<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FOS Community &#187; Simply Articles</title>
	<atom:link href="http://fos-community.com/category/simply-articles/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fos-community.com</link>
	<description>Simple but Powerful - Stand in Unity not in Uniform</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 13:28:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>B.F.F In Bible</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/08/b-f-f-in-bible/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/08/b-f-f-in-bible/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 07:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Tukang Bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[Satu langkah maju, tiga langkah mundur.. Jantung yang berdegup kencang, tangan yang berkeringat dingin&#8230; Padahal pintu itu jaraknya hanya beberapa meter, pintu yang sering didatangi dan dilaluinya setiap hari, jarak yang seharusnya tidak membuat tubuhnya lelah dan kakinya berat. Tapi hari ini, beberapa langkah itu terasa sangat berat dan&#8230;.ya, sedikit menakutkan. Bagaimanapun , dibalik pintu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/08/bff.jpg"><img class="size-medium wp-image-1147 aligncenter" title="bff" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/08/bff-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Satu langkah maju, tiga langkah mundur..<br />
Jantung yang berdegup kencang, tangan yang berkeringat dingin&#8230;<br />
Padahal  pintu itu jaraknya hanya beberapa meter, pintu yang sering didatangi  dan dilaluinya setiap hari, jarak yang seharusnya tidak membuat tubuhnya  lelah dan kakinya berat.<br />
Tapi hari ini, beberapa langkah itu terasa sangat berat dan&#8230;.ya, sedikit menakutkan.<br />
Bagaimanapun , dibalik pintu itu berdiam seorang raja, rajanya!!<br />
Dan  hari ini dia tidak datang untuk memujinya atau membawakan persembahan  ataupun menceritakan berita baik&#8230;tapi hari ini dia datang untuk  mengacungkan jari tangannya dan menunjuk sang raja&#8230;<br />
Untuk menghakimi kesalahan raja..rajanya sendiri!!<br />
Bagaimana kalau raja marah dan membunuh dirinya? Ini bukan pertama kalinya dia mendengar dan melihat raja membunuh seseorang.<br />
Bagaimana jika raja memutuskan kalau dia pembohong kurang ajar dan memenjarakannya?<br />
Bahkan  sekalipun dia menceritakan kesalahan raja yang didengarnya kemarin  malam, siapa yang akan percaya? Raja yang membawa masa keemasan bagi  bangsanya atau dia, pelayan raja? Siapa yang akan dipercaya rakyat?  Tanpa perlu dipikir pun dia tau jawabnya, karena kalau dia sendiri  dihadapkan pada pilihan yang sama,dia akan memilih untuk lebih percaya  kepada perkataan raja daripada perkataannya sendiri.</p>
<p>Dan itulah yang membuat kakinya berat, bukan karena ketakutan, tapi kesedihan dan&#8230;kekecewaan.<br />
Raja yang dihormatinya&#8230;raja yang dikaguminya..<br />
Bertahun-tahun  dia mendengar cerita kepahlawanan raja, bahkan menyaksikan beberapa di  antaranya. Dia mengetahui setiap titik naik turun dalam kehidupan sang  raja..<br />
Kesedihan,keberanian,perang,konflik,dan bahkan cerita cinta sang raja.<br />
Seperti  semua rakyat bangsanya, dia sepakat tidak ada raja lain yang lebih  pantas untuk menjadi raja selain raja di balik pintu yang akan  didatanginya.<br />
Dan karena itu, berita yang diterimanya tadi malam  terasa sangat menyakitkan, pengkhianatan yang luar biasa. Bagaimana  mungkin sang raja,rajanya!! ,sanggup melakukan hal itu?<br />
Bagaimana  mungkin seorang pemimpin luar biasa sanggup melakukan hal seperti itu?  Perbuatan berdosa yang hanya dilakukan orang yang tak ber-Tuhan?<br />
Masih pantaskah rajanya menjadi seorang pemimpin?<br />
Dan kekecewaan memberatkan kakinya&#8230;tapi tugas menggerakkan kakinya..dan dia melangkah maju dan membuka pintu&#8230;.</p>
<p><strong><br />
&#8220;Engkaulah orang itu&#8221;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</strong>Daud terkejut</p>
<p><strong>&#8220;Aku sudah berdosa kepada Tuhan&#8221;&#8230;&#8230;&#8230;.</strong>Nathan terkejut!!</p>
<p>Beban berat terangkat dari pundaknya&#8230;dan bola besi yang memberatkan hatinya terlepas&#8230;<br />
Rajanya tidak mengkhianati dirinya&#8230;<br />
Nathan  menyadari kalau rajanya hanyalah seorang manusia biasa yang bisa  berbuat salah, Berapapun banyaknya lagu kepahlawanan yang ditulis  rakyatnya untuk Daud, Daud tetaplah manusia biasa.<br />
Kenyataan yang  terpampang di depan matanya..Daud yang mengakui dosanya dan menangis  meminta ampun menyadarkan Nathan akan kemanusiaan Daud.<br />
Tapi, berapa  kalipun Nathan melihat kemegahan Daud saat kembali dari perang, dia  tidak pernah melihat kemegahan seorang raja melebihi kemegahan yang  dilihatnya saat ini&#8230;kemegahan seorang raja yang berlutut dan menangis  mengakui kesalahannya.<br />
Berbuat salah adalah hal manusiawi..tapi  mengakui kesalahan,meminta ampun dan bertobat adalah kualitas surgawi  yang hanya dimiliki orang – orang yang bertemu muka dengan muka dengan  Tuhan.</p>
<p>Dan Nathan melayani Daud seumur hidupnya<br />
Dan Daud mempercayai Nathan sampai hari tuanya.</p>
<p>( diambil dari 2 Samuel 12 )</p>
<p>Cerita  di atas tentu saja hanya rekaan dan dramatisasi dari kejadian  sebenarnya. Kita tak akan pernah tahu bagaimana perasaan nabi Nathan  saat mendatangi Daud. Yang kita tahu hanya Nathan cukup bijaksana dan  peka untuk tidak mempermalukan Daud dengan menuduhnya langsung tapi  memakai cerita pendahuluan.<br />
Alkitab tidak banyak membahas bagaimana hubungan Nathan dengan Daud, apakah mereka bersahabat atau tidak.<br />
Yang  kita tahu, Nathan cukup mengenal Daud dan kehidupannya karena Nathan  adalah orang yang menulis riwayat hidup Daud,dan juga anaknya Salomo, di  Alkitab. ( 1Taw 29:29 , 2 Taw 9:29 )<br />
Dan kita tahu bahwa Daud terus  mempercayai Nathan bahkan sampai hari tuanya. Ketika Nathan datang  membawa kabar mengenai pengkhianatan anak Daud sendiri, Adonia, Daud  mempercayai dan tidak meragukan perkataan Nathan. Sekalipun yang  dibicarakan Nathan adalah anaknya sendiri ( 1 Raja-raja 1:23-27).</p>
<p>Seandainya Daud punya Facebook, Nathan pasti termasuk salah seorang BFF – nya.<br />
Kenapa ? Karena <strong>“ seorang kawan memukul dengan maksud baik &#8230;.“ ( Amsal 27 : 6 )</strong><br />
Jadi&#8230;jangan ragu untuk &#8220;pukul memukul“&#8230; ^^</p>
<p><em>PS  : Kalo ada yang ga tau artinya BFF apa karena jarang pegang fesbuk (  saya salah satunya, punya fesbuk cuman ikut-ikutan), BFF itu singkatan  dari Best Friend Forever</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://warungbakmi.blogspot.com/" target="_blank">Tukang Bakmi</a> di <a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/08/b-f-f-in-bible/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Instan Makan Mie Instan</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/08/cara-instan-makan-mie-instan/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/08/cara-instan-makan-mie-instan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 01:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang instan di hidup ini, semua butuh proses, Setuju? Aahh&#8230;..ngga juga kok, buktinya ada mie instan, bubur instan, kopi instan, de el el. Brarti ada yang instan donk ? Guys, aku punya pengalaman nih sama yang namanya mie instan. Siapa sih yang ngga pernah makan mie instan ?? aku yakin walaupun jarang tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/08/spaghetti.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1141" title="spaghetti" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/08/spaghetti.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Tidak ada yang instan di hidup ini, semua butuh proses, Setuju?</p>
<p style="text-align: justify;">Aahh&#8230;..ngga juga kok, buktinya ada mie instan, bubur instan, kopi instan, de el el. Brarti ada yang instan donk ?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Guys</em>, aku punya pengalaman nih sama yang namanya mie instan. Siapa sih yang ngga pernah makan mie instan ?? aku yakin walaupun jarang tapi pasti pernah donk.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi begini ceritanya, pada siang hari tiba-tiba aku merasa laper banget, ternyata begitu aku ke meja makan ngga ada satupun lauk yang tersedia. Yang ada cuma kecap doank, pengen bikin mie instan, tapi males banget harus nyalain kompor, panasin air, terus nungguin sampai mienya mateng, udah gitu ditambah rasa kantuk yang tak tertahankan juga lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan akhirnya karena rasa laper, ditambah rasa ngantuk dan ditambah lagi ekstra males, mie instan itu langsung deh aku makan tanpa dimasak. Caranya adalah remes-remes itu mie, tuang bumbunya di dalamnya trus di makan deh, nyam..nyam..nyam.. (persis cara makan Anak Mas deh&#8230;), yah lumayan lah buat ganjel perut dan lagian aku juga suka asin-asin gimana gitu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah makan mie instan tanpa dimasak terlebih dahulu, malamnya badanku panas dingin, meriang, dan lidah masih mati rasa karena rasa asin luar biasa dari bumbu mienya. Besoknya, yah aku harus merelakan hariku dengan hanya terbaring lemah di atas tempat tidur deh, dan itu semua cuma gara-gara males bikin mie! Waduh.</p>
