berhasilpun, dirinya tidak akan terpuaskan. Karena yang bisa memuaskan diri kita hanyalah kasih yang berasal dari Allah.

Kelima, tanpa Allah tidak ada yang namanya kebahagiaan.

Yohanes 14 : 6

Kata Yesus kepadanya : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

Why? Kok bertolak belakang banget yah dari kondisi / keadaan yang kita lihat disekelilingi kita. Banyak orang yang hidup di luar Tuhan yang merasakan kebahagiaan. Mereka sukses, kaya, terkenal, dibanggakan dan sepertinya tidak ada yang kurang. Tapi itu kan pendapat kita, yang cuma bisa kita lihat dari apa yang bisa dilihat. Apakah sama dengan pendapat yang mereka katakan, jika kita bertanya apakah kamu bahagia memiliki semua ini. Pasti jawabannya belum atau tidak. Belum, karena mereka berpikir masih ada yang belum ku raih, makanya aku belum bahagia. Tapi orang yang mengatakan tidak adalah orang yang betul-betul menyadari gak ada sesuatupun yang dapat membuat dirinya bahagia selain Tuhan. Dua orang yang saling mencintai akan bahagia saat akhirnya mereka bisa menikah dan hidup bersama. Tapi kebahagiaan yang mereka miliki hanyalah kebahagiaan yang egois, tanpa Tuhan di dalamnya. Meski kita sudah memiliki segalanya, tanpa Tuhan di dalamnya kita tidak akan  pernah benar-benar merasakan kebahagiaan. So, apakah pengertian kebahagiaan itu??

I get joy, joy in  my heart, Jesus given to me, and no one can destroyed…destroyed…destroyed..

Ditulis oleh RCA_FOS Community

Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta

Category : Lifestyle

Sebuah buku percikan tinta Grace Suryani dan Steven Halim – Tentang DIA, Aku, dan Kau, dalam Satu Cinta.

Begitu menyenangkan! Itulah kesan pertama yang akan pembaca dapati ketika membaca lembar-lembar awal dari buku bersampul merah dengan tinta warna emas ini. Dan lembar-lembar selanjutnya, kesan pembaca akan bertambah-tambah menjadi begitu mengagumkan, begitu patah hati, begitu menyebalkan, kemudian ,“waw! Bagaimana bisa bagian dari bab ini, bab itu dan bab selanjutnya adalah saya sekali?”

Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta adalah buku keempat Grace Suryani yang diterbitkan oleh Gloria Graffa. Dan seperti buku-buku sebelumnya, Grace tetap menggunakan bahasa yang sederhana dengan gaya “muda”. Salah satu hal yang menarik adalah ikut sertanya Steven Halim, alias suami Grace, dalam penulisan buku ini. Jadi sepasang suami istri menulis buku? Ah, bukankah itu biasa? Nanti dulu! Buku ini bukan sekedar kata-kata indah sepasang kekasih, tapi juga harapan, impian, luka, dan doa.

Kisah cinta Grace dan Halim juga adalah kisah cinta mereka dengan Tuhan. Setelah hati yang berkali-kali patah, mereka bertemu dan menjalani hubungan yang indah. Benarkah? Tidak juga! Berkenalan lewat dunia maya, pertemuan pertama di bandara, bukan awal yang sangat istimewa. Tapi hal-hal biasa inilah yang membuat mereka mengenal satu sama lain lebih dekat, dalam Tuhan.

Steven alias Tepen bukan tipe idaman Grace, pada awalnya. Namun Tuhan tidak pernah salah, demikian Ia menyatukan mereka dalam cinta-Nya. Sebelum Grace dan Tepen menjadikan buku ini sebagai suvenir pernikahan, mereka mengalami berbagai kejadian yang mereka tuliskan dengan jujur dan apa adanya. Inilah yang membuat cita rasa tersendiri dalam buku ini. Bila marah, mereka menulis kemarahannya, juga ketika sedih, kecewa, sakit hati, dan berbagai rasa manusia.

