Kali ini FOSters ngobrol-ngobrol dengan Fillia. Fillia ini adalah salah satu peserta FEC ke 2. Semenjak itu terjalin persahabatan sampai saat ini. Fillia ini adalah sosok sahabat yang rame, humoris dan sabar banget. Itu sebabnya Tuhan menaruh kepercayaan kepadanya untuk menjalankan sebuah pelayanan misi untuk orang-orang berkebutuhan khusus di negara United Kingdom (UK). Seperti apa perjalanan dan proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupnya, yuk kita simak hasil obrolan dengan wanita yang dipakai Tuhan dengan luar biasa ini.

1. Filli lagi sibuk apa selama mudik di negara tercinta Indonesia?
Sembari nunggu visa jadi, saya sekarang mempersiapkan draft untuk buku ke-2 dan ke-3 saya. Saya juga memanfaatkan waktu di Jakarta untuk meet up dengan keluarga besar dan sahabat.

2. Setelah melihat kondisi Indonesia khususnya Jakarta saat ini, apa yang menjadi harapan Filli?
Wah kalo ngomongin bangsa, saya bisa curhat panjang pake drama pula. Ga usah panjang-panjang yak, langsung saja. Sejujurnya saya optimis bangsa kita akan semakin sejahtera. Kenapa? Karena kepala negara itu berperan penting. Saya bersyukur sekali atas terpilihnya Bpk. Jokowi sebagai presiden. Dengan beliau sebagai kepala, saya percaya orang-orang yang memang memiliki hati untuk rakyat akan bermunculan.

3. Sharing dong Filli, proses perjalanan kok bisa “terdampar” di UK?
Sebenarnya ini perjalanan panjang yang berawal sekitar 8 tahun lalu sewaktu kuliah di STT Jakarta. Kampus mengirim saya ke beberapa wilayah di Indonesia untuk pelayanan sekaligus penelitian. Baik di kota maupun di pedalaman. Sejak itu saya mulai menemukan panggilan di bidang misi. Di tambah lagi momen-moment saat bertemu dengan misionaris Korea yang mengajar Teologi Misi di kampus kami. Beliau sekaligus menjadi dosen pembimbing skripsiku, yang kala itu mengangkat soal peranan Media Sosial dalam misi.

Panggilan bermisi semakin kuat setelah saya lulus dari STT Jakarta. Tahun 2011, isteri pendeta saya merekomendasikan saya untuk jadi relawan di komunitas orang-orang berkebutuhan khusus di U.K., tempatnya melayani dulu. Saya coba mendaftar tapi gagal di sesi wawancara via telepon karena kemampuan lisan Bahasa Inggris masih kurang. Sedih juga sih, apalagi kala itu saya sudah mengundurkan diri dari salah satu sekolah swasta ternama di Jakarta. Jobless deh.

Lalu (ex)dosen pembimbing skripsi saya, yang saat itu sudah kembali ke Korea Selatan, menyarankan agar saya ikut DTS di YWAM Australia untuk belajar misi sekaligus mengimprove Bahasa Inggrisku. Tapi pada akhirnya aku mendarat di YWAM Filipina. Dan lewat program misi di sanalah panggilanku semakin dikuatkan. Lagi dan lagi. Pengalaman yang paling gak bisa dilupakan adalah saat mission trip di Vietnam. Di sana kami melayani di sebuah coffee shop yang memfasilitasi teman-teman berkebutuhan khusus untuk bekerja di tempat itu.

Tahun 2012 kembali ke tanah air. Berbekal hati untuk bermisi dan pengalaman melayani anak berkebutuhan khusus, saya kembali mencoba mendaftar untuk ke U.K, dan pada akhirnya saya diterima setelah aplikasi diterima dan wawancara via Skype. Tahun 2013 mendaratlah saya di U.K. dengan iman bahwa Tuhan membawa saya sampai negeri itu karena sebuah alasan.
Bersambung…. (Hahaha, berasa nulis cerbung jadinya.)