<p style="text-align: justify;">Perhatiin deh, walaupun ada yang namanya mie instan, bubur instan dan makanan instan lainnya, tetap saja butuh proses untuk membuatnya. Kalopun kita mengambil jalan cepat, ngga mau repot, yah jadinya kayak aku tadi langsung panas dingin, resiko tanggung sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada proses untuk segala sesuatu. Saat kita meminta sama Tuhan untuk menjadi orang yang sabar, Dia memberikan orang-orang yang ngeselin di sisi kita. Saat kita meminta kepintaran, Dia memberikan soal-soal ribet dan guru/dosen-dosen killer. Saat kita meminta keluarga harmonis, justru yang kita dapatkan adalah papa dan mama yang semakin sering berantem. Saat kita meminta pasangan hidup, justru Dia kasih waktu yang kadang cukup lama untuk kita men-<em>jomblo</em> dulu. <em>Ada apa sih sebenarnya Tuhan, apa Engkau ngga dengar secara jelas permintaan aku yah, atau permintaan aku kelewatan dan terlalu muluk-muluk, atau jangan-jangan  Engkau salah jawab doa kali&#8230; ahhh Tuhan, gimana sih..</em></p>
<p style="text-align: justify;">Seberapa dari kita pernah bilang seperti itu sama <em>Tuhan</em>, mempertanyakan eksistensi <em>Tuhan</em>, dan meragukan cara kerja Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terlalu yakin bahwa Tuhanku adalah yang paling <em>the best </em>deh, ngga akan pernah salah jawab doa kita. Tuhan bukan cuma mau kita jadi sabar, tapi Dia mau melihat kita melewati proses menjadi sabar. Tuhan bisa memberi kita kepintaran seperti Salomo dan Daniel, tapi Dia lebih mau melihat proses kita menjadi belajar dengan mengandalkan Dia selalu. Tuhan bisa aja buat mukjizat di keluarga kita, tiba-tiba papa dan mama kita menandatangani perjanjian damai seumur hidup, tetapi Dia lebih tertarik untuk menjadikanmu juru damai di dalam keluargamu. Dan Tuhan sangat mungkin memberikan pasangan yang sepadan, seimbang, cantik/ganteng, yah pokoknya yang <em>perfect</em> -lah langsung di hadapan kita, tapi Dia lebih suka membuat kita memastikan bahwa kita melibatkan Dia dalam proses memilih pasangan hidup. Segala sesuatu ada prosesnya, segala sesuatu butuh proses, dan sebuah proses menghasilkan sesuatu. <em>That’s the Point</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>So guys</em>, latih diri kita untuk melakukan sebuah proses, biasakan diri kita untuk menikmati sebuah proses, dan buatlah setiap proses di hidup kita menghasilkan sesuatu yang berharga. Karena hidup terdiri dari serangkaian proses yang harus kita jalani, dan melalui proses itulah kita semakin menyadari dan menghargai bahwa kita hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut KehendakNya.”</p>
<p style="text-align: justify;">1 Yohanes 5:14</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>By KSW</em></strong><strong><em>_FOS Community</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/08/cara-instan-makan-mie-instan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersih.. Bersih&#8230;</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/08/bersih-bersih/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/08/bersih-bersih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 02:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1129</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, aku dapat tugas khusus dari papa yaitu membereskan gudang rumah, karena kecium bau bangkai dari gudang. What, beresin gudang, apa ngga ada special force yang lain sih, aduhhh&#8230;. Yah, bagiku tugas rumah yang pualing berat yah itu, beresin gudang. Membayangkannya aja udah membuat malas dan cape. Ruangannya kecil sih, yah dulunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/08/sweep.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-1130" title="sweep" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/08/sweep-300x300.gif" alt="" width="240" height="240" /></a>Beberapa hari yang lalu, aku dapat tugas khusus dari papa yaitu membereskan gudang rumah, karena kecium bau bangkai dari gudang. <em>What,</em> beresin gudang, apa ngga ada <em>spe</em><em>c</em><em>ial force</em> yang lain sih, aduhhh&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah, bagiku tugas rumah yang pualing berat yah itu, beresin gudang. Membayangkannya aja udah membuat malas dan cape. Ruangannya kecil sih, yah dulunya adalah kamar tidur untuk pembantu, tapi berhubung sudah tidak menggunakan pembantu lagi jadi dialihfungsikan untuk menjadi gudang. Berantakannya minta ampun deh, mana berdebu, banyak tumpukan-tumpukan nggak jelas, dan pastinya pengap dan berbau menyengat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ogah-ogahan, aku bersiap untuk beresin gudang. Terbayang bahwa bakalan seharian dan yang pasti badan pasti lelah bukan main, yah agak sedikit menggerutu juga sih. Tapi ternyata, gudang sudah seperempat bersih, dan ternyata papa sudah menemukan bangkai tikusnya semalaman, jadinya aku hanya tinggal membersihkan sisa-sisanya dan yang ¾ lagi. Tapi yah tetep aja itu gudang masih berantakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bingung mau mulai dari mana, mau ngapain dulu. Akhirnya sejenak aku berpikir, dan akhirnya aku mulai keluarkan semua kardus-kardus dan barang-barang mulai dari yang kecil sampai gede. Lumayan banyak dan menguras keringat juga sih. Dan setelah gudang sudah kosong, mulai terlihat awal dimana aku bisa membereskan gudang. Sebenarnya ruangan itu cukup bagus dan layak untuk ditinggali, hanya saja karena banyak barang-barang bekas dan berdebu menjadikan kesan ruangan itu sangat jorok.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai dengan menyapu debu dan kotoran, membersihkan sarang laba-laba yang menempel, lalu mengepel lantainya dan sedikit menyiram dengan karbol. Aku beristirahat sejenak sembari menunggu lantai kering, dan ternyata ruangan itu menjadi bersih dan indah lagi setelah di sapu dan di pel, dan wangi lagi. Tapi tugasku belum selesai, masih ada setumpuk barang yang harus dipilah-pilah untuk dibuang, dan kembali memasukan barang yang masih bisa disimpan dengan rapi. Akhirnya tanpa terasa selesailah tugas itu, dan aku cukup puas dengan hasil kerjaku, ditambah dapat pujian juga dari papa. Ternyata membersihkan gudang tidak serumit, selelah dan semalas yang ada dipikiranku.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>You know guys</em>, hidup kita seperti ruangan yang yang harus selalu dibersihkan secara berkala. Ruangan yang awalnya bersih, kinclong, dan harum, tiba-tiba menjadi dekil, kotor dan sangat penuh dengan berbagai hal-hal yang memenuhi hidup kita. Sampai suatu titik kita merasa bahwa hidup kita sedemikian rumit, sedemikian kotor, sedemikian berbau, dan kita sangat malas untuk membersihkannya. Masalah demi masalah, kenangan demi kenangan, hal baik maupun buruk, dan juga berbagai-bagai persoalan memenuhi hidup kita seperti barang-barang yang menumpuk di gudang itu. Hingga suatu saat dengan frustasi kita bilang “ STOP !!!”</p>
<p style="text-align: justify;"><em>C’mon guys</em>, klo gudang aja yang sedemikian kotor dan jorok bisa menjadi bersih dan wangi lagi setelah dibersihkan, apalagi kehidupan dan hati kita. Serumit apapun, sekotor apapun, bahkan se-ngga-layak apapun kehidupan kita di mata kita, kita tetap berharga di mataNya. Kita perlu juga berbenah dan merapikan “ruangan” kehidupan kita. Jangan langsung pusing dan menyerah dulu mendengar kata “bersih-bersih”.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalah yang menumpuk dan keadaan yang begitu susah memang membuat kita langsung menyerah untuk “bersih-bersih”, jadi keluarkan dulu sedikit demi sedikit “barang-barang” yang menumpuk itu, sampai ruangan itu terlihat dasarnya dan terlihat titik dimana kita bisa memulai. Kenapa doa dan saat teduh atau perenungan begitu sangat penting, karena bagiku dengan perenungan, saat teduh dan doa yang sangat sederhana sekalipun, aku bisa menemukan titik dimana aku bisa mulai melakukan “bersih-bersih” di hidup dan hatiku. Itulah awalnya guys. Kebanyakan kita berfikir tidak mungkin dan cenderung putus asa karena jarang dari kita yang berusaha menemukan titik awal untuk memulai, sudah putus asa melihat banyaknya masalah di hidup ini, sudah terlanjur melihat hidup yang hancur, yang tidak mungkin “dibersihkan” lagi. <em>Believe me, it’s not true</em>, Selalu ada awal untuk segala sesuatu, dan Tuhan akan selalu menolong kamu untuk menemukan titik awal itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah kalau sudah menemukan titik awal, jangan berhenti sampai di situ aja. Masih ada setumpuk barang yang harus kamu pilih untuk dibuang atau tetap disimpan. Dalam memilih ini dibutuhkan ketegasan, apa yang harus dibuang dan apa yang harus disimpan. Jangan mencoba menyimpan kembali semua “barang” itu, karena hasilnya akan sama saja. Membuang seluruh “barang” itu juga bukanlah sebuah kebijaksanaan. Karena ada saatnya masalah itu harus diselesaikan, bukan dilupakan. Ada saatnya masalah itu tetap Tuhan ijinkan untuk disimpan untuk membentuk karakter kita, dan ada saatnya masalah itu harus kita buang  jauh-jauh.