Featured Posts

Lagi Patah Hati? Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya 'patah hati' entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin...

Read more

Tekhnik Membelah Roti Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam?...

Read more

Jadilah Tenang Hari ini, pas lagi membaca sebuah buku, ada sebuah cerita yang menarik bagiku, agak sedih sih, tapi kita bisa belajar sesuatu dari kisah ini. ... Seorang janda miskin bernama Siu lan memiliki seorang...

Read more

Yang Meringankan Segalanya Kejadian 29:20 "Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel." Wah, karena cintanya...

Read more

Mengampuni Orang Yang Menyakiti Kita? Enggak Adil! Mengampuni masalahnya bukanlah pada siapa yang menyakiti, tapi pada sakit hati itu sendiri. Yang menyakiti kita bisa siapa saja, bisa orang asing, bisa pendeta, bisa keluarga atau bahkan orangtua kita...

Read more

twitter

Follow on Tweets

  •  

Tensoplast di Jari Tuhan

Category : Simply Articles, renungan

Aku melihat banyak pintu – pintu di depanku

Pintu – pintu yang menarik dan bersinar

Pintu – pintu yang menjanjikan banyak hal indah di baliknya.

Dan aku melihat banyak orang berdiri di sampingku

Dan aku melihat mereka berjalan menuju tiap – tiap pintu

Dan mereka masuk melewati pintu itu menuju masa depan di baliknya

Aku berdiri termenung di depan pintu – pintu itu

Dimanakah pintu yang harus kulewati?

Dan apakah ada pintu yang terbuka untukku?

Lihatlah, ada pintu yang setengah terbuka

Tapi…pintu itu terlalu bagus..sangat bagus

Pintu itu terlalu bagus bagi orang sepertiku

Mungkin pintu itu terbuka untuk orang lain

Mataku mencari pintu lain…yang lebih sederhana

Mungkin pintu yang terletak di pojok…

Mungkin pintu yang ukurannya paling kecil…

Mungkin pintu kayu polos tanpa hiasan…

Aku berjalan dari ujung ke ujung mencari pintu milikku

Tapi, setiap aku melewati pintu itu, aku selalu bertanya – tanya

Apa yang ada di baliknya?

Bolehkah pintu itu menjadi milikku?

“ Cukup!!!”

“ Pintu yang setengah terbuka itu menggangguku!!”

“ Pintu itu membuatku memimpikan banyak hal yang bukan milikku!!”

“ Lebih baik kututup pintu itu dan berhenti memimpikannya!!”

Kubanting pintu itu sampai menutup…BRAKKKKK……..aduh……

Hmmm…apakah aku mendengar suara orang mengaduh???

Hmmm….mungkin hanya perasaanku???

Dan aku duduk di depan pintu – pintu itu, menunggu pintu milikku terbuka

Dan lihatlah, Yesus datang menghampiriku

Dia memegang tanganku dan menarikku berdiri

Aku terheran –heran ketika melihat tanganNYA

Mengapa ? Karena kulihat ada tensoplast di jari tangannya

Tensoplast bermotif garis – garis kulit zebra

“Tuhan, mengapa jariMU terluka? Siapa yang melukaiMU ?”

“ Oh, jariKU tadi terjepit pintu..”

“ Terjepit pintu? Kenapa itu bisa terjadi Tuhan?”

“ Sebenarnya AKU sedang menunggu seseorang di balik salah satu pintu ini. AKU membukakan sedikit pintu itu untuknya supaya dia tahu AKU menunggu di baliknya. Tapi, dia tidak juga membuka pintu itu. “

“Tadinya akan KUbuka pintu itu lebih lebar tapi waktu AKU memegang pintu itu, tiba – tiba pintu itu terbanting menutup dengan keras. Dan karena itulah AKU memakai tensoplast ini.”

“ Dan karena orang itu tidak datang menemuiKU, AKU datang menjemputnya untuk bersama-sama melewati pintu itu ke masa depan yang KUjanjikan”

PS : Mungkin kita merasa masa depan kita suram dan Tuhan tidak akan memberikan masa depan yang berkemenangan. Mungkin kita merasa visi yang Tuhan berikan terlalu bagus untuk kita. Jangan tutup pintu itu karena merasa kita tidak layak untuk melewatinya atau karena kita merasa pintu itu bukan untuk kita. Karena Tuhanlah yang membuka dan menutup pintu, bukan kita..

Ditulis oleh Tukang Bakmi

Karena Allah adalah Kasih dan Kita adalah AnakNya

Category : Simply Articles, renungan

Suatu saat aku diajak mampir sama papa untuk beli makanan burung. Di tempat itu, banyak sekali burung-burung yang dikurung dalam sangkar. Dan beberapa dari burung itu aktif berloncatan, ke kiri, ke kanan, ke atas, dan ke bawah, sembari mengepak-ngepakan sayap mereka.

Tiba-tiba terpikirkan suatu hal, seandainya burung itu dikurung dalam sangkar begitu lama, bahkan mungkin semasa hidupnya, kira-kira saat dilepaskan dari sangkar ke alam liar, apakah mereka dapat terbang dengan baik dan leluasa ?? Apakah sayap-sayap mereka masih bisa berfungsi dengan baik yah ??

Hayooo dijawab atuh, kira-kira bisa nggak yah ??

