Featured Posts

Lagi Patah Hati? Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya 'patah hati' entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin...

Read more

Tekhnik Membelah Roti Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam?...

Read more

Jadilah Tenang Hari ini, pas lagi membaca sebuah buku, ada sebuah cerita yang menarik bagiku, agak sedih sih, tapi kita bisa belajar sesuatu dari kisah ini. ... Seorang janda miskin bernama Siu lan memiliki seorang...

Read more

Yang Meringankan Segalanya Kejadian 29:20 "Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel." Wah, karena cintanya...

Read more

Mengampuni Orang Yang Menyakiti Kita? Enggak Adil! Mengampuni masalahnya bukanlah pada siapa yang menyakiti, tapi pada sakit hati itu sendiri. Yang menyakiti kita bisa siapa saja, bisa orang asing, bisa pendeta, bisa keluarga atau bahkan orangtua kita...

Read more

twitter

Follow on Tweets

  •  

Tensoplast di Jari Tuhan

Category : Simply Articles, renungan

Aku melihat banyak pintu – pintu di depanku

Pintu – pintu yang menarik dan bersinar

Pintu – pintu yang menjanjikan banyak hal indah di baliknya.

Dan aku melihat banyak orang berdiri di sampingku

Dan aku melihat mereka berjalan menuju tiap – tiap pintu

Dan mereka masuk melewati pintu itu menuju masa depan di baliknya

Aku berdiri termenung di depan pintu – pintu itu

Dimanakah pintu yang harus kulewati?

Dan apakah ada pintu yang terbuka untukku?

Lihatlah, ada pintu yang setengah terbuka

Tapi…pintu itu terlalu bagus..sangat bagus

Pintu itu terlalu bagus bagi orang sepertiku

Mungkin pintu itu terbuka untuk orang lain

Mataku mencari pintu lain…yang lebih sederhana

Mungkin pintu yang terletak di pojok…

Mungkin pintu yang ukurannya paling kecil…

Mungkin pintu kayu polos tanpa hiasan…

Aku berjalan dari ujung ke ujung mencari pintu milikku

Tapi, setiap aku melewati pintu itu, aku selalu bertanya – tanya

Apa yang ada di baliknya?

Bolehkah pintu itu menjadi milikku?

“ Cukup!!!”

“ Pintu yang setengah terbuka itu menggangguku!!”

“ Pintu itu membuatku memimpikan banyak hal yang bukan milikku!!”

“ Lebih baik kututup pintu itu dan berhenti memimpikannya!!”

Kubanting pintu itu sampai menutup…BRAKKKKK……..aduh……

Hmmm…apakah aku mendengar suara orang mengaduh???

Hmmm….mungkin hanya perasaanku???

Dan aku duduk di depan pintu – pintu itu, menunggu pintu milikku terbuka

Dan lihatlah, Yesus datang menghampiriku

Dia memegang tanganku dan menarikku berdiri

Aku terheran –heran ketika melihat tanganNYA

Mengapa ? Karena kulihat ada tensoplast di jari tangannya

Tensoplast bermotif garis – garis kulit zebra

“Tuhan, mengapa jariMU terluka? Siapa yang melukaiMU ?”

“ Oh, jariKU tadi terjepit pintu..”

“ Terjepit pintu? Kenapa itu bisa terjadi Tuhan?”

“ Sebenarnya AKU sedang menunggu seseorang di balik salah satu pintu ini. AKU membukakan sedikit pintu itu untuknya supaya dia tahu AKU menunggu di baliknya. Tapi, dia tidak juga membuka pintu itu. “

“Tadinya akan KUbuka pintu itu lebih lebar tapi waktu AKU memegang pintu itu, tiba – tiba pintu itu terbanting menutup dengan keras. Dan karena itulah AKU memakai tensoplast ini.”

“ Dan karena orang itu tidak datang menemuiKU, AKU datang menjemputnya untuk bersama-sama melewati pintu itu ke masa depan yang KUjanjikan”

PS : Mungkin kita merasa masa depan kita suram dan Tuhan tidak akan memberikan masa depan yang berkemenangan. Mungkin kita merasa visi yang Tuhan berikan terlalu bagus untuk kita. Jangan tutup pintu itu karena merasa kita tidak layak untuk melewatinya atau karena kita merasa pintu itu bukan untuk kita. Karena Tuhanlah yang membuka dan menutup pintu, bukan kita..

Ditulis oleh Tukang Bakmi

Karena Allah adalah Kasih dan Kita adalah AnakNya

Category : Simply Articles, renungan

Suatu saat aku diajak mampir sama papa untuk beli makanan burung. Di tempat itu, banyak sekali burung-burung yang dikurung dalam sangkar. Dan beberapa dari burung itu aktif berloncatan, ke kiri, ke kanan, ke atas, dan ke bawah, sembari mengepak-ngepakan sayap mereka.

Tiba-tiba terpikirkan suatu hal, seandainya burung itu dikurung dalam sangkar begitu lama, bahkan mungkin semasa hidupnya, kira-kira saat dilepaskan dari sangkar ke alam liar, apakah mereka dapat terbang dengan baik dan leluasa ?? Apakah sayap-sayap mereka masih bisa berfungsi dengan baik yah ??

Hayooo dijawab atuh, kira-kira bisa nggak yah ??

Jawabannya adalah BISA, karena aku melihat dengan mataku sendiri, burung yang telah lama dikurung dalam sangkar, saat dilepaskan, dia terbang, walaupun butuh beberapa menit untuk melatih sayapnya.

Burung itu bisa terbang, karena memang pada hakikatnya burung itu makhluk yang diciptakan untuk terbang (tentu saja selain burung penguin dan burung unta yah..hehehe). Burung memang diciptakan Tuhan untuk menghiasi langit dengan keindahan bulu dan sayapnya. Entah seberapa lama burung itu dikurung dalam sangkar, yang bahkan kecil sekalipun, yang mengkungkung kebebasannya untuk dapat terbang, pada saatnya dia dilepaskan atau melepaskan diri dari sangkar itu, dia pasti akan terbang juga. Itulah gunanya sayap pada burung.

Fosters, pernah terpikirkan nggak di benak kamu, apakah pembunuh sadis yang melakukan mutilasi pada setiap korbannya bisa menangis saat ada seseorang yang mengasihi dia, atau bahkan bisakah seorang mafia bayaran bengis dan terkenal kejam menunjukan kasihnya kepada nenek renta untuk menyebrang jalan ?