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Guys</em>, membersihkan gudang bukan perkara sederhana dan gampangan, apalagi kalo “bersih-bersih” di hidup dan hati kita, ada proses yang cukup panjang di dalamnya, dan dibutuhkan kesetiaan untuk melakukan semuanya itu. Satu hal yang mau aku ingatkan, bahwa saat Tuhan ingin kita bersihkan “ruangan” di hidup dan hati kita, Dia tidak tinggal diam, ada kalanya Dia mulai membersihkan ¼ bagian untuk menunjukan kepada kita bahwa ada harapan di depan sana, ada kalanya Dia menunjukan dimana titik awal untuk memulai, ada kalanya Dia berada di samping kita untuk memotivasi kita atau bahkan turut serta mengangkat semua barang-barang itu, dan ada kalanya seakan-akan kita bekerja sendiri tanpa bantuan siapapun. Tapi percaya, bahwa di dalam semuanya itu Tuhan turut bekerja kok, dan saat pekerjaan yang cukup berat dan melelahkan itu telah selesai, Dia akan berkata “ Bagus anakKu, kamu telah melakukan apa yang Kukehendaki. Telah tersedia mahkota kehidupan untuk kamu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mantabbb&#8230; <em>so never give up, stand firm in God</em>, karena pekerjaan dan pelayanan kamu di dalam Tuhan tidak akan sia-sia.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, dalam persekutuanmu dengan Tuhan Jerih payahmu tidak sia-sia.”  1 korintus 15:58</em></p>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: right;"><strong>Be Blessed&#8230;</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>By <a href="http://saywithwords.wordpress.com/">KSW</a>_<a href="http://fos-community.com" target="_blank">FOS Community</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/08/bersih-bersih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyanyian yang Lebih Merdu</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/07/nyanyian-yang-lebih-merdu/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/07/nyanyian-yang-lebih-merdu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 01:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan artikel &#8211; Nyanyian Merdu Berujung Maut Jauh di belakang, ternyata ada sebuah kapal lagi yang sedang melintas. Seorang kapten kapal yang juga sangat gagah dan juga berwibawa tampak sedang berdiri di ujung dek kapal, sembari sesekali melihat melalui teropongnya. “Belum&#8230;.” kata sang kapten. “Belum terlihat&#8230;.” kembali sang kapten berkata setelah melihat melalui teropongnya. Beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/07/music-notes.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1116" title="music-notes" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/07/music-notes-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a><em><strong>Lanjutan artikel &#8211; <a href="http://fos-community.com/2010/06/nyanyian-merdu-berujung-maut/">Nyanyian Merdu Berujung Maut</a></strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Jauh di belakang, ternyata ada sebuah kapal lagi yang sedang melintas. Seorang kapten kapal yang juga sangat gagah dan juga berwibawa tampak sedang berdiri di ujung dek kapal, sembari sesekali melihat melalui teropongnya.</p>
<p>“Belum&#8230;.” kata sang kapten.</p>
<p>“Belum terlihat&#8230;.” kembali sang kapten berkata setelah melihat melalui teropongnya.</p>
<p>Beberapa anak buah kapal itu terlihat begitu antusias tapi juga waspada. Menunggu instruksi selanjutnya dari sang kapten, dan sepertinya sudah tau apa yang harus dilakukan saat sang kapten memerintahkan sesuatu.</p>
<p>“Siaga, sang legenda terlihat&#8230;. siren terlihat&#8230;” teriak salah seorang kru kapal yang berada di menara pengintai, yang memang ditugaskan untuk melihat apa yang ada di depan.</p>
<p>Sungguh di luar dugaan, bukan kepanikan dan kegelisahan yang melanda kapal itu. Seluruh awak, bahkan seandainya tong-tong itu hidup, mungkin akan melakukan apa yang dilakukan oleh seluruh manusia yang ada di kapal itu.</p>
<p>“Horreeeeee&#8230;&#8230;” terdengar jelas dan sangat keras teriakan dari kapal itu.</p>
<p>“Anak buahku&#8230;. Siren yang melegenda telah ada di depan kita, siapkah kalian dengan itu??” Tanya sang kapten dengan suara tegas dan berwibawa.</p>
<p>Dan dengan segera sang kapten mengeluarkan sebuah kotak, dan ternyata saat dibuka berisi sebuah alat musik yang tidak kalah indahnya dibandingkan kotak itu, bahkan lebih indah. Sang kapten mengeluarkan alat musik itu, yang disambut dengan tepuk tangan dari seluruh anak buah kapal.</p>
<p>Sayup-sayup terdengar suara nyanyian sang siren, yang melegenda itu, dan sebelum semakin terdengar jelas dan menghipnotis seluruh orang di kapal itu, sang kapten memberikan tanda untuk hening sejenak. Sebuah tarikan nafas, lalu sang kapten mulai memainkan alat musik yang maha indah itu. Dan terdengarlah alunan nada yang sangat indah, jauh lebih indah dari suara sang siren. Walaupun terdengar seperti saling mendominasi, tapi agaknya alunan musik dari sang kapten-lah yang telah masuk ke dalam telinga, hati dan sanubari di seluruh kapal.</p>
<p>Semakin mendekat dengan siren, justru semakin terhanyut dalam alunan nada, yang bukan dinyanyikan oleh siren tapi dari sang kapten. Sambil memenjamkan mata dan menikmati setiap alunan nada yang tercipta dari sentuhan tangannya ke alat musik itu, sang kapten memaikan sebuah nada yang menjadi lagu. Kadang lembut, lambat, kadang menjadi cepat. Melembut lagi dan tiba-tiba cepat, begitu seterusnya sampai tak terasa kapal telah melalui bukit terjal dimana siren tersebut berada, dan kapal itu telah berhasil menang melawan nyanyian berujung maut itu, telah menang dari sang penggoda dan telah berhasil selamat.</p>
<p>***</p>
<p>Guys, buat kalian yang menyimak cerita sebelumnya &#8212; <a href="http://fos-community.com/2010/06/nyanyian-merdu-berujung-maut/" target="_blank"><em><strong>Nyanyian Merdu Berujung Maut</strong></em></a>, apa perbedaan mendasar dari kedua kisah ini. Kedua kapal itu sama-sama melewati lautan yang luas, sama-sama melihat bahaya yang menghadang di depan, sama-sama merasakan nyanyian sang siren, dan sama-sama selamat dari bahaya maut.</p>
<p>Yang menjadi perbedaan adalah cara dan sikap untuk selamat dari nyanyian siren itu. Bagaimana sang kapten berhasil membawa kapal tersebut melewati siren tanpa harus terpengaruh nyanyian itu yang berujung maut. Bagaimana sang kapten mempersiapkan anak buahnya untuk menghadapi legenda yang mungkin ada atau mungkin tidak, dan bagaimana sang kapten mengalahkan “nyanyian merdu” tersebut.</p>
<p>Apakah yang akan kalian pilih, “tali” dan “tiang”, “sumbat telinga” atau “nyanyian yang lebih merdu”. Kisah kedua menceritakan bahwa untuk mengalahkan “nyanyian merdu” adalah bukan dengan menahan diri dari nyanyian itu, bukan dengan bersikap sok kuat, atau bahkan sok acuh dengan “nyanyian merdu” itu, tapi dengan mendengarkan “nyanyian yang lebih merdu”. Mengalahkan nyanyian dengan nyanyian. Bukan hanya sekadar bertahan, tapi memfokuskan diri pada sesuatu yang lebih daripada itu.</p>
<p><em>That’s the point, </em>seperti yang sudah aku bilang, <strong>jangan fokus terhadap godaannya, tapi fokuslah kepada Tuhan yang membuat kita bisa lepas dan menang atas godaan itu. Carilah dan dengarkan “nyanyian yang lebih merdu” itu</strong>.</p>
<p>“Tali” dan “tiang” mungkin bisa membuat kita selamat dan bertahan dari godaan-godaan, dari dosa-dosa yang membelenggu kita, tapi ingat itu sangat menyakitkan. Dan seandainya tali dan tiang itu rapuh dan rusak, apa jadinya kita.</p>
<p>Ubahlah fokus dan dengarlah “nyanyian yang lebih merdu” itu, apapun yang sedang kamu perjuangkan, jangan lihat kepada apa kita sedang berperang, tetapi kepada “Siapa yang akan membuat kita menang”. Tingkatkan keitiman kamu dengan Tuhan, bangun hubungan yang mungkin pernah retak dengan Tuhan lagi, Baca Firman, jangan lupakan saat teduhmu, dan berdoalah kepada Tuhan untuk setiap perjuangan dan komitmen yang sedang kamu lakukan. Saat kita fokus pada “nyanyian yang lebih merdu”, percayalah bahwa kita akan bisa bebas, selamat dan melewati setiap tantangan dan setiap dosa yang membelenggu kita secara sadar, tanpa perlu terpengaruh lagi, tanpa siksaan dari “tali” dan “tiang”, dan tanpa perlu jatuh bangun lagi.</p>
<p>Yuph, emang susah dan ngga mudah, akupun merasakan semuanya itu. Tapi karena susah dan ngga mudah itulah aku semakin yakin dan percaya kalo dengan kekuatan sendiri ngga mungkin bisa, jadi semakin aku mengandalkan kekuatan dari Tuhan.</p>
<p>So untuk kalian yang sedang berjuang melawan godaan apapun itu, percayalah kalian ngga berjuang sendiri, dan aku percaya bahwa di dalam Tuhan ada kemenangan, selama kita mendengarkan “nyanyian yang lebih merdu”.</p>