Grace menulis, “….Hati aku sakit. Sekarang lagi-lagi ini cuman sebuah impian yang mungkin harus kandas. Aku takut kecewa lagi, rasanya ada rasa nyeri di hati aku….” dan “…. Kadang aku merasa begitu cape. Begitu letih… Aku cape mencintai seseorang, dan kemudian harus meninggalkan perasaan itu. Kadang aku engga pengen jatuh cinta lagi…. Kadang aku begitu tergoda untuk menutup hatiku….

Dalam penantian, Grace dan Tepen terombang-ambing. Mungkinkah mereka akan memiliki pasangan? Mengapa jawaban Tuhan terasa lambat?

Doa Tepen, “….Tuhan, aku ingin punya pasangan hidup… sampai sekarang rekor kehidupan cintaku jelek sekali Tuhan. Masa iya aku akan single terus? Mama bilang aku pasti menikah karena aku sudah disekolahin tinggi-tinggi. Tapi kenyataanya, semua wanita menjauhiku… Tuhan, aku ingin tahu…, aku bakal menikah ngga sih? Kalo iya, sama siapa?….

Saat mereka kecewa, Tuhan tetap berbicara pada mereka. Mereka memiliki hari-hari penuh pengaharapan pada Tuhan, walaupun hal itu terasa sulit. Dalam buku ini, Grace juga menulis bagaimana ia menjalani hari-harinya sebagai seorang wanita dalam penantian. Bagaimana memiliki hubungan yang akrab dan mesra pada Tuhan, juga hal yang sangat penting dalam mengisi masa-masa dreaming time.

Cinta menjadi hal yang lucu dan seru dalam pena Grace dan Tepen, dengan inspirasi dari Tuhan tentunya. Maka tak heran bila mata pembaca berkaca-kaca, lalu tak lama kemudian bibir membuka dan membentuk sebuah tawa.

Grace berkata, “…. Aku… melihat… pacar aku… … memakai kaos singlet. Kreeeekkkk… praaannkkk. Bunyi retaknya suatu “bayangan” di otak aku… Hehehe. Aku bengong … Hah… retak sudah bayangan ksatria keren dengan pakaian rapi jali ala esmud (haree giniii pake “shining armor” mah, bisa dijadiin tontonan orang sekampung)….

Namun, dalam kebimbangan mereka, dalam impian yang hancur, Tuhan tetap memberikan mereka penghiburan lewat orangtua, sahabat, dan rekan-rekan mereka. Grace dan Tepen tetap memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, dan walaupun mereka memiliki impian untuk pasangan hidup, mereka tetap menyerahkan keputusannya pada Tuhan.

Buku ini bukan sekedar tumpukan kata yang mencapai 128 halaman. Buku ini sebagai pengingat Grace dan Tepen akan cinta mereka, untuk orang-orang yang dalam penantian ataupun yang sedang menjalani hubungan dengan pasangan masing-masing, serta sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang luar biasa.

Dalam tangis dan tawa, Grace dan Tepen toh akhirnya tetap berserah pada Tuhan.

Grace menulis, “…. Dan akhirnya Dia ingin kita mempuyai pengharapan di dalam Dia. Pengaharapan dan iman, bahwa Ia mengasihi kita and He’ll make everything beautiful than anyone can imagine :) …. Grace juga berkata, “….God, as usual… U’re my great big wonderful amazing God. Ini pujian yang dinaikkan di puing-puing reruntuhan impian, tapi seperti biasa You put a smile on my face :) ….

Kisah ini bukan hanya kisah Grace dan Tepen, tapi juga kisah Tuhan yang mempersatukan mereka. Masih banyak sekali hal yang menarik, yang haru, lucu, dan mengagumkan. Saat lamaran, persiapan pernikahan, bahkan dialog dua arah antara para penulis dengan Tuhan.

Apakah buku ini benar-benar sebegitu romantisnya? Kalau begitu baca saja, dan nilailah!

Buku Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta dapat dipesan online melalui FOSCOM ONLINE SHOP

Komentar dari beberapa FOSters ^^

“Pas pertama kali dapet buku ini.. whuaa aku sampe nunda kerjaan ‘n ngabisin baca buku ini dulu!! Soalnya isinya bikin penasaran banget.. Ringan tapi sekaligus ‘berisi’.. Pokoknya tiap anak-anak muda wajib baca buku ini, satu kutipan yang aku suka..

