<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FOS Community</title>
	<atom:link href="http://fos-community.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fos-community.com</link>
	<description>Simple but Powerful - Stand in Unity not in Uniform</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 12:21:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Aku Rindu..</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/03/aku-rindu/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/03/aku-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 11:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari seperti ini datang lagi, saat gemuruh menderu jantungku, saat pikiranku kalut dan hatiku ciut, sepi menjalari tiap tulang, mataku terpejam dan kemudian terbuka, aku tak dapat terlelap, tak dapat pula untuk tetap terjaga, aku rindu Kekasihku&#8230;
Maaf, maaf&#8230; Untuk kesekian kalinya aku terbenam dalam makalah dan berita yang harus kumuat dalam buletin kampus, dan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/03/I_Miss_you.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-769" title="I_Miss_you" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/03/I_Miss_you-300x239.jpg" alt="" width="252" height="200" /></a>Hari-hari seperti ini datang lagi, saat gemuruh menderu jantungku, saat pikiranku kalut dan hatiku ciut, sepi menjalari tiap tulang, mataku terpejam dan kemudian terbuka, aku tak dapat terlelap, tak dapat pula untuk tetap terjaga, aku rindu Kekasihku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Maaf, maaf&#8230; Untuk kesekian kalinya aku terbenam dalam makalah dan berita yang harus kumuat dalam buletin kampus, dan karena itu aku belum sempat menjawab pesan Kekasihku, belum dapat menemui Kekasihku, kini aku rindu dan aku kalut&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Percayalah, kertas-kertas berisi berita yang membuatku menutup mata empat jam setiap harinya, tak dapat merenggut waktuku lebih lama lagi. Karena sehebat apapun berita yang kususun, tak pernah sehebat kisahku dengan Kekasihku. Aku rindu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Penaku menari dan memercikkan tinta tentang cinta, suaraku mengalun dan membisikkan nama Kekasihku. Aku tersenyum mengingat masa-masa indah, masa-masa paling luar biasa dalam hidupku. Saat kisah kasih goyah, Kekasihku selalu meyakinkanku bahwa akulah yang tercinta, dan semua akan baik-baik saja. Betapa lembutnya Kekasihku, betapa herannya aku. Kekasihku membuatku istimewa, membuatku menjadi wanita seutuhnya, karena aku memiliki seluruh cinta Kekasihku. Bagiku, tiada yang lain, menempati posisi nomor satu dalam hatiku, satu-satunya tempat dalam pikiranku, pertama dan terakhir dalam hidupku, hanya Kekasihku, yang tercinta, yang antara aku dan Kekasihku saling memiliki, kisah cinta termegah.</p>
<p style="text-align: justify;">Rinduku sepenuh mati, bukan separuhnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh aku tidak perduli, apakah berita yang membuatku hanya terpejam empat jam setiap harinya, akan diwartakan atau tidak. Aku benar-benar tidak mau tahu, apakah guru besar pemimpin redaksi akan memuji atau menertawakan artikelku. Hal itu terasa sangat tidak berguna, saat waktuku tak lagi kunikmati bersama Kekasihku.</p>
<p style="text-align: justify;">Rinduku mengiris sendi, tidak hanya tergores lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sangat rindu pada-Mu, Yesusku.</p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis oleh : ENS_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/03/aku-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan Malam Biasa dengan Sajian yang Tidak Biasa!</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/03/makan-malam-biasa-dengan-sajian-yang-tidak-biasa/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/03/makan-malam-biasa-dengan-sajian-yang-tidak-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 10:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[inFOStainment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu bukanlah malam yang biasa. Makan malam yang sungguh sangat istimewa. Bukan karena di tempat istimewa, dengan harga istimewa atau dengan kekasih yang istimewa. Hanya sebuah tempat makan murah, ala kadarnya, dengan harga yang ringan di kantong, di pinggir jalan, dengan sebutan khas  “nasi pus-pus”.
Yang membuat istimewa bukanlah nasinya, bukan juga pus-pus (walaupun banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/03/love-generosity-and-hope.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-744" title="love-generosity-and-hope" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/03/love-generosity-and-hope-300x163.jpg" alt="" width="300" height="163" /></a>Malam itu bukanlah malam yang biasa. Makan malam yang sungguh sangat istimewa. Bukan karena di tempat istimewa, dengan harga istimewa atau dengan kekasih yang istimewa. Hanya sebuah tempat makan murah, ala kadarnya, dengan harga yang ringan di kantong, di pinggir jalan, dengan sebutan khas <em> “nasi pus-pus”</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang membuat istimewa bukanlah nasinya, bukan juga <em>pus-pus </em>(walaupun banyak kucing di situ.. hehehe&#8230;) bukan juga lauk pauknya, sambelnya atau minumannya. Tapi karena di malam itu, di tempat itu, Tuhan mengijinkan aku merasakan sesuatu dan melakukan sesuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Makan malam yang biasa ini menjadi tidak biasa saat datang seorang pemuda dengan perawakan yang tidak biasa. Di tangannya memegang sebuah kantong bekas bungkus permen yang di dalamnya ternyata ada beberapa uang logam. Sesaat kemudian dia sudah duduk di hadapanku, siap memesan makanan dan minuman, dengan segenggam uang logam di tangannya, yang terlebih dahulu dihitungnya. Dengan sedikit malu ia memesan sebuah nasi dengan sambal di dalamnya, dengan lauk sebuah gorengan dan air putih dingin. Hanya itu? Yah, hanya itu, dan dia makan dengan sangat lahap.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat dia menghabiskan sisa nasi dan bakwan terakhir di piringnya. Dan kembali mengeluarkan “dompetnya” kembali menghitung logam demi logam, dan kembali memesan. Sebuah nasi dengan sebuah gorengan, menu yang sama dengan harga yang sama. Dan ia kembali makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tahu ini malam yang tidak biasa, karena sebelum duduk makan, ia berkata kepadaku,</p>
<p style="text-align: justify;">“ Bang, Makan..”</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh, abangnya di belakang..” Jawabku. Mungkin dia pikir aku yang berjualan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan saat logam demi logam ia keluarkan, jantungku berdegup kencang, <em>What should I do? </em></p>
<p style="text-align: justify;">Aku mengacuhkan degupan jantungku,</p>
<p style="text-align: justify;">“Ahh, hal biasa !!!” kataku dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi saat kulihat dia mengeluarkan logam dan menghitungnya untuk kedua kalinya, aku tidak tahan lagi. Bahkan sempat kudengar orang yang makan di sebelahku berkata “Kasihan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kudengar kata “kasihan” kedua kalinya, aku semakin tidak tahan. Aku kumpulkan segenap tenaga dan kasih untuk berdiri, mengambilkan sepotong telur dadar, kutempatkan pada piring pemuda itu, kuambil sebuah nasi lagi dan sebuah bihun goreng untuknya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Makan aja, gw yang bayar. Santai aja bro.” sebuah senyum kulemparkan kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah darimana kekuatan dan keberanian itu datang, tiba-tiba aku sudah berada di samping pemuda tadi, dan ngobrol dengan dirinya. Dan kutahu bahwa dia ngamen di angkutan umum untuk membantu ibunya di rumah. Dia tidak dapat merasakan bangku kuliah, bahkan bangku sekolah. Dan ternyata DIA BERUMUR SAMA DENGANKU !!!