<p>God be with you&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><a href="http://saywithwords.wordpress.com/">KSW</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/07/nyanyian-yang-lebih-merdu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Romeow dan Julicat</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/07/romeow-dan-julicat/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/07/romeow-dan-julicat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 06:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Tukang Bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1105</guid>
		<description><![CDATA[Pasar Induk Caringin kota B, dari luarnya terlihat seperti pasar induk pada umumnya dengan manusia yang hilir mudik membawa berbagai macam barang dagangan. Tidak ada yang tahu, atau kalaupun ada mereka memilih untuk menutup mulutnya rapat – rapat, kalau pasar induk ini dikuasai oleh 2 kelompok geng kucing besar yang saling berperang. Klan kucing Mewtague [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/07/flying-cat-fight.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1106" title="flying-cat-fight" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/07/flying-cat-fight-300x201.jpg" alt="" width="240" height="161" /></a>Pasar  Induk Caringin kota B, dari luarnya terlihat seperti pasar induk pada  umumnya dengan manusia yang hilir mudik membawa berbagai macam barang  dagangan. Tidak ada yang tahu, atau kalaupun ada mereka memilih untuk  menutup mulutnya rapat – rapat, kalau pasar induk ini dikuasai oleh 2  kelompok geng kucing besar yang saling berperang. Klan kucing Mewtague  menamakan diri mereka Geng Asin, dan klan kucing Catpule yang menamakan  diri mereka Geng Amis. Saat matahari terbenam dan angin dingin menusuk  tulang adalah saat dimana para anggota kedua geng bermunculan dan saling  berkelahi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertempuran ini sudah berlangsung  bertahun – tahun dan disebabkan oleh alasan yang sangat penting bagi  klan kucing Caringin. Geng Asin sangat memuja ikan asin dan memandang  ikan asin sebagai makhluk suci sementara Geng Amis sangat memuja ikan  segar dan beranggapan kalau toko penjual ikan segar adalah pusat alam  semesta. Perbedaan pandangan inilah yang menyebabkan nenek moyang  keluarga Catpule dan Mewtague berperang.<br />
Sampai  tiba masanya terjadi pertemuan tidak sengaja antara putra penerus  keluarga Mewtague, Romeowr dan putri keluarga Catpule, Julicat.  Pertemuan yang terjadi saat mereka sedang memburu satu tikus yang sama  dan saling bertubrukan di bawah lapak bambu tukang buah melon di bawah  sinar bulan itu menimbulkan kesan yang mendalam di hati mereka…( sekedar  info, tikus yang diburu berhasil menyelamatkan diri saat kedua kucing  muda ini saling bertatapan mesra, jadi tidak ada binatang yang dilukai  dalam pembuatan cerita ini ! )</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi , tentu saja karena kedua muda  mudi ini berasal dari 2 keluarga yang bermusuhan, mereka tidak mungkin  bersatu. Berbagai cara dilakukan Romeowr dan Julicat untuk mendamaikan  keluarga mereka, di antaranya mereka melakukan riset terhadap sejarah  klan mereka dan menunjukkan kalau ikan asin pada mulanya pun adalah ikan  segar…tapi usaha mereka gagal. Dalam keputusasaan mereka, Romeowr dan  Julicat memilih untuk bersama-sama makan sarden kalengan kadaluarsa 7  tahun yang beracun dan mati bersama untuk mendamaikan kedua klan mereka.  Kedua klan yang melihat pengorbanan mereka terharu dan memutuskan untuk  berdamai. Semua kucing Caringin sepakat untuk bersama-sama memuja 1  makhluk, ikan! Tidak peduli apakah itu asin atau segar ataupun sudah  dikaleng. Dan kedamaian kembali ke pasar Caringin.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/07/catlove.jpg"><img class="size-medium wp-image-1108 aligncenter" title="catlove" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/07/catlove-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sampai  setahun kemudian kucing Caringin kembali terbagi menjadi 2 kelompok,  kali ini kedua kelompok terbagi karena masalah warna bulu. Geng kucing  hitam berbelang putih dan Geng kucing putih berbelang hitam sama – sama  menganggap diri mereka sebagai ras kucing sejati dan masing-masing  menganggap kelompok lain lebih inferior. Dan sekali lagi pertempuran  melanda pasar Caringin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sekali lagi Romeowr dan Julicat  muncul untuk mendamaikan kedua kelompok ( kok masih idup????? Ya  iyalah, kucing kan nyawanya 9. Mati satu kemaren masih sisa 8 ). Kali  ini mereka bunuh diri dengan cara makan semangka yang diberi gula. Kedua  kelompok yang bertikai pun terharu dan berdamai.</p>
<p style="text-align: justify;">Alas!!  Kedamaian ini pun tidak bertahan lama. Tak lama muncullah dua kelompok  kucing yang menamakan diri mereka Geng Kucing Tetelan dan Geng Kucing  Vegetarian. Geng Kucing Tetelan anggotanya merupakan peliharaan para  pedagang daging sementara Geng Kucing Vegetarian dipelihara tukang sayur  dan tukang buah. Tentu saja kucing yang dipelihara tukang daging lebih  makmur dan gendut daripada kucing tukang sayur yang kurus-kurus.  Perbedaan jurang ekonomi yang dalam ini berakhir dengan, lagi –lagi,  peperangan. Dan, lagi- lagi, Romeowr dan Julicat terpaksa bunuh diri  minum coca-cola campur mentos untuk mendamaikan kedua kelompok ( mati 3,  sisa 6 ).</p>
<p style="text-align: justify;">Pertempuran selanjutnya dalam sejarah  kucing Caringin disebabkan karena pertengakaran kelompok Kucing Dandy  dan Kelompok Kucing Garong ( dari nama juga ketahuan kalo Kucing Dandy  tukang dandan gampang jodo sementara Kucing Garong mukanya acak-acakan  susah jodo). Pertempuran selanjutnya tawuran antara  anak-anak kucing sekolah “Sarapan I” dan anak-anak kucing sekolah “  Sarapan IV” yang akhirnya juga menyeret para orangtua mereka dalam  pertempuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan untuk setiap pertempuran, Romeowr dan  Julicat mengorbankan 1 nyawanya untuk mendamaikan tiap kelompok.  Tapi  setiap kali 1 perbedaan diselesaikan  ( semua kucing Caringin saat ini  semuanya memuja ikan, semua bulunya disemir warna hitam, semuanya makan  sayuran dan daging dalam jumlah yang sama, kucing garong mendapat  pelajaran merawat diri dari kucing dandan, dan semua anak-anak kucing  disatukan di satu sekolah dengan nama “ Sarapan Besar” ), selalu saja  muncul perbedaan lain yang memecah belah kucing sampai akhirnya nyawa  Romeowr dan Julicat tinggal 1.</p>
<p style="text-align: justify;">Romeowr dan Julicat akhirnya sadar  kalau peperangan bukan disebabkan ikan ataupun warna bulu tapi karena  ada perbedaan. Dan kecuali mereka bisa menghilangkan semua perbedaan  yang tentu saja mustahil karena tiap kucing itu unik, pertempuran akan  terus berlangsung. Akhirnya Romeowr dan Julicat memutuskan pergi berdua,  berjalan berdampingan sambil berangkulan dengan terpincang-pincang  menuju matahari terbenam ( pincang? Iya…pincang..coba aja  bayangin 2 kucing jalan sambil berangkulan berarti yang dipake jalan  masing-masing cuma 3 kaki kan? Pincang dong! )</p>
<p style="text-align: center;">
<a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/07/two-cats.jpg"><img class="size-medium wp-image-1109 aligncenter" title="two cats" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/07/two-cats-257x300.jpg" alt="" width="257" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Orang-orang  Atheis seringakali menolak Tuhan dengan alasan agama membawa perang dan  perpecahan. Dan kata-kata mereka bukannya tidak ada benarnya, dalam  sejarah kekristenan cukup banyak perang yang diserukan di bawah nama  Yesus dan perpecahan yang masing – masing membawa bendera dan klaim “  Kristen Sejati”. Saya tidak bermaksud membahas perpecahan gereja dalam  cerita ini, tapi untuk menunjukkan bahwa sekalipun semua agama disatukan  atau tidak ada agama sama sekali, kita akan tetap bertengkar karena  masalah lain. Masalah ras, tingkat ekonomi, perbedaan negara dan tempat  tinggal, penampilan fisik, adat istiadat, tingkat pendidikan dll bisa  menyebabkan pertengkaran.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kita adalah makhluk kesepian yang tidak  bisa hidup sendiri, kita selalu membentuk kelompok. Dan ketika kita  membentuk kelompok, keinginan kita untuk eksis sebagai seseorang yang  spesial, cepat atau lambat akan membuat kita merasa kelompok kita lebih  baik dari kelompok yang lain. Hanya soal waktu sampai terjadinya  bentrokan antar 2 kelompok berbeda yang merasa dirinya lebih spesial  dari kelompok lain.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> Tentu saja, walaupun perbedaan akan  selalu ada dan karenanya konflik tidak akan pernah hilang, bukan berarti  kita menyerah dan pergi kearah mathari terbenam ( ending  Romeowr dan Julicat kaya gitu kan karena tuntutan pembaca keduanya harus  hepi ending dan happily ever after ^^ ). Karena konflik  selalu membawa kesedihan, dan karena itu kita harus jadi pembawa damai  bukan dengan tujuan menjadikan dunia ini sebagai surga tanpa konflik,  tapi supaya yang sedih tertawa dan yang terluka disembuhkan.<br />
