Pastinya dong kita semua udah tau kalo peperangan rohani itu dialami oleh setiap anak Tuhan. Kita yang menyandang status sebagai “anak-anak Allah”, mau nggak mau juga pasti terlibat dalam sebuah pertempuran melawan iblis dan kuasanya. Satu hal yang perlu kita pegang baik-baik bahwa kuasa iblis udah dilucuti dalam pengorbanan Tuhan Yesus buat kita di atas kayu salib, so, iblis nggak punya kuasa lagi atas hidup kita.

Kali ini kita akan bahas peperangan rohani dari sisi seorang cowok. Apa sih pergumulan terbesar yang dihadapi oleh anak-anak cowok dalam hidup rohaninya?

Kalo kita membaca buku “Every Young Man’s Battle” yang ditulis oleh Fred Stoeker dan Stephen Arterburn, kita akan tahu kalo banyak anak cowok bergumul dalam satu hal yang sering menjadi kejatuhan terbesarnya, yaitu dosa seksual!

Walaupun nggak seluruhnya anak cowok terikat dengan dosa ini, tapi sebagian besar anak cowok menurut statistik sekitar 78 persen laki-laki di dunia pernah jatuh ke dalam dosa seksual, dan hal ini diulanginya lagi dan lagi. Dari 78 persen itu, 72 persennya mengaku kalo diri mereka adalah orang yang cukup rohani. Guys, begitu banyak anak cowok yang jatuh ke lubang yang sama lagi dan lagi. Dalam hal apa? Plis kaum wanita, jangan kaget dengan kenyataan ini, kami kaum pria banyak bergumul dalam dua dosa utama : pornografi dan masturbasi.

Apa itu pornografi? Pornografi berasal dari kata dalam bahasa Yunani “porneia” yang berarti “kedagingan” atau “percabulan”. Jelas banget kalo pornografi itu adalah sifat kedagingan (hawa nafsu yang sesat) yang dikerjakan seseorang untuk mendapatkan kepuasan seks dengan cara yang nggak berkenan di mata Allah. Sedangkan “masturbasi” adalah suatu cara pemuasan kebutuhan seks yang dilakukan dengan diri sendiri atau dengan benda mati.

Menjijikkan? Ya, jelas itu menjijikkan dari segi definisi. Kenapa kita bahas ini secara terbuka, supaya kita tahu bahwa ini seringkali adalah “musuh terselubung” bagi kaum pria yang ditutupi dengan berbagai macam alasan. Apa contoh alasan-alasan itu?

Contohnya, banyak pendapat sesat dari teman-teman kita yang bilang “Eh, anak cowok tuh wajib tahu yang beginian. Kalo nggak tahu, lo bukan pria sejati!” Atau pendapat lain yang berkata “pornografi dan masturbasi itu wajar banget kali, kan hormon kita lagi menumpuk, jadi wajar aja kalo kita lampiaskan. Kalo ditahan terus gue bisa gila!”

Dengan alasan-alasan ini, kaum cowok tidak lagi menganggap pornografi dan masturbasi sebagai penyelewengan seks, tapi dianggap sebagai hal yang wajar. Ok, let me tell you the truth.

Pertama, seks itu kudus di mata Tuhan. Hubungan seks itu hanya dapat dilakukan dengan pasangan kita setelah kita menikah. Di luar itu, segala bentuk hubungan seks adalah penyelewengan. Ini prinsip yang harus kita pegang. “Loh, kan gue nggak berhubungan seks, cuma melihat gambar-gambar yang bagi gw wajar lah di mata cowok.” Gimana tuh? Guys, Tuhan Yesus berkata sangat tegas kepada kita bahwa “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Matius 5:28). Dalam segala hal yang berkaitan dengan pornografi, selalu ada “memandang lawan jenis (termasuk membayangkan)”, dan “mengingininya”. Di hadapan Tuhan, ini adalah bentuk perzinahan.

Kedua, alasan yang sering dipakai oleh setiap cowok dalam perbuatan dosa ini adalah “ini kan pengaruh hormon, jadi wajar dong!”

Guys, ada yang dinamakan kehidupan seks yang “wajar”, tetapi ada juga kehidupan seks yang “dipancing”. Kehidupan seks akibat hormon yang wajar nggak akan membawa kita jatuh ke dalam masturbasi lagi dan lagi. Kalo ada beberapa di antara teman-teman yang berpikir kalo kebiasaan buruk masturbasi itu akan hilang dengan sendirinya saat setelah menikah, itu adalah sebuah kesalahan. Kalo kebiasaan ini nggak dipatahkan sejak masa muda kita, kebiasaan buruk ini akan terus berlanjut sampai kapanpun.

Anak cowok seringkali “membiasakan” dirinya untuk menganggap masturbasi itu wajar, karena hormon, dan nggak ada seorang cowok pun yang bisa lepas dari pornografi dan masturbasi karena ini “pasti” dialami setiap lelaki. Kalopun ada yang nggak melakukan ini, dia dianggap aneh. Padahal kenyataannya, masturbasi itu adalah hasil dari “gejolak hormonal yang menumpuk” dan bukan yang wajar. Pertanyaannya, kenapa bisa terjadi “gejolak hormonal yang menumpuk?”

