Minggu-minggu kemarin aku diperhadapkan oleh kondisi-kondisi dimana kondisi tersebut sangat tidak enak sekali rasanya. Kadang kalau dipikir-pikir lucu juga sih dan ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari kondisi yang sangat tidak enak tersebut.

Aku termasuk seorang yang suka banyak teman. Teman asal muasalnya berarti pernah kenalan, jika sudah kenalan pasti ada timbul rasa sayang. Sayang sabagai teman yah yang dimaksud tadi, makanya ada istilah tak kenal maka tak sayang. Dari berbagai aspek kehidupan, status, suku, agama dan lain-lainnya, aku nggak pernah milih-milih teman tapi aku orang yang memilih pergaulan. Pergaulan yang baiklah yang aku pilih. Kalau kata salah seorang teman aku “banyak teman, banyak rejeki”. Ada benernya istilah gokil itu, itu yang sering aku nikmati. Misalnya, kalo ada temen yang ultah pasti enak banget kalo dapat undangan traktiran :D hampir setiap weekend aku pasti buat janji sama temen siapapun itu baik yang mau nraktir aku, baik itu yang mau curhat ke aku, baik itu butuh bantuan aku dsb. Kadang dalam setiap weekend karena aku orangnya nggak enakan juga, aku bisa full seharian berganti tempat untuk memenuhi janji aku sama temenku. Alhasil, aku drop. Aku jatuh sakit, demam tinggi berhari-hari, pilek, selesai pilek diteruskan ke batuk sampailah suaraku bindeng kalau kata orang banyak. Lebih nggak enaknya lagi dalam kondisi seperti itu, aku diharuskan untuk mengerjakan skripsi bab pembahasan. Berhubung aku sudah lama menunda mengerjakan skripsi dikarenakan pihak ke tiga (perusahaan) sangat lama banget ngasi data yang aku butuhkan untuk diolah. Demam tinggi, hidung mampet + flu setelah itu bersin2 serta batuk-batuk, oh Tuhan seandainya masih bisa ditunda skripsi ini. Tapi kalau ditunda lagi, mau kapan lagi aku kerjakan agar selesai. Belum lagi khasnya skripsi itu mikirnya selangit (lama) jadinya cuma se-iprit (sedikit). Fisik yang lemah, mata yang terkantuk-kantuk karena pengaruh obat, badan yang ngilu-ngilu itu membuat aku mau nangis tapi nggak bisa nangis dan itu menyiksa banget. Apalagi aku hidup mandiri sebagai anak kosan, teringat wajah papa dan mamaku yang telaten banget merawat aku ketika aku sakit jadi home sick deh. Walaupun aku banyak teman dan sahabat, tetapi aku nggak bisa menuntut mereka karena mereka pasti banyak tanggung jawab yang harus mereka kerjakan. Aku juga teringat akan berkat Tuhan, kadang tunggu sakit baru aku sadar bahwa jika aku setiap bangun tidur masih sehat, nggak demam tinggi, semua anggota tubuh dapat digerakkan dengan leluasa tanpa adanya rasa ngilu hal tersebut adalah berkat yang sudah Tuhan beri setiap hari bahkan ketika kita kadang mengabaikan rasa syukur untuk mengucapkan “thanks Jesus kalau hari ini aku masih menerima berkat kesehatan yang luar biasa”. Guys, lagi sehat aja kita adalah sosok yang terbatas kapasitasnya apalagi kalau lagi sakit makin terbataslah kapasitas untuk kita berkarya. Sehat sesuatu yang sederhana, tetapi tidak sesederhana itu^^ berkat Tuhan yang besar setiap hari.