Aku percaya bahwa kasih adalah hakikat kita, sama seperti burung yang memilik sayap untuk bisa terbang, Tuhan memberikan kita hati untuk bisa mengasihi. Allah adalah kasih, dan karena kita segambar dan serupa dengan Dia, maka harusnya kita juga mewarisi kasih itu. Kasih itu bersifat kekal dan itulah hakikat kita.

Kadang permasalahan hidup yang berat, berada dalam keluarga yang sama sekali tidak menunjukan kehangatan kasih keluarga, berada di lingkungan kerja yang saling sikut dan bos yang galak, jauh dari orang tua, jauh dari rumah, jauh dari sahabat-sahabat yang mengasihi dan kita kasihi, dan belum menemukan pasangan hidup yang dari Tuhan, membuat kita tidak bisa “mengepak-ngepakkan” sayap kasih kita. Semua itu mengekang kita, membuat hati kita beku, membuat kasih seakan-akan jauh dari hidup kita, dan nggak jarang membuat kita frustasi bahkan beberapa orang rela mengakhiri hidupnya hanya karena tidak ada yang mengasihinya atau karena cintanya ditolak sang pujaan hati. Belenggu-belenggu dan “sangkar” itu acapkali membuat kita lupa bagaimana mengasihi dan mengerti apa kasih itu. Kasih menjadi dingin, hati menjadi mati rasa dan hidup menjadi sangat tidak nyaman. Tidak ada yang betah di dalam “sangkar”, bahkan burungpun ingin bebas dari sangkar.

Tapi jangan lupa, kalo kasih itu bersifat kekal di hidup kita, karena kasih adalah hakikat kita, Love is a life. Have a love to get a life, and have a life to give a love. Selama masih ada hati, kita masih sangat mungkin untuk mengasihi. Akan ada saatnya pintu “sangkar” itu dibuka, dan kita bisa dengan bebas “mengepak-ngepakan” hati kita untuk kembali merasakan kasih itu. Bahkan saat kita di dalam “sangkar” itupun toh kita masih bisa melatih “mengepak-ngepakkan” sayap kasih kita.

Seberat apapun masalah mengurung hati kita, sebesar apapun “teralis-teralis” kehidupan berusaha mematikan kasih kita, jangan sampai kasih kita menjadi dingin. Bukalah hatimu selebar-lebarnya di dalam sempitnya “sangkar” yang ditempatkan untuk kita. Karena dibalik masalah yang menghimpit dan cukup sempit itu ada kasih yang senantiasa ada untuk kita, Kasih yang besar dan tak terhingga.

Kita ada karena kasihNya. Dan kita ada untuk mengasihi Dia dan sesama kita, tidak peduli “sangkar” apa yang coba mengurung kita. Karena kasih adalah hakikat, dan kasih itu melampaui segala sesuatu.

Selama burung masih memiliki sayap, dia masih dapat terbang walaupun terkurung sedemikian lama. Selama kita masih memiliki hati dan memiliki Yesus yang akan mengasihi kita selama-lamanya, selama itulah kasih itu akan dan harus terpancar dalam hidup kita.

Karena Allah adalah kasih, dan kita adalah anakNya.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. “ (1 Yohanes 4:7-8)

Ditulis oleh KSW_FOS Community

TIPS MUDAH TUK HIDUP WAH !!!!!!

Category : Simply Articles

3d_team_leadership_arrow_concepta1

“Good Bye masa lalu…. Masa depan I’m coming  !!!!!”

Sadar ngak sih kebanyakan orang gagal karna nggak rela ngelepasin masa lalu. Susah banget gitu tuk say Good Bye ama masa lalu. Ada aja alesannya, yang masih keingetan gitu lah, yang malah jadi trauma gitu lah, ampe ada yang masih pengen balik ke masa lalu (klo bisa 1000 th sebelum masehi…). Hey, sadar!!!! Its impossible.

Kita nggak akan bisa ngeliat masa depan kita klo kita trus nengok ke belakang.

Coba aja klo lagi jalan trus kita nengok ke belakang, yakin deh pasti jatuh or nabrak sesuatu, Bener nggak?!!? Makanya jangan ampe deh kita “nabrak” sesuatu gara-gara kita liatin terus masa lalu kita , yang ada itu bakalan ngancurin masa depan kita.

Ada pepatah bilang “kita harus belajar dari masa lalu”, That’s true, tapi bukan berarti harus terus hidup dalam bayangan masa lalu. Inget bahwa apa yang Tuhan sediakan bukanlah apa yang ada di belakang kita, tapi jauh di depan kita. Walaupun kita ngerasa bahwa yang dibelakang is the best, tapi tetep aja “the best-nya” Tuhan tuh yang di depan sono. Jadi jangan lagi deh alesan ini itu tuk mau hidup di masa lalu… pokoknya Good Bye masa lalu….. Sepakat ?!?!

“Say : I Trust in God !!!!!!!”

Nggak cukup cuma ngelupain masa lalu n songsong masa depan klo ngak ngelibatin n percaya sama Tuhan. Karna yang ada masa depan kita akan seperti masa lalu kita. Kuncinya disini Trust In God. Susah apa gampang ya?? Ngampang kok klo boleh disimpulin intinya cuma 3 LIHAT, DENGAR, RASAKAN. LIHAT apa yang Tuhan tlah kerjain sama orang-orang yang percaya sama Dia (Pastinya baca Alkitablah!!!), DENGAR bahwa Tuhan adah ngubahin hidup teman-teman kita, n RASAKAN kasih Tuhan dalam kehidupan kita, caranya?!? Gampang aja coba tahan nafas selama 15 menit aja, klo tahan jago!!! See, yang penting untuk Trust in God butuh yang namanya NIAT. Trust in God and you will say “wow that’s amazing”.

“Anyone is Important…..but God’s plan is most important”

Maksudnya disini gini loh…….. jangan men-tuhankan seseorang, maksudnya hidup kita jadi dipengaruhi or terpengaruh banget sama pola hidup orang itu. Kita begitu mengidolakan orang itu sampe mo jadi kayak orang itu, klo orang yang kita idolain itu hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan, klo engak kan berabe. Nah yang penting itu kita sadar apa yang udah Tuhan rencanain buat hidup kita, walaupun kadang-kadang Tuhan make orang-orang tertentu tapi yang penting sadar betul apa yang Tuhan inginkan terjadi dalam hidup kita.