“Tanpa hubungan pribadi yang dalam dengan Tuhan, kita akan sulit sekali untuk belajar mencintai seseorang. Tanpa hubungan pribadi dengan Kristus, kita akan mudah untuk jatuh dalam kekecewaan, kemarahan, kepahitan dalam hubungan.”

Bener banget tuh^^ itu adalah dasar dari segalanya, dan buku ini mengingatkan kita akan hal itu, menyemangati kita untuk menjalin hubungan dengan ‘cara’nya Tuhan. Sungguh sebuah buku yang sangat inspiratif :)

>>Leony

“Bikin saya cepet2 buka laptop buat ngetik puisi cinta tentang saya dan Tuhan :D

Mengagumkan dan melekat! Ah, saya tidak sedang menghantarkan puja dan puji, saya hanya tidak bisa menulis komentar yang bertolak belakang dari haru dan kagum saya!”

>>Evi

“Banyak hal yang bisa didapati ketika membaca cerita cinta yang Tuhan tulis dalam hidup Kak Grace. Kisah yang dibawakan begitu natural dan apa adanya, terkadang akan membuat kita larut ddidalamnya sehingga akan muncul senyuman, tawa bahkan haru bagi yang membacanya. Dari setiap sisi, dan dari berbagai sudut pandang pembaca, aku yakin tiap orang akan menemukan suatu hal yang berbeda. Tentu saja, berbagai pelajaran kehidupan yang akan kita peroleh lewat buku ini, bisa diaplikasikan dalam berbagai alur kehidupan lainnya. Tidak hanya dalam penantian pasangan hidup, tetapi juga dalam persahabatan, keluarga, lingkungan sekitar, dll.

So, pastikan Tuhan yang menulis cerita Cinta dalam kehidupanmu. Sebab, didalam Dia, maka Ia akan membuat segala sesuatu indah pada waktu Nya..”

>>Yuvita

“Pertama kali baca bukunya Ci Grace yang Tuhan Mengapa Aku Harus ke Cina, itu mantep banget ‘n menginspirasi banget. Nah, pas baca bukunya Ci Grace yang Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta ini lebih mantep lagi, lebih menginspirasi aku sebagai seorang wanita. Gaya ceritanya bertutur seperti orang muda yang gaul, apa adanya, terbuka ‘n gak lebay. Di buku ini banyak mengajarkan hubungan yang penuh kasih dengan Tuhan sehingga kita mampu mengasihi orang lain dengan tulus dan tanpa ragu, juga mengajarkan bagaimana membangun hubungan dengan lawan jenis yang berkenan di hadapan Tuhan. Pokoknya kisah hidup Ci Grace dan Ko Tepen yang ditulis di buku ini sangat memberkati banget! Gak nyesel pernah baca buku ini =D”

>>Yunita

“Buku yang kubaca ini merupakan penghiburan yang Tuhan berikan untukku, karna ceritanya agak mirip. Aku suka doa mengenai pasangan yang diucapkan ci Grace kpd Tuhan, doanya bener2 mantep. Terus mengenai mencintai pasangan dgn cinta yang dari Tuhan, bukan cinta yang berasal dari diri kita sendiri. Belajar mencintai pasangan dengan takut akan Tuhan. Karna seperti yang Tuhan bilang bahwa dia berharga bagi Tuhan sama seperti diri kita yang berharga bagi Tuhan. Dan kita harus terlebih dahulu memahami bahwa kita utuh di dalam Tuhan, bukan utuh setelah kita memiliki pacar, menikah dan memiliki keluarga baru. Dan yang sangat kusuka adalah saat kita memutuskan pacaran dgn seseorang, saat kita yakin bahwa hubungan itu menyenangkan-Nya dan membawa berkat untuk sekeliling kita. Untuk itu lebih selektif dalam membangun hubungan karna hubungan yang kita bangun bukan cuma hubungan antara kita dan dia. Tetapi hubungan antara aku, dia, Dia dan org2 di sekeliling kita.”