Jawabannya adalah BISA, karena aku melihat dengan mataku sendiri, burung yang telah lama dikurung dalam sangkar, saat dilepaskan, dia terbang, walaupun butuh beberapa menit untuk melatih sayapnya.

Burung itu bisa terbang, karena memang pada hakikatnya burung itu makhluk yang diciptakan untuk terbang (tentu saja selain burung penguin dan burung unta yah..hehehe). Burung memang diciptakan Tuhan untuk menghiasi langit dengan keindahan bulu dan sayapnya. Entah seberapa lama burung itu dikurung dalam sangkar, yang bahkan kecil sekalipun, yang mengkungkung kebebasannya untuk dapat terbang, pada saatnya dia dilepaskan atau melepaskan diri dari sangkar itu, dia pasti akan terbang juga. Itulah gunanya sayap pada burung.

Fosters, pernah terpikirkan nggak di benak kamu, apakah pembunuh sadis yang melakukan mutilasi pada setiap korbannya bisa menangis saat ada seseorang yang mengasihi dia, atau bahkan bisakah seorang mafia bayaran bengis dan terkenal kejam menunjukan kasihnya kepada nenek renta untuk menyebrang jalan ?

Aku percaya bahwa kasih adalah hakikat kita, sama seperti burung yang memilik sayap untuk bisa terbang, Tuhan memberikan kita hati untuk bisa mengasihi. Allah adalah kasih, dan karena kita segambar dan serupa dengan Dia, maka harusnya kita juga mewarisi kasih itu. Kasih itu bersifat kekal dan itulah hakikat kita.

Kadang permasalahan hidup yang berat, berada dalam keluarga yang sama sekali tidak menunjukan kehangatan kasih keluarga, berada di lingkungan kerja yang saling sikut dan bos yang galak, jauh dari orang tua, jauh dari rumah, jauh dari sahabat-sahabat yang mengasihi dan kita kasihi, dan belum menemukan pasangan hidup yang dari Tuhan, membuat kita tidak bisa “mengepak-ngepakkan” sayap kasih kita. Semua itu mengekang kita, membuat hati kita beku, membuat kasih seakan-akan jauh dari hidup kita, dan nggak jarang membuat kita frustasi bahkan beberapa orang rela mengakhiri hidupnya hanya karena tidak ada yang mengasihinya atau karena cintanya ditolak sang pujaan hati. Belenggu-belenggu dan “sangkar” itu acapkali membuat kita lupa bagaimana mengasihi dan mengerti apa kasih itu. Kasih menjadi dingin, hati menjadi mati rasa dan hidup menjadi sangat tidak nyaman. Tidak ada yang betah di dalam “sangkar”, bahkan burungpun ingin bebas dari sangkar.

Tapi jangan lupa, kalo kasih itu bersifat kekal di hidup kita, karena kasih adalah hakikat kita, Love is a life. Have a love to get a life, and have a life to give a love. Selama masih ada hati, kita masih sangat mungkin untuk mengasihi. Akan ada saatnya pintu “sangkar” itu dibuka, dan kita bisa dengan bebas “mengepak-ngepakan” hati kita untuk kembali merasakan kasih itu. Bahkan saat kita di dalam “sangkar” itupun toh kita masih bisa melatih “mengepak-ngepakkan” sayap kasih kita.

Seberat apapun masalah mengurung hati kita, sebesar apapun “teralis-teralis” kehidupan berusaha mematikan kasih kita, jangan sampai kasih kita menjadi dingin. Bukalah hatimu selebar-lebarnya di dalam sempitnya “sangkar” yang ditempatkan untuk kita. Karena dibalik masalah yang menghimpit dan cukup sempit itu ada kasih yang senantiasa ada untuk kita, Kasih yang besar dan tak terhingga.

Kita ada karena kasihNya. Dan kita ada untuk mengasihi Dia dan sesama kita, tidak peduli “sangkar” apa yang coba mengurung kita. Karena kasih adalah hakikat, dan kasih itu melampaui segala sesuatu.

Selama burung masih memiliki sayap, dia masih dapat terbang walaupun terkurung sedemikian lama. Selama kita masih memiliki hati dan memiliki Yesus yang akan mengasihi kita selama-lamanya, selama itulah kasih itu akan dan harus terpancar dalam hidup kita.

Karena Allah adalah kasih, dan kita adalah anakNya.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. “ (1 Yohanes 4:7-8)

Ditulis oleh KSW_FOS Community

Yang Meringankan Segalanya

Category : Asides, renungan

Kejadian 29:20
“Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.”

Wah, karena cintanya yang begitu besar kepada Rahel sampai-sampai Yakub yang disuruh bekerja tanpa gaji selama tujuh tahun itu menganggapnya seperti beberapa hari saja! Ternyata dari semenjak dahulu kala, cinta merupakan kekuatan terbesar yang bisa membuat seseorang melakukan sesuatu yang sulit menjadi terasa mudah.