Jangan biarin orang lain yang ngontrol hidup kita, tapi usahain kita bisa ngontrol hidup kita sendiri tentunya dengan bantuan Tuhan juga. Dan yang penting disini kita perlu denger saran orang lain juga tapi jangan telen mateng-mateng. Mungkin perlu disaranin juga dalam bergaul ada empat tipe orang, Orang yang menambah, yang mengurangi, yang melipatgandakan, dan yang membagi…. Jalinlah persahabatan dengan orang yang menambah dan melipatgandakan ok.. bingung?!?!

“Have a right plan for life”

Ibarat pesawat terbang, kita hanya bisa membawa sejumlah beban, klo bawa semua beban yang ada ngak bisa terbang tinggi malah jatuh. That’s right perencanaan itu penting, mulailah prioritaskan apa yang paling penting untuk dilakukan. Kelola waktu kita, jangan kebanyakan or jangan kesedikitan. Untuk perencanaan ini butuh kebijaksanaan dan kerelaan. Bukan cuma waktu yang harus kita atur, tapi juga kita harus mengelola tenaga dan kreativitas kita. Klo boleh usul prioritasin Tuhan di no.1 karena itu suatu keharusan untuk dapat hidup sensasional.

Dan yang perlu diinget disini berani berkata “Tidak” untuk hal-hal yang di luar prioritas kita yang nantinya bisa ngabisih semua yang kita punya.

“Great life start from simple dream”

Bermimpilah selagi bisa bermimpi… hamper-hampir semua tokoh yang berhasil bermula dari mimpi. Mimpi disini bukan Cuma yang “pas tidur’ doank, tapi lebih kepada sebuah harapan. Mimpiin aja sebuah mimpi, maka kita akan dapet banyak keberhasilan. Tapi jangan hanya Cuma mimpi aja, tapi usahaain dan buktiin bahwa itu mimpi bisa jadi kenyataan, caranya?!? Ya usaha donk ok!!!!! Make your dreams come true….

Lakuin kelima saran itu n rasakan bahwa hidup kita jauh lebih baik n kita bakal ngeliat masa depan cerah menanti di depan sana. Klo masih bingung, saran gw sih BELI aja bukunya Paula White judulnya “ Saran sederhana untuk Hidup sensasional” terbitan Immanuel (yang di proklamasi or di klp. Gading itu low) coz sebagian besar saran diatas dirangkum dari buku itu.

Akhir kata selamat menempuh hidup baru yang wah dalam Tuhan. God Bless You.

Youth Evangelism Challenge

Category : Simply Articles

Youth-Challenge

“Youth” dan “evangelism”, kedua kata yang sepertinya ngga mungkin dan jarang sekali terdengar bersamaan. Padahal seandainya kedua kata itu digabungkan, akan menjadi hal yang dahsyat banget lho.

Dulu, sebelum aku mengerti, menikmati, membaca bahkan terlibat dalam pekabaran injil, yang ada di kepalaku mengenai penginjilan adalah seorang pendeta berbaju lengkap (pakai jubah yang ada tanda salibnya gede di depan) membawa alkitab besar sambil bilang, “Bertobatlah, kerajaan Allah sudah dekat.”

Itulah yang tergambar di benakku saat aku mendengar kata penginjilan pertama kali. Semakin sering aku mendengar kata itu, bukannya semakin hilang gambaran awal tadi, tapi justru bertambah dengan adanya background sebuah bangunan yang ada salib tinggi menjulang dengan papan nama tertentu yang menunjukan nama gereja tertentu. Saat mendengar kata penginjilan, pasti timbul pertanyaan-pertanyaan seperti:

“mau diajak ke gereja mana lagi nih…”

atau

seperti “ iya deh, aku bertobat…”

atau bahkan “ Duh……playanan lagi??”

Aku merasa bahwa penginjilan identik dengan gereja tertentu, diajarin lagi tentang hal-hal baru, yang kadang agak aneh-aneh juga (dalam hal ini karena memang baru pertama kali merasakan), atau diajak ke sini atau ke situ. Apalagi klo udah pakai kata “Pelayanan”, wah susah deh untuk menolaknya.

Sebegitukah gambaran penginjilan di benak kita ???

Aku tidak tau dengan kalian, tapi bagiku dahulu gambaran tentang penginjilan adalah hal seperti itu, ditambah cerita-cerita tentang para misionaris yang melayani daerah-daerah terpencil, yang sangat susah dan sengsara tetapi bahagia. Aku ngga tau bagaimana gambaran itu bisa timbul, apakah karena aku yang buat sendiri, atau karena lingkungan sekitar yang mempengaruhi.

Tapi setelah aku mencoba mengerti, mendalami Firman Tuhan bahkan mengalaminya, pandanganku berubah. Penginjilan bukan hanya untuk orang-orang tua, bukan hanya untuk hamba-hamba Tuhan di atas mimbar, bukan hanya untuk para gembala sidang ataupun para majelis gereja, tapi penginjilan adalah untuk kita semua, muda-tua, pendeta atau bukan, majelis atau bukan, di atas mimbar atau hanya jemaat biasa. Saat kita mengakui Tuhan Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi, saat itulah kita terpanggil untuk menginjil. Bukan saat kita bertambah tua, bukan saat kita ditahbiskan di gereja lokal, bukan saat kita jadi pengurus rohkris di sekolah, bukan saat kita jadi pelayan mimbar. Tapi saat kita menerima dan percaya akan keselamatan, kebenaran dan Janji Tuhan, saat itulah kita harus memberitakan keselamatan, kebenaran dan janji Tuhan itu. Penginjilan adalah hidupmu, bukan sekadar tugasmu.

Penginjilan bukan hanya saat kamu menyampaikan Firman di depan jemaat, bukan hanya saat kamu menulis artikel rohani, dan bukan hanya saat kamu jadi pelayan mimbar, main musik, jadi WL, jadi kolektan, jadi singer atau jadi penerima tamu. Saat engkau berada di kelas tidak ikutan untuk mencontek, itu juga penginjilan. Saat kamu lebih memilih untuk pergi setelah mengingatkan teman-temanmu saat mulai bercanda yang menyerempet ke arah jorok atau bahkan sedang membahas tentang sesuatu yang porno; saat kamu menjaga mulutmu untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang kotor; sembrono dan segala macam isi “ragunan”; saat kamu mendisiplinkan diri untuk tidak terlambat; saat kamu membuang sampah pada tempatnya bahkan memungut sampah yang berserakan di jalan; dan bahkan saat kamu berusaha memaafkan seseorang yang melukai perasaanmu, itu semua adalah penginjilan. Penginjilan itu adalah gaya hidup, dan yang namanya gaya hidup sudah semestinya kita lakukan sehari-hari.

