sand-glass_3

Di kamarku terdapat sebuah jam pasir, pemberian dari sahabatku pada saat natal tahun lalu. Tadinya jam itu hanya bermakna pemberian dari sahabatku, yang harus aku jaga dan rawat. Hingga malam ini, aku mendapatkan makna yang mendalam dari jam pasir itu.
Selama ini aku belum pernah mengukur berapa menit jam pasir itu akan jalan. Menaburkan pasir demi pasir melalui celah kecil itu hingga habis. Yah aku pikir buat apa melakukan hal tersebut, kurang kerjaan aja, toh itu juga cuma pajangan doank kan.

Lalu aku membayangkan seandainya waktu hidupku seperti jam pasir itu, yang sama sekali aku tak sadari berapa banyak waktu yang diperlukan dan bahkan tersisa di dalam hidup ini. Butir demi butir pasir kehidupan itu telah meluncur ke bawah, menandakan bahwa ada sebuah waktu yang telah terpakai, telah habis. Sampai pada suatu saat pasir tersebut habis, dan akhirnya kita bilang “ULANG” ke Tuhan, karena waktu itu begitu kita sia-siakan.

Mungkin kalo yang dimaksud adalah jam pasir yang ada di kamarku, bisa kali yah dibolak-balik, bisa jadi penuh lagi pasir itu dengan kita membaliknya. Mau ampe bosen bolak-balik tuh jam pasir juga ga ada yang ngelarang.

Tapi gimana dengan jam pasir hidup kita, bisakah kita bolak-balik, bisakah kita “paksa” Tuhan mengulang kehidupan kita, atau mengembalikan masa lalu kita. Aku sih percaya Tuhan bertahta di atas segalanya bahkan waktu, tapi Tuhan engga mau, karena kekekalan hanya ada di 2 tempat, yaitu surga dan neraka, hidup kekal dan kematian kekal.

Dengan keteraturan mengenai waktu dan ke-engga-mauan Tuhan untuk membolak-balik waktu, ajah kita sering tidak menghargai waktu kita, gimana kalo kita tinggal di dunia yang tidak ada batasan waktunya. Wah semakin tidak menghargai waktu kita.

Coba kita renungkan bareng yuks, seandainya kita terbangun dengan jam pasir pajangan dihadapan kita, yang ternyata sudah habis pasirnya ke bawah semuanya, mungkin kita akan cuek dan bahkan tidur lagi.

Tetapi jika yang habis adalah jam pasir kehidupan kita, apakah yang akan kalian sesali ??

By: K.S.W

Comments

comments