</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai makan, kutawari lagi dia, ternyata dia sudah kenyang dan terpikir olehku untuk membawakan dia makanan untuk bisa dimakan dia dan ibunya di rumah. Setelah itu dia pamit dan mengucapkan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan tersenyum ada sebuah kalimat melintas di dalam hatiku, “Kasih lebih dari sekedar kasihan.” Dan Tuhan mengajarkan langsung hari ini, sebuah malam yang luar biasa, makan malam yang istimewa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” 1 Yohanes 3:18</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sayangnya ada sebuah kalimat yang lupa aku ucapkan kepadanya, yang membuatku menyesal hingga saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya aku mengucapkan kata itu. Seandainya aku menatap dia penuh yakin dan berkata mengenai ini saat itu. Dan Seandainya aku berkata, “ Yesus mengasihimu.” Mungkin pemuda itu akan memiliki kesempatan untuk tau, bahwa Yesus mengasihi dirinya, sama seperti Yesus mengasihiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku harap dia bisa mendengar itu lain kali, baik melalui diriku maupun melalui orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Yesus mengasihimu Dani !!!”</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis oleh KSW</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/03/makan-malam-biasa-dengan-sajian-yang-tidak-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa yang jahat? Ayo ngaku!</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/02/siapa-yang-jahat-ayo-ngaku/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/02/siapa-yang-jahat-ayo-ngaku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 13:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[inFOStainment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita berkenalan dengan seseorang dan kita bilang ke teman kita sambil berbisik-bisik ,” Sepertinya dia bukan orang baik- baik”. Atau mungkin kita bilang sebaliknya ,” Sepertinya dia orang baik”. Apa yang menjadi dasar buat kita menilai seseorang baik atau jahat? Bagi sebagian orang, mungkin itu intuisi, perasaan tidak enak yang muncul sewaktu berkenalan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/evil-smiley.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-740" title="evil smiley" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/evil-smiley-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Pernahkah kita berkenalan dengan seseorang dan kita bilang ke teman kita sambil berbisik-bisik ,” Sepertinya dia bukan orang baik- baik”. Atau mungkin kita bilang sebaliknya ,” Sepertinya dia orang baik”. Apa yang menjadi dasar buat kita menilai seseorang baik atau jahat? Bagi sebagian orang, mungkin itu intuisi, perasaan tidak enak yang muncul sewaktu berkenalan dengan seseorang. Mungkin juga bentuk muka dan penampilan orang itu misalnya, alis miring ke atas, bertato jangkar di tangan kanan, bertato naga di punggung, berkacamata hitam dan membawa pedang kayu? Atau mungkin garis keturunannya? Apa sebenarnya yang membedakan orang jahat dan orang baik? Kenapa kita menyebut seseorang baik seperti malaikat dan jahat seperti iblis?</p>
<p>Lombroso berpendapat bentuk muka seseoranglah yang menunjukkan seseorang jahat atau baik. Tepatnya namanya Cesare Lombroso, seorang mantan dokter bedah tentara di kota Pesare di Itali bagian utara. Lombroso berpendapat bahwa seorang kriminal bisa langsung dikenali dari bentuk mukanya. Kriminal cenderung mempunyai rahang yang lebar,tulang pipi yang tinggi, tangan yang panjang ( bukan, bukan perumpaman tapi memang ukuran tangannya panjang) dan kuping yang besar. Teorinya cukup terkenal di abad 19 walaupun pada akhirnya ditinggalkan karena, tentu saja, tidak ada data ilmiah yang menjadi dasarnya.</p>
<p>Lombroso bukan orang pertama yang mengemukakan teori ini. Di abad sebelumnya, abad 18, seorang dokter dari Vienna bernama Franz Joseph Gall percaya bahwa sifat seseorang ditunjukkan oleh bentuk tengkorak kepalanya.<br />
Mungkin garis keturunan kalau begitu? Kalau ayahnya kriminal ya anaknya kriminal juga? Kalau iya, berarti mungkin saya kriminal juga dan memang saya pernah dituduh seperti itu. Pertama kali saya berkunjung ke rumah pacar saya, saya ngobrol-ngobrol dengan neneknya. Saya sendiri lupa bagaimana awalnya, yang pasti neneknya kemudian bilang kalau anak angkat itu biasanya bukan orang baik – baik. Waktu itu saya cuma tersenyum dan tidak ngomong apa – apa. Kenapa? Karena saya sendiri anak angkat. Mama saya meninggal waktu melahirkan saya dan papa saya kabur waktu mama saya mengandung. Dan walaupun saya rasa saya bukan orang suci, tapi kecuali melanggar lampu merah, rasanya saya ga pernah bikin perbuatan kriminal</p>
<p>Saya menemukan fakta yang menarik dari 2 buku mengenai soal orang baik dan jahat ini. Yang pertama buku “ Evil” karangan Roy F. Baumeister dan buku “ People Of The Lie” karangan M. Scott Peck. Menurut Baumeister, orang-orang yang melakukan perbuatan jahat tidak pernah merasa dirinya jahat. Mereka punya banyak cara untuk menjelaskan perbuatan mereka.</p>
<p>Yang pertama adalah mengecilkan perbuatan mereka. “ Ah, saya cuma mukul beberapa kali kok, dianya aja yang cengeng. Dipukul dikit aja langsung pingsan”. Bahkan pembunuh berantai yang diwawancara pun meremehkan perbuatan mereka seolah-olah itu tidak seberapa.</p>
<p>Yang kedua adalah, saya tidak punya pilihan dan saya terpaksa melakukannya. Itulah yang dikatakan prajurit – prajurit Jerman yang membunuh orang – orang Yahudi di masa Perang Dunia 2. Mereka mengakui bahwa mereka menembak para penduduk Yahudi tapi kemudian melemparkan kesalahan itu dan berkata, “ Kami diperintahkan untuk itu. Kami terpaksa melakukannya”.</p>
<p>Alasan yang ketiga, kejahatan itu dilakukan untuk kebaikan korbannya. Ketika terjadi kerusuhan etnis di Rwanda, orang-orang dewasa membunuh anak-anak kecil dengan alasan mereka lebih baik mati karena anak yatim piatu tidak akan bisa bertahan di masa perang. Pemilik budak di Amerika mengatakan kalau mereka melakukan kebaikan untuk para budak karena mereka membawa Injil bagi para budak itu.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak alasan lain, tapi intinya tetap sama. Sangat jarang ada penjahat yang mengakui kesalahannya dengan terus terang. Kebanyakan dari mereka menghindari untuk mengakui kesalahan mereka dengan berbagai cara dan karenanya menolak untuk bertanggung jawab atas perbuatan jahat yang mereka lakukan. Untuk alasan yang tidak diketahui, manusia mempunyai kecenderungan untuk menolak mengakui diri mereka sebagai orang jahat sekalipun mereka jelas – jelas melakukan kesalahan. Bahkan sampai batas yang bisa membuat orang tidak bisa berkata-kata. Seorang pemerkosa yang diwawancara mengatakan kalau korbannya beruntung diperkosa olehnya karena nama mereka jadi masuk ke koran dan terkenal. Dan ini bukan sekedar menolak mengaku salah karena takut dihukum, tapi alasan-alasan itu dipakai untuk membenarkan diri dan menghilangkan rasa bersalah.</p>
<p>M. Scott Peck bahkan menemukan kasus yang lebih menarik. Sepasang orangtua datang kepadanya untuk meminta pertolongan bagi anak mereka yang bermasalah di sekolah. Setelah diwawancara, ternyata anak ini tidak menyukai sekolahnya dan dia ingin masuk ke jurusan yang lain. Tapi orangtuanya menolak untuk mendengarkan dia dan tetap memaksanya masuk ke sekolah itu. Ketika sepasang orangtua ini mendengar laporan itu, mereka tersenyum dengan sopan dan berkata kalau sekolah itu sekolah yang terbaik. Yang menarik disini bukan saja mereka tidak mengaku salah tapi mereka bahkan tidak mengakui kalau mereka bisa membuat kesalahan. Mereka merasa kalau mereka sudah melakukan yang terbaik untuk anak mereka dan kalau ada masalah pastilah masalahnya bukan di mereka tapi di anak itu sendiri atau di teman dan guru anak itu. Sama sekali tidak terlintas di pikiran mereka kalau mereka juga bisa salah mengambil keputusan.</p>
<p>Buat saya kedua buku ini menarik karena walaupun pengarangnya dua orang yang berbeda dan meneliti orang-orang yang berbeda tapi ternyata hasilnya sama. Orang-orang yang melakukan kejahatan tidak mau mengakui kejahatan mereka. Dan mereka mencari berbagai macam pembenaran untuk perbuatan mereka, dan sedihnya seringkali agama yang menjadi alasan. Paling tidak itulah yang dilakukan tentara perang Salib. Prajurit Kristen yang tertangkap musuh seringkali dibebaskan setelah bersumpah untuk tidak berperang lagi. Tapi ketika mereka kembali ke kelompok mereka, mereka menyadari kalau kelompok mereka kalah dan mereka harus berperang lagi. Tapi mereka juga sudah bersumpah, jadi bagaimana? Jalan keluarnya? Keluarlah peraturan bahwa melanggar sumpah yang diberikan pada orang bukan Kristen bukanlah dosa.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan orang suci? Saya pernah membaca satu paradoks mengenai orang suci, “ Orang suci adalah orang yang paling menyadari dosa-dosanya”. Dan setelah saya membaca mengenai orang jahat, saya pikir paradoks ini memang benar. Daud tentu saja bisa diam-diam saja soal perkaranya dengan Batsyeba, bahkan sekalipun nabi Natan menulis hal itu, Daud bisa saja menghapuskannya. Tapi nyatanya cerita Daud tetap bisa kita baca sekarang ini yang berarti Daud mengakui kesalahannya dan tidak berusaha menyembunyikannya. Begitu juga dengan Petrus, hanya Petrus dan Tuhan saja yang tahu soal ayam jago kan? Tapi nyatanya kitab Injil menulis cerita pengkhianatan Petrus. Dan Agustinus, bapa gereja di abad pertama, di masa tuanya menulis bukunya yang paling terkenal, “ Confession” yang menceritakan dosa-dosanya di masa lalu.</p>
