Marta: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Yesus: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

 

Sampe saat ini perut gw masih kram dan betis, punggung, leher gw masih sakit akibat latihan teater T_T. Dengan 24 SKS dan tugas yang banyak, gw kelelahan…

Mata kuliah apresiasi drama mengharuskan tiap kelompok bikin pertunjukkan di TIM (Taman Ismail Marzuki). Walaupun gak semua main di panggung, semua yang ikut kuliah ini harus ikut olah tubuh (lari-lari, loncat2, dsb), olah suara, bedah naskah, yang mau gak mau jadi pulang malem terus buat proyek ini. Gw juga ikut salah satu teater kampus (yang emang penting banget coz banyak sekolah bagus yang sangat mentingin keahlian drama diluar teori). Dan teater kampus ini latihannya jauh lebih capeeee (guling2 di lapangan). Jadi inget pasbrotherhood 3 hari 2 malem di sawangan, 1 kamar berbilik ukuran kira-kira 4 x 5 m, isinya 12 orang + tas gede-gede, tidur di atas tiker :D chahahaha.

Belum lagi penelitian ke sekolah, ngubek-ngubek perpus jurusan buat liat skripsi (yang sampe sekarang masih bingung banget dengan penelitian semester ini T_T).

Bukan hanya fisik, pikiran gw juga kacau -,-” Karena keteledoran gw, 1 mata kuliah bernilai 4 SKS keluar dari KRS dan baru ketauan setelah masa perbaikan KRS udah selesai. Yang mengejutkan, mata kuliah ini baru ada di semester 7 pas gw PPL (dan PPL gak boleh sambil kuliah). Gw udah nanya ke dosen, senior, temen seangkatan, masih bisa gak sih gw lulus 4 tahun? Katanya sih bisa, tapi sulit en ribet *hiiiks*. Gw gak ngadu ke nyokap, yang ada nyokap bisa sakit gara-gara mikirin kuliah gw (jadi ngadu ke teteh gw aja). Thx God, gw masih bisa ambil kuliah lain yang bikin SKS gw pas 24. Ya Tuhan, masa aku harus molor kuliah? Kasian banget si teteh kelamaan ngurus kuliahku :’( …Kapan si teteh married? Lagian, aku udah bikin rencana jangka panjang, Tuhan… Rancanganku memang bukan rancangan-Mu, tapi…

Dan lagi, kayanya gw harus berhenti ngajar bimbel. Pernah tuh ya, 1 hari gw bolos kuliah buat ngajar (abis waktunya bentrok sama kuliah).  Kayanya emang harus resign… Sayang banget, padahal bayarannya lumayan :D. Deket pula (5 menit naik angkot dari rumah). Lagian semester ini besar pasak daripada tiang (baca: besar pengeluaran daripada ongkos + jajan yang dikasih teteh gw). Jadi kan bayaran bimbel bisa buat nutupin kegedean pasak :D. Dilema…

Saat ini juga persiapan buat natal sekolah minggu dan natal ibadah umum. Pasti bakal banyak rapat, latihan, kegiatan…

Dan senior yang menunjukkan gejala ‘aneh’ ke gw. Bingung gimana ngadepinnya, yang ada kalau dia tersinggung dengan ‘jaga jarak’ gw, senior-senior yang lain bisa negatif ke gw…

Belum lagi hal-hal lain yang bikin gw sangat menangis…

Ini lelah yang mencakup fisik, hati, pikiran. Dan parahnya, saat teduh gw mulai gak beres T_T. Parahnya, gw jadi males ngerjain tugas -,-”. Parahnya, gw suka ngerasa gak damai sejahtera… Setiap kali gw minta ampun sama Tuhan, gw gak disiplin lagi dan lagi… Ngelakuin salah lagi dan lagi…

Marta, apa yang kau rasakan saat melihat Maria duduk di dekat kaki Yesus? Apakah kau ingin duduk juga tapi tidak bisa karena banyak sekali yang menyibukkanmu? Apakah sepertinya Yesus hanya peduli pada Maria dan bukan kepadamu yang telah melakukan ini dan itu?Apakah kau kelelahan?

Maria, apa yang kau rasakan saat duduk dekat kaki-Nya? Apakah rasanya begitu menyenangkan dan menenangkan hingga kau duduk tanpa terganggu yang lain? Apakah suara-Nya begitu lembut dan menenteramkan? Apakah kau merasa damai sejahtera?

Yesus, apakah ini yang Kau katakan, “Evi, Evi, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara…” Karena, memang inilah yang kurasakan…

Yang sulit adalah, percaya bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan. Tapi seumur hidup gw, Yesus gak pernah bohong! Maka gw mau percaya… Dan ya, Yesus selalu menguatkan :).

Maria, aku ingin bergabung bersamamu. Duduk dekat kaki-Nya dan mendengarkan tiap kata-Nya. Aku ingin dekat pada sumber kuat dan pengharapanku…

Dan ketika gw duduk dekat kaki-Nya, gw mendengar:

“Tetapi hanya satu saja yang perlu: Evi  telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Ditulis Oleh ENS

Comments

comments