Tau kenapa saat kata “youth” dan “evangelism” digabungkan akan menjadi hal yang sangat dahsyat dan luar biasa, karena saat anak-anak muda menyadari bahwa penginjilan adalah gaya hidup, saat kita menyadari bahwa penginjilan adalah panggilan kita, dan bahwa penginjilan itu bukan hanya tugas tapi hidup kita, aku percaya pasti injil akan sampai ke seluruh dunia, sampai ke ujung bumi, bukan hanya sampai di RT/RW atau sampai di kelurahan dan kecamatan terdekat, tapi SELURUH BUMI, karena anak-anak muda dapat melakukan sesuatu yang dahsyat, powerful, kreatif, energik dan ngga kenal menyerah saat melakukan sesuatu. Akan ada banyak pensi-pensi, konser-konser, mading-mading, futsal-futsal, basket-basket, prestasi di sekolah, apapun itu, yang di dalamnya kita bisa memberitakan kebenaran Firman Tuhan, keselamatan dan janji Tuhan. Dahsyat kan, apalagi seandainya satu anak muda bisa memenangkan satu jiwa, each one reach one, widihhhh dahyat bung..

Lho kok jadi berhenti bacanya, jadi takut yah, apa bingung, atau malahan jadi tambah males denger kata penginjilan….waduh jangan donk..hehehhehe…

Ini dia niy yang jadi salah satu Challenge kenapa kata “youth” dan “evangelism” susah untuk bersatu. Kebanyakan “youth” dah agak gimana gitu saat denger kata “evangelism”, dan saat “evangelism” denger kata “youth” malah geleng-geleng. Jangan bingung yah, kita akan bahas kenapa kedua kata itu susah banget bersatunya.

Seringkali saat anak-anak muda ketemu sama kata penginjilan atau pelayanan, kata-kata yang sering keluar adalah kata “ntar aja deh” dengan berbagai versi dan alasan. Ada yang ngerasa belum siap, ada yang ngerasa belum “kudus”, ada yang karena males aja, ada yang karena pengen fokus belajar, ada yang karena belum berani, dan berbagai alasan lain yang kalau disebutkan satu persatu bisa jadi novel sendiri. Aku mau bilang disini adalah kesiapan bukan masalah keadaan dan waktu, dengar baik bro and sis, kesiapan adalah masalah kemauan dan kepekaan, mau untuk dipakai Tuhan, dan peka akan panggilan kamu. Nggak heran lho ada iklan di tivi yang bilang klo anak-anak muda sering dipandang sebelah mata, karena kebanyakan “ntar”-nya dan “tunggu”-nya. Apa yang mau dilihat, klo entar-entar terus. Doa pada Tuhan supaya kerinduan, kemauan dan kepekaan akan sebuah panggilan semakin nyata, dan bilang pada diri sendiri bahwa sekarang saatnya yang muda yang berkarya. C’mon youth…

Alasan kedua adalah karena kata “evangelism”, lho kok bisa ?

Penginjilan atau evangelism berasal dari kata Euanggellion artinya Eu = baik, anggelos = pembawa berita. Jadi yang namanya penginjilan adalah pembawa berita kabar baik. Injil adalah kabar baik, dalam bahasa inggris kita bilang good news, tapi terkadang good news itu berubah menjadi scary news karena masalah penyampaian. Seorang penginjil anak muda yang mengerti hati Bapa akan lebih banyak memberitahu mereka tentang kasih karunia daripada selalu menakut-nakuti mereka tentang hukuman dan neraka. That’s the point, bahwa seringkali apa yang kita/kami sebagai anak-anak muda dengarkan adalah tentang penghukuman, akhir jaman, tentang neraka, tentang sebuah kewajiban, yang akhirnya semua itu menjadi beban bagi kami. Satu hal yang penting, bahwa injil adalah kabar baik, harus disampaikan secara baik, dengan tujuan yang baik dan tepat. That’s exactly what we need.

Guys, melihat kedua alasan, sepertinya terjawab sudah kenapa kita menjadi begitu takut, begitu cemas saat mendengar kata penginjilan, apalagi disuruh melakukannya. Ingat guys, bahwa injil adalah kabar baik, bukan kabar menakutkan yang menjadi seseorang jadi baik, dan klo kita sadar bahwa kita sudah merasakan dan mendapatkan kabar baik itu, seharusnya sudah semestinya kita mengabarkan hal itu kepada orang lain juga, mulai dari orang-orang terdekat sampai ke ujung bumi, dan jangan lupa target kita adalah Seluruh bumi, tau kenapa, karena kita adalah anak-anak mudaNya Tuhan.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau roh kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea, dan di samaria dan sampai ke ujung bumi

Kisah Para Rasul 1:8

Menginjil? Anak Muda? Susah tuh…

Category : Simply Articles

Emang beneran bisa dilakukan?

Satu hal yang perlu kita tau adalah kalo Tuhan Yesus yang memberi perintah “Pergi, beritakanlah Injil…” maka udah pasti jawabannya “Ya! Penginjilan pasti bisa dilakukan!”

Anak-anak muda kebanyakan nggak menolak “isi” dari Injil itu yang sebenarnya mereka butuhkan seperti pengampunan, pemulihan, Kepastian hidup, keselamatan, bebas dari rasa bersalah, kebutuhan akan Tuhan, dsb. Kebanyakan anak muda menolak “metode” atau “cara” dan “kemasan” dari penginjilan itu. Coba tanya pada diri sendiri, apa yang ada dalam pikiranmu ketika mendengar kata “Penginjilan”.  Setelah itu, coba tanyakan pada anak-anak muda di luar sana, apa yang ada di pikiran mereka tentang penginjilan. Kebanyakan mereka pasti menjawab “KKR yang membosankan”, “diajak masuk ke suatu gereja, lalu disuruh baptis di sana”, “dikhotbahin berjam-jam dan ditakut-takutin tentang neraka”. Kalo gak percaya, silakan coba!