</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://warungbakmi.blogspot.com/">Tukang Bakmi</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/07/romeow-dan-julicat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyanyian Merdu Berujung Maut</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/06/nyanyian-merdu-berujung-maut/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/06/nyanyian-merdu-berujung-maut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 03:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1067</guid>
		<description><![CDATA[Seorang kapten kapal yang gagah perkasa, dan menunjukan ketegasannya dan kepemimpinannya berdiri di dek kapal besarnya. Dengan suara lantang dia mengkomando para anak buahnya untuk terus berlayar. “Jalannya stabil !” serunya dengan suara lantang “Ya tuan!” sahut si Jurumudi dengan siaga. Tak berapa lama kemudian, datang seorang anak buah dengan panik dan dari raut muka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/06/musical-notes1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1068" title="musical-notes1" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/06/musical-notes1.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Seorang kapten kapal yang gagah perkasa, dan menunjukan ketegasannya dan kepemimpinannya berdiri di dek kapal besarnya. Dengan suara lantang dia mengkomando para anak buahnya untuk terus berlayar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jalannya stabil !” serunya dengan suara lantang</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya tuan!” sahut si Jurumudi dengan siaga.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak berapa lama kemudian, datang seorang anak buah dengan panik dan dari raut muka menandakan ketakutan yang amat sangat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kapten !” Serunya dengan suara gemetar</p>
<p style="text-align: justify;">“Kap&#8230;ten!”</p>
<p style="text-align: justify;">“Di depan ada Siren !!!!” Teriaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang pemimpin langsung menoleh, dan terlihat seluruh awak kapal sangat cemas dan ketakutan. Siren yang melegenda kini ada di depan mereka. Siren, putri duyung yang dapat melantunkan lagu yang sangat indah dengan suara yang sangat merdu, tapi dapat membuat kapal menuju ke bebatuan yang terjal.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kecemasan dan ketakutan yang melanda seluruh kapal itu, sang kapten bertindak dengan mengeluarkan suatu perintah. Dia menyuruh seluruh awak kapal menyumbat telinga mereka dengan lilin, sedangkan para awak harus mengikat dirinya pada tiang kapal dengan tali sekuat dan sekencang mungkin, dan tidak ada yang boleh melepaskanya. Agaknya sang kapten takut bercampur penasaran ingin mendengar sang siren bernyanyi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapal semakin mendekat dengan Siren-Siren itu, karena para awak telah menutup telinga mereka dengan lilin, maka mereka tidak sama sekali mendengar nyanyian itu, tetapi sang kapten yang dirinya diikat pada tiang kapal dan yang tidak sama sekali menyumbat telingannya sangat jelas mendengar nyanyian itu dan sangat menderita. Karena dia sangat ingin pergi ke tempat siren itu, yang dengan kata lain harus membahayakan dirinya dan kapalnya. Sang kapten sangat terpengaruh dengar nyanyian itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia meronta-ronta minta dilepaskan, tapi tak ada satupun awak yang menggubrisnya, karena memang telah diperintahkan. Dia sangat menderita menahan gejolaknya karena mendengar nyanyian itu, dan karena teriakat pada tiang. Semakin ia meronta semakin dirinya tersakiti karena tali yang cukup kencang. Dia sangat tahu klo dia mendatangi siren itu, sudah pasti nyawanya melayang, tapi dia sangat tergoda untuk mendekat. Sungguh suatu siksaan yang amat sangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu selamatlah kapal itu, karena telah menjauh dari sang siren, dan setelah nyanyian siren tak terdengar lagi, para awak membuka sumbatan telinga mereka, dan mendapati sang kapten dengan muka yang merah padam seperti menahan sesuatu, dengan tubuh yang tergores tali. Setelah tali dilepaskan sang kapten lemas dan langsung jatuh tersungkur.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hanya seutas tali dan tiang kapal ini yang menyelamatkanku dari maut”</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah dengar cerita di atas? karya Homer yang berjudul “Odyssey”. Cerita di atas hampir sama dengan kehidupan kita. Saat kita berusaha bertahan dari godaan-godaan dan cobaan di depan mata kita. Saat kita tahu bahwa godaan itu berujung maut, tetapi kita tetap ingin menikmatinya. Hanya seutas “tali” dan “tiang” yang menyelamatkan kita. Sungguh perjuangan yang sangat melelahkan dan menyakitkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa banyak dari kita yang sedang berusaha bertahan dari godaan/cobaan bahkan dari kebiasaan buruk kita. Kita berusaha semampu kita bertahan dengan mengikatkan diri kita pada sebuah “tiang”, tetapi kita tetap menikmati apa yang ada di hadapan kita. Kita tetap menikmati dan “mendengar” semua godaan, cobaan dan kebiasaan buruk kita. Pada akhirnya kita berusaha meronta sekuat tenaga untuk bisa lepas dari tali pengaman yang kini tlah menjadi tali penghalang bagi kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Apakah sesulit itukah yang namanya bertahan,</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Apakah sesakit itukah yang namanya setia,</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan apakah kita tidak akan pernah bisa lepas dari dosa, kebiasaan bahkan cobaan yang mengikat hidup kita.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pornografi, masturbasi, minuman keras, gaya pacaran nggak kudus, hidup dalam kebohongan, gossip, amarah, bahkan mencontek, apapun itu, apapun belenggu dan ikatan yang telah mengikat kita selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Bisakah kita bebas lepas dari semua itu ?</p>
<p style="text-align: justify;">Jawabannya BISA, dan sangat mungkin. Rahasiannya adalah <strong>jangan fokus kepada dosanya</strong>, tapi <strong>fokuslah kepada Tuhan yang akan membebaskan kita dari hal itu</strong>. Dan butuh lebih dari sekadar “tiang” dan “tali” untuk kita bisa bebas telepas. Hal ini yang aku namakan komitmen dan perjuangan, sampai kapan ?? sampai kapanpun !!!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sesakit itukah perjuangan dan komitmen???</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Nantikan kisah selanjutnya&#8230;. </em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>by : <a href="http://saywithwords.wordpress.com/" target="_blank">KSW</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/06/nyanyian-merdu-berujung-maut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Oh.. Keluarga</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/05/keluarga-oh-keluarga/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/05/keluarga-oh-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 05:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asides]]></category>
		<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[“ Sekali lagi kudengar suara piring pecah, AKU AKAN PERGI DARI SINI !!!!!” Jeritku dalam hati. “Tetapi jeritan itu tak dapat kulakukan, aku tak dapat melarikan diri dari neraka ini. Aku nggak bisa lari dari kenyataan ini, dan aku nggak bisa membuat papa dan mama berhenti berkelahi !!! “ Kataku dalam hati Dan tidak berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="keluarga" src="http://saywithwords.files.wordpress.com/2010/04/family_issues.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">“ Sekali lagi kudengar suara piring pecah, AKU AKAN PERGI DARI SINI !!!!!” Jeritku dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tetapi jeritan itu tak dapat kulakukan, aku tak dapat melarikan diri dari neraka ini. Aku nggak bisa lari dari kenyataan ini, dan aku nggak bisa membuat papa dan mama berhenti berkelahi !!! “ Kataku dalam hati</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tidak berapa lama kemudian, aku bersimpuh penuh air mata, memejamkan mata, berlutut di tepi kasurku, dan hanya mengucapkan sepatah kata “ Tuhan……”</p>