Seperti itulah seharusnya kita mentaati Firman Tuhan.. Mungkin memang kadangkala kita merasa sangat sulit untuk melakukan hal yang benar. Tapi jika kita mencintai Tuhan dengan sungguh-sungguh segala sesuatu menjadi begitu mudah. Saat kita pelayanan di Gereja kita tidak lagi berpikir itu sebuah beban/ kewajiban, saat kita melakukan hal yang jujur dalam pekerjaan kita, kita tidak lagi merasa tertekan, saat kita harus melakukan yang berbeda dengan teman-teman sekolah/kuliah kita yang lain (tidak mencontek misalnya) kita tidak lagi merasa kuatir atau takut, saat apapun yang berat yang harus kita lakukan untuk kemuliaan Nama Tuhan semua terasa begitu ringan.. Karena apa? Karena cinta… Karena kasih yang kita miliki bagi Dia…

Itulah yang sesungguhnya Bapa kita inginkan, kita melakukan segalanya bagi Dia atas dasar Kasih…

Saat ini, jika engkau memiliki kesulitan untuk merasakan cintamu pada-Nya, jujurlah dalam hatimu dan minta Tuhan Yesus mengajarimu untuk mengenal-Nya dan pada akhirnya bisa jatuh cinta kepada-Nya.. Karena Dia sesungguhnya adalah Bapa yang sangat rindu untuk dekat dengan kita semua..

Seperti Yakub yang mengganggap bekerja tujuh tahun itu seperti beberapa hari saja karena cintanya pada Rahel, seperti itulah seharusnya perasaan kita ketika mentaati Firman-Nya – Melakukan semuanya atas dasar cinta dan itulah yang meringankan segalanya :)

Sepuluh Pertanyaan di Dua Ribu Sepuluh

Category : FOSters Creativity, renungan

Satu. Kalau musim kemarau lagi-lagi lebih panjang dari musim hujan, bagaimana Pak Joni dan keluarganya menghadapi hari-hari yang panas tanpa air di rumahnya?

Dua. Ketika Nenek di ujung jalan terbatuk-batuk di depan rumahnya, akankah orang-orang diam saja sambil berpura-pura tak mendengar (walaupun batuknya memecah cakrawala) dan mereka lewat begitu saja seperti yang selalu terjadi?

Tiga. Mungkinkah orang-orang akan sembuh dari kebutaan mereka dan melihat dengan jelas bahwa tempat sampah begitu besar dan kosongnya sehingga mereka tak perlu lagi membuang sampah di selokan?

Empat. Setelah anak-anak itu pingsan dan muntah-muntah, apakah kepala sekolah di sekolah dasar persimpangan empat akan berhenti menghukum anak didik mereka, padahal anak-anak itu cuma terlambat dua menit?

Lima. Sedemikian menariknyakah berbisik-bisik di ujung jalan sampai para ibu lupa memandikan bayinya?

Enam. Mungkinkah bapak-bapak di pos ronda akan berhenti main kartu dan menonton televisi bersama anak-anak dan isteri mereka?

Tujuh. Apakah Tika lebih suka mencubiti adiknya sampai biru keunguan ketimbang bermain barbie?

Delapan. Karena anak kelima ibu itu sakit dan mereka tak punya rumah, mungkinkah pemilik rumah akan bersabar dan mengijinkan ibu yang sudah janda dan memiliki enam anak itu untuk tinggal walau hanya sebentar?

Sembilan. Apakah kasih akan punah dan menjadi legenda seperti halnya Dinosaurus?

Sepuluh. Apakah yang BISA AKU LAKUKAN untuk mereka?

Ditulis oleh : ENS

Tuhan Yang Seperti Itu

Category : renungan

Saat saya menyaksikan tayangan yang memperlihatkan bagaimana indahnya pemandangan luar angkasa dari teleskop Hubble, saya terperangah.. Dan seketika itupun saya tersenyum :)

Saya tersenyum karena mengingat siapa yang berada di balik indah dan megahnya desain angkasa itu..

Ya.. Saya mengingat Tuhan.. Tuhan yang menciptakan semua benda-benda langit itu, yang mengatur lintasan planet, bulan, menata asteroid, memberi jarak jutaan tahun cahaya pada tiap-tiap galaksi, dan memberi detail lainnya pada luas angkasa yang tak terbatas itu..

Saya mengingat Dia..
Tuhan yang seperti itu luar biasa dahsyat kekuasaan-Nya, pengetahuan-Nya, megah-Nya, mau merendahkan diri, mengambil rupa seorang hamba, lahir melalui perawan Maria, dibaringkan pada sebuah palungan, berada pada tempat yang hina…

Untuk apa?

Untuk mengerjakan sebuah karya yang jauh melebihi karya-Nya di seluruh jagat raya angkasa – Karya Kasih-Nya bagi umat manusia..

Ia memilih lahir di tempat yang terlalu sederhana dan pada akhirnya menyelesaikan tugas – disalibkan demi menebus dosa manusia…

Hanya Tuhan yang seperti itu mengasihi kita sanggup membuat semua lutut bertelut dan semua lidah mengaku bahwa Dialah Raja segala raja yang patut disembah :)

Yesaya 9:5 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”

By : LNY

=========================================================

Kami segenap FOS Community Team mengucapkan Selamat Hari Natal 2009^^
Semoga natal tahun ini akan selalu mengingatkan kita betapa karya Tuhan dalam hidup kita terlalu luar biasa untuk diabaikan..
Tuhan Yesus Memberkati :)

merry christmas

Gadis Korek Api

Category : renungan, story

little match girlDesember sudah datang dan suasana natal sudah mulai terasa di mana – mana. Di suatu kota, orang – orang berlalu lalang dengan membawa banyak belanjaan. Toko – toko penuh dengan cahaya lampu dan hiasan natal. Di pojokan jalan, tampak seorang gadis kecil sedang menawarkan barang dagangannya ke orang-orang yang lewat, walaupun sepertinya tidak banyak yang peduli pada tawarannya. Apa yang dijualnya? Ternyata yang dijualnya adalah korek api. Tidak banyak orang yang mempedulikan apalagi membeli barang dagangannya.