<p>Dan saya pikir itulah yang membedakan orang baik dan orang jahat. Orang baik bukanlah orang yang sedikit berbuat salah dan orang jahat banyak berbuat salah. Kita semua sudah berdosa, tidak ada seorangpun yang tidak berdosa. Bedanya hanya sebagian menolak mengakui kesalahan mereka dan hidup dengan pembenaran diri sendiri, sebagian lagi mengakui kesalahan mereka dan mencari pengampunan.</p>
<p>Tentu saja mengakui bahwa kita bersalah saja tidak cukup. Rasa bersalah tanpa pengampunan hanya akan menjadikan seseorang putus asa, sama seperti Yudas. Yudas bunuh diri bukan karena Tuhan tidak mengampuni, tapi karena Yudas tidak mencari pengampunan seperti Petrus memohon ampun. Kita semua berbuat salah, tapi hanya yang mengakui dan meminta ampun akan dikuduskan.</p>
<p>Terakhir, ini sebenarnya pertanyaan pribadi dan ga perlu dipikirin jungkir balik. Saya selalu bertanya-tanya kenapa sesudah Adam dan hawa makan buah, Tuhan tidak langsung menghukum mereka? Tentunya waktu mereka memetik buah itu pun Tuhan langsung tahu kan? Tapi Tuhan tidak langsung muncul, Adam dan Hawa bahkan masih sempat membuat cawat dari pohon ara. Bahkan waktu Tuhan datang pun Tuhan tidak terburu – buru, Tuhan “ berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk’. Bahkan sepertinya Tuhan berpura-pura tidak tahu dan tidak langsung menuduh Adam dan hawa.</p>
<p>Saya bertanya-tanya, seandainya waktu itu Adam langsung mengaku salah dan memohon ampun daripada melemparkan kesalahan pada Hawa “ Perempuan yang kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.’. Seandainya waktu itu Adam meminta ampun, akankah Tuhan mengampuni? Akankah kita dibuang dari firdaus?</p>
<p>Satu hal yang pasti, kita tidak banyak berubah dari jaman Adam. Kita tetap mempunyai kecenderungan untuk menolak mengakui kesalahan dan melemparkan tanggung jawab. Kita berusaha mencapai Tuhan dengan menunjukkan diri kita sebagai orang baik. Padahal yang diinginkan Tuhan sama seperti yang diinginkan Yusuf. Ketika saudara-saudaranya mengakui dosa mereka, Yususf langsung memeluk dan mengampuni mereka dan memebawa mereka hidup di dalam kerajaannya, jauh dari penderitaan dan kelaparan.</p>
<p>Orang jahat mencari pembenaran, tapi orang suci mencari pengampunan.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Ditulis oleh </em><em><strong><a href="http://warungbakmi.blogspot.com/" target="_blank">Tukang Bakmi</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/02/siapa-yang-jahat-ayo-ngaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk yang Lebih dari Permata</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/02/untuk-yang-lebih-dari-permata/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/02/untuk-yang-lebih-dari-permata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 12:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[inFOStainment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Kasihan  kau, Via. Kau begitu tergila-gila pada seorang pria yang tidak akan  pernah kau miliki. Pria itu berhidung mancung, selalu dengan kemeja  yang licin. Tingginya tak lebih dari 170 cm, dagunya runcing dan itu  membuat ketampanannya semakin kuat. Sebagian rambutnya berwarna hitam  dan sebagian berwarna putih. Matanya ramah dengan kerutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kasihan  kau, Via. Kau begitu tergila-gila pada seorang pria yang tidak akan  pernah kau miliki. Pria itu berhidung mancung, selalu dengan kemeja  yang licin. Tingginya tak lebih dari 170 cm, dagunya runcing dan itu  membuat ketampanannya semakin kuat. Sebagian rambutnya berwarna hitam  dan sebagian berwarna putih. Matanya ramah dengan kerutan di sekelilingnya.  Bila pria itu tersenyum, kerutan di sekitar bibirnya akan tertarik.  Pria itu humoris dan cerdas. Ia bijak dan berwibawa. Karena ia seorang  Pendeta yang sudah berkeluarga, maka kau tidak akan pernah memilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasihan  kau, Via. Hatimu tertancap pada seorang pria yang tak mungkin kau raih.  Pria itu bermata tajam, dan mata itu memancarkan kecerdasan dan wibawa  tiada tara. Kacamata tanpa bingkai membuat pesonanya semakin menjadi-jadi.  Suaranya merdu dan senyumnya luar biasa dengan lesung pipinya. Tingginya  tak lebih dari 170 cm dan ia berkulit coklat. Setiap kali pria itu berbicara  dengan buku di tangannya, kau akan tahan diam dengan fokus yang sulit  dipercaya selama dua jam pelajaran, sesuatu yang tidak biasa untuk gadis  tujuh belas tahun seperti mu. Hampir tiap malam kau membaca buku yang  selalu dipegang pria itu saat mengajar di kelas, dan karenanya kau hampir  hapal isi buku tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Via,  malang benar kau. Berpikir kalau ini tidak wajar dan kau merasa sedih.  “Kenapa bukan pemain basket, atau seorang anggota OSIS yang aku sukai?”  demikian kau terus berpikir dan makin lama kau makin terpuruk saja.  Kau merasa berbeda, merasa aneh, karena pria dalam hatimu adalah pria  yang sudah berkeluarga dan pria dengan selisih usia dua puluh tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah  sedih yang berkepanjangan, kau sadar bahwa&#8230; Bahwa sudah lama sekali  kau berangan-angan “seandainya, ya seandainya, Ayahku seperti dia”.  Ah Via, air matamu mengalir lagi, saat kau sadar bahwa&#8230; Bahwa kau  menginginkan sosok Ayah berhidung mancung dengan senyum ramah. Atau  Ayah dengan mata tajam nan cerdas dan penuh wibawa. Kini kau tidak lagi  merasa aneh, tapi kau hancur. Kenyataan, perasaan, dan keinginan membuat  kau semakin sedih. Kau memiliki Ayah yang luar biasa tampan, itu pendapat  semua orang. Tapi bahkan ketampanan tak akan pernah menyembuhkan luka  pada punggungmu, luka yang terbentuk dari ikat pinggang Ayah. Tidak  pula luka pada hatimu, yang kian lama kian sakit. Ah Via, kasihan benar  kau&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Akan  menjadi orang tua seperti apa kita nanti? Mungkin hal itu masih jauh  dari pikiran dan angan-angan, masih sepuluh, delapan, atau lima tahun  lagi saat kita berkeluarga. Akankah  yang lebih dari permata, yang  kita nantikan dalam kehidupan keluarga kita kelak, yakni anak-anak kita,  mengalami kepahitan yang anak-anak lain rasakan atau  yang pernah  atau sedang kita alami? Bukan hal yang terlalu dini bagi kita untuk  belajar menjadi seorang yang penuh kasih dan menjadi peduli. Walau masih  sepuluh, delapan, atau lima tahun lagi,  untuk yang lebih dari  permata dalam kehidupan berkeluarga  kita kelak, yakni anak-anak pilihan-Nya, anak-anak yang lebih dari permata  bagi Tuhan dan yang begitu dikasihi-Nya melebihi apapun.</em></strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong><em>Ditulis Oleh_ENS <a href="http://fos-community.com">FOS Community</a><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/diamonds.jpg"><img class="size-medium wp-image-732 aligncenter" title="diamonds" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/diamonds-300x241.jpg" alt="" width="300" height="241" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/02/untuk-yang-lebih-dari-permata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tensoplast di Jari Tuhan</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/02/tensoplast-di-jari-tuhan/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/02/tensoplast-di-jari-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 11:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[
Aku melihat banyak pintu –  pintu di depanku
Pintu – pintu yang menarik  dan bersinar
Pintu – pintu yang menjanjikan  banyak hal indah di baliknya.