>>Rice

Pilihan Pelangi

Category : FOSters Creativity, Lifestyle

Namanya Pelangi. Ia hidup di bumi dan karenanya ia juga memiliki pilihan-pilihan seperti makhluk bumi lainnya, manusia.

Pelangi dapat dengan bebas menaruh adiknya di atas lemari, sehingga sang adik dapat berhenti mengacaukan pembuatan makalahnya. Namun Pelangi memilih untuk bermain bersama adik kecil selama lima belas menit, lalu berkutat kembali di depan komputer.

Berbohong sedikit pastilah hal yang lumrah untuk gadis seusianya, lagipula Mama tidak akan mengerti bahwa semua gadis di dunia membutuhkan itu. Tapi Pelangi memilih mengaku pada Mama bahwa ia mengambil selembar uang berwarna biru untuk membeli parfum, walaupun ia tahu bahwa pengakuan itu berarti tidak akan ada uang saku selama tiga hari.

Setelah putus, Pelangi dapat menjalin hubungan yang lebih berani, lebih menghebohkan, untuk menunjukkan pada mantannya, pada kekasih mantannya, bahwa ia adalah salah satu gadis terkenal dan dapat dengan mudah mencari pengganti. Tapi Pelangi memilih untuk menunggu, dan menanti yang terbaik untuknya.

Selalu ada kesempatan untuk mengintip “majalah kaum dewasa” milik seorang penghuni kelasnya, namun Pelangi memilih untuk menutup mata walaupun ia penasaran juga.

Pergi ke Mall pada hari Minggu bersama teman-teman yang lama tak ditemuinya pastilah amat sangat menyenangkan, tapi Pelangi tetap memilih untuk beribadah di gereja walau ia tahu, ia akan dicap sebagai “si sok rohani”.

Pelangi tak dapat memilih di keluarga mana ia akan dilahirkan, dibesarkan. Tapi ia dapat pergi dari rumah dan bila beruntung, ia akan diasuh oleh keluarga tanpa “piring terbang”. Meskipun demikian, ternyata Pelangi memilih untuk bertahan, dan tetap berlutut dalam doanya.

Ia tidak dapat menentukan, apa yang akan terjadi esok hari, untuk hal apa lagi air matanya akan tertumpah. Ia bisa mengambil sebotol obat serangga dan meminumnya dalam sepuluh detik. Tapi ia memilih untuk berharap dan percaya pada Sang Pencipta yang menciptakan hari-hari dalam hidupnya.

Begitu banyak pilihan, sangat membingungkan. Tidak semua pilihan yang dipilih membuat Pelangi senang, tenang, puas diri. Kadang ia merasa takut, khawatir, tertuduh, benarkah ini atau itu adalah pilihan yang tepat?

Meskipun pikiran dan hati Pelangi bingung, dan semakin bingung dengan semua pandangan dan pendapat berjuta orang di sekelilingnya, tapi hidup bagi Tuhan tak pernah disesalinya. Pelangi selalu memiliki pillihan. Ia bisa saja lari, sembunyi, menolak. Tapi Pelangi memilih untuk menghadapinya. Benar-benar tak ragu sedikitpun ia, bahwa hidup bagi Tuhan yang begitu mengasihi Pelangi, adalah pilihan yang paling menyenangkan untuknya. Pilihan yang kadang sulit… Tapi sulit bukan berarti tidak mungkin kan?

Pelangi sudah memilih. Nah, bagaimana denganmu?

