Kisah yang paling bermakna

adalah kisah yang dapat membuat orang membuat kisahnya sendiri.

07062009043Yup, mungkin itulah kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan sebuah buku yang berjudul Heart for a friend. Sebuah buku yang berisi kompilasi cerita-cerita yang menyentuh dan sangat memotivasi. Dikompilasi oleh Alice gray dan Barbara baumgardner, lebih dari 100 kisah-kisah menarik diceritakan kembali di dalam buku ini. Bukan hanya kisah mengenai persahabatan saja, akan tetapi juga mengenai dukungan, mengenai kasih, mengenai inspirasi, mengenai keluarga, sebuah kenangan, kehidupan dan iman. Kenapa yah Alice dan Barbara rela untuk berlelah-lelah mengkompilasi dan menulis ulang semua kisah ini, alasannya sederhana karena kami peduli, itulah kata mereka.

Seperti sebuah cerita mengenai pembalasan, dimana seorang tentara Kristiani memiliki kebiasaan untuk menutup hari dengan membaca Kitab Suci dan berdoa. Ketika teman-temannya berkumpul di barak dan beristirahat malam, ia akan berlutut di tepi tempat tidurnya dan memanjatkan doa kepada Tuhan.

30

Tentara-tentara lain melihat hal ini dan mulai mengejek, serta mengodanya. Namun, suatu malam pelecehan itu tidak hanya berupa serangan verbal saja. Ketika tentara ini berlutu di hadapan Tuhan di dalam doa, seorang tentara yang memusuhinya melemparkan sepatu bot dalam kegelapan dan tepat mengenai wajahnya. Tentara-tentara lainnya tertawa-tawa dan mencemooh, mengharapkan adanya perlawanan.

….namun, tidak ada pembalasan.

Keesokan paginya ketika tentara yang mengejek dan melempar sepatu bot itu bangun, ia sangat terkejut menemukan sesuatu di kaki tempat tidurnya. Semua mata melihat, sepasang sepatu botnya dikembalikan dan sudah disemir.

Terharu, termotivasi, tergerak ? itu baru salah satu ceritanya. Aku percaya, walaupun kalian tidak bisa mengingat semua ceritanya, tapi aku percaya saat kalian selesai membaca satu per satu kisahnya kalian akan mengangguk-anggukan kepala dan bilang “wow !!” secara spontan.

Dan taukah kalian klo buku ini menjadi “teman” bagiku, saat aku sedang magang di sebuah bank, dimana aku benar-benar “sendiri”, tidak mengenal siapapun dan tidak ada teman ngobrol yang seumuran denganku. Kisah-kisah di dalamnya benar-benar menjadi “sahabat” dalam kesendirianku.

Di awal buku ini ada sebuah kalimat yang menarik, begini bunyinya,

Tidak ada sukacita yang lebih besar

daripada memiliki hati yang terjalin dengan orang lain

melalui waktu, tawa dan air mata

images

Comments

comments