Satu hal yang perlu kita lakukan hanyalah hal se-simple ini: gunakan hal yang paling disukai dan dibutuhkan anak-anak muda itu! Gunakan persahabatan mereka, gunakan tempat “nongkrong” mereka, gunakan bacaan favorit mereka, gunakan cara yang baik untuk sampaikan kabar baik. Injil itu sifatnya kabar baik, dan harus disampaikan dengan cara yang baik, tidak boleh dengan cara yang menakutkan atau membosankan.

Masalahnya begitu banyak penginjil yang nggak kreatif. Kalopun ada anak muda yang kreatif, mereka nggak tahu caranya menginjil, atau isi dari Injil itu. Jadi kondisinya begitu terbalik antara apa yang dibutuhkan, dan apa yang menjadi jawaban. Sampai kapanpun metode penginjilan ini akan kurang efektif.

Dalam Friendship Evangelism Camp, kita coba ubah metode kita untuk penginjilan yang menjemukan dan membosankan bahkan menakutkan itu. Kita mulai lakukan metode yang “simple but powerful” atau “sederhana namun berdampak besar”, sesederhana persahabatan, dan sekuat persahabatan juga dampaknya.

Setiap kita anak-anak Tuhan bisa terlibat dalam penginjilan, dan setiap kita harus terlibat dalam penginjilan. Gunakanlah cara yang paling simple menurutmu untuk lakukan penginjilan, Tuhan yang akan beri kekuatan untuk menyatakan InjilNya secara dahsyat dalam kehidupan sahabat-sahabat yang kita Injili.

Cari domba atau curi domba ??

Category : Simply Articles

bdf45de2Pastinya banyak yang udah pernah denger kisah mengenai domba yang hilang, dimana sang gembala memiliki 100 ekor domba, bilamana ada satu yang hilang, sang gembala akan berusaha mencari yang satu itu dan saat menemukannya dia akan menggendong dan meletakannya di atas pundaknya dengan sangat gembira.

Cerita di atas pastinya sudah sangat sering kita dengar, baca dan menjadi tema ibadah. Kalau seandainya cerita di atas agak direvisi mungkin akan jadi begini critanya :

Suatu hari, seorang gembala yang memiliki 100 ekor domba sedang memasukan domba-dombanya ke dalam kandang setelah dibawa seharian untuk digembalakan di padang rumput yang segar. Dengan senang dan sembari sesekali meniup serulingnya dia menghitung satu per satu domba-dombanya. Satu hingga sepuluh, sepuluh hingga lima puluh, lima puluh hingga sembilan puluh. Kagetlah sang gembala ketika didapati kalau ternyata dombanya hilang satu, hanya tinggal 99 ekor. Panik dan sangat cemas seketika langsung melanda perasaan sang gembala. Gundah gulana dan bingung, itulah yang ada di pikiran sang gembala. Dia mengingat-ingat dimana terakhir dia menggembalakan dombanya, dicarinya di padang rumput tempat dia menggembalakan, tidak juga ketemu.

Dia menyisir sepanjang jalan, takutnya dombanya mungkin tertinggal, tetapi tetap tidak ketemu. Setelah beberapa lama hampir putus asa karena mencari dombanya. Dan tiba-tiba dia melihat kandang lain yang jauh lebih bagus dan nyaman dari kandangnya. Dia melihat gembala lain yang juga sedang memasukan dombanya. Dan karena merasa melihat domba kesayangannya, hanya merasa saja, tanpa bertanya dan tanpa permisi dengan gembala yang lain itu, dia diam-diam mengambil domba yang menurutnya adalah punya dia, menggendongnya dan bersukacita karena dia telah menemukan dombanya.

Padahal, tidak beberapa jauh dari kandang itu, ada suara rintihan diselingi dengan ringkikan seekor domba yang sedang terluka dan berada di pinggir jurang yang sedang terlilit sebuah tanaman berduri yang menyakitinya, hampir mati !!!

Sebelum melanjutkannya lagi, yah ijinkan saya minta maaf yah, karena telah membuat revisi sendiri cerita itu. Cerita itu sungguh hanya karangan saya dan imajinasi saya, kalau ada pihak-pihak yang tersinggung di dalamnya saya mohon maaf….hehehehhe…

Dan yang saya maksudkan dengan gembala bukanlah Yesus sang gembala agung kita, karena takkan mungkin Dia berbuat sedemikian. Itu adalah gembala-gembala atau mungkin yang mengaku dirinya adalah gembala-gembala yang terkada lupa bahwa ada sebuah teladan yang ditinggalkan oleh Gembala Agung kita yaitu Tuhan Yesus. Sekali lagi saya mohon maaf apabila ada yang tersinggung nih. Tulus, dari dalam hati.

Mungkin cerita di atas agak nyeleneh dan sangat melenceng dari cerita sesungguhnya. Latar belakang, tokoh, alur cerita bahkan tema ceritanya mirip, yang berbeda adalah akhir dan pesan yang disampaikan. Satu-satunya alasan mengapa aku tertari untuk sedikit menggubah cerita di atas adalah keprihatinan saat melihat banyaknya kejadia-kejadian seperti cerita di atas dalam Kekristenan masa kini. Tujuan utama untuk selamatkan jiwa, untuk cari domba, untuk menyelamatkan bahkan menggendong domba, telah berubah.

Satu-satunya pertanyaan di dalam hati saya mengenai gereja adalah, mengapa dengan gereja yang begitu banyak dan majemuk, tetapi anak-anak Tuhan tetap menjadi minoritas di Indonesia ini. Dalam arti mengapa dengan gereja yang demikian banyak dan majemuk masih belum dapat melaksanakan amanat agungnya secara penuh, targetnya adalah seluruh dunia. Justru yang terlihat adalah adanya perpecahan antara greja-greja, bahkan di dalam gerejanya sendiri.

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Matius 8:20

Sahabatku memberikan jawaban atas ayat ini begini :

“Gimana Anak Manusia bisa meletakan kepala-Nya, kan tubuhnya aja blum menjadi satu.”

Bener juga yah, kita sebagai tubuh Kristus, bukannya mengutamakan kesatuan tubuh Kristus, tetapi sibuk “memperindah” gereja/komunitas kita masing-masing. Bukannya menghargai perbedaan yang ada, tetapi sibuk menyamakan bahkan mempersalahkan perbedaan yang ada. Inikah yang kita sebut dengan kesatuan tubuh Kristus.