<p style="text-align: justify;">…</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Klik..”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kutekan tombol berwarna merah pada remote TV-ku, dan berakhirlah cerita di atas. Yah, walaupun hanya sebatas sebuah cerita singkat di sebuah stasiun TV swasta, tapi cerita itu cukup membuat hatiku merinding. Antara bersyukur dan sedih, betapa tidak, agaknya cerita itu sangat nyata, bahkan di dalam dunia ini, terjadi pada sahabatku, temanku, dan tetangga-tetanggaku.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Harta yang paling berharga adalah keluarga</em>. Masih ingatkan dengan lagu itu? atau mungkin sinetron itu? Dulu aku paling suka dengan sinetron ini, Keluarga Cemara, karena bagiku inilah sinetron yang bermakna dan memberikan pesan yang dalam, bahwa dalam kekurangan merekapun, mereka tetap memiliki kelebihan, yaitu sebuah keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan kalian, mampukah berkata bahwa memiliki keluarga adalah harta yang paling bermakna? Mampukah berkata bahwa keluarga adalah sebuah kelebihan yang kita miliki? mampukah kita berkata keluarga kita adalah sebuah mukjizat?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bagaimana mungkin papaku yang suka memaki dan memukuli mamaku bahkan memaksa kakakku menyerahkan gajinya adalah harta yang bermakna? Bagaimana mungkin mama yang sering memarahiku tanpa alasan dan sangat cerewet itu dapat dibilang sebuah mukjizat? Bagaimana mungkin keluargaku adalah sebuah kelebihan dimana aku merasa tidak ingin dilahirkan di dalam keluarga ini? Apakah ini yang namanya harta yang paling berharga?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Aku sangat tahu bahwa Keluarga Cemara itu tidak selalu ada di dalam keluarga kita. Sosok <em>Abah</em> yang begitu sabar dan bijaksana ditambah sangat sayang terhadap <em>Emak</em> dan anak-anaknya seringkali tidak kita jumpai dalam figur papa kita yang selalu bermuka muram durjana, atau sosok <em>Emak</em> yang selalu men-<em>support Abah</em> dan selalu ada untuk anak-anaknya tidak ada dalam figur mamaku yang sangat cerewet itu. Tapi paling tidak kita bisa mengetahui bahwa kita menginginkan keluarga yang seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang saat aku menulis atau bercerita mengenai keluarga, aku sedih, karena ada begitu banyak pertanyaan yang tidak dapat aku jawab. Bukan karena aku tidak tahu jawabannya, tetapi karena aku tidak mengetahui bagaimana rasanya dalam posisi mereka. Pertanyaan atau masalah mereka selalu seputar keluarga yang rusak, yang papa mamanya selalu berantem, selalu terdengar piring pecah atau makian dari balik dapur atau kamar tidur, tidak ada doa-doa kecil dalam keluarga, tidak ada duduk melingkar di ruang keluarga untuk berbagi cerita seharian ini, tidak ada jamuan makan malam bersama atau bersama-sama menikmati makan siang di luar bersama-sama. Aku tidak bisa memberikan jawaban itu kepada mereka, aku tidak bisa berpura-pura merasakan apa yang mereka rasakan padahal sama sekali tidak kurasakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi aku sangat mengerti hal itu, walaupun tidak mengerti bagaimana sakitnya di dalam keadaan itu, tapi aku mengerti bagaimana hancurnya hidup dan hati itu.  <strong><em>Aku tahu mungkin ini akan terdengar aneh bagi kalian yang sedang merasakan keluarga yang hampir hancur, tapi percayalah sebobrok apapun keluarga itu, masih lebih baik daripada tidak punya keluarga.</em></strong> Segalak-galaknya papa itu, masih lebih baik daripada tidak punya papa atau kehilangan papa yang galak itu. Secerewetnya mama kalian, masih lebih baik daripada tidak punya mama atau kehilangan mama secara tiba-tiba. Kadang kita akan merasa memiliki saat sudah kehilangan, jadi jangan pernah menghilang atau menghilangkan apa yang telah kita miliki. <strong><em>Pertahankan itu dan tetaplah bertahan, karena aku percaya, bahwa Yesus turut bekerja dan peduli dalam permasalahan keluarga kita.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi kalian yang sedang berjuang untuk keutuhan keluarga kalian, bagi kalian yang sedang berdoa untuk papa dan mama kalian, tetaplah berjuang dan tetaplah berdoa. Akan ada saatnya mutiara indah itu muncul dari balik pekatnya laut, akan ada saatnya mukjizat itu menampakan dirinya di tengah keluarga kalian, dan akan ada saatnya kalian akan dipakai untuk menjadi jalan dan jembatan untuk keluarga kalian.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan bagi kalian yang telah memiliki keluarga terindah, telah mendapatkan harta dan mukjizat itu, janganlah lelah untuk mengucap syukur, karena masih banyak yang belum merasakan itu, dan jadilah keluarga bagi yang memerlukan sebuah keluarga.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Satu hal yang aku yakin dari sebuah keluarga, bahwa keluarga bukanlah bagian dari hidup, tetapi itulah hidupmu.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pesanku, selagi kita bisa mendoakan papa, mama, kakak, adik, papa angkat, mama angkat, opa, oma, siapapun itu yang ada dalam keluarga kita, selagi kita bisa, yuk kita berdoa untuk mereka. Sambil kita meresapi sepenggal lagu dari Keluarga Cemara ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Harta yang paling berharga adalah keluarga</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Istana yang paling indah adalah keluarga</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Be blessed….</em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Oleh <strong><a href="http://saywithwords.wordpress.com" target="_blank">KSW</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/05/keluarga-oh-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Frankenstein Dan Cinderela : Di Balik Layar</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/05/frankenstein-cinderela-di-balik-layar/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/05/frankenstein-cinderela-di-balik-layar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 05:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Tukang Bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[Artikel Ayahku Frankenstein dan Cinderela Ditangkep Pulisi sebenarnya mempunyai tema yang sama, tentang keluarga, tentang masa kecil, tentang pembentukan kepribadian dan konseling. Walaupun begitu, 2 artikel ini berbeda. Ayahku Frankenstein adalah kesaksian pribadi sementara Cinderela hanyalah cerita rekaan yang hiperbolik walaupun sekitar 50% dari cerita ini mengambil bahan dari cerita teman – teman saya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/05/behind-the-curtain.jpg"><img class="size-medium wp-image-1039 aligncenter" title="behind-the-curtain" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/05/behind-the-curtain-300x156.jpg" alt="" width="300" height="156" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Artikel <em><strong><a href="http://fos-community.com/2010/03/ayahku-frankenstein/" target="_blank">Ayahku Frankenstein</a></strong></em> dan <a href="http://fos-community.com/2010/04/cinderela-ditangkep-pulisi/"><em><strong>Cinderela Ditangkep Pulisi</strong></em></a> sebenarnya mempunyai tema yang sama, tentang keluarga, tentang masa kecil, tentang pembentukan kepribadian dan konseling. Walaupun begitu, 2 artikel ini berbeda. Ayahku Frankenstein adalah kesaksian pribadi sementara Cinderela hanyalah cerita rekaan yang hiperbolik walaupun sekitar 50% dari cerita ini mengambil bahan dari cerita teman – teman saya yang mengalami rasa rendah diri dan menikah dengan psangan yang salah. Dalam kenyataannya, mungkin tidak banyak kasus yang sampai seekstrim Cinderela di cerita ini. Artikel Di Balik Layar ini adalah penjelasan yang lebih teoritis dari 2 artikel tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua anak tumbuh dewasa dengan mengkopi orang yang paling berpengaruh dalam hidupnya. Sifat mengkopi ini seringkali tampak lucu, misalnya anak kecil yang mencoba memakai baju ayahnya yang kebesaran atau anak perempuan yang memakai parfum ibunya. Tapi yang sering tidak disadari adalah anak bukan hanya mengkopi penampilan tapi juga kebiasaan, cara hidup dan perilaku orangtua.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau orangtua sering berkata kotor, kemungkinan kecil anaknya akan sopan santun. Kalau orangtuanya merokok, kemungkinan anaknya juga merokok. Dan kalau orangtuanya suka memukul, kemungkinan begitulah juga anaknya. Proses mengkopi ini terjadi tanpa disadari, bahkan sekalipun sang anak tidak menginginkannya. Cukup sering saya bertemu dengan orang yang membenci ayahnya dan bersumpah untuk tidak jadi seperti ayahnya. Tapi coba tebak, beberapa tahun kemudian sifatnya sama persis.