“Ada tradisi dalam keluarga yang seringnya kita tidak pahami, tapi setelah tau artinya akan memiliki makna yang dalam.”

Ada sebuah tradisi yang wajib dilakukan oleh keluarga Mas Olo dikala ada yang berulang tahun. Selain tradisi doa bareng, ada tradisi lain yang wajib diadakan yaitu makan bersama. Walaupun makan bersama tidak seharafiah makan di meja makan yang sama dan menghadap satu sama lain, tetapi tetap saja memiliki makna yang cukup dalam, mengingat kesibukan kami satu sama lain yang membuat kami susah bertemu bahkan bersenda gurau bersama keluarga.

Nah berhubung momen ulang tahun adik Mas Olo jatuh pada hari minggu, maka ide untuk doa dan makan bersama ini sangat mungkin dilakukan. Idenya sederhana, yang biasanya kami beli makanan kotak/makanan jadi, kali ini Mas Olo meminta mama untuk membuatkan nasi kuning lengkap dengan lauknya, karena selain Mas Olo sangat meyukai nasi kuning, ternyata ada makna mendalam mengenai filosofi nasi kuning itu sendiri.

Filosofi Nasi Kuning

Nyam…nyam…nyam…

Filosofi nasi kuning tercetus dikala banyak perayaan yang menggunakan simbol tumpengan sebagai suatu tradisi yang khas. Di dalam tradisi Indonesia, warna nasi kuning melambangkan gunung emas yang bermakna kekayaan, kemakmuran serta moral yang luhur. Sebab itu nasi kuning sering disajikan pada peristiwa syukuran dan peristiwa-peristiwa gembira seperti kelahiran, pernikahan dan tunangan.

Filosofi Nasi Kuning

Tumpengan

Nasi kuning  yang dibentuk menjadi tumpeng dan disajikan dalam pernikahan, juga mengandung makna, yaitu agar pernikahan mempelai berjalan lancar. Bentuk tumpeng kerucut melambangkan komunikasi, baik terhadap pasangan maupun secara vertikal kepada Tuhan. Lauk yang disertakan dalam nasi kuning merupakan perlambang darat dan laut. Misalnya, ayam yang mewakili hewan darat sebagai simbol pengingat manusia terhadap tempatnya berpijak. Perlambang laut diwakili ikan pepek (sejenis ikan kecil) yang biasa hidup bergerombol, melambangkan kerukunan dalam berumah tangga. Sayuran yang digunakan juga punya makna khusus. Urap dan kacang panjang artinya manusia harus berpikir panjang dan tidak boleh sembarangan, sisi lain melambangkan agar panjang umur. Ada juga kluwih yang bentuknya seperti nangka dilambangkan sebagai harapan yang baik dan selalu timbul ide-ide baru dalam mengarungi rumah tangga, tidak pesimis dalam menjalankan hidup walaupun terkadang terdapat kerikil-kerikil tajam di rumah tangga.

Jikalau hal di atas adalah filosofi nasi kuning menurut tradisi Indonesia, lantas apa makna nasi kuning bagi penulis sendiri?

Filosofi Nasi Kuning

Sepiring Nasi Kuning

Kalau bagi Mas Olo sendiri, nasi kuning memiliki makna historis yang mendalam terkait dengan perayaan ulang tahun. Mas Olo yang dahulu terkenal dengan pendiam dan sering menjadi korban bully-an sehingga tidak memiliki banyak teman, lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Pulang sekolah langsung pulang ke rumah, pulang gereja langsung pulang ke rumah, jarang banget main ke rumah teman atau ke perayaan ultah teman. Alhasil, sangat sedikit teman yang bahkan tau hari ulang tahun Mas Olo. Sengaja juga Mas Olo menyembunyikan kegembiraan di hari ulang tahun saya di kala itu, bahkan seringnya tidak pernah dirayakan bersama teman-teman. Di saat itulah saya merasa bahwa rumah adalah tempat terbaik untuk merayakan ulang tahun dan merasakan kegembiraan bersama keluarga, dan selalu dikala dulu setelah doa bersama papa, mama dan adik dan tiup lilin hidangan yang disajikan adalah nasi kuning, lengkap dengan lauk pauk dan sayur mayurnya. Dengan kegembiraan yang ada di tengah keluarga itu, Mas Olo bisa nambah sampai 3 piring karena nasi kuning itu. Nikmat yang sungguh tiada tara, kegembiraan yang sempurna.

Filosofi Nasi Kuning

mari makan

Maka dari itulah, kemarin pas ultah adik, Mas Olo minta dibuatkan nasi kuning dengan harapan bisa menikmati kegembiraaan itu lagi sekaligus juga mensyukuri bahwa sekarang Tuhan sudah ubahkan saya menjadi pribadi yang ekstrovet, riang, suka curhat bahkan doyan ketawa dan menghibur banyak orang. Tidak sungkan lagi menjalin pertemanan bahkan menceritakan kisah hidup.

Nasi kuning menjadi pertanda bahwa keluarga adalah hal terbaik dikala dunia menolak bahkan mentertawakan kita. Keluarga menjadi pelarian terbaik dikala kita tidak dapat diterima oleh lingkungan kita. Keluarga menjadi solusi terbaik saat ada permasalahan melanda kita. Sesungguhnya kita harus bersyukur jika memiliki keluarga dan kenangan manis di dalamnya. Keluarga seharusnya menjadi tempat dikala kita tidak bisa kemana-mana lagi, mentok sana sini, galau sana sini. Keluarga harus menjadi jawaban bagi setiap permasalah kita. Bersyukurlah bagi kita semua yang memiliki keluarga yang sudah menghadirkan jawaban di tengah pergumulan hidup kita, jikalau belum? tetap berdoa.. Mukjizat akan selalu dimulai dari diri kita. Memang kita tidak dapat memilih di keluarga mana kita akan dihadirkan di dunia ini, tetapi kita dapat memilih untuk menjadi keluarga seperti apa kita nanti bagi anak-anak bahkan cucu-cucu kita.

Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga

Jangan pernah menyerah untuk keluarga, seburuk apapapun itu, akan selalu tersedia nasi di atas meja di dalam sebuah keluarga, pertanda bahwa akan selalu ada cinta kasih untuk siapapun yang ada di dalamya, yah walaupun bukan nasi kuning dengan lauk pauknya, yah walaupun hanya seminggu atau bahkan sebula sekali, paling tidak cinta kasih di dalam keluarga masih ada dan akan terus ada jikalau kita mau mengambil bagian di dalamnya.

Akhir kata, yuk kita nyanyi bareng lagunya Keluarga Cemara:

Harta yang paling berharga adalah keluarga

Istana yang paling indah adalah keluarga

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga

Mutiara tiada tara adalah keluarga

Salam Inspirasi,

Sesuapnasi

Comments

comments