Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu… –dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Engkau harus takut akan TUHAN,   Allahmu; kepada Dia  haruslah engkau beribadah

(Ulangan 6:10-13).

Ayat ini memperingati generasi Israel akