Re

Epilog:

Untuk perempuan yang kucintai setelah Ibu: Re.

Re, pagi ini kulewati kembali danau pinggiran kota yang di atasnya menyembul matahari jingga. Dua ribu hari lalu, Re, ini tempat yang menyadarkanku bahwa aku tengah jatuh cinta. Kala itu matamu menatap lurus pada cakrawala dan terpesona –dan tiada bingkai paling sempurna untuk matahari bulat selain bola matamu yang menyala-.

Re, doaku tentangmu begitu sabar. Aku tahankan cemburu saat kakimu menjejak bersama lelaki lain. Aku tahankan rindu saat malam-malam panjang dipenuhi ingatan tentangmu. Telah kujalin kisah dengan dua perempuan lainnya selama penantian. Namun, hati telah memilih perempuannya sendiri: kau.

Re, aku banyak belajar dari pohon. Ia begitu lama tumbuh besar, ratusan musim dilalui sebelum akhirnya berbuah. Pun aku, yang dengan waktu kukuatkan akarku, kurindangkan kebaikanku, kukukuhkan jiwaku, agar pantas kau bersandar (agar pantas kau berlindung).

Re, pagi ini kulewati kembali danau pinggiran kota yang di atasnya menyembul matahari jingga. Setelah dua ribu hari, akhirnya kudapatkan jawaban doa.

Aku datang dengan kemeja hitam tanda belasungkawa. Menangisi jiwamu yang telah mati. Tidak pernah aku semerana ini.

Kau kenakan kebaya putih dan melati melingkar pada rambutmu. Sementara orang-orang berlalu-lalang dengan senyum, menyalamimu sebagai pengantin.

Aku naik ke atas pelaminan. Kusalami suamimu. Kusalami kau. Ada air yang tertahan pada pelupuk mataku, saat kulihat ke dalam matamu –tempat matahari jingga yang dulu ada- kini begitu kosong dan hitam. Jiwamu sudah mati, Re. Tepat ketika kau tinggalkan imanmu untuk lelaki pada sisimu.

Re, aku tidak menyesali waktu yang kulalui dengan mengingatmu. Dengan doa yang di dalamnya adalah namamu. Dengan hati yang jatuh berulang kali pada hatimu. Dengan kisah yang tidak pernah satu. (Namun, kusesali langkahmu yang salah. Imanmu yang goyah. Hidupmu yang akan berakhir sia-sia.)

Saat ini, Re, aku mengingatmu kembali. bukan sebagai perempuan yang kucinta. Tapi perempuan yang kutangisi kematiannya.

Dan tak lupa kulantunkan syukur pada Pencipta, karena telah mengenalmu. Re, terima kasih memberikan banyak pelajaran berharga yang mungkin tak akan aku terima dari perempuan lainnya.

Ditulis Oleh ENS

Comments

comments