Dan aku melihat banyak orang  berdiri di sampingku
Dan aku melihat mereka berjalan  menuju tiap – tiap pintu
Dan mereka masuk melewati pintu  itu menuju masa depan di baliknya
Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/bandage.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-729" title="bandage" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/bandage-150x150.jpg" alt="" width="166" height="124" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Aku melihat banyak pintu –  pintu di depanku</p>
<p style="text-align: center;">Pintu – pintu yang menarik  dan bersinar</p>
<p style="text-align: center;">Pintu – pintu yang menjanjikan  banyak hal indah di baliknya.</p>
<p style="text-align: center;">Dan aku melihat banyak orang  berdiri di sampingku</p>
<p style="text-align: center;">Dan aku melihat mereka berjalan  menuju tiap – tiap pintu</p>
<p style="text-align: center;">Dan mereka masuk melewati pintu  itu menuju masa depan di baliknya</p>
<p style="text-align: center;">Aku berdiri termenung di depan  pintu – pintu itu</p>
<p style="text-align: center;">Dimanakah pintu yang harus  kulewati?</p>
<p style="text-align: center;">Dan apakah ada pintu yang terbuka  untukku?</p>
<p style="text-align: center;">Lihatlah, ada pintu yang setengah  terbuka</p>
<p style="text-align: center;">Tapi…pintu itu terlalu bagus..sangat  bagus</p>
<p style="text-align: center;">Pintu itu terlalu bagus bagi  orang sepertiku</p>
<p style="text-align: center;">Mungkin pintu itu terbuka untuk  orang lain</p>
<p style="text-align: center;">Mataku mencari pintu lain…yang  lebih sederhana</p>
<p style="text-align: center;">Mungkin pintu yang terletak  di pojok…</p>
<p style="text-align: center;">Mungkin pintu yang ukurannya  paling kecil…</p>
<p style="text-align: center;">Mungkin pintu kayu polos tanpa  hiasan…</p>
<p style="text-align: center;">Aku berjalan dari ujung ke  ujung mencari pintu milikku</p>
<p style="text-align: center;">Tapi, setiap aku melewati pintu  itu, aku selalu bertanya – tanya</p>
<p style="text-align: center;">Apa yang ada di baliknya?</p>
<p style="text-align: center;">Bolehkah pintu itu menjadi  milikku?</p>
<p style="text-align: center;">“ Cukup!!!”</p>
<p style="text-align: center;">“ Pintu yang setengah terbuka  itu menggangguku!!”</p>
<p style="text-align: center;">“ Pintu itu membuatku memimpikan  banyak hal yang bukan milikku!!”</p>
<p style="text-align: center;">“ Lebih baik kututup pintu  itu dan berhenti memimpikannya!!”</p>
<p style="text-align: center;">Kubanting pintu itu sampai  menutup…BRAKKKKK……..aduh……</p>
<p style="text-align: center;">Hmmm…apakah aku mendengar  suara orang mengaduh???</p>
<p style="text-align: center;">Hmmm….mungkin hanya perasaanku???</p>
<p style="text-align: center;">Dan aku duduk di depan pintu  – pintu itu, menunggu pintu milikku terbuka</p>
<p style="text-align: center;">Dan lihatlah, Yesus datang  menghampiriku</p>
<p style="text-align: center;">Dia memegang tanganku dan menarikku  berdiri</p>
<p style="text-align: center;">Aku terheran –heran ketika  melihat tanganNYA</p>
<p style="text-align: center;">Mengapa ? Karena kulihat ada  tensoplast di jari tangannya</p>
<p style="text-align: center;">Tensoplast bermotif garis –  garis kulit zebra</p>
<p style="text-align: center;">“Tuhan, mengapa jariMU terluka?  Siapa yang melukaiMU ?”</p>
<p style="text-align: center;">“ Oh, jariKU tadi terjepit  pintu..”</p>
<p style="text-align: center;">“ Terjepit pintu? Kenapa  itu bisa terjadi Tuhan?”</p>
<p style="text-align: center;">“ Sebenarnya AKU sedang menunggu  seseorang di balik salah satu pintu ini. AKU membukakan sedikit pintu  itu untuknya supaya dia tahu AKU menunggu di baliknya. Tapi, dia tidak  juga membuka pintu itu. “</p>
<p style="text-align: center;">“Tadinya akan KUbuka pintu  itu lebih lebar tapi waktu AKU memegang pintu itu, tiba – tiba pintu  itu terbanting menutup dengan keras. Dan karena itulah AKU memakai tensoplast  ini.”</p>
<p style="text-align: center;">“ Dan karena orang itu tidak  datang menemuiKU, AKU datang menjemputnya untuk bersama-sama melewati  pintu itu ke masa depan yang KUjanjikan”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> PS : Mungkin kita merasa masa  depan kita suram dan Tuhan tidak akan memberikan masa depan yang berkemenangan.  Mungkin kita merasa visi yang Tuhan berikan terlalu bagus untuk kita.  Jangan tutup pintu itu karena merasa kita tidak layak untuk melewatinya  atau karena kita merasa pintu itu bukan untuk kita. Karena Tuhanlah  yang membuka dan menutup pintu, bukan kita.. </strong></p>
<p style="text-align: right;"><em>Ditulis oleh <a href="http://warungbakmi.blogspot.com/"><strong>Tukang Bakmi</strong></a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/02/tensoplast-di-jari-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi Patah Hati?</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/02/lagi-patah-hati/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/02/lagi-patah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 05:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asides]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya &#8216;patah hati&#8217; entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin karena melihat orang yang secara diam-diam kita sayang tiba-tiba jadian sama orang lain.. Duuuh.. rasanya tak dapat diungkapkan dengan kata-kata..