Well guys, berapa di antara kita yang sadar, saat kita bangun pagi dan melihat ke arah rumah tetangga, ternyata ada anak gadis rumah sebelah dengan hot pants dan tank top sedang senam pagi, itu satu poin dalam gejolak kita. Lalu kita buka majalah kesehatan, sampailah pada rubrik iklan pakaian olah raga yang serba minim, itu poin kedua dalam gejolak kita. Lalu kita pergi ke kampus, ke sekolah, atau ke kantor, berpapasan dengan seorang teman wanita yang cantik dan lumayan berisi badannya, kita perhatikan dia dari ujung gang yang satu ke ujung gang yang lain, itu poin ketiga dalam gejolak kita. Setelah pulang dari aktivitas seharian, kita nyalakan televisi, kita nonton box office movie di salah satu stasiun tv swasta, dengan pemain wanita yang pakaiannya agak terbuka, itu poin selanjutnya dalam gejolak kita. You know, engkau sedang mengumpulkan poin untuk kembali jatuh ke dalam ikatan masturbasi. Poin-poin yang kita kumpulkan dan kita biasakan itulah yang sebenarnya akan membuat gejolak hormonal, dan sekali lagi itu bukanlah kehidupan hormonal yang wajar. Ini adalah kehidupan seks yang “dipancing”. Dengan kumpulan poin itu, paling lama tiga minggu, dan paling cepat malam itu. kita akan mudah jatuh lagi kepada masturbasi.

Ayub membuat satu pernyataan yang mengandung komitmen: “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?” (Ayub 31:1). Kata-kata “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku” itu adalah sebuah komitmen dari Ayub untuk menjaga kekudusan hidupnya. Mulai dari menjaga pandangan mata terhadap lawan jenis, kita memperkecil peluang untuk jatuh ke lubang yang sama lagi.

Sahabat-sahabat, para cowok, kita semua menghadapi pertempuran. Ada satu hal yang perlu kita semua tahu, pertempuran ini bukanlah pertempuran yang tidak mungkin untuk dimenangkan! Kita bisa menang menghadapi dosa pornografi dan masturbasi ini. Dalam setiap pertempuran apapun yang kita hadapi, yang kita perlukan adalah strategi yang tepat untuk memenangkannya, dan strategi yang ampuh adalah dengan menjaga mata kita tetap kudus.

Guys, ada satu berita yang sangat penting di sini. Selama kita masih terus fokus pada dosanya, kita akan terus jatuh. Saat kita melihat pada betapa hina dan kotornya kita setelah melakukan masturbasi, yang akan kita dapatkan hanyalah rasa hampa, kesepian, kekosongan, rasa nggak berguna, yang justru akan membawa kita semakin jauh dari Tuhan. Lihatlah, dalam kondisi apapun kita, berita anugerah yang kita terima adalah bahwa Yesus telah menanggung semua dosa kita lunas di atas kayu salib, termasuk dosa pornografi dan masturbasi yang jadi pergumulan hari demi hari. Bro, selama kita ngerasa kita kuat berjalan sendirian tanpa anugerah Yesus, kita akan terus menerus jatuh. Pandanglah bahwa dalam peperangan ini, kita nggak sendirian! Kita punya Yesus yang berjalan di depan kita. Apa artinya? Artinya saat dosa menghadang, Tuhan Yesus telah lebih dulu berhadapan dengan kuasa dosa, dan Dia udah memenangkan pertempuran ini buat kita. So, di hadapan kita yang berjalan bersama Tuhan Yesus, dosa udah nggak ada kuasanya lagi, dosa jadi nggak menarik lagi, dosa jadi terlihat tidak berdaya dan benar-benar hilang kuasanya. Kita sebagai anak-anak cowok yang sangat berharga di hati Allah, biji mata Allah, kita bisa berkata dengan keyakinan iman bahwa “I’m free!” Aku telah bebas, aku nggak terikat lagi dengan pornografi dan masturbasi. And after that, jangan fokuskan pandanganmu kepada dosa-dosa itu lagi, tapi pandanglah pada Tuhan Yesus yang telah menang bagi kita. We believe bro, that you and I are free!

Bro, kita nggak akan bahas semua di artikel ini. Kalo mau tahu lebih jelasnya gimana langkah-langkah yang ampuh untuk melatih karakter kita menjauhi kejatuhan dalam pornografi dan masturbasi, kami dari FOS Community rekomendasikan untuk baca buku “Every Young Man’s Battle” tulisan Fred Stoeker dan Stephen Arterburn. (Bukunya bahasa Indonesia koq, dan mudah dicari di toko-toko buku Kristen terdekat). Kami juga baca buku ini dan merasa sangat dikuatkan, so kami mau bagikan berkat ini buat para cowok sekalian. Buka juga websitenya di www.everymansbattle.com .

Buat kamu-kamu (para cowok) yang mo curhat dengan kami para FOSters tentang hal ini, kirim aja curhatanmu via message facebook atau e-mail ke komunitasfos@gmail.com dengan subject “boyszone-everyboysbattle”. Curhatan kamu akan dibaca hanya oleh para FOSters yang cowok! Moga tulisan ini membuat kita semua penasaran tentang betapa besarnya anugerah Tuhan Yesus yang sanggup membuat kita menang atas dosa-dosa ini, dan kita semua terdorong lebih lagi untuk mengenal anugerah yang besar ini. Selamat berjuang dalam penyertaan kuasa Allah!

every young man's battle

Comments

comments