Q: Saya sering berkhayal tentang sesuatu yang tidak seharusnya saya khayalkan/pikiran. Bagaimana sih supaya kita bisa mengendalikan pikiran? Mengapa pikiran sangat sulit ditaklukkan? 
 
thinkingA: Ya jelas pikiran itu susah ditaklukkan Pikiran itu tempat peperangan kita yang sesungguhnya dengan iblis. Ketika Yesus berpuasa di padang gurun selama 40 hari dan Yesus dicobai iblis, iblis tidak datang dengan membawa 3000 tentara dan Yesus memanggil 3000 malaikat kemudian keduanya hom-pim-pa untuk menentukan siapa yang menang dan kalah. Iblis datang sendirian dan tidak menyerang Yesus secara fisik tapi menyerang pikiranNYA. Iblis menawarkan keinginan daging, keinginan mata dan kesombongan yang kemudian ditolak Yesus dengan tegas.
Sampai sekarang pun serangan iblis yang sebenarnya tidak berbentuk fisik tapi iblis menyerang pikiran kita. Sampai kapan pun pikiran tidak akan pernah bisa dikendalikan sepenuhnya karena iblis akan terus menyerang pikiran kita. Yang bisa kita lakukan adalah terus berusaha merebut bagian bagian pikiran yang dikuasai iblis terus menerus. Saat kita berhasil menang dari rasa rendah diri, iblis akan menyerang kesombongan kita. Ketika kita berhasil menang dari malas, iblis akan menyerang kita supaya kita menjadi seorang yang workaholic. Peperangan dalam pikiran adalah peperangan yang berlanjut seumur hidup sampai kita dipanggil Tuhan.
Ketika Yesus dicobai, Yesus selalu menjawab dengan ayat ayat Alkitab. Supaya pikiran bisa dikendalikan, kita harus banyak-banyak baca alkitab, buku rohani atau denger khotbah supaya Ketika suatu hari iblis menyerang dan mengatakan kalau kita tuh tidak berharga dan nggak spesial, kita bisa menjawab,”…bahwa kejadian kita dahsyat dan ajaib..”(Mzm 139:14). Ketika iblis mengatakan bahwa Tuhan itu jauh dan tidak peduli dengan kita dapat berkata,”Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”(Mazmur 139:9 ).
Pikiran adalah tempat dimana kita harus memutuskan apakah kita akan mempercayai omongan iblis atau Tuhan. Kalo kita cuma denger omongan iblis dan nggak pernah tahu apa omongan Tuhan gimana kita mau menang?. Ketika kita baca Alkitab atau buku rohani kita akan tau omongan Tuhan dan bisa bales omongan iblis dengan firman Tuhan.
Tuhan memberi kita imajinasi untuk dipergunakan. Karena ada orang yang mengkhayal untuk bepergian tanpa menggunakan kuda makanya kita punya mobil dan motor sekarang. Karena ada Wright bersaudara yang mengkhayal untuk bisa terbang seperti burung makanya kita bisa punya pesawat terbang. Dan karena ada misionaris yang bermimpi melihat Indonesia mengenal Yesus makanya kita bisa mengenal Yesus. Boleh saja bermimipi dan berkhayal tapi cari mimpi yang dari Tuhan dan jangan berkhayal yang engga-engga. Kalo kita sudah dapet mimpi yang dari Tuhan, jangan cuman asyik mengkhayal terus. Lakukan sesuatu untuk membuat khayalan dan mimpi itu menjadi kenyataan. Kalo misionaris tadi cuman asyik berkhayal tapi nggak pernah pergi ke Indonesia, kapan kabar baik itu nyampe kesini? Tuhan memberikan mimpi kepada kita untuk memberi hidup kita tujuan. Mimpi yang dari Tuhan sebenarnya adalah sekilas penyingkapan mengenai masa depan kita. Apakah mengkhayal dalam pikiran diperbolehkan? Ya, selama khayalan itu sesuatu yang baik, berasal dari Tuhan dan kita melakukan sesuatu untuk membuat khayalan itu menjadi kenyataan.
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”
Filipi 4:8
Dijawab oleh Tukang Bakmi

Comments

comments