Tujuannya adalah selamatkan jiwa, tapi bukan dari jurang ataupun semak belukar, melainkan dari “kandang” lain, dari gembala lain. Waduh… bahaya banget, inikah yang namanya cari jiwa, bukannya lebih tepat di sebut curi jiwa ? Padahal sadarkah kita, saat kita sudah putus asa cari domba yang tersesat, yang akhirnya membuat kita ngelirik ke gembala dan kandang lain, dan merasa memiliki domba itu, akhirnya menggendong domba itu menuju ke kandang kita. Justru sebenarnya saat itulah domba yang benar-benar kita cari, yang benar-benar membutuhkan kita, benar-benar sedang terluka dan sedikit lagi akan jatuh ke jurang. Domba itu yang membutuhkan. Dan tanpa sadar fokus kita telah berubah, bukan lagi kepada domba yang memerlukan kita, tetapi lebih kepada untuk memenuhi jumlah tertentu, “biar genap”.

Guys, Tuhan kita adalah Tuhan yang universal. Tuhan terlalu besar untuk bisa dibatasi dengan gereja tertentu, dibatasi oleh denominasi tertentu, dibatasi oleh cara-cara tertentu, dibatasi dengan hamba Tuhan atau pendeta tertentu, bahkan dibatasi dengan mengatasnamakan interdenominasi. Tuhan telalu besar untuk semua itu, dan betapa piciknya kita kalau kita menggangap dan mengadakan pembatasan-pembatasan itu.

Saya sangat like this dengan statement dari sahabat saya yang bilang begini “Saya perlu tekankan kepada gereja-gereja dan persekutuan tertentu yang “mencari jemaat” ke komunitas rohkris sekolah-sekolah. Jangan jadikan anak-anak muda ini sebagai komoditas cuci otak kalian. Cara kalian mulai melenceng dari etika pelayanan! Membuat mereka pulang malam, bertengkar dengan ortu, pengajaran yang aneh-aneh, bagi saya itu bukan bayar harga atau radikal. Ayo bangkit adik-adikku, berdiri teguh dalam pengajaran yang benar!”

Hai para gembala-gembala, ingat bahwa cari domba bukanlah curi domba. Cari domba yang memang benar-benar sangat membutuhkan, cari domba yang sedang berada di pinggir jurang, bukannya di “kandang” sebelah. Dan perlu diingat bahwa Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan milik sebuah gereja, milik sebuah komunitas atau sebuah denominasi. Dan ngga ada yang namanya gereja yang lebih “nyata” Tuhannya, gereja yang lebih “kudus” dan pernyataan lain. Semua gereja adalah tubuh Kristus, walaupun berbeda-beda, semuanya adalah penting dan harus menjadi satu rangkaian tubuh, supaya Anak manusia dapat meletakan kepalaNya.

Like This :

“Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” — demikianlah firman TUHAN. Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: “Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya.

Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak.

Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN.  (Yeremia 23:1- 4)

By : KSW

Evangelism Minded

Category : Lifestyle, Simply Articles

evangelism mindedHai FOSters! Enggak terasa yah udah bulan September nih.. Dan di bulan September Sukacita ini FOS akan ngebahas tentang Evangelism Minded! Eh, apaan tuh Evangelism Minded??

Pernah denger enggak istilah seseorang yang Health Minded? Health Minded itu artinya seseorang yang gaya hidupnya peduli terhadap kesehatan. Jadi kalo misalnya orang itu memilih makanan pasti memilih makanan yang baik untuk kesehatan, kalo beraktivitas sebisa mungkin aktivitasnya juga berorientasi untuk kesehatan.

Nah berarti orang-orang yang Evangelism Minded adalah orang-orang yang gaya hidupnya peduli terhadap Penginjilan donk??? Yup! Bener banget tuh! Bulan ini kita mau bahas secara khusus mengenai penginjilan sebagai gaya hidup! Waaa beberapa diantara kalian mungkin langsung males bacanya yah.. Alergi ah alergi denger penginjilan. Kayanya enggak cocok banget sih kata ‘anak muda’ sama kata ‘penginjilan’ daripada ngomongin Evangelism Minded, mendingan ngomongin Facebook Minded atau Twitter Minded deeh.. Hehehe..

Wuitss… Jangan males dulu donk.. Kalian harus tau dulu kenapa yang namanya punya gaya hidup yang peduli terhadap penginjilan itu penting. Karena setelah kalian tahu pentingnya penginjilan baru deh kalian bisa memutuskan. Contunue Reading

PADA AKHIRNYA SIAPA YANG MENANG?

Category : Simply Articles

winners_diceBerkali-kali kita udah bahas berbagai sisi tentang perjuangan anak-anak Tuhan. Kita tau kalo setiap anak Tuhan pasti ngalamin yang namanya pertempuran secara rohani (Artikel Everyone’s Battle), kemudian kita bahas dari dua sisi supaya adil antara pertempuran yang dihadapi oleh setiap kaum cowok (Every Boy’s Battle) dan pertempuran yang dialami oleh setiap kaum cewek (Every Girl’s Battle). Bahkan sebelum itu juga kita tau kalo keinginan daging itu berperang melawan keinginan roh, tapi kita harus pilih untuk menang (Choose To Win) melawan kedagingan dan tunduk pada keinginan roh.

Masalahnya adalah…

Banyak anak Tuhan akan mulai bertanya-tanya, gimana kalo aku kalah? Gimana kalo aku gagal lagi ngadepin pertempuran ini? Gimana kalo aku nggak kuat?

Pasti yah setiap kita pernah ngalamin kegagalan dalam peperangan melawan kedagingan kita. Nggak jarang juga loh kita jatuh untuk yang kedua kalinya, ketiga kalinya, bahkan untuk yang kesekian kalinya dalam kesalahan yang sama. Saat kita jatuh, satu hal yang muncul dalam pikiran kita adalah “duh aku nggak layak”, atau “Tuhan pasti marah banget sama aku.” Contunue Reading

Seandainya Saya Superman

Category : Simply Articles

Saya akan bingung…bukan bingung mau ganti kostum yang model gimana karena saya enggak akan mau pake kostum superman logomodel lama dengan celana dalam merah diluar. Tapi bingung mau melakukan apa? Punya kekuatan yang besar memang bagus, tapi apa yang harus dilakukan dengan kekuatan yang bisa menjungkirbalikkan dunia ini?