Fillia Damai - Oxford

Fillia Damai R, Oxford

4. Ceritain dong bentuk pelayanannya seperti apa dan mengapa Filli memutuskan untuk pelayanan disana?
Jadi di sana saya benar-benar hidup berdampingan dengan orang-orang berkebutuhan khusus dewasa. Usia mereka berkisar antara 27-50 tahun. Saya tinggal seatap dengan mereka dan bekerja satu ‘kantor’ dengan mereka. Intinya sih bagaimana kita mendukung mereka agar mereka mandiri, both in their life skill and professional work. Untuk life skill, aku mensupport mereka bagaimana mengatur jadwal, keuangan, hygiene, dan skill lainnya tergantung dari kemampuan. Misalnya, ada yang suka masak, ada yang senang menulis blog, dll. Sedangkan di tempat kerja, saya bekerja di teater dan weavery.

5. Kesulitan, tantangan dan suka duka apa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan Filli selama melayani di UK? dan apa yang menjadi dampak bagi kehidupan Filli pribadi?
Tantangannya itu budaya minum, party dan seks bebas. Seks itu murah sekali di sana. Sekali bertemu dan minum kopi pun bisa berujung seks. Teman-teman saya dari Asia pun menganggapnya lumrah. Jadi saya merasa ‘aneh’ sendiri. Itu tantangan besar, bagaimana berelasi tanpa terjerumus dengan budaya di sana.
Selama setahun melayani di sana, tak jarang saya kehilangan fokus. Saya sempat bertanya-tanya ‘Kenapa saya di sini, buat apa ngerjain hal remeh temeh gini. Padahal kalau di Jakarta saya mentraining orang, khotbah di gereja-gereja, dsb.’ Kalau udah kepikiran gitu, rasanya mau langsung balik ke Jakarta. Tapi dari pengalaman itu saya belajar untuk mendisiplinkan pikiran dan tetap taat.

Kalau di list satu-persatu pastinya masih banyak tantangan dan suka duka selama di sana. Tapi saya mensyukuri semua itu. Karena justru lewat masa-masa itulah saya semakin dibuat heran akan kesetiaan Tuhan yang nggak putus-putus.

6. Hal apa yang membuat Filli tetap teguh dan bertahan di dalam Tuhan terutama selama berada jauh dari keluarga?
Saya selalu mencoba melihat gambar besarNya saja. Saya selalu imani apa yang saya kerjakan saat ini merupakan proses Allah membentuk saya untuk pelayanan yang berikutnya. Kalau fokus ke situ saya selalu dapat kekuatan baru.. restored! Dan saya yakin, doa orangtua juga ambil andil menguatkan saya selama ini.

7. Apa yang menjadi rencana atau impian terbesar Filli kedepan?
Salah duanya saya ingin mendukung kemandirian teman-teman kita yang berkebutuhan khusus di tanah air, dan aku ingin lebih serius lagi menulis. Oh ya, saya berencana untuk studi Music Therapy di tahun kedua saya di U.K. Tolong didoakan juga.

8. Filli, kasi sedikit kata-kata bijak atau pesan untuk menginspirasi kita semua dong. khususnya bagi anak-anak muda agar mau selalu bertumbuh dan terus maju hidupnya dimanapun dan apapun yang dikerjakan untuk kemuliaan nama Tuhan dan jadi berkat bagi sesama.
Rasanya kata-kata gak akan cukup untuk menularkan inspirasi karena kita butuh teladan. Tapi karena diminta ninggalin pesan.. mau pesan nasi goreng aja deh, bisa? Hehehe.

Kita tak bisa memaksa sekitar kita untuk setuju dengan iman kita. Tapi kita bisa menunjukkan buah dari iman kita untuk menyentuh mereka.

Biodata
Nama lengkap: Fillia Damai Restuti
Nama panggilan: Fillia
TTL: Jakarta, 25 Juni 1987
Aktivitas: Supporting people with learning disabilities, Writing
Hobi: Book (read & write), Music, Art, Traveling
Ayat favorit: Hebrews 11:40 ; 1 Samuel 15:22
Buku favorit: The Dream Giver; If You Want to Walk on Water You’ve Got to Get Out of The Boat
Website: Women of Courage

Wawancara dilakukan Oleh R.A.S

Comments

comments