Ditulis Oleh ENS_FOS Community

Di Balik Sebuah Lagu

Category : Lifestyle, Simply Articles

note_symbol_1Hmmm, lagu itu apa sih? Lagu itu yang sedang terjadi sama orang bingung antara ya atau tidak, ya ga sih?? Hahaha,,itu sih ragu alias ragu-ragu ya (jayus yak??? Hehehe). Di dunia ini mungkin ada ribuan atau jutaan bahkan bisa lebih lagu tercipta. Lagu tercipta dilatarbelakangi dengan banyak perbedaan. Ada yang menciptakan lagu karena terinspirasi sama seseorang atau sesuatu atau terhadap kejadian yang pernah terjadi. Bisa juga lagu dilatarbelakangi sebuah curahan hati seseorang akan kasih yang ia punya atau orang yang dicintai (uiihh,, so sweet *-*). Seperti halnya juga lagu rohani. Pencipta lagu rohani menciptakan lagu rohani terinspirasi dari karya tangan Tuhan di hidup mereka. Disini, aku mau bahas latarbelakang beberapa lagu rohani yang mungkin sudah agak jadul, hehehe, dan mungkin sudah sedikit terlupakan. Aku kagum akan kisah cerita dibalik lagu ini. Mau tau apa lagunya dan ceritanya? Yuk, baca selanjutnya.

Ada yang sudah pernah dengar lagu “It Is Well With My Soul”? Yup, itu Lagu dikarang oleh Horatio Spafford. Lagu itu adalah salah satu Lagu himne NKB 195. Lagu ini diciptakan oleh Horatio setelah kejadian-kejadian traumatik yang dialami oleh Horatio. Yang pertama adalah kematian putra satu-satunya pada tahun 1871, lalu tak lama setelah itu terjadi kebakaran besar di Chicago yang menghancurkan keuangannya (Horatio adalah seorang pengacara sukses sebelumnya). Tahun 1873, ia berencana untuk bepergian bersama keluarganya dengan S.S Ville Du Havre (nama kapal), tetapi akhirnya ia menyuruh keluarganya pergi duluan karena masih ada pekerjaan. Sampai suatu hari, Horatio menerima telegram dari Wales- waktu itu tahun 1873- yang ternyata dikirim oleh Anna, istrinya dan hanya berisi dua kata. Saved. Alone (Selamat. Seorang diri). Ternyata, kapal yang ditumpangi oleh istri dan keempat putrinya (Annie, Maggie, Betsy, Taneta) mengalami kecelakaan dan tidak bisa diselamatkan. Horatio bergegas pergi ke Wales untuk mengunjungi istrinya. Di sepanjang perjalanan menyusuri samudera Atlantik, suatu malam, sang kapten kapal memanggil Horatio untuk menunjukan bahwa mereka berada di lokasi tempat tenggelamnya Ville Du Havre, kapal yang ditumpangi oleh istri dan anak-anaknya. Horatio memandang lokasi itu. Dan, hatinya tersayat. Waktu itulah ia menulis syair di bawah ini : Contunue Reading

Lets Stand Up for Jesus!

Category : Lifestyle

willyouApa yang  kita rasakan saat mendengar seruan “Let’s Stand Up For Jesus!” ? mungkin sebagian dari kita akan merasa sangat bersemangat. Ok, ayo kita berdiri bagi Yesus! Tapi berapa diantara kita yang benar-benar mengerti arti kata berdiri bagi Yesus? Kadang, kata-kata Let’s Stand Up for Jesus hanya terdengar sebatas sebuah slogan dari sebuah gerakan yang mungkin enggak berarti apa-apa. seperti slogan-slogan musiman yang hanya diserukan ketika sedang ramai dibicarakan.

Bukan.. Ajakan “Mari Berdiri Bagi Yesus!” bukan sebuah sebuah slogan, ini sebuah pertanyaan pribadi dan tidak perlu banyak bicara untuk menunjukkan bahwa kalian mau mengikuti ajakan ini, hanya diperlukan hati yang sungguh-sungguh mau dan perbuatan yang mengikutinya.

Di pihak Iblis, banyak yang rela mati bagi dia.. Yup, banyak yang tanpa sadar berani mengorbankan nyawa demi Iblis, peristiwa J.W Marriot dan Ritz Carlton kemarin contohnya. Di sisi Yesus? Ada yang berani rela mati bagi Dia? Banyak mungkin, tapi simak ini : Yesus tidak butuh kita mati bagi Dia, karena Dia telah mati bagi kita supaya kita HIDUP. Yang Yesus rindukan adalah anak-anak-Nya yang BERANI HIDUP bagi kemuliaan Nama-Nya, yang mau menjadikan HIDUPnya sebagai kesaksian bagi orang lain, supaya orang lain tahu Sumber Kehidupan yang sesungguhnya. Supaya dengan kesaksian HIDUP kita Iblis dapat dikalahkan.