Nah.. biasanya lagi, kalo yang namanya lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/broken_heart-1503.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-724" title="broken_heart-1503" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/broken_heart-1503-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya &#8216;patah hati&#8217; entah itu karena ditolak <em>gebetan</em>, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin karena melihat orang yang secara diam-diam kita sayang tiba-tiba <em>jadian</em> sama orang lain.. Duuuh.. rasanya tak dapat diungkapkan dengan kata-kata..</p>
<p>Nah.. biasanya lagi, kalo yang namanya lagi patah hati, kita jadi enggak semangat buat ngapa-ngapain.. Makan males, belajar males, kerja males, mandi males (waduh?) dan yang paling gawatnya lagi sampai-sampai ke gereja juga jadi males! Ini dia nih FOSters yang kadang-kadang mungkin kita enggak sadari.. Sewaktu kita lagi patah hati karena masalah cinta, beberapa dari kita malah jadi cenderung menjauh dari Tuhan, jangankan baca Alkitab, doa aja juga males, kita mungkin lebih memilih menghabiskan waktu kita buat curhat sama sahabat-sahabat kita dibanding &#8216;curhat&#8217; sama Tuhan&#8230;</p>
<p>FOSters, kalian tahu enggak, kalo kita punya Allah yang bukan cuman punya kasih tapi Dia adalah Kasih itu sendiri.. <strong><a href="http://fos-community.com/2010/02/karena-allah-adalah-kasih-dan-kita-adalah-anaknya/" target="_blank">GOD is Love</a></strong>.. Dan kasih yang Dia miliki bukan sembarang kasih, tapi kasih yang sempurna.. Kita mungkin mikirnya kalo masalah lain sih Tuhan mungkin mengerti tapi kalo masalah hati dan masalah anak muda seperti ini, apa Tuhan mau peduli juga? Apa Tuhan tahu yah rasanya saat aku bilang <em>&#8220;Tuhan aku sayang sama seseorang tapi orang itu enggak bales rasa sayang aku, dan sekarang hati aku rasanya sedih banget..&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">FOSters 2000 tahun yang lalu Dia datang menyatakan kasih-Nya pada umat-Nya, dan apa yang terjadi? banyak yang menolak-Nya, mengkhianati-Nya, bahkan hingga saat ini.. Kalau kalian pikir bahwa Tuhan enggak tahu rasanya ditolak, kalian harus berpikir ulang. Apa yang kita rasakan saat sedang patah hati karena cinta, ENGGAK ADA APA-APANYA dibanding apa yang pernah Ia rasakan..</p>
<p>Dan karena Ia tahu rasanya, Ia juga peduli dengan keadaan hati kita.. Tuhan sanggup memulihkan hati kita karena Dia memiliki Kasih yang sempurna yang dapat memenuhi hati kita. Dan saat hati kita dipenuhi oleh Kasih Allah (Kasih Agape) Percaya deh, kita enggak lagi tergantung oleh perasaan kita yang sering berubah karena cinta. Dengan kasih Allah kita bisa mengasihi orang lain dengan lebih tulus dan enggak peduli LAGI PATAH HATI atau enggak. kita akan selalu semangat menjalani hidup^^. Karena kita tahu Allah selalu berada di dekat kita dan Kasih yang dari Allah cukup untuk membuat kita selalu bersukacita <img src='http://fos-community.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Mazmur 34:19 &#8220;TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.&#8221;</em></p>
<p>So Be Blessed FOSters! Love Your Lord and Live Your Life Graciously^^</p>
<p><em><strong>Ditulis oleh : LNY_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/02/lagi-patah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Allah adalah Kasih dan Kita adalah AnakNya</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/02/karena-allah-adalah-kasih-dan-kita-adalah-anaknya/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/02/karena-allah-adalah-kasih-dan-kita-adalah-anaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 06:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat aku diajak mampir sama papa untuk beli makanan burung. Di tempat itu, banyak sekali burung-burung yang dikurung dalam sangkar. Dan beberapa dari burung itu aktif berloncatan, ke kiri, ke kanan, ke atas, dan ke bawah, sembari mengepak-ngepakan sayap mereka.
Tiba-tiba terpikirkan suatu hal, seandainya burung itu dikurung dalam sangkar begitu lama, bahkan mungkin semasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu saat aku diajak mampir sama papa untuk beli makanan burung. Di tempat itu, banyak sekali burung-burung yang dikurung dalam sangkar. Dan beberapa dari burung itu aktif berloncatan, ke kiri, ke kanan, ke atas, dan ke bawah, sembari mengepak-ngepakan sayap mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba terpikirkan suatu hal, seandainya burung itu dikurung dalam sangkar begitu lama, bahkan mungkin semasa hidupnya, kira-kira saat dilepaskan dari sangkar ke alam liar, apakah mereka dapat terbang dengan baik dan leluasa ?? Apakah sayap-sayap mereka masih bisa berfungsi dengan baik yah ??</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hayooo dijawab atuh, kira-kira bisa nggak yah ??<br />
</em><br />
Jawabannya adalah BISA, karena aku melihat dengan mataku sendiri, burung yang telah lama dikurung dalam sangkar, saat dilepaskan, dia terbang, walaupun butuh beberapa menit untuk melatih sayapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Burung itu bisa terbang, karena memang pada hakikatnya burung itu makhluk yang diciptakan untuk terbang (tentu saja selain burung penguin dan burung unta yah..hehehe). Burung memang diciptakan Tuhan untuk menghiasi langit dengan keindahan bulu dan sayapnya. Entah seberapa lama burung itu dikurung dalam sangkar, yang bahkan kecil sekalipun, yang mengkungkung kebebasannya untuk dapat terbang, pada saatnya dia dilepaskan atau melepaskan diri dari sangkar itu, dia pasti akan terbang juga. Itulah gunanya sayap pada burung.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Fosters,</em> pernah terpikirkan nggak di benak kamu, apakah pembunuh sadis yang melakukan mutilasi pada setiap korbannya bisa menangis saat ada seseorang yang mengasihi dia, atau bahkan bisakah seorang mafia bayaran bengis dan terkenal kejam menunjukan kasihnya kepada nenek renta untuk menyebrang jalan ?</p>
<p style="text-align: justify;">Aku percaya bahwa kasih adalah hakikat kita, sama seperti burung yang memilik sayap untuk bisa terbang, Tuhan memberikan kita hati untuk bisa mengasihi. Allah adalah kasih, dan karena kita segambar dan serupa dengan Dia, maka harusnya kita juga mewarisi kasih itu. Kasih itu bersifat kekal dan itulah hakikat kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/God_is_love_revision.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-719" title="God_is_love_revision" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/02/God_is_love_revision-300x189.jpg" alt="" width="300" height="189" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kadang permasalahan hidup yang berat, berada dalam keluarga yang sama sekali tidak menunjukan kehangatan kasih keluarga, berada di lingkungan kerja yang saling sikut dan bos yang galak, jauh dari orang tua, jauh dari rumah, jauh dari sahabat-sahabat yang mengasihi dan kita kasihi, dan belum menemukan pasangan hidup yang dari Tuhan, membuat kita tidak bisa “mengepak-ngepakkan” sayap kasih kita. Semua itu mengekang kita, membuat hati kita beku, membuat kasih seakan-akan jauh dari hidup kita, dan nggak jarang membuat kita frustasi bahkan beberapa orang rela mengakhiri hidupnya hanya karena tidak ada yang mengasihinya atau karena cintanya ditolak sang pujaan hati. Belenggu-belenggu dan “sangkar” itu acapkali membuat kita lupa bagaimana mengasihi dan mengerti apa kasih itu. Kasih menjadi dingin, hati menjadi mati rasa dan hidup menjadi sangat tidak nyaman. Tidak ada yang betah di dalam “sangkar”, bahkan burungpun ingin bebas dari sangkar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi jangan lupa, kalo kasih itu bersifat kekal di hidup kita, karena kasih adalah hakikat kita, <em>Love is a life. Have a love to get a life, and have a life to give a love.