Hmmm…superman kan pahlawan kebenaran yang melawan kejahatan kan? Jadi gimana kalo saya melawan kriminalitas saja? Nangkepin penjahat di seluruh dunia?

Masalahnya, penjahat itu yang mana yah? Memang ada tukang rampok atau preman terminal yang emang jahat, tapi kan ada juga orang yang nyuri karena terdesak kebutuhan, misalya untuk biaya makan anak di rumah. Masa superman nangkap mereka juga? Kan harusnya dibantu?

Kalo gitu sekarang nyari preman-preman aja lah. Tapi, menangkap mereka juga enggak akan menyelesaikan masalah. Mereka jadi preman bukan karena terlahir dengan muka preman, tapi seringkali juga karena kemiskinan membuat mereka mengambil jalan pintas. Selama ada kemiskinan, tentu saja akan selalu ada kejahatan. Kalau perut lapar, urusan benar dan salah itu nomor 2.

Baik, karena akar kriminalitas adalah kemiskinan, berarti sebagai superman saya harus memberantas kemiskinan kan? Daripada ngegunting daunnya lebih baik dicabut akarnya sekalian kan?Gimana caranya memberantas kemiskinan yah? Cara paling gampang mungkin meniru rekan superhero lain, Robin Hood. Tapi masa superman mencuri? Biarpun untuk orang miskin tapi kan tetep aja mencuri. Lagipula , dalam jangka panjang enggak akan ada orang yang mau berusaha bekerja menjadi kaya karena nanti kalau sudah kaya pastinya dirampok. Lebih baik diam dan menunggu superman membawa hasil rampokan. Gimanapun juga enggak boleh seorang superman yang menjadi simbol kebenaran memakai cara salah untuk mencapai hasil yang baik. Kalau orang lain juga meniru dengan melakukan cara yang salah untuk mencapai hasil yang mereka anggap baik, gimana caranya superman mau melarang? Contunue Reading

EVERY BOY’S BATTLE

Category : Simply Articles

Pastinya dong kita semua udah tau kalo peperangan rohani itu dialami oleh setiap anak Tuhan. Kita yang menyandang status sebagai “anak-anak Allah”, mau nggak mau juga pasti terlibat dalam sebuah pertempuran melawan iblis dan kuasanya. Satu hal yang perlu kita pegang baik-baik bahwa kuasa iblis udah dilucuti dalam pengorbanan Tuhan Yesus buat kita di atas kayu salib, so, iblis nggak punya kuasa lagi atas hidup kita.

Kali ini kita akan bahas peperangan rohani dari sisi seorang cowok. Apa sih pergumulan terbesar yang dihadapi oleh anak-anak cowok dalam hidup rohaninya?

Kalo kita membaca buku “Every Young Man’s Battle” yang ditulis oleh Fred Stoeker dan Stephen Arterburn, kita akan tahu kalo banyak anak cowok bergumul dalam satu hal yang sering menjadi kejatuhan terbesarnya, yaitu dosa seksual!

Walaupun nggak seluruhnya anak cowok terikat dengan dosa ini, tapi sebagian besar anak cowok menurut statistik sekitar 78 persen laki-laki di dunia pernah jatuh ke dalam dosa seksual, dan hal ini diulanginya lagi dan lagi. Dari 78 persen itu, 72 persennya mengaku kalo diri mereka adalah orang yang cukup rohani. Guys, begitu banyak anak cowok yang jatuh ke lubang yang sama lagi dan lagi. Dalam hal apa? Plis kaum wanita, jangan kaget dengan kenyataan ini, kami kaum pria banyak bergumul dalam dua dosa utama : pornografi dan masturbasi.

Apa itu pornografi? Pornografi berasal dari kata dalam bahasa Yunani “porneia” yang berarti “kedagingan” atau “percabulan”. Jelas banget kalo pornografi itu adalah sifat kedagingan (hawa nafsu yang sesat) yang dikerjakan seseorang untuk mendapatkan kepuasan seks dengan cara yang nggak berkenan di mata Allah. Sedangkan “masturbasi” adalah suatu cara pemuasan kebutuhan seks yang dilakukan dengan diri sendiri atau dengan benda mati.

Menjijikkan? Ya, jelas itu menjijikkan dari segi definisi. Kenapa kita bahas ini secara terbuka, supaya kita tahu bahwa ini seringkali adalah “musuh terselubung” bagi kaum pria yang ditutupi dengan berbagai macam alasan. Apa contoh alasan-alasan itu?

Contohnya, banyak pendapat sesat dari teman-teman kita yang bilang “Eh, anak cowok tuh wajib tahu yang beginian. Kalo nggak tahu, lo bukan pria sejati!” Atau pendapat lain yang berkata “pornografi dan masturbasi itu wajar banget kali, kan hormon kita lagi menumpuk, jadi wajar aja kalo kita lampiaskan. Kalo ditahan terus gue bisa gila!”

Dengan alasan-alasan ini, kaum cowok tidak lagi menganggap pornografi dan masturbasi sebagai penyelewengan seks, tapi dianggap sebagai hal yang wajar. Ok, let me tell you the truth.

Pertama, seks itu kudus di mata Tuhan. Hubungan seks itu hanya dapat dilakukan dengan pasangan kita setelah kita menikah. Di luar itu, segala bentuk hubungan seks adalah penyelewengan. Ini prinsip yang harus kita pegang. “Loh, kan gue nggak berhubungan seks, cuma melihat gambar-gambar yang bagi gw wajar lah di mata cowok.” Gimana tuh? Guys, Tuhan Yesus berkata sangat tegas kepada kita bahwa “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Matius 5:28). Dalam segala hal yang berkaitan dengan pornografi, selalu ada “memandang lawan jenis (termasuk membayangkan)”, dan “mengingininya”. Di hadapan Tuhan, ini adalah bentuk perzinahan.

Kedua, alasan yang sering dipakai oleh setiap cowok dalam perbuatan dosa ini adalah “ini kan pengaruh hormon, jadi wajar dong!”

