Setelah kemarin kita publish liputan dari FOS Community Fellowship 14-16 Maret 2010, sekarang saatnya membagikan salah satu hal yang kita dapatkan di event kemarin di sesi paling awal. Di sesi pertama ini Ps. Ferry Felani berbicara mengenai PROSES. Proses apakah itu? Kita baca yuk tulisan dari salah satu FOSters yang telah menulis kembali khotbah PS. Ferry Felani di FCF kemarin^^

Kira-kira apa yah yang diremuk dan disobek? Apakah kerupuk? Oh tidak, apakah itu sebuah telur? Tidak juga… (gajebo mode : on), hehe.

Kali ini aku pengen banget bagiin sesuatu yang sangat memberkati aku dan bagi temen-temen yang lain juga.

Akhir-akhir ini kebanyakan kita suka yang manis-manis. Apalagi khotbah yang meninabobokan. Terus dan terus suka yang manis-manis. Bahas berkat, berkat dan berkat, kasih karunia, kasih karunia… hanya itu yang ingin kita dengar. Kadang kita nggak mau ditegur. Sehingga banyak di antara kita mengalami Diabetes Rohani. Punya luka yang nggak sembuh-sembuh. Walaupun lukanya sudah lama tetapi nggak sembuh-sembuh dan sukar untuk disembuhkan, Itulah cirri-ciri terkena penyakit Diabetes Rohani. Hanya mau yang manis-manis. Padahal yang pahit itu yang selalu menyembuhkan. Contohnya saja obat, walaupun pahit rasanya tetapi menyembuhkan. Contoh lain kalau kita ketemu lebah sering kita bilang “pahit, pahit, pahit” hehe. so, sebenarnya banyak yang pahit-pahit itu malah menyembuhkan.

Apa hubungannya dengan judul di atas? DIREMUKKAN… ketika kita mau dan siap untuk dipakai sama Tuhan, Tuhan mau meremukkan kita terlebih dahulu. Meremukkan apa yang ada dalam diri kita. Terutama Tuhan mau meremukkan keangkuhan kita. Satu saat ketika kita sudah menyerahkan dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat mungkin kita merasa kok masalah kayaknya seneng banget yah menghampiri kita? Ada sebuah kesaksian dari seorang hamba Tuhan, waktu dia baru mengalami lahir baru, keuangan keluarganya malah jadi sulit. mau membeli sesuatu saja, hamba Tuhan ini harus berdoa dulu. Padahal dulunya ketika dia masih berada pada masa manusia lama, dia mudah membeli sesuatu bahkan sering mentraktir temen-temennya. Saat masa-masa kesulitannya dia akhirnya mau menerima bantuan dari temen-temennya. Padahal dia sendiri paling nggak mau menerima bantuan dari orang lain. Tetapi dia terima karena dia tahu Tuhan lagi mau meremukkan dirinya. Remuk dari yang namanya keangkuhan.

DISOBEK… layaknya kertas kado. Sebenernya kertas kado itu diciptakan buat disobek. Buat apa lagi coba kalau nggak buat disobek? Kadang ada orang yang mau buka kertas kado itu pelan-pelan, dijaga jangan sampai sobek. Seperti itulah kadang kita dengan dosa. Sayang untuk menyobek dosa. Padahal harusnya dosa itu harus disobek seperti kertas kado.

Setelah kita mau diremuk dan disobek, kita harus menggunakan hidup sebaik-baiknya. Jangan sampai kita tidak mempergunakan waktu dan hidup dengan sebaik-baiknya. Andai saja salah satu dari kalian dikasih Blackberry dari seorang sahabat kalian, apa yang kalian lakukan? Apakah hanya dipajang di dinding, segelnya nggak dibuka sampai kapanpun dengan alasan mau menghargai dan menghormati yang memberikan blackberry itu? Atau kita hanya pakai buat telepon dan sms saja? Beh… rugi banget kali! Padahal fasilitas dari Blackberry nggak hanya bisa telepon dan sms doang, tapi bisa internet-an, radio, ada kamera, bisa BBM-an (BlackBerry Messengers) dan fasilitas lengkap lainnya. Sayang banget kan kalau kita hanya bisa menggunakan telepon dan sms saja dan nggak mau menggunakan fasilitas lainnya? Itu sama saja seperti kita yang nggak mau hidup maksimal alias hidup di bawah kapasitas rata-rata. Guys, jangan mau hidup kita di bawah kapasitas! Yuk, kita maksimalkan hidup kita untuk kemuliaanNya. Hidup harus ada tujuannya, agar kita tahu bagaimana kita memaksimalkan hidup kita.

Setelah kita selalu memaksimalkan hidup kita, jadilah jawaban bagi orang di sekelilingmu. Kadang kita sebagai orang Kristen kalau ada salah seorang temen atau sahabat kita yang curhat sama kita, kita malah makin membuat keadaan menjadi kacau bukan malah menenangkan dan memberi solusi. Kita malah membuat masalahnya tambah besar. Padahal seharusnya kita bisa menenangkan dan memberi solusi. Guys, dalam 2 Raja-Raja 6:1-7 di situ dibilang kalau nabi Elisa mengambil mata kapak seseorang yang menebang pohon yang tenggelam dengan menggunakan sebatang pohon dan timbullah mata kapak itu di permukaan air. Kenapa nabi Elisa memakai sebatang pohon untuk mencari mata kapak yang tenggelam? Kenapa nabi Elisa tidak nyebur berenang untuk mencari mata kapak itu? Jawabannya – Karena nggak semua hal dipercayakan Tuhan sama kita oleh sebab itu kita harus tetep fokus pada pelayanan kita yang udah Tuhan percayakan untuk kita kerjakan. Serta karena Tuhan mau kita dipakai lebih lagi Seperti itu juga Tuhan nggak hanya pakai pendeta atau hamba-hanba Tuhan lainnya. Dia juga mau pakai kita untuk terlibat dalam kegerakan-Nya walaupun kita nggak dikenal atau nggak di perhitungkan tetapi kita bisa membawa solusi bagi sekeliling kita seperti sebatang kayu yang digunakan oleh nabi Elisa. Apa arti sebenarnya sebatang kayu itu? Kayu berasal dari pohon yang hidup. Ketika kita mengambil sedikit dari batang pohon yang hidup itu lepas dari tubuhnya berarti itu yang disebut kayu. Kayu itu bukan batang pohon yang hidup lagi. Kayu hanyalah sebuah batang pohon yang sudah mati. Begitu juga diri kita, Tuhan mau semua kedagingan kita mati, diremukkan dan disobek. Agar kita bisa menjadi solusi atau jawaban seperti ketika nabi Elisa melemparkan batang kayu itu ke sungai untuk mencari mata kapak yang tenggelam. Memang benar hanya Tuhan yang selalu memberikan jalan keluar atas masalah kita, tapi kita tetap harus membawa solusi dan memberikan rasa aman ketika seseorang membagikan masalahnya kepada kita.

So Guys, kiranya kita mau diremukkan oleh Tuhan, mau menyobek-nyobek dosa kita, mau dibentuk dan diproses dalam memaksimalkan hidup dan jadi seperti batang kayu yang bisa menjadi solusi bagi setiap orang yang membutuhkan..

Khotbah Ps. Ferry Felani

Ditulis kembali oleh R.S

Comments

comments