</em> Selama masih ada hati, kita masih sangat mungkin untuk mengasihi. Akan ada saatnya pintu “sangkar” itu dibuka, dan kita bisa dengan bebas “mengepak-ngepakan” hati kita untuk kembali merasakan kasih itu. Bahkan saat kita di dalam “sangkar” itupun toh kita masih bisa melatih “mengepak-ngepakkan” sayap kasih kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Seberat apapun masalah mengurung hati kita, sebesar apapun “teralis-teralis” kehidupan berusaha mematikan kasih kita, jangan sampai kasih kita menjadi dingin. Bukalah hatimu selebar-lebarnya di dalam sempitnya “sangkar” yang ditempatkan untuk kita. <strong>Karena dibalik masalah yang menghimpit dan cukup sempit itu ada kasih yang senantiasa ada untuk kita, Kasih yang besar dan tak terhingga. </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kita ada karena kasihNya. Dan kita ada untuk mengasihi Dia dan sesama kita, tidak peduli “sangkar” apa yang coba mengurung kita. Karena kasih adalah hakikat, dan kasih itu melampaui segala sesuatu.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selama burung masih memiliki sayap, dia masih dapat terbang walaupun terkurung sedemikian lama. Selama kita masih memiliki hati dan memiliki Yesus yang akan mengasihi kita selama-lamanya, selama itulah kasih itu akan dan harus terpancar dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align: center;">Karena Allah adalah kasih, dan kita adalah anakNya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. “ (1 Yohanes 4:7-8)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ditulis oleh <em><strong>KSW_<a href="http://fos-community.com" target="_blank">FOS Community</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/02/karena-allah-adalah-kasih-dan-kita-adalah-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istana Kaca yang Dibangun Kembali</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/02/istana-kaca-yang-dibangun-kembali/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/02/istana-kaca-yang-dibangun-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 03:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[inFOStainment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun sudah berlalu sejak peristiwa runtuhnya istana kaca dan raja terdahulu sudah kembali ke tahtanya dan meredakan kekacauan. Dan sang raja yang gagal, kembali ke kehidupannya semula sebagai petani. Jika dulu dia selalu mengomel tentang hidupnya, petani ini sekarang perlahan-lahan mulai mensyukuri hidupnya dan berbahagia mengolah ladang kecil di pojok kerajaan.
Sampai tiba harinya raja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun sudah berlalu sejak <strong><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=249773112426">peristiwa runtuhnya istana kaca</a></strong> dan raja terdahulu sudah kembali ke tahtanya dan meredakan kekacauan. Dan sang raja yang gagal, kembali ke kehidupannya semula sebagai petani. Jika dulu dia selalu mengomel tentang hidupnya, petani ini sekarang perlahan-lahan mulai mensyukuri hidupnya dan berbahagia mengolah ladang kecil di pojok kerajaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai tiba harinya raja datang kembali ke rumahnya. Kali ini petani tidak kaget lagi, dia justru takut dan cemas karena dia tahu apa tujuan raja datang ke rumahnya. Dan ketakutannya memang menjadi kenyataan karena raja memintanya untuk bertukar tempat dengannya lagi. Berbeda dengan dulu dimana petani langsung menyambar kesempatan ini tanpa pikir panjang, kali ini petani justru enggan untuk menyetujui pertukaran ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Aku sudah puas dengan kehidupanku sekarang. Memang tak banyak yang bisa kulakukan tapi hidupku tenang dan damai. Kenapa aku harus mengambil kehidupan sebagai seorang raja?”</p>
<p style="text-align: justify;">“ Karena kau tidak ditakdirkan untuk hal yang biasa-biasa saja tapi ada takdir besar yang menunggumu. Tentu saja menjadi petani pun hal yang baik, tapi kau mempunyai potensi yang melebihi hal itu dan akan sangat menyedihkan kalau kau menyia-nyiakan potensi itu”, jawab raja.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Haruskah aku kembali ke kerajaanmu? Tidak bisakah aku pergi ke kerajaan lain? Mungkin penduduk di kerajaan lain tidak akan mengetahui kegagalanku dan mungkin mereka akan menerimaku dengan baik?”</p>
<p style="text-align: justify;">“ Kau bisa saja pergi ke kerajaan lain dan memulai pemerintahan baru disana, tapi itu tidak berarti kerajaanmu akan aman. Lagipula peristiwa runtuhnya menara kaca itu menjadi berita hangat dimana-mana. Kau tidak akan pernah tahu apakah berita itu sampai ke kerajaan lain atau tidak. Dan mungkin suatu hari nanti berita kegagalanmu akan membuat mereka menghancurkan lagi istana kaca yang kau diami disana”</p>
<p style="text-align: justify;">“ Tapi jika aku kembali ke kerajaanmu, bagaimana aku bisa memerintah? Pendudukmu sudah mngetahui kegagalanku dan mereka akan menolakku. Apa gunanya aku menjadi raja kalau mereka menolakku?”, tanya petani itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Kalau kau mau, aku bisa menggunakan otoritasku sebagai raja untuk membuat mereka mematuhimu sebagai penggantiku. Tapi, kau harus tahu, mereka akan mematuhimu bukan karena otoritasmu tapi otoritasku. Mereka akan mematuhimu bukan karena mereka menghormatimu tapi karena kedudukanmu sebagai raja yang kuwariskan”</p>
<p style="text-align: justify;">“ Bagaimana aku bisa meminta mereka untuk menghormatiku?”, tanya petani itu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Kau tidak bisa meminta mereka untuk menghormatimu. Orang terhormat tidak perlu meminta ntuk dihormati orang lain. Kalau dia memang orang terhormat, tanpa diminta pun orang akan menghormatinya. Orang yang meminta dihormati bukan orang terhormat, melainkan orang yang gila hormat”</p>
<p style="text-align: justify;">“ Tapi, bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau tanpa kepercayaan rakyat tidak akan ada negara? Jangankan menghormatiku, mereka bahkan melemparkan batu ketidakpercayaan padaku. Bagainana aku bisa meminta mereka mempercayaiku?”</p>
<p style="text-align: justify;">“ Betul, mereka tidak percaya lagi padamu. Reruntuhan istana kaca itu adalah bukti yang sangat nyata atas ketidakpercayaan mereka. Kau harus mengerti, kepercayaan bukanlah sesuatu yang diminta dan diberikan. Kepercayaan adalah sesuatu yang harus kau usahakan. Kau tidak meminta seseorang mempercayaimu, kau berusaha menunjukkan kalau kau bisa dipercaya.”</p>
<p style="text-align: justify;">“ Tapi, bagaimana aku bisa membuat mereka mempercayaiku? Apa yang harus kulakukan untuk membuat mereka mempercayaiku lagi?’</p>
<p style="text-align: justify;">“ Kali ini aku tak bisa membantumu, itu sesuatu yang harus kau pikirkan sendiri. Tapi akan kuberi beberapa petunjuk, mengakui kesalahanmu dan meminta maaf adalah langkah awal yang benar. Kegagalanmu akan menyertaimu sepanjang hidupmu dan orang akan selalu membicarakan hal itu. Menutupi hal itu dan berharap orang melupakan sama saja dengan menyiapkan tumpukan batu siap lempar di depan istana kaca yang akan kau bangun”.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Dan kau harus melakukan sesuatu yang berharga yang melebihi semua kegagalanmu. Seberapa besar kegagalanmu, sebesar itu jugalah kau harus menanggungnya dan melakukan hal yang melebihi kegagalan itu. Sampai suatu hari nanti orang bisa berkata tentang dirimu bukan lagi “ dia orang gagal” melainkan “ Dulu dia orang gagal, tapi sekarang…..”. Kegagalanmu di masa lalu tak akan pernah hilang, tapi bukan berarti masa kini dan masa depanmu hilang”</p>