Setelah aku dalam pemulihan kesehatan, terdengarlah kabar bahwa film batman terbaru sudah keluar. Berhubung dari tempat tinggal aku ke XXI itu hanya dalm hitungan 10 menit sudah nyampe alias deket banget, aku belilah tiket nonton batman. Aku mengantri siang hari, kedapetan nontonnya di malam hari. Setelah mengantri aku pulang untuk istirahat sejenak di kamarku. Saat aku nonton berita di televisi, betapa herannya aku mendengar kasus di negara paman sam bahwa ada sosok pria katakanlah namanya “bruss” si bruss ini terinspirasi oleh musuh yang di film batman. Pria itu melepaskan tembakan di bioskop yang ada di sana. Banyak yang menjadi korban luka tembak termasuk kalau nggak salah 3 orang WNI dan ada beberapa orang yang tewas. Aku nggak abis pikir apa yang ada dibenak pria tersebut sampe-sampe abis nonton film batman langsung terpengaruh dengan sosok musuh yang ada di film tersebut. Aku mikirnya bisa kan cuma duduk manis, tegang dan seru pas nonton setelah itu ya udah namanya juga film batman, film cuy. Anak Tuhan nggak apa-apa kok nonton film batman, kalau mau pake istilah life balance ya nonton silahkan nonton aja. yang jadi masalah kalau kita nggak bijak dan nggak sadar bahwa yang kita tonton itu hanyalah film. Film itu untuk hiburan semata kalau ada sisi baiknya baru boleh diambil. Aku ingat kata kakak rohani aku, kalau mau nonton film apalagi di bioskop nontonnya (karena efeknya beda) jadilah penonton yang bijak. Penonton yang bijak itu bagaikan kita makan daging ayam, makan dan telanlah dagingnya jangan ikut telan tulangnya yang berakibatkan sakit.

Kisah nyata yang paling aku nggak abis pikir lagi adalah tas pesenanku di klaim oleh orang lain. Orang lain ini adalah orang malaysia :D awalnya ada seorang teman deket aku lagi bertugas ke negara Singapur. Aku minta temenku ini untuk membelikan tas charles & keith (CK) Singapur. Perbedaan tas CK Indonesia dan Singapur adalah soal di model dan harga. CK di Indonesia keterbatasan di model, kalaupun ada yang ditaksir sesuai dengan selera aku pasti harganya diluar kewajaran versi aku. Nah, kalau tas CK Singapur modelnya oke nggak pasaran harganya stengah lebih murah dari di Indonesia. Sebagai wanita pasti hal itu lumayan banget kan apalagi bisa nitip sama temen. Aku sudah cek di katalog CK Singapur dan aku sudah memilih tipe dan model apa yang aku pesan. Ternyata eh ternyata temen aku pas kembali ke Indonesia lupa membawakan tas aku itu. Aku belajar sabar karena temen aku akan kembali ke Singapur lagi kok untuk urusan bisnis dan tas itu udah aman karena teman aku ini telah menitipkan tas aku ke temen yang ada disana (biar nggak hilang niatnya). Eh alhasil aku dapat sms baru-baru ini dari temen aku bahwa tas aku itu udah di klaim oleh rekan bisnis bosnya. Rekan bisnis bosnya ini berkebangsaan malaysia T__T dan katanya beliau satu selera sama aku. Guys, betapa lemasnya aku. Aku itu orangnya paling nggak terlalu suka memakai barang yang banyak orang pakai. Kalau baju sih masih nggak apa-apa, tapi tidak dengan sepatu & tas. Aku pasti cari yang elegan (bukan berarti mahal) tetapi aku akan cari yang bener-bener jarang dipakai banyak orang pada umumnya. Satu sisi tas aku raib diambil sama orang itu aku bangga karena aku satu selera sama sosok ‘bos’ yang berkebangsaan malaysia (berarti selera aku bagus dunk :p), di sisi lain oh Tuhan aku udah sabar nunggu-nunggu tasnya nyampe ke tangan aku akhirnya diambil orang gitu aja :’(

Disitulah aku diingatkan oleh Tuhan tentang “jangan kamu mengingini milik sesamamu”. Walaupun petikan ayat itu untuk sosok bos orang malaysia itu tetapi hal itu dapat mengingatkan siapa saja termasuk aku. Terkadang, apa yang kita inginkan harus kita dapatkan. Segala cara, kalau nggak dapat ya bakal bete (kesel) bahkan kecewa. Sampe-sampe kita nggak sadar kalau keinginan kita yang ngotot itu akan menyakiti atau merugikan orang lain. Kalimat ini memang berat: Kita boleh banget menginginkan sesuatu, memimpikan sesuatu tetapi bukan berarti harus menyakiti atau merugikan sesama. Udah jauh-jauh aku pesan tas ampe kudu nitip beliin di Singapur yang aku incar, uang sudah aku transfer dan hasilnya ternyata diambil sama orang. Ya sudahlah, apa yang bisa aku perbuat selain tetap mengasihi sesama, makin memperluas rasa sabar dan belajar tentang kehidupan. Nanti juga akan Tuhan kasi gantinya yang lebih unik, elegan dan bagus untuk aku pakai.

Terakhir kejadiannya baru kemarin malam. Saat aku lagi pengen beli buah dan sebelumnya aku menemani temen kosan aku ke ATM centre samping kampus ku. Tau nggak pemandangan indah apa yang aku liat? Dengan mataku mengamati dan telingaku siap mendengar, aku melihat sosok laki-laki muda lagi nemenin abang-abang jualan keripik singkong depan ATM centre. Sosok pemuda itu sambil makan batagor dengan memakai kaos dan celana pendek selutut (kayaknya anak kosan deket kampus ku juga) sedang ngobrol-ngobrol dengan abang tukang keripik itu. Ternyata abang tukang keripik yang biasa jualan di depan ATM tersebut tuna wicara. Oh God, aku baru tau padahal si abang penjual keripik itu udah lama jualan di depan ATM tersebut dan aku nggak tau kalau dia tuna wicara (bisa ngomong tapi susah dan kurang jelas). Apa yang dilakukan pemuda manis itu di situ? Selain dia ngobrol-ngobrol sama penjual keripik itu, dia ngajarin baca si penjual keripik itu. Itu yang membuat aku nyesek rasanya. Aku yakin pemuda itu mahasiswa yang satu kampus dengan aku apalagi jadi semakin kuat dugaan aku ketika dua orang teman pemuda itu keluar dari gerbang kampus nanya ke dia “lu lagi ngapain disini?” (sambil memandang heran) dan jawab pemuda itu “lagi ngajarin abang ini baca. Lu mau beli keripik juga nggak? Enak loh keripiknya”. Aku disitu langsung berdoa dalam hati “Tuhan, lindungilah cowok yang baik ini”. Hal yang dilakukan cowok itu bukan hal yang “wah” yang ngasi uang jutaan ke abang penjual keripik itu. Tetapi action kepeduliannya dia yang nyata ke penjual keripik yang tuna wicara itu. Cowok itu mau ngobrol dan duduk bersebelahan dengan penjual keripik, ngajarin baca disitu udah ada buku tulis dan pulpen. Aku juga liat buku tulisnya udah berlembar-lembar di tulis kata per kata dan di eja sama penjual keripik itu. So sweet bukan? tadinya aku pengen nekat ngajak kenalan dan ngrobrol sedikit tapi berhubung malu jadi aku mengurungkan niat. Care, simple, different, cowok itu udah berhasil menjadi seorang leader. Sosok mahasiswa yang masih muda nemenin penjual keripik berjualan dan ngajarin membaca. Aku yakin, itu bukan pertama kali yang dia lakukan, pasti udah pernah sebelumnya dan dia selalu konsisten melakukannya. Walaupun nggak setiap hari mungkin cowok itu duduk dan ngajarin penjual keripik itu baca karena yang namanya mahasiswa pasti punya tugas kuliah dan ada kegiatan lainnya, tetapi dia akan selalu meluangkan waktunya untuk tetap peduli sama penjual keripik itu, ngajarin baca dsb. Sedangkan aku berkaca sama diriku sendiri ke temen aja kadang aku belum bisa peduli, gimana sama tukang penjual keripik. Apa untungnya cowok itu nemenin berjualan sambil ngajarin baca juga, nggak ada untungnya juga buat cowok itu, tapi hal itu sangat mahal buat si penjual keripik itu. Seberapa sih yang mau peduli sm tukang penjual keripik jalanan, nggak terpikirkan kalau ada sosok cowok yang masih muda anak kuliahan pula seperti itu aksi kepedulian dia. Kepeduliannya pun bukan hal yang mahal secara materi, tetapi hal yang simple untuk dilakukan. Tapi aku baru sadar, ternyata hal sederhana itu tidak sesederhana itu ya, butuh hati yang murni untuk melakukan hal yang sederhana itu. Proud of you man.

Teruslah belajar dari hal yang sederhana yang pernah kalian alami dan lihat secara positif dan berkaca mata-kan kasih. Jika apa yang aku alami hal yang buruk dan berat mungkin aku bisa memilih untuk kecewa pas skripsi pada nggak ada yang bantuin dan merawat ketika sakit, tas aku diambil orang dengan seenak jidatnya tetapi coba belajar mengubah pola pikir kita karena sebuah awal yang penuh dengan masalah, belum tentu hasil akhirnya penuh dengan derita. Kita memang mungkin tidak suka dengan caranya Tuhan mengajar kita hal itu pasti berat untuk dilalui, tapi kita pasti sangat suka dengan hasil akhirnya. Harus kita ketahui juga bahwa Pahlawan sejati tidak selalu harus memakai kostum dan punya mobil terbang.

Comments

comments