Seorang bapak-bapak tua dengan pakaian yang bagus menghampirinya dan berkata,

“ Hai gadis kecil, untuk apa kau menjual korek api? Itu barang yang tidak berguna. Kau lihat lampu neon yang kubeli ini? Ini barang teknologi tinggi yang jauh lebih berguna daripada korek api yang kau jual. Dan aku punya cukup uang untuk membeli teknologi ini, dan teknologi yang kubeli ini membuat rumahku terang dan aman. Tinggalkan saja korek api tu dan ikutlah ke rumahku dan kita bisa mengagumi hasil karya manusia yang membuat rumahku terang dan aman ini”.

Tapi gadis kecil itu tersenyum dan menolak dengan sopan.

Seorang pemuda yang berpakaian perlente dan sibuk berbicara di telepon genggamnya datang menghampirinya.

“ Hai gadis kecil, kenapa kau berdiri kedinginan di malam seperti ini menjual produk yang tidak menguntungkan?  Produk yang kau jual itu tidak menarik bagi masyarakat sekarang, di masa lalu mungkin itu laris tapi tidak di masa kini. Kalau tujuanmu ingin mendapat keuntungan, kenapa kau tidak mengikutiku saja? Aku akan memberikan produk yang lebih baik, yang lebih sesuai untuk selera masyarakat sekarang untuk kau jual. Dan aku yakin kau akan mendapat keuntungan yang banyak. Bagaimana? “

Tapi gadis kecil itu juga menolak dan tersenyum.

Seorang remaja yang berpakaian modis datang menghampirinya dengan muka heran.

“ Jaman sekarang masih ada yang jualan korek api? Kau ini benar-benar ketinggalan jaman. Sekarang bukan jamannya lagi anak muda berjualan korek api, ini jaman modern. Sama sekali ga keren jualan korek api itu. Kenapa kau tidak ikut denganku? Aku akan mengajarimu bagaimana seharusnya seorang anak muda hidup di jaman modern ini. Aku jamin pasti akan lebih menarik daripada berjualan korek api.”

Tapi, lagi-lagi gadis kecil itu tersenyum dan menolak.

Dan ketiga orang itu pu semuanya pergi dan gadisk kecil itu tetap berjualan.

Dan pada malam itu, terjadilah pemadaman listrik PLN ( yang sepertinya semakin sering mendekati akhir jaman ini ^^ ).

Dan lampu yang semula terang mendadak padam. Rumah yang terang dan aman mendadak menjadi gelap dan dingin.

Di usianya yang semakin tua ternyata tetap tidak membuat mata bapak tua itu menjadi lebih tajam, bahkan sebaliknya. Kegelapan membuatnya tidak dapat berjalan kemana-mana.

Teman bisnis yang berbicara dengannya di telepon juga tidak dapat membantunya menunjukkan arah.

Dan teman-teman sepermainannya sama-sama kebingungan dalam gelap, dan seperti orang buta menuntun orang buta, mereka semakin jauh tersesat.

Dan saat itu, tampak satu nyala api kecil di kejauhan. Ketiga orang yang tersesat ini melihat dan menghampiri terang itu yang ternyata gadis kecil tadi yang menyalakan korek api yang dipegangnya.

“ Kenapa kau masih berjualan di sini?”, tanya mereka.

“ Kami pikir kau sudah menyerah dan pulang, kenapa kau masih bertahan menjual korek api di tengah kegelapan seperti ini?”

“ Karena Terang paling dibutuhkan di dalam gelap”, jawab gadis kecil itu.

match__“ Aku tahu tidak banyak orang yang mencari Terang ketika kedaan tampak cerah dan aman. Karena itu, yang kulakukan adalah mempromosikan daganganku, supaya ketika gelap datang, orang-orang tahu kemana mereka harus mencari Terang. Dan sebagai penjual Terang, aku harus siap ketika orang-orang datang da meminta Terang yang kupunya.”

“ Tapi, orang-orang tidak mempedulikan dan mengejekmu. Apa kau tidak merasa sedih?”

“ Tidak apa. Aku tahu resiko pekerjaanku sebagai penjual Terang, seperti rumah sakit yang dijauhi kala sehat dan didatangi ketika sakit, aku tahu kalau orang hanya mencariku ketika gelap datang.”

“ Dan sekarang gelap telah datang, dan kami melihat nyala Api yang kau nyalakan”

“Jadi, sekarang bawalah Korek Api ini dan bawalah Terang ke rumah dan keluargamu, ke tempat kerja dan rekan bisnismu, kepada teman-temanmu supaya tidak ada lagi orang yang tersesat dalam gelap dan terhilang ke dalam gang sempit kotor dimana pencuri siap untuk merampas segala miliknya”

PS: Cerita gadis korek api ini sebenarnya berasal dari cerita anak-anak karangan Hans Christian Andersen yang kemudian saya modifikasi. Kalau mau baca cerita aslinya, ini link di wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/The_Little_Match_Girl.

