evangelism mindedHai FOSters! Enggak terasa yah udah bulan September nih.. Dan di bulan September Sukacita ini FOS akan ngebahas tentang Evangelism Minded! Eh, apaan tuh Evangelism Minded??

Pernah denger enggak istilah seseorang yang Health Minded? Health Minded itu artinya seseorang yang gaya hidupnya peduli terhadap kesehatan. Jadi kalo misalnya orang itu memilih makanan pasti memilih makanan yang baik untuk kesehatan, kalo beraktivitas sebisa mungkin aktivitasnya juga berorientasi untuk kesehatan.

Nah berarti orang-orang yang Evangelism Minded adalah orang-orang yang gaya hidupnya peduli terhadap Penginjilan donk??? Yup! Bener banget tuh! Bulan ini kita mau bahas secara khusus mengenai penginjilan sebagai gaya hidup! Waaa beberapa diantara kalian mungkin langsung males bacanya yah.. Alergi ah alergi denger penginjilan. Kayanya enggak cocok banget sih kata ‘anak muda’ sama kata ‘penginjilan’ daripada ngomongin Evangelism Minded, mendingan ngomongin Facebook Minded atau Twitter Minded deeh.. Hehehe..

Wuitss… Jangan males dulu donk.. Kalian harus tau dulu kenapa yang namanya punya gaya hidup yang peduli terhadap penginjilan itu penting. Karena setelah kalian tahu pentingnya penginjilan baru deh kalian bisa memutuskan.

Fakta pertama yang harus kalian tahu : Menginjil adalah Kewajiban. Kebanyakan orang Kristen mikirnya penginjilan itu cuma wajib buat orang-orang yang ‘dipanggil’ sama Tuhan buat jadi penginjil. Kalo yang merasa gak terpanggil sih enggak wajib. Tapi nyatanya Tuhan Yesus sendiri looh yang secara langsung menginstruksikan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya memberitakan juga kabar keselamatan kepada orang lain malah sampe ke seluruh dunia.

Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Markus 16:15-16 “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

Dan kalo fakta di atas masih enggak bisa menggerakkan hati kamu untuk mulai peduli sama penginjilan mungkin kamu juga harus tahu bahwa menginjil adalah bentuk kasih kita terhadap orang lain. Kasih? Apa hubungannya mengasihi seseorang dan menginjil?

Hubungannya sangat amat erat.. Bahkan seharusnya kita enggak berhak ngomongin tentang kasih kalo kita enggak peduli sama yang namanya penginjilan. FOSters, saat kita bertobat dan diselamatkan kita tahu bahwa Firman Tuhan adalah kebenaran. Tuhan Yesus enggak main-main waktu bilang “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” kalian tahu kebenarannya, bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain Yesus, bahwa di luar Yesus semua binasa tapi kalian diam dan enggak mau memberitakan hal ini kepada orang lain. Itu sama aja kayak berdiri di pinggiran jalan dan melihat seorang yang buta berjalan ke arah jalur bis yang sedang lewat tanpa keinginan sedikitpun untuk memperingatkan orang buta tersebut. Apakah itu yang dinamakan dengan Kasih?

Kita mungkin enggak usah mikir dulu bagaimana caranya menginjili suku-suku di pedalaman kalo emang kapasitas kasih kita belum sebesar itu untuk menjangkau jiwa-jiwa. Tapi bagaimana dengan orang-orang terdekat kita? Papa, mama, adik, kakak, saudara kita, sahabat-sahabat kita yang belum percaya Yesus? Sebesar apa kasih kita untuk mereka?

Menginjil bukan hanya masalah kewajiban tapi juga masalah hati. Hati yang mau mengerti keinginan Tuhan yang paling dalam. Mengerti bahwa karena kasih-Nya, Tuhan enggak ingin seorang pun binasa, Ia ingin kita semua beroleh hidup yang kekal. Cobalah mulai merasakan keinginan hati Tuhan di dalam hati kita masing-masing. Saat kita dapat merasakan kesedihan hati Tuhan terhadap jiwa-jiwa yang belum terselamatkan saat itulah kita mengerti betapa pentingnya penginjilan.

Terus gimana kalo kita emang udah punya hati untuk jiwa-jiwa yang belum terselamatkan? Gimana kalo emang kita udah memiliki Evangelism Minded? Apa yang harus kita lakukan?

Sabar-sabar.. nanti kita bahas satu per satu yah^^ Makanya simak terus artikel-artikel kita berikutnya! Sementara itu jangan lupa gabung di Facebook Group Friendship Evangelism Indonesia kalo kalian ingin lebih lagi terlibat dalam gerakan evangelism untuk anak muda :)

Comments

comments