Let’s Stand Up for Jesus bukan pertanyaan apa kau berani mati bagi Dia, tapi apa kau berani berdiri bagi Dia-Hidup bagi Dia? Let’s Stand Up for Jesus bukan sebuah gerakan, tidak perlu melihat apa jawaban orang lain untuk menentukan jawabanmu sendiri, tidak perlu tunggu ketika kata-kata ini ramai dibicarakan hingga kau mau menyerukannya.

Karena berdiri bagi Yesus bukan perkara berani menerima berkat tapi berani berkorban bagi-Nya..

Berdiri bagi Yesus itu berarti mau meletakkan hidup kita bagi kemuliaan Nama-Nya

Berdiri bagi Yesus itu berarti berani untuk melakukan hal yang berbeda dari dunia dan mau dipermalukan karenanya

Berdiri bagi Yesus itu berarti bersedia untuk diubahkan seturut kehendak-Nya walau perubahan itu membuat kita menangis

Berdiri bagi Yesus itu berarti berani mengambil tindakan untuk memberitakan Firman

Berdiri bagi Yesus bukan hal yang mudah, bukan hal yang menyenangkan, bahkan akan sangat menyakitkan, dan akan ada banyak tetesan air mata..

Jadi, masih maukah kalian berdiri bagi Dia?

Masih maukah kalian berdiri bagi Dia yang ribuan tahun lalu telah lebih dulu berdiri dan berkorban untuk menghapus dosamu?

Maukah kalian benar-benar  berdiri bagi Yesus?

Will you?

Takkan Melebihi Kekuatanku

Category : Lifestyle, inFOStainment

Tempatku berharap
Tempatku berseru
Tempatku berserah, hanya Kau Yesus
Dalam kesesakan,
Kau beri kelegaan,
Kau b’ri penghiburan dan kekuatan
Reff:
Kaulah Tuhan, tempatku berseru,
Tempatku berserah, Kaulah Harapan
Kaulah Bapa yang paling mengerti
S’gala yang terjadi tak kan melebihi Kekuatan ku

Hai Para FOSTERS mania, apa kabar nih? Kembali lagi dengan Review dari FOS Community. Kali ini FOS Community me-review lagu-lagu dari band rohani Lifetree. Lifetree juga salah satu band yang menjadi inspirasi buat anak-anak FOS. Banyak lirik dari lagu-lagu Lifetree yang memberikan inspirasi kepada anak-anak muda untuk terus berharap kepada Tuhan Yesus Kristus. Seperti salah satu lirik lagu yang di atas. Lirik lagu di atas menggambarkan kalau kita sebagai anak Tuhan selalu berharap penuh kepada Tuhan, Di dalam keadaan sukacita ataupun dalam keadaan kesesakan. Karena hanya Tuhan Yesus yang tidak pernah mengecewakan anak-anak-NYA, hanya Tuhan Yesus yang menjadi jawaban dan pengharapan di dalam hidup kita. Karena segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita tidak akan pernah melebihi kekuatan kita. Itu yang kita tangkap dari maksud lagu ini. Seperti pada 1 Kor 10:13

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia, sebab ALLAH setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Selain itu juga masih banyak lagu dari Lifetree yang berasal dari album Brand New Day dengan lagu pujian dan penyembahan yang luar biasa seperti Ku Haus Pada-MU, Raja di Hidupku, Adakah Yang Sebanding Dengan-MU dan masih banyak lagi. Selain album Brand New Day, album sebelumnya yang berjudul Life Changing juga berisikan lagu penyembahan dan pujian yang luar biasa. Cobain aja deh langsung dari CD album-album mereka, lagu-lagu mereka cocok banget di telinga anak-anak muda dan yang pasti lirik-liriknya sangat memberkati.

hanya kepada-Mu

Stand Up For Jesus

Category : Lifestyle, inFOStainment

The Jesus’ Generation Statement of Faith

“Let the earth rejoice, see the risen King

On the clouds of praise, He’s exalted forever

We will rise with Him, Son of Righteousness

And the earth will shake in the glory of heaven…

See the heavens open wide, and His glory like a flood

Fill the earth with Salvation…

See the nations take His hand, and in righteousness they stand

This is Jesus Generation…” (Jesus Generation – Hillsong United “My Best Friend”)