Guys, ada yang dinamakan kehidupan seks yang “wajar”, tetapi ada juga kehidupan seks yang “dipancing”. Kehidupan seks akibat hormon yang wajar nggak akan membawa kita jatuh ke dalam masturbasi lagi dan lagi. Kalo ada beberapa di antara teman-teman yang berpikir kalo kebiasaan buruk masturbasi itu akan hilang dengan sendirinya saat setelah menikah, itu adalah sebuah kesalahan. Kalo kebiasaan ini nggak dipatahkan sejak masa muda kita, kebiasaan buruk ini akan terus berlanjut sampai kapanpun.

Anak cowok seringkali “membiasakan” dirinya untuk menganggap masturbasi itu wajar, karena hormon, dan nggak ada seorang cowok pun yang bisa lepas dari pornografi dan masturbasi karena ini “pasti” dialami setiap lelaki. Kalopun ada yang nggak melakukan ini, dia dianggap aneh. Padahal kenyataannya, masturbasi itu adalah hasil dari “gejolak hormonal yang menumpuk” dan bukan yang wajar. Pertanyaannya, kenapa bisa terjadi “gejolak hormonal yang menumpuk?”

Well guys, berapa di antara kita yang sadar, saat kita bangun pagi dan melihat ke arah rumah tetangga, ternyata ada anak gadis rumah sebelah dengan hot pants dan tank top sedang senam pagi, itu satu poin dalam gejolak kita. Lalu kita buka majalah kesehatan, sampailah pada rubrik iklan pakaian olah raga yang serba minim, itu poin kedua dalam gejolak kita. Lalu kita pergi ke kampus, ke sekolah, atau ke kantor, berpapasan dengan seorang teman wanita yang cantik dan lumayan berisi badannya, kita perhatikan dia dari ujung gang yang satu ke ujung gang yang lain, itu poin ketiga dalam gejolak kita. Setelah pulang dari aktivitas seharian, kita nyalakan televisi, kita nonton box office movie di salah satu stasiun tv swasta, dengan pemain wanita yang pakaiannya agak terbuka, itu poin selanjutnya dalam gejolak kita. You know, engkau sedang mengumpulkan poin untuk kembali jatuh ke dalam ikatan masturbasi. Poin-poin yang kita kumpulkan dan kita biasakan itulah yang sebenarnya akan membuat gejolak hormonal, dan sekali lagi itu bukanlah kehidupan hormonal yang wajar. Ini adalah kehidupan seks yang “dipancing”. Dengan kumpulan poin itu, paling lama tiga minggu, dan paling cepat malam itu. kita akan mudah jatuh lagi kepada masturbasi.

Ayub membuat satu pernyataan yang mengandung komitmen: “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?” (Ayub 31:1). Kata-kata “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku” itu adalah sebuah komitmen dari Ayub untuk menjaga kekudusan hidupnya. Mulai dari menjaga pandangan mata terhadap lawan jenis, kita memperkecil peluang untuk jatuh ke lubang yang sama lagi.

Sahabat-sahabat, para cowok, kita semua menghadapi pertempuran. Ada satu hal yang perlu kita semua tahu, pertempuran ini bukanlah pertempuran yang tidak mungkin untuk dimenangkan! Kita bisa menang menghadapi dosa pornografi dan masturbasi ini. Dalam setiap pertempuran apapun yang kita hadapi, yang kita perlukan adalah strategi yang tepat untuk memenangkannya, dan strategi yang ampuh adalah dengan menjaga mata kita tetap kudus.

Guys, ada satu berita yang sangat penting di sini. Selama kita masih terus fokus pada dosanya, kita akan terus jatuh. Saat kita melihat pada betapa hina dan kotornya kita setelah melakukan masturbasi, yang akan kita dapatkan hanyalah rasa hampa, kesepian, kekosongan, rasa nggak berguna, yang justru akan membawa kita semakin jauh dari Tuhan. Lihatlah, dalam kondisi apapun kita, berita anugerah yang kita terima adalah bahwa Yesus telah menanggung semua dosa kita lunas di atas kayu salib, termasuk dosa pornografi dan masturbasi yang jadi pergumulan hari demi hari. Bro, selama kita ngerasa kita kuat berjalan sendirian tanpa anugerah Yesus, kita akan terus menerus jatuh. Pandanglah bahwa dalam peperangan ini, kita nggak sendirian! Kita punya Yesus yang berjalan di depan kita. Apa artinya? Artinya saat dosa menghadang, Tuhan Yesus telah lebih dulu berhadapan dengan kuasa dosa, dan Dia udah memenangkan pertempuran ini buat kita. So, di hadapan kita yang berjalan bersama Tuhan Yesus, dosa udah nggak ada kuasanya lagi, dosa jadi nggak menarik lagi, dosa jadi terlihat tidak berdaya dan benar-benar hilang kuasanya. Kita sebagai anak-anak cowok yang sangat berharga di hati Allah, biji mata Allah, kita bisa berkata dengan keyakinan iman bahwa “I’m free!” Aku telah bebas, aku nggak terikat lagi dengan pornografi dan masturbasi. And after that, jangan fokuskan pandanganmu kepada dosa-dosa itu lagi, tapi pandanglah pada Tuhan Yesus yang telah menang bagi kita. We believe bro, that you and I are free!

Bro, kita nggak akan bahas semua di artikel ini. Kalo mau tahu lebih jelasnya gimana langkah-langkah yang ampuh untuk melatih karakter kita menjauhi kejatuhan dalam pornografi dan masturbasi, kami dari FOS Community rekomendasikan untuk baca buku “Every Young Man’s Battle” tulisan Fred Stoeker dan Stephen Arterburn. (Bukunya bahasa Indonesia koq, dan mudah dicari di toko-toko buku Kristen terdekat). Kami juga baca buku ini dan merasa sangat dikuatkan, so kami mau bagikan berkat ini buat para cowok sekalian. Buka juga websitenya di www.everymansbattle.com .

Buat kamu-kamu (para cowok) yang mo curhat dengan kami para FOSters tentang hal ini, kirim aja curhatanmu via message facebook atau e-mail ke komunitasfos@gmail.com dengan subject “boyszone-everyboysbattle”. Curhatan kamu akan dibaca hanya oleh para FOSters yang cowok! Moga tulisan ini membuat kita semua penasaran tentang betapa besarnya anugerah Tuhan Yesus yang sanggup membuat kita menang atas dosa-dosa ini, dan kita semua terdorong lebih lagi untuk mengenal anugerah yang besar ini. Selamat berjuang dalam penyertaan kuasa Allah!

every young man's battle