Selamat Natal dan Tahun Baru buat semua.

Tukang Bakmi

Number 37

Category : renungan

Namaku 37.  Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa namaku 37? Aku sendiri pun tak ingat sejak kapan namaku 37. Yang kuingat hanya sejak kecil , sejak aku mulai bisa berpikir, orangtuaku selalu berkata, “ Kau ini memang anak nakal dan tak bisa apa-apa. Selamanya kau hanya akan menjadi 37. Kau tak akan pernah bisa menjadi 100. Jangankan 100, 40 pun tak akan akan pernah bisa. Kenapa kau tidak bisa seperti sepupumu, si 73. Lihat, bahkan orangtuanya bangga karena punya anak seperti 73. Kau ini benar-benar kebalikannya!”.

number37

Ketika aku mulai bersekolah, ternyata teman-temanku pun mengatakan hal yang sama. Mereka juga memanggilku 37. Dan saat itu aku baru menyadari kalau namaku ditentukan oleh orang-orang di sekitarku. Mereka yang menentukan namaku dan bagaimana aku harus dipanggil, mereka yang menentukan posisi dan jalan hidupku sebagai 37. Terkadang aku berusaha menjadi orang yang lebih baik, lebih pintar dan lebih berprestasi. Mungkin kalau aku berusaha lebih, mereka akan melihat kalau aku mirip dengan sepupuku,si 73. Mungkin mereka juga akan memanggilku 73 dan mungkin orangtuaku akan bangga padaku. Alas, ternyata mereka tetap memanggilku 37. Bahkan orangtuaku pun berkata,” Kau ini 37. Sejak lahir pun kau sudah 37. Jangan mimpi berlebihan. Terima saja nasibmu.” Dan begitulah hidupku dimulai dan berlanjut, dengan membiarkan orang-orang di sekitarku menentukan hidupku.

Tapi, aku tidak sendirian. Teman-temanku pun mempunyai namanya masing masing.  Lihat si 92. Sebenarnya kami semua memanggilnya 22 di belakangnya, tapi dia suka marah kalau kami memanggil nama sebenarnya. Kemanapun dia pergi dan siapapun yang dia ajak bicara, dia selalu mengenalkan dirinya sebagai 92.  Dengan sombong dia selalu bercerita kalau namanya 92. Kasihan sebenarnya karena dia tidak sadar kalau kami tertawa dan mencemooh di belakang punggungnya. Tentu saja kami tak pernah memanggil nama sebenarnya, 22, dengan terang-terangan. Dia akan marah dan menantang berkelahi siapapun yang berani memanggil nama aslinya. Karena itu biasanya kami hanya menjauhinya dan mentertawakannya dari jauh.

Dan lihat si 88, dia sedikit lebih beruntung dari si 92/22. Sebenarnya 88 juga bukan nama aslinya, itu nama ayahnya. Ayahnyalah yang sebenarnya bernama  88. Entah sejak kapan diapun menyebut dirinya 88 dan orang-orang di sekitarnya yang takut dengan ayahnya pun memanggilnya 88. Tak ada yang tahu siapa sebenarnya nama aslinya, dan mungkin dia sendiri pun tidak akan pernah tau. Tidak seperti si 92/22, tak ada orang yang mentertawakannya dan semua orang memanggilnya 88. Tapi, bagiku itu agak menyedihkan karena seumur hidupnya dia tidak akan pernah dipanggil dengan nama aslinya. Selamanya dia akan selalu dipanggil dengan nama ayahnya

Tapi mungkin yang palig aneh dari semuanya adalah si 13. Walaupun namanya paling jelek, tapi dia selalu tertawa kalau ada yang mengejeknya. Aku pernah bertanya padanya,

“ Apa kau tak keberatan kalau orang mengejek namamu?’

“ Tidak, aku tidak keberatan karena itu bukan namaku sebenarnya. Namaku sebenarnya adalah 100. Karena itu walaupun mereka mentertawakanku, aku tidak peduli.”

“ Bagaimana mungkin namamu 100? Siapa yang memanggilmu begitu?”

“ Kau tidak mengenal Orang yang memanggilku. Tapi Orang itu mengatakan kalau namaku sebenarnya adalah 100. Dan aku mempercayainya.”

“ Kenapa kau bisa percaya perkataan orang itu?”

“ Karena Orang itu mau mati untuk membuktikan kalau perkataannya bisa dipercaya. Dia mau mati untuk menunjukkan kalau namaku sebenarnya adalah 100 dan bukannya 13. Dan aku percaya padaNYA.”

“ Tapi kau tidak terlihat seperti orang yang bernama 100…”

“ Aku tahu, masih perlu waktu bagiku untuk menjadi 100. Seorang pematung terkenal pernah berkata kalau dia sebenarnya tidak membuat patung dari batu. Tapi sebenarnya di dalam batu itu sendiri sudah ada patung, yang dia lakukan hanya membuang bagian-bagian yang jelek dan tidak diperlukan untuk memunculkan patung yang sebenarnya sudah ada dari awal. Begitu juga ketika Orang itu memanggilku 100, Dia bukan hanya sekedar memanggil nama tapi dia juga memberikan nama 100 itu dalam diriku. Yang perlu aku lakukan adalah membuang bagian-bagian jelek dari diriku untuk memunculkan nilai 100 itu.”