Lagu ini  pertama banget saya dengar waktu SMA dulu. Udah sekitar 6 tahun sejak saat itu, tapi aslinya album ini udah dari tahun 2001. Jadi lagu ”Jesus Generation” ini udah ada dari 8 tahun yang lalu. Beberapa waktu saat saya denger lagi lagu ini, saya jadi inget pertama kali saya denger lagu ini saya menangis terharu. Koq kayaknya mantap banget yah kalo emang kita jadi generasinya Tuhan Yesus seperti yang dinyanyikan di lagu ini, generasi yang memegang tangan-Nya dan berdiri dalam kebenaran-Nya, bahkan generasi yang mengguncang dunia dengan kemuliaan surga.

Awal SMA dulu, jadi momen paling manis kalo dikenang. Saat dimana Tuhan jamah hati saya dan membuat saya menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. All things seem so beautiful, even the dark clouds can be seen as daylight. Well, waktu berjalan dalam sejarah rohani hidup saya. Akhirnya saya ngalamin juga yang namanya meninggalkan kasih mula-mula itu, hidup terasa hambar, hati jadi kering, ada masalah dikit langsung protes sama Tuhan, ada rasa ingin kembali aja jadi orang biasa yang menjalani hidup lamanya seperti nggak pernah kenal hal-hal rohani.

Saat saya mulai tinggalin kasih mula-mula, saya mulai berhadapan dengan realita bahwa di dunia Kekristenan ini ternyata banyak banget orang munafik, yang akhirnya bikin saya tambah kecewa. Boro-boro punya hati lagi buat berdoa dan nangisin jiwa-jiwa bagi keselamatan mereka, ngurusin sakit hati dan kekecewaan pribadi aja udah nggak kuat. Contunue Reading

Freedom Writers Movie Review

Category : Lifestyle

fWriter2Hai para Fosters mania, kali ini FOS Community review tentang film “Freedom Writer”. Freedom writer ini merupakan film yang menjadi inspirasi juga oleh para fosters. Film Freedom Writer dibuat berdasarkan buku “ Freedom Writer Diary”  yang terbit pada tahun 1999. Film ini dimainkan oleh Mario sebagai Andre Brion, Hillary Swank sebagai Errin Gruwell dan didukung pemain lainnya. Film Freedom Writer ini mengisahkan tentang kehidupan gangster yang ada di Amerika.  Pada tahun 1999 silam, di Amerika terjadi perselisihan gangster yang memperjuangkan warna kulit, kebanggaan dan kehormatan bagi kaumnya sendiri. Di Longbeach tahun 1994, tepatnya di Wilson Senior Highschool, anak-anak siswanya memisahkan diri mereka menjadi golongan kamboja, kulit hitam, kulit putih, dan orang latin. Mereka masing-masing memperjuangkan golongan mereka dan akan selalu membela golongan mereka apapun yang terjadi. Tidak heran pada waktu itu, banyak anak-anak SMA yang membawa senjata yang digunakan untuk melindungi diri mereka. Karena untuk keluar dari rumah, itu merupakan ancaman bagi hidup mereka. Sampai suatu saat ada seorang guru yang mengajar di Wilson Senior Higschool yang bernama Errin Gruwell, yang mengajar anak-anak di ruang 203. Selama Errin mengajar, dia berusaha untuk mengubah cara berpikir anak-anak itu. Untuk kembali bersatu tanpa melihat perbedaan yang ada.

Errin Gruwell memberikan mereka buku harian, dimana setiap anak bisa menuliskan kisah mereka didalam buku itu. Dan apabila kisah mereka bersedia untuk dibaca oleh Errin Gruwell, mereka bisa menaruhnya dilemari kelas mereka. Awalnya Errin Gruwel merasa tidak yakin akan caranya ini, karena dia sama sekali tidak mendapat dukungan dari sekolah ataupun dari keluarganya sendiri. Contunue Reading