<p style="text-align: justify;">Petani itu merenungkan hal itu. Dia tahu kalau dia bisa memilih untuk hidup tenang di pertaniannya atau pergi ke kerajaan lain. Tapi dia juga tahu kalau itu hanya mengubur kegagalannya dan menjauhi takdirnya. Dia tahu apa yang harus dia lakukan sekarang tapi dia juga tahu kesusahan yang akan menimpanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Esok harinya, sementara raja tidur di pondoknya, petani ini pergi ke kota untuk melakukan apa yang harus dia lakukan.Tentu saja penduduk kota mengenali bekas raja mereka yang gagal ini dan mereka mengolok-oloknya, beberapa bahkan mencoba mengusirnya pergi. Tapi petani ini tetap pergi ke tempat dia harus pergi, yaitu ke reruntuhan istana kacanya. Istana kacanya yang dulu megah sekarang hanya tersisa puing-puing.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa mempedulikan penduduk kota yang mengejeknya, petani ini mengambil puing-puing kaca satu demi satu dan merekatkannya kembali. Berhari-hari dia melakukan hal itu, merekatkan pecahan kaca dan membangunnya kembali. Seringkali bangunan yang baru dibangunnya itu kembali harus hancur karena ada penduduk kota yang melempar batu ketidakpercayaan, tapi petani ini mengambil kembali serpihan kaca yang hancur dan merekatkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai tiba harinya dimana kehormatan dipulihkan dan kepercayaan dinyatakan adalah hari dimana istana kaca kembali berdiri. Dan raja sejati memenuhi takdirnya.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Ditulis oleh <strong><a href="http://warungbakmi.blogspot.com">Tukang Bakmi</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/02/istana-kaca-yang-dibangun-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tekhnik Membelah Roti</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/01/tekhnik-membelah-roti/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/01/tekhnik-membelah-roti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 06:32:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asides]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam? Mudah. Jatuhkan sehelai rambut ke atas mata pisau, jika rambut terpotong dengan sendirinya berarti pisau itu cukup tajam. Kalau tidak terpotong? Asah lagi sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/01/roti.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-714" title="roti" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/01/roti-300x188.jpg" alt="" width="300" height="188" /></a>Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam? Mudah. Jatuhkan sehelai rambut ke atas mata pisau, jika rambut terpotong dengan sendirinya berarti pisau itu cukup tajam. Kalau tidak terpotong? Asah lagi sampai tajam. Kalau sudah, kita potong roti itu jadi 2.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalahnya, supaya adil berarti ke dua bagian yang terpotong harus sama beratnya kan? Kelebihan atau kekurangan 0.0000000000001 gram saja berarti sudah tidak adil kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Dan supaya adil, pastinya kedua bagian roti harus sama enaknya. Kan enggak adil kalau satu bagian sedikit hangus atau bantat sementara bagian lainnya matang sempurna. Dan pastinya jumlah coklat di dalam masing-masing bagian juga harus sama banyak dan enaknya kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Itu baru masalah fisik roti, belum orang yang akan menerima roti itu sendiri. Kalau salah satunya anak kecil sedangkan yang lainnya orang dewasa, bagaimana supaya adil membaginya? Apakah adil membagi roti jadi 2 bagian sama besar? Ataukah harusnya yang lebih tua mendapat bagian lebih banyak? Atau harusnya yang anak kecil karena badannya lebih kecil? Tapi bukankah orang dewasa badannya lebih besar yang berarti butuh lebih banyak energi sementara anak kecil dengan sedikit roti pun mungkin sudah kenyang? Atau justru anak kecil harus lebih banyak karena dalam masa pertumbuhan dan butuh lebih banyak makanan?</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana kalau penerima roti itu pria dan wanita? Haruskah pria lebih banyak karena wanita makan lebih sedikit? Sayang kan kalau sisa rotinya dibuang? Belum lagi kalau yang perempuan sedang diet. Atau karena emansipasi keduanya harus dapat bagian yang sama besar? Sekalipun mungkin sebagian akan dibuang?</p>
<p style="text-align: justify;">Dan bagaimana pula kalau salah satu pihak tidak terlalu suka roti? Apakah yang suka roti harus mendapat bagian lebih banyak? Tapi kan suka atau tidak suka roti, kedua pihak tetap harus mendapat bagian yang adil kan? Tapi adilkah kalau pihak yang menginginkan harus melihat barang yang diinginkannya dibuang oleh orang yang tidak suka?</p>
<p style="text-align: justify;">Menyiapkan roti – sudah!</p>
<p style="text-align: justify;">Menyiapkan pisau pusaka – sudah!</p>
<p style="text-align: justify;">Membagi 2 dengan adil &#8211; ??? Apa yang disebut adil itu?</p>
<p style="text-align: center;">Tuhan yang mendatangkan bencana alam yang menimpa orang baik dan orang jahat.</p>
<p style="text-align: center;">Tuhan yang menyediakan matahari yang menumbuhkan makanan bagi orang jahat dan orang baik.</p>
<p style="text-align: center;">Tuhan yang membuat anak – anak terlahir sehat tapi juga terlahir cacat.</p>
<p style="text-align: center;">Tuhan yang membuat neraka bagi orang-orang yang menolakNYA.</p>
<p style="text-align: center;">Tapi Tuhan yang sama juga mengorbankan diri buat orang-orang berdosa itu supaya mereka bisa tinggal di surga.</p>
<p style="text-align: center;">Tuhan yang mendatangkan air bah dan Tuhan yang merancang bahtera.</p>
<p style="text-align: center;">Tuhan yang membebaskan Israel dan mendatangkan tulah Mesir</p>
<p style="text-align: center;">Tuhan yang bertaruh dengan iblis dan menghajar Ayub.</p>
<p style="text-align: center;">Tuhan yang membimbing Mother Theresa dan Tuhan yang membiarkan phedofil menjual foto korban mereka di internet.</p>
<p style="text-align: center;">Apakah Tuhan adil?</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ketika kita menemui kesulitan dalam konsep keadilan bahkan ketika kita ingin memotong roti, bagaimana kita bisa menilai keadilan Tuhan?</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita kesulitan mengatur keluarga kita sendiri, bagaimana kita bisa memerintah Tuhan mengenai bagaimana mengatur dunia?</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Tuhan adalah Tuhan dan Ayub adalah manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan supaya Ayub mengerti itu, Tuhan menghabiskan 4 pasal (Ayub 38-41) untuk mengomeli Ayub dari dalam badai, Dan sekali lagi Tuhan menyatakan dirinya adalah Allah yang membentuk bumi ini dan Ayub yang mungkin saat itu gemetar menyadari kalau dirinya yang belum pernah turun ke dasar laut mencoba menghakimi Pencipta laut itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Ayub membawa pertanyaan mengenai penderitaan dan ketidakadilan, Tuhan tidak mengambil papan tulis atau memutar <em>slide</em> pertemuannya dengan iblis. Tuhan adalah Tuhan, Dia tidak perlu menjelaskan soal perbuatanNYA. Dia tidak berhutang kepada kita dan tidak punya kewajiban untuk menjelaskan. Tuhan yang memberi dan Tuhan yang mengambil, semuanya kepunyaan Dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan tidak perlu menjelaskan diriNYA, bumi ini sendiri adalah bukti keTuhananNYA. Jangankan menciptakan bumi, kita bahkan belum sanggup mengebor sampai ke inti bumi atau mengendalikan pergerakan lempeng benua. Tapi, seperti Ayub, bahkan mungkin lebih kasar darinya, kita menyebut Dia bodoh dan tidak kompeten. Dan dengan membawa roti yang berantakan terpotong-potong, kita menghadap Tuhan dan berkotbah mengenai keadilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayub melakukan hal itu, dan seandainya saya Tuhan, saya akan lemparkan dia ke ujung semesta karena berani mempertanyakan keputusan Pencipta Alam Semesta. Tapi, saya bukan Tuhan dan Tuhan jelas bukan saya. Dan karena itu Tuhan mengampuni Ayub, dan karena itu Tuhan menjelaskan dirinya lewat Yesus, dan karena itu Tuhan mati di kayu salib.