Pendapat yang aneh, tapi aku bisa mngerti pendapatnya. Di duniaku, nama kami semua ditentukan oleh orang lain. Kalau orang lain memaggilku 37, jadilah namaku 37. Karena itu kami sangat takut akan perkataan orang lain dan kami selalu berusaha supaya orang lain memanggil kami denga nama yang lebih baik.Kami melakukan segala cara supaya orang lain menghargai kami. Sebagian dari kami membuat nama baru dan memaksa orang lain memanggil kami dengan nama itu, seperti 92/22. Dan sebagian lagi mungkin meminjam nama orang lain, seperti si 88. Tapi kebanyakan mungkin sepertiku, menerima begitu saja nama yang diberikan orang lain dan membiarkan nama itu menentukan arah hidup kami.

Tapi si 13 berbeda, dia tidak peduli dengan nama yang diberikan orang lain. Baginya, hanya nama pemberian Orang yang mati untuknya itu  yang dia pegang. Dan dia percaya nama itu miliknya dan suatu hari nanti dia akan bisa memakai nama itu dengan bangga. Ketika kutanya apakah dia tidak peduli dengan perkataan orang lain, dia cuma tersenyum dan berkata kalau hanya ada 2 orang yang perkataannya dia pedulikan yaitu orang yang dia sayang dan orang yang dia hormati. Di luar itu, apakah mereka memanggilnya raja atau pengemis, dia tidak peduli. Mungkin dia terdengar gila, tapi setidaknya dia tidak membiarkan hidupnya diatur oleh perkataan orang lain. Dia tidak peduli perkataan orang lain karena nama 100 yang diberikan kepadanya itu lebih berharga daripada semua omongan orang lain.

Mungkin sebenarnya kamilah patung-patung yang bodoh. Kami mebiarkan orang lain memahat diri kami dan membentuk diri kami bukan seperti apa yang kami inginkan tapi seperti apa yang orang lain inginkan.Tapi si 13 memahat dirinya sendiri, dia tahu seperti apa bentuknya seharusnya dan yang dia lakukan hanya mebuang bagian-bagian yang tidak diinginkan. Sementara kami hanya bisa menerima nama yang tidak kami inginkan, dia membentuk namanya sendiri.

Namaku 37, ini bukan nama yang kuinginkan tapi ini nama yang diberikan orang lain untukku.

PS: Michaelangelo yang mengatakan kalau dia tidak membentuk patung, tapi patung itu sendiri sudah ada di dalam batu dan yang dia lakukan hanya membuang bagian-bagfian yang tidak perlu. Begitu juga dengan tukang bakmi, ketika melihat adonan tepung, yang dilihat tukang bakmi adalah bakmi di dalam adonan tepung itu. Tukang bakmi tidak membuat bakmi, yang dilakukan hanya memunculkan bakmi yang sebenarnya sudah ada di dalam adonan tepung itu.^^

Tukang Bakmi

Seringkali kita menganggap diri kita tidak berharga, kita menilai diri kita dengan penilaian yang orang lain berikan pada kita. Namun satu hal yang harus kita ingat, saat sekeliling kita mengganggap kita tidak berharga karena status sosial kita, karena tingkat kecerdasan kita, karena rupa kita atau karena hal-hal lain yang terlihat di luar, ada Satu Pribadi yang selalu melihat kita berharga, dan Pribadi itu telah rela mati bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita sangat berharga di Mata-Nya. Berhenti memandang rendah dirimu dan lihat bagaimana Yesus begitu mencintaimu dan menilaimu bukan dengan apa yang dilihat manusia.

FOS_Community

Nya.. Nya.. Nya!!!

Category : renungan

Di suatu malam seorang ayah dan anaknya sedang berjalan-jalan ketika mereka menemukan kardus di pinggir jalan yang sepi. Kardus itu tampak seperti kardus bekas biasa tapi anehnya kardus itu bergoyang-goyang dan mengeluarkan bunyi-bunyi aneh dan sepertinya ada sesuatu di dalamnya yang mencakar-cakar ingin keluar.Dengan perlahan-lahan sang anak yang ingin tahu segera menghampiri dan membuka kardus itu. Dan apa yang ada di dalam kardus itu langsung membuatnya menahan nafas dan terkejut. Dengan segera dia menutup lagi tutup kardus itu dan berlari pada ayahnya sambil berteriak keras-keras,

“ Papaaaaaaaa…….ada 10 anak kucing imut lucu….”

Yap, paragraf di atas bukan pembukaan dari cerita horor tapi cerita mengenai anak kecil, anak kucing dan papanya. ( papa anak kecil, bukan papa kucing!)

cute_kitten

Papa berdiri di belakang dan memperhatikan anaknya mengeluarkan kucing itu satu demi satu dari dalam kardus. Semuanya tampak kelaparan dan kedinginan, mungkin mereka sudah lama berada di pinggir jalan tanpa ada yang peduli. Anak kecil itu dengan segera berbalik menghadap ayahnya, dan dengan mata penuh harap bertanya,

“ Papa, bolehkah semuanya kita bawa pulang? Aku akan mengurus mereka semua sampai mereka kuat.”

Papa terdiam, dia tahu kalau anak-anak kucing itu membutuhkan pertolongan tapi dia juga tahu kalau anaknya tidak akan sanggup mengurus mereka semua, paling tidak saat ini belum sanggup. Tentu saja Dia sendiri bisa mngurus mereka semua, tapi kalau begitu anaknya tidak akan pernah belajar tanggung jawab dan belajar mengasihi anak kucing.