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak tidak dilahirkan dengan 1 set manual bagaimana caranya mengahadapi kehidupan. Mereka belajar dan mengkopi bagaimana cara orangtua mereka berinteraksi dengan kehidupan. Bagaimana cara orangtua menyatakan kasihnya pada keluarga, bagaimana orangtua menyalurkan kemarahan, bagaimana orangtua menghadapi konflik. Dan seperti bayangan, suka tidak suka, kita bergerak mengikuti gerakan orangtua kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pergaulan yang baik,misalnya menemukan kelompok sel yang baik di gereja, bisa merubah kebiasaan buruk. Pembimbing yang baik bisa memberi contoh yang baik bagaimana seharusnya menjadi pria sejati dan wanita bijak. Sayangnya, seringkali itu hanya terbatas pada perubahan perilaku. Pengaruh orangtua pada anak bukan hanya sebatas template perilaku tapi lebih dalam dari itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Dr. Maurice Wagner, seorang konselor profesional, ada 3 komponen penting untuk membentuk citra diri yang sehat. Rasa dimiliki dan dikasihi, rasa berharga dan rasa mampu. Ketika salah satu atau semua dari ke tiga komponen ini tidak terpenuhi di masa kecil, efeknya bisa berkembang terus bahkan sesudah kita dewasa dan menikah.Dan tanpa disadari, kita berusaha mencari dan memenuhi ketiga komponen yang hilang ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita kehilangan rasa dimiliki dan dikasihi, kita akan terus berusaha dikasihi dan dimilik, apapun harga yang harus dibayar. Kita berusaha dengan cara apapun supaya diterima dan menjadi bagian dari 1 kelompok. Kita bersedia melakukan apapun supaya kita dikasihi, apapun! . Ketika menikah, orang-orang ini datang dengan membawa harapan kalau dalam pernikahan kebutuhan mereka untuk dikasihi akan terpenuhi. Sebenarnya keinginan untuk dikasihi adalah hal yang wajar, masalahnya bagi kelompok ini itu menjadi hutang yang harus dibayar oleh pasangannya. Dan ketika pasangannya ternyata tidak mengasihi seperti yang mereka harapkan, mereka akan kecewa. Dan mereka pasti kecewa karena pasangan mereka bukanlah orangtua mereka, bukan sumber kasih yang tidak akan pernah habis. Pernikahan yang normal pastinya dimana kedua pihak saling mengasihi, dan bukannya satu pihak menuntut hutang kasih. Dan kekecewaan kecil akan berakumulasi menjadi kekecewaan besar. Belum lagi kalau pasangannya juga ternyata menuntut hutang kasih yang sama, dan pada akhirnya mereka bukan saling mengasihi tapi saling menuntut hutang kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mengherankan kalau anak dari keluarga bercerai cenderung bercerai juga. Perceraian itu seperti mengatakan kepada anak-anak, “ Nak, tidak apa bercerai kalau tidak ada jalan lain”. Dan tentu saja anak-anak dari keluarga cerai akan kekurangan kasih sayang keluarga yang akan membuat mereka menuntut hutang kasih di masa dewasa mereka. Dan ketika hutang ini tidak terbayar? “ Tidak ada jalan lain…perceraian satu-satunya jalan”</p>
<p style="text-align: justify;">Perasaan berharga menentukan kepercayaan diri kita . Anak yang kekurangan perasaan dihargai akan mengembangkan rasa rendah diri, dan ketika mereka dewasa mereka akan berusaha memenuhi kekurangan penghargaan ini. Dan mereka berusaha setengah mati dalam pendidikan atau pekerjaan supaya dihargai. Kesombongan adalah sisi lain dari keping mata uang rendah diri. Kesombongan pada dasarnya adalah orang rendah diri yang berteriak meminta penghargaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, seperti Cinderela,rasa rendah diri ini merusak kehidupan kita. Rasa rendah diri, seperti namanya, merendahkan standar hidup kita. Ada 2 teman saya yang berpacaran dengan pasangan yang tidak seimbang karena mereka berpendapat kalau itu sudah cukup baik, tidak layak dan tidak pantas mengharapkan yang lebih baik. Tentu saja saya tidak berbicara tentang harapan yang berlebihan seperti di komik atau novel picisan, tapi juga jangan menilai rendah diri kita. Mungkin tidak semua orang yang rendah diri akan mengalami kehidupan seekstrim Cinderela, tapi rendah diri mematahkan sayap-sayap potensi kita dan menjauhkan kita dari kehidupan lebih baik yang dijanjikan Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehilangan rasa mampu seringkali terjadi ketika orangtua overprotektif. Orangtua seperti ini akan menjaga anaknya seekstrim mungkin sampai kalau bisa jangan tersandung semut sekalipun. Mungkin tujuan mereka baik, tapi anak yang tidak pernah jatuh tidak akan pernah belajar berjalan. Dan sama seperti rasa rendah diri dimana kita sendiri yang memotong sayap kita, kali ini orangtua kita sendiri yang memotong sayap kita. Sebaliknya, ada juga orangtua yang seringkali menghina anaknya sendiri dan mengatakan kalau dia tidak akan mampu melakukan apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana masa kecil kita memang tidak menentukan sepenuhnya bagaimana arah hidup kita, tapi masa kecil kita sangat mempengaruhi bagaimana kita mengambil pilihan mengenai arah hidup kita. Artikel ini hanya penjelasan singkat mengenai pengaruh keluarga dan masa kecil dalam hidup kita dan pastinya jauh dari penjelasan detail. Artikel ini dimaksudkan untuk memberi sedikit pengetahuan mengenai bagaimana mental kita bekerja. Untuk penyelesaian masalah, sebaiknya langsung ke konselor gereja masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: right;"><em>PS : Artikel ini artikel ketiga dari 3 artikel mengenai konseling. Artikel pertama berjudul Ayahku Frankenstein dan artikel kedua berjudul Cinderela Ditangkep Pulisi.</em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Ditulis Oleh <strong><a href="http://warungbakmi.blogspot.com/" target="_blank">Tukang Bakmi</a></strong> di <strong><a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/05/frankenstein-cinderela-di-balik-layar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Headline News!!</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/05/headline-news/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/05/headline-news/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 09:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=999</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini aku terkejut dengan sebuah berita di salah satu stasiun TV swasta. Rasa haru langsung mengalir di sekujur tubuhku, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Betapa tidak, baru saja kunyalakan televisi, ternyata ada berita mengenai pengorbanan seorang ibu untuk anak yang dikasihinya. Ibu ini memberikan hatinya untuk anaknya yang sedang sakit. Yah, hati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="headline news" src="http://saywithwords.files.wordpress.com/2010/04/images.jpeg" alt="" width="275" height="184" />Siang ini aku terkejut dengan sebuah berita di salah satu stasiun TV swasta. Rasa haru langsung mengalir di sekujur tubuhku, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Betapa tidak, baru saja kunyalakan televisi, ternyata ada berita mengenai pengorbanan seorang ibu untuk anak yang dikasihinya. Ibu ini memberikan hatinya untuk anaknya yang sedang sakit. Yah, hati dalam arti sesungguhnya, organ hati milik si ibu akan ditransplantasikan supaya anaknya dapat hidup. Sungguh mengharukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kisah pengorbanan seorang ibu terhadap anak yang dikasihinya sering sekali aku baca baik melalui media cetak maupun melalui media elektronik, tapi seringnya itu terjadi di luar sana, di luar negeri, bukan di negeri ini. Dan kali ini, aku melihat dan mendengar, bahkan melihat wajah si ibu dan anaknya melalui tayangan televisi. Ketegaran seorang ibu yang bersedia mendonorkan hatinya, apapun resikonya, untuk kelangsungan hidup anaknya. Bukan hanya memberikan hati secara kiasan, tetapi sesungguhnya mendonorkan organ hatinya untuk anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepertinya Indonesia yang kita kenal melalui wajah koran kriminal ibukota yang terbit setiap pagi sedikit mendapatkan sentuhan kasih. Dimana ada sedikit kasih dan kisah yang menyentuh, bukan lagi berita mengenai kekerasan rumah tangga tetapi kisah mengenai kelembutan hati sangibu untuk memberikan hatinya. Ternyata masih ada kasih seperti kasih yang nyata, kasih yang berkorban, sebuah hati untuk buah hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah kasih <em>storge</em> itu, kasih yang terjadi karena ikatan yang sangat kuat antara ibu dan anak. Ketimbang menyelamatkan dirinya sendiri, sang ibu lebih memilih untuk membahayakan dirinya sendiri untuk menyelamatkan buah hatinya. Secercah hati untuk sebuah pengharapan. Kasih yang mau berkorban untuk buah hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi akankah hal serupa akan dilakukan seorang ibu/ayah, saat menyadari bahwa yang hendak ditolongnya adalah seorang anak angkat, yang lahir bukan dari perut sang ibu, yang sama sekali tidak ada kemiripan di wajah anak itu. Entah anak siapa, yang pasti anak itu ada dalam pelukannya dan harus segera ditolong. Mungkinkah Koran besok akan tercetak headline berita mengenai seorang ibu yang memberikan hatinya untuk anak yang bukan anaknya?</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang ungkapan kasih harus sejalan dengan pembuktian kasih. Satu hal yang kupelajari dari kasih yang lebih tinggi tingkatannya dari kasih <em>Storge</em>, <em>adalah alasan mengasihi karena ingin mengasihi</em>. Tanpa ada alasan lain, kenal atau tidak kenal, suka atau tidak suka, siapapun dan bagaimanapun itu, kasih itu tetap dinyatakan. Inilah <em>kasih agape</em>. Kasih dari Yesus yang adalah kasih itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bukanlah anakNya, hanyalah anak angkatNya. Karena anakNya yang sesungguhnya telah aku salibkan, yah, Yesus yang aku salibkan. AnakNya yang sesungguhnya telah dikorbankan untuk menyelamatkan aku, manusia yang seringkali membuat Dia kecewa, seringkali jatuh dalam dosa, seringkali membuat Dia menangis, dan seringkali meragukan kasihNya. Anak-Nya yang sesungguhnya telah menderita dihina, disiksa, diludahi, dibuat sedemikian sengsara, dan akhir dari drama penyiksaan itu adalah berujung pada penyaliban. <strong><em>Tetapi kasih tetaplah kasih, dan Yesus menyatakan kasih itu, supaya setiap orang yang percaya diselamatkan, supaya aku menjadi anakNya, supaya aku tersadar akan kekuatan kasih itu. Kekuatan pengorbanan itu.