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Tuhan adalah Tuhan</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><strong>Ayub 11:7-9 Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit&#8211;apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati&#8211;apa yang dapat kauketahui?  Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ditulis oleh <strong><a href="http://warungbakmi.blogspot.com"><em>Tukang Bakmi</em></a></strong> untuk <strong><a href="http://www.facebook.com/pages/Baca-Alkitab-Setiap-Hari/196553363089">BASH</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/01/tekhnik-membelah-roti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerpen : (Mungkin) Aku Tidak Bisa..</title>
		<link>http://fos-community.com/2010/01/mungkin-aku-tidak-bisa/</link>
		<comments>http://fos-community.com/2010/01/mungkin-aku-tidak-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 08:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=705</guid>
		<description><![CDATA[Tak lama kemudian tangisnya pecah dan ia berlari dengan mata terpejam. Karena matanya terpejam dan kakinya terus berlari, ia tersandung. Ia tersandung dan yang lain tertawa kian keras. Ia tersandung maka ia menangis kian keras. Aku diam, tak tertawa, tak menangis. Kusaksikan Tasya di teriakkan “monster kelinci” karena kedua gigi depannya lebih besar dari gigi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian tangisnya pecah dan ia berlari dengan mata terpejam. Karena matanya terpejam dan kakinya terus berlari, ia tersandung. Ia tersandung dan yang lain tertawa kian keras. Ia tersandung maka ia menangis kian keras. Aku diam, tak tertawa, tak menangis. Kusaksikan Tasya di teriakkan “monster kelinci” karena kedua gigi depannya lebih besar dari gigi yang lain, dan karena tubuhnya lebih besar bahkan dari anak laki-laki. Itu terjadi tiap hari sampai Tasya pindah rumah. Tak ada lagi teman bermain “ibu-ibu-an”. Dan aku tak bisa berbuat apa-apa, karena aku masih kecil, masih tujuh tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bukan satu-satunya yang tahu di dunia ini. Tapi semua orang hanya diam. Saat gambar tangan kepala sekolah menempel jelas pada pipi Michael, kami hanya menarik napas tertahan. “Bukan Michael yang pakai uang tabungan kelas kami selama satu tahun, Bapak Kepala Sekolah. Bukan!! Yang pakai Pak Joni wali kelas kami!!”, aku ingin berteriak begitu, tapi aku tidak bisa. Karena aku murid SMP dan dia guru.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih merah dan basah. Rupanya ia begitu kesal dan marah hingga ia mencakar-cakar lengannya tanpa sadar bahwa itu sakit. Katanya ia sayang ibunya dan ibunya sayang padanya. Hanya saja saat itu ibunya mabuk dan untuk kesekian kalinya ibunya menyeretnya untuk tidur di halaman, tanpa bantal. Tiga minggu kemudian seorang yang lain menunjukkan luka di nadi tangannya. Ia bilang ia hampir mengiris uratnya, tapi tidak jadi karena ia takut, sangat takut. Ia juga bilang beberapa hari belakangan ia tidur dengan pisau dapur di bawah bantalnya, kalau-kalau Ayahnya mengamuk lagi, maka keputusannya sudah bulat untuk mengiris uratnya. Tiga kesamaan dari mereka adalah: mereka berdua perempuan, mereka berdua sahabat baikku, dan kami sembilan belas tahun. Aku hancur, karena aku tak bisa melakukan apa pun, aku tak bisa mencampuri masalah keluarga orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Ku lihat tangannya masuk ke tas pengunjung toko itu. Sebuah dompet ungu dengan hiasan bunga mawar berpindah dengan cepatnya ke dalam jaket kulitnya. Aku tak bisa mencegahnya. Karena dia laki-laki dan aku perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bibirnya gemetar dan napasnya tersengal. Ia bilang ia ingin bercerai karena suaminya seringkali memukulnya. Aku tidak bisa mengatakan apa pun. Ini antara anaknya dan suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Cucuku menjerit. Cucuku sakit, kanker. Jarum suntik menusuki tubuhnya, senantiasa. Ia masih sembilan tahun, ia perempuan, dan ia cucu yang paling ku sayang. Biarkan tubuhku yang hancur, tapi jangan cucuku! Aku yang renta tak bisa berbuat apa-apa. Aku bukan Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Disini aku terbaring. Setiap kali aku menarik napas, aku serasa mengangkat seember cucian. Mataku tak dapat melihat dengan jelas, hanya terdengar desah napas suamiku yang duduk di kananku. Sepi sekali disini, dan aku dapat mencium aroma bunga pemakaman.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/01/remorse.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-706" title="remorse" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/01/remorse.jpg" alt="" width="130" height="130" /></a>Tanpa sadar, pikiranku melayang bebas ke masa lalu. Seandainya, waktu itu aku dapat berlari mengejar Tasya, dan mengatakan kalau aku lebih suka bermain ibu-ibuan dengannya dibanding bermain dengan anak-anak yang selalu mengejeknya. Seandainya aku melakukannya, mungkin, hanya kemungkinan, Tasya tidak akan pindah dan aku tidak akan menangis.</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya aku mengatakan Pak Joni yang memakai uang kelas, mungkin Michael tidak akan dipermalukan, dan hatiku tidak akan retak melihat laki-laki pertama yang kusayangi difitnah seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau saja aku memberikan waktu sedikit lebih banyak, seandainya aku lebih sering mengunjungi mereka, seandainya aku lebih memilih berbicara dengan mereka dibanding mengerjakan artikel yang saat itu kupersiapkan untuk kukirim ke koran, mungkin kedua sahabatku tidak melukai tubuh mereka dan mencoba untuk mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku rindu sahabatku, anakku, cucuku, bahkan orang-orang yang tidak kukenal. Air mata mereka jatuh ke bahuku, dan aku tak dapat berkata apa pun, tidak melakukan apa pun. Kini aku kesepian, dan dalam waktu dekat suamiku juga akan kesepian. Dalam diam, aku menangis dan merasa hancur. Apa yang dapat kulakukan untuk suamiku? Tidak ada, karena aku hampir mati.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Seringkali kita memutuskan “aku tidak bisa. Tidak bisa karena aku masih muda, karena aku perempuan, aku terbatas, aku tidak kaya”, dan daftar panjang lainnya. Kini pikir kembali, benarkah demikian? Sebelum terlambat , pikirlah! Yang berlalu tidak akan kembali, dan yang terlambat akan sangat sulit diobati. Penyesalan akan sesuatu yang tidak kita lakukan akan terasa berkali lipat lebih menyakitkan dibandingkan bila kita melakukan hal yang kita yakini, walaupun hal itu tidak diingat orang, walaupun hal itu terasa tak berharga. Nah, sudahkah kita mengambil keputusan? <em></em></em></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em><em><strong>Pengkhotbah 6:12 &#8220;Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan? Siapakah yang dapat mengatakan kepada manusia apa yang akan terjadi di bawah matahari sesudah dia?&#8221;</strong></em></em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><em>Ditulis Oleh <strong>ENS_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/2010/01/mungkin-aku-tidak-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