“ Boleh, tapi kamu harus mengurus mereka semua dengan baik ya?”

“ Iyaaa!”

“ Jadi, kalau nanti mereka semua minta makan, kamu harus sediaiin makannan yang enak ya?”

“ Iyaa!”

“ Kalau mereka lari-lari kesana-sini, kamu juga hrus nangkepin mereka semua ya?”

“ Iya!”

“ Dan kalau mereka semua pup dan bulunya kemana-mana, kamu yang bersihin ya?”

“ Iya”

“ Dan kalau mereka nakal dan bikin kerusakan di rumah, kamu juga harus ikut tanggung jawab ya?”

“ Emmmm….”

“ Jadi tetep mau bawa semuanya? Mengurus kucing itu ga gampang loh. Kamu bukan cuma sekedar timang-timang kucingku sayang tapi juga harus siap bertanggung jawab kalau mereka berbuat salah. Mulai dari 1 anak kucing saja dulu ya?”

“ Tapi, Pa, kasihan kalau cuma satu yang diambil. Bagaimana dengan 9 anak kucing yang lain?”

“ Jangan kuatir, Papa akan cari anak lain untuk mengurus mereka.”

“ Tapi Pa,gimana kalau anak lain ga mengurus mereka dengan baik? Gimana kalau anak lain ga menyayangi mereka? Gimana kalau mereka jadi terlantar?”

“ Anakku, kamu bukan satu-satunya anak yang berhati baik dan peduli pada mereka. Ada anak-anak lain yang juga peduli dan menyayangi mereka, yang akan mengurus mereka dengan baik.”

“ Tapi Pa, aku sayang anak-anak kucing ini. Aku juga pasti bisa mengurus mereka dengan baik.”

“ Anakku, rasa sayang saja tidak cukup, kamu juga harus punya kemampuan untuk mengurus mereka. Kalau ngga kamu akan kerepotan sendiri, dan kucing-kucing yang semula kamu sayangi pelan-pelan justru akan menjadi beban. Dan ketika mereka menjadi beban, mungkin saja kamu berhenti menyayangi mereka bahkan menjadi sebal.

Gimana kalau kamu mulai dulu dengan 1 kucing? Kalau kamu sudah mengurusnya dengan baik, Papa akan percayakan 2 kucing, dan kalau 2 kucing itu terurus dengan baik, kamu boleh punya 4 kucing. Dengan begitu kamu juga bisa tetap menyanyangi mereka tanpa menjadi sebal karena pelan-pelan kamu akan terbiasa mengurus lebih banyak kucing dan itu ga lagi merepotkan. Mulai dari hal kecil dulu aja yah?

“ Tapi Pa, masa cuma ngurus 1 kucing? Apa pengaruhnya buat dunia kucing? Ada banyak kucing terlantar tapi yang bisa aku lakukan cuma mengurus 1 kucing. Apa gunanya? Ga ada pengaruhnya sama sekali buat siapapun. Coba liat si Hani tetangga sebelah, dia punya 153 kucing dan semua kucing itu terurus dengan baik. Banyak kucing yang berhasil diselamatkan karena dia memungut mereka dari jalanan. Sementara aku cuma dapet 1 kucing, 1 banding 153 apa artinya? Apa yang aku perbuat tidak merubah apapun.”

“ Mungkin di matamu perbuatan itu tidak ada artinya, tapi bagi kucing ini, itu segalanya. Dia sendirian di pinggir jalan dan ga ada yang peduli, tinggal menunggu saat dimana dia akan mati dengan sendirinya. Dan tiba-tiba saja ada tangan yang mengangkat dia, membawanya ke tempat yang hangat dan menemaninya tidur. Dan itu merubah seluruh dunianya, daripada sendirian, dia sekarang tahu kalau ada orang yang menyayangi dia. Apa yang bagi kamu hanya 1 kucing, bagi kucing ini itu adalah seluruh dunia dan kehidupannya. Kamu ga akan pernah tahu bagaimana satu usapan sayang, satu perkataan ramah, satu tepukan di kepalanya, satu mangkuk susu, satu jam menemaninya merubah dunianya.”

“ Tapi itu tetep cuma 1 kucing, ada banyak kucing lain yang terlantar dan hanya ada sedikit anak yang peduli.”

“ Iya, makanya kamu harus siap-siap supaya satu hari nanti kamu bisa mengurus lebih banyak kucing. Dan persiapan itu dimulai dari mengrus 1 kucing. Kalau kamu setia mengurus 1 kucing, Papa akan percayakan kamu mengurus lebih banyak kucing. Setuju?”

“ Iya…”

“ Jadi, kucing mana yang kamu pilih?”

“ Hmmmm, yang ini aja, yang perutnya diikat tali. Kayanya dia abis dimaenin anak-anak lain, kesian….”