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin di Indonesia, atau bahkan di dunia ini nggak ada headline koran yang berjudul “Orang tua rela mati untuk anak angkatnya”, tapi aku rasa headline itu selalu muncul di Koran surga setiap hari dan setiap waktu. Karena alasan Dia mengasihi kita adalah karena Dia mengasihi kita.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em><strong>“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>-Itulah tulisan Headline Koran Sorga pagi ini –</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: right;"><em>Be Blessed,</em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Oleh <strong><a href="http://saywithwords.wordpress.com">KSW</a></strong>_<a href="http://fos-cpmmunity.com"><strong>FOS Community</strong></a></em></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/05/headline-news/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Ciitttttttttttttttttttttt&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/04/ciit/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/04/ciit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 04:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan paskah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[“ciitttttttttttttttttttttt&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.” Hampir saja aku menabrak mobil yang ada di depanku, yang tiba-tiba berhenti. Rasanya ingin langsung segera turun dan memarahi pengendara mobil itu. Kalau saja tidak ada sebuah bisikan di telinga, mungkin hampir-hampir aku memarahi pak sopir itu. “Salah kamu loh&#8230;.” Bisikan yang lembut tapi benar-benar menyadarkan diriku. Yah memang kesalahanku sehingga terjadi pengereman mendadak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://saywithwords.files.wordpress.com/2010/04/hardbraking.jpg" alt="" width="164" height="255" /></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“ciitttttttttttttttttttttt&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hampir saja aku menabrak mobil yang ada di depanku, yang tiba-tiba berhenti. Rasanya ingin langsung segera turun dan memarahi pengendara mobil itu. Kalau saja tidak ada sebuah bisikan di telinga, mungkin hampir-hampir aku memarahi pak sopir itu.</p>
<p><em>“Salah kamu loh&#8230;.” </em></p>
<p>Bisikan yang lembut tapi benar-benar menyadarkan diriku. Yah memang kesalahanku sehingga terjadi pengereman mendadak itu. Alasan sesungguhnya bukan karena mobil yang sembarangan berhenti di tengah jalan, tetapi karena AKU MELENG. Yah meleng, tidak fokus ke depan, tidak fokus ke jalanan saat sedang menyetir, karena ada sesuatu yang mengalihkan pandanganku, ada sesuatu yang menarik perhatianku di tepi jalan, dan hampir saja berakibat fatal.</p>
<p>FOKUS !!! itu adalah hal yang sangat penting di jalan raya, mengingat bahwa kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal di jalanan. Fokus liat ke depan, sesekali melihat spion, sesekali membunyikan klakson dan sesekali menginjak rem. Fokus, fokus dan fokus&#8230;</p>
<p>Para pengendara motor yang sudah sering mengendarai motornya pasti sangat tahu hal ini, bahwa susah sekali untuk bisa fokus, tetap memandang ke jalanan meskipun mata berair, meskipun hati menolak dan meskipun jalanan terlihat selalu sama. Apalagi kalau jalanan itu sudah dilewati berjuta-juta kali. Dan yang lebih susah untuk fokus adalah kalau ada kejadian yang luar biasa yang sedang atau telah terjadi, contohnya ada yang berantem karena senggolan motor, atau ada kecelakaan, atau ada topeng monyet sedang beraksi, atau ada seorang malaikat tak bersayap sedang berjalan di pinggir jalan (hehehehhe..). Yang jelas sungguh sangat susah menetapkan diri untuk tetap fokus.</p>
<p>Fokus dalam Tuhan apalagi, sungguh susah, sungguh berat, makanya nggak heran banyak para anak-anak Tuhan berulangkali jatuh ke dalam dosa yang sama, dan bukan hanya anak-anak Tuhan saja, bahkan para hamba Tuhan-pun ada yang jatuh. Bukan untuk sekali dua kali, dan bukan hanya seorang- dua orang, tapi BANYAK !!!</p>
<p>Dari sekian banyak alasan yang mungkin dibuat, mungkin bisa ditarik sebuah kesimpulan yaitu TIDAK FOKUS. Jadi dapet istilah “meleng rohani” deh. Karena tanpa kita sadar nih, ternyata kehidupan kita di dalam Tuhan itu bisa diibaratkan saat sedang naik motor di jalanan raya. Butuh mata yang tetap memandang ke depan dan sesekali memandang ke spion, butuh tangan yang selalu siaga di stir dan selalu sigap untuk menekan rem, butuh kaki yang selalu siap untuk melakukan pengereman mendadak atau jika perlu turun untuk menjaga keseimbangan, dan butuh pikiran yang jernih. Tujuannya cuma satu, supaya kita selamat ke tempat yang kita tuju, bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga menyelamatkan orang lain juga.</p>
<p>Saat pandangan kita teralihkan, saat pikiran kita menjadi buyar, dan saat kita nggak lagi siaga dan waspada, jadilah kita mendapati diri kita terkapar di jalan raya karena menbarak sesuatu atau seseorang. Dan akibatnya, bukan hanya kita yang cidera, tetapi ada yang turut merasakannya juga. Dan bisa menyebabkan kematian juga loh, bahaya banget deh.</p>
<p>Tempat yang kita tuju adalah kekekalan bersama Yesus, dan saat kita lahir baru adalah saat pertama kali kita bersiap untuk mengendarai motor di jalan raya. Perlengkapanpun sudah terpasang rapi, mulai dari helm, sarung tangan, penutup hidung, jaket kulit bahkan mungkin sepatu boot dan jangan lupa sudah memiliki kelengkapan surat-surat motor dan SIM donk..Nah setelah siap dengan semuanya itu, siaplah kita untuk berkendara di jalan raya. Tapi ingat bahwa “arena” sesungguhnya dari kesiapan itu adalah di jalan raya. Dan saat itulah kita dituntut untuk fokus. Arena sesungguhnya adalah kehidupan kita, godaan akan selalu ada untuk mengalihkan fokus kita. Apapun itu, seandainya sedetik saja kita memandangnya, berbahaya. Fatal akibatnya.</p>
<p>Kadang bukan halangan besar yang ada di hadapan kita yang membuat kita celaka, justru hal-hal sederhana yang tanpa sengaja ada di sekitar kita yang seringkali mengalihkan pandangan kita. Dan hal-hal sederhana ini yang dipakai oleh iblis sebagai musuh utama kita untuk menjatuhkan dan menjauhkan kita dari fokus kita kepada Tuhan. Berapa banyak pria sejati milik Tuhan yang jatuh ke dalam dosa pornografi karena tidak sengaja melihat/mengintip gambar-gambar yang tidak layak dilihat. Berapa banyak wanita bijaksana milik Tuhan jatuh ke dalam dosa karena tidak sengaja mendengar gossip spektakuler mengenai seseorang atau sesuatu. Banyak celah-celah kecil yang mampu menghembuskan angin yang mampu mengalihkan fokus kita. Dan dengan sadar atau tanpa sadar, kita kembali digiring ke dosa-dosa lama yang sebenarnya sudah bisa kita tinggalkan. Inilah letak kelemahannya, saat kita nggak fokus akan satu hal, maka saat itulah kita sedang fokus dengan hal yang lain.</p>
<p>Jadi apa donk yang harus kita lakukan supaya nggak jatuh lagi ke dalam dosa yang sama ??</p>
<p>FOKUS adalah jawabannya. Seorang sahabat pernah berkata kepadaku, kunci untuk bebas dari dosa-dosa yang seringkali membelenggu adalah FOKUS, bukan fokus kepada dosanya tetapi fokus kepada kasih karuniaNya yang diberikan kepada kita. Bukan hanya fokus kepada salib, mahkota duri atau paku-paku tajam saja tetapi fokus kepada Siapa yang ada di salib itu. Saat fokus kepada dosanya, maka yang ada kita hanya akan semakin terpuruk dan merasa tidak layak dihadapan Allah, tetapi saat kita fokus kepada kasih karunia itu, maka kita akan mampu dan dimampukan untuk bangkit dan meminta untuk dibangkitkan.</p>
<p><strong><em>Buatlah diri kita selalu memandang kepada Dia, yang telah mengorbankan diriNya yang mulia supaya kita dijadikan mulia. </em></strong></p>
<p>Dan jangan sungkan untuk bangkit dari kejatuhanmu, ajukan sebuah doa sederhana, dan jangan pernah “meleng” lagi. Ingat bahwa godaan semenarik apapun harusnya nggak membuat kita tertarik karena kita telah melihat Yesus yang sangat menarik, kuncinya adalah FOKUS kepada kasihNya, FOKUS kepada diriNya !!</p>
<p>Hidupmu sungguh berharga di mataNya&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;”  (Matius 6:22)</strong></em></p>
<p><em><strong><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Be blessed..<br />
Ditulis oleh <strong><a href="http://saywithwords.wordpress.com" target="_blank">KSW</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/04/ciit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