PS : Jadi apa artinya “Nya!” ? Emm, sepertinya “Nya” itu suara kucing di Jepang, paling ngga kalo di komik sih nulisnya begitu. Suaranya sih tetep aja “Meooooong”. Ini juga ide buat buku anak2 yang baru ditulis sekarang . Dan gimana dengan kucing yang diiket perutnya itu? Sekarang udah gendut soalnya banyak makan bakmi. ( Iya, gw tahu ini maksa banget, tapi pokonya harus ada referensi tentang bakmi di akhir cerita…)

Tukang Bakmi

Dongeng Hari Ini – Momotaro dan Iblis Hitam

Category : renungan

Guys, pernah denger dongeng tentang Momotaro? Nah, sebelum tidur kita baca yuk dongeng hari ini – Momotaro dan Iblis Hitam *hehehehe pasti pada berasa jadi anak kecil lagi niyh, tapi baca dulu sampe abis yah.. Ada sesuatu yang mo kita sampaikan tentang penginjilan ^^

momotaro

Alkisah, di suatu desa terpencil di kaki gunung, tinggallah sepasang kakek nenek yang sudah tua dan ga punya anak. Suatu hari waktu sang nenek sedang mencuci di sungai, dia menemukan buah persik yang terapung. Dia membawa pulang persik itu pulang ke rumah untuk dimakan bersama si kakek. Waktu nenek mau membelah buah persik itu jadi 2 bagian, dia menemukan seorang bayi kecil di dalam buah persik itu. Mereka membesarkan bayi itu dan memberinya nama Momotaro.

Momotaro tumbuh menjadi anak yang nakal dan seringkali dia pulang ke rumah dalam keadaan kotor dan terluka. Walaupun begitu, kakek dan nenek itu tetap merawatnya dengan baik, memandikan dan merawat lukanya. Perlakuan kakek dan nenek yang baik perlahan-lahan merubah sifat Momotaro menjadi lebih baik dan membuatnya tumbuh menjadi remaja yang bisa diandalkan.

Suatu hari Momotaro mendengar kabar kalau di desa sebelah muncul mahluk yang membuat takut para penduduk. Para penduduk menyebut mahluk itu Iblis Hitam. Momotaro yang ingin membantu penduduk desa sebelahnya memutuskan untuk pergi ke sana dan menghancurkan Iblis Hitam yang mengganggu penduduk. Walapun kakek nenek itu khawatir tapi mereka tahu kalau Momotaro harus pergi dan mencari jalan hidupnya sendiri. Jadi, mereka melepasnya pergi dan memintanya untuk kembali kapanpun juga.

Dalam perjalnan ke desa sebelah, Momotaro bertemu dengan mahluk – mahluk hutan yang ingin ikut dengannya. Mereka adalah seekor burung beo, seekor monyet dan seekor kucing berwarna putih. Mereka juga mendengar berita mengenai Iblis Hitam dan memutuskan ingin memberi pelajaran pada mahluk yang mengganggu ketentraman daerah mereka. Contunue Reading

This is an Emergency

Category : renungan

Ada sebuah lagu yang dulu pernah saya dengar di radio, judul lagunya Tears of the Saints, dinyanyikan oleh grup band Kristen asal Amerika – Leeland. Dari awal mula liriknya, lagu ini telah membuat saya terdiam dan meneteskan air mata. Beberapa hari yang lalu saya enggak sengaja menemukan lagu ini lagi di Youtube. Dan mendengarkan lagu ini kembali membuat saya meneteskan air mata sama seperti saya pertama kali mendengarnya.

FOSters, saya percaya Tuhan berbicara melalui banyak hal melalui hidup kita, Ia berbicara melalui Firman Tuhan yang kita baca, Ia berbicara melalui khotbah yang kita dengar, Ia juga bisa berbicara melalui teman-teman kita, buku yang kita baca, bahkan sebuah lagu yang kita dengar. Dan saat mendengar lagu ini – Tears of the Saint dari Leeland. Saya tahu Roh Kudus sedang menyentuh hati saya dengan cara yang paling lembut.

Lirik lagunya sendiri menceritakan tentang banyaknya jiwa-jiwa yang hilang dan yang belum diselamatkan hingga membuat para orang-orang kudus meneteskan air mata. Kadang kita enggak terlalu banyak berpikir tentang orang-orang di luar sana yang belum pernah mengenal Yesus, kadang kita berpikir untuk ngurusin hidup kita sendiri yang sering jatuh bangun dalam dosa aja udah sulit, apalagi mau memberitakan keselamatan ke orang lain? Ribet ah! Tapi satu baris kalimat di lagu ini membuat saya terhenyak – This is an Emergency..

Guys, ini bukan waktunya lagi kita santai-santai dan mikirin hidup kita sendiri aja, berapa banyak kabar kematian di Indonesia setiap hari? Dan di antara orang-orang yang meninggal tersebut berapa banyak yang belum pernah mendengar tentang Yesus? Berapa banyak anak-anak muda yang kehilangan pengharapan dan enggak tahu harus kemana? Dan mereka pun belum pernah mendengar pengharapan di dalam Yesus! Kenapa? Karena enggak ada yang memberitakannya kepada mereka..

This is an Emergency.. Ini keadaan yang gawat..

Bapa ingin kita merasakan hati-Nya.. Kerinduan-Nya melihat anak-anak-Nya yang terhilang kembali pulang. Guys, maukah kita mengajak mereka yang terhilang datang kembali kepada Tuhan?

There are tears from the saints

For the lost and unsaved

We’re crying for them come back home

We’re crying for them come back home

And all your children will stretch out their hands

And pick up the crippled man

Father, we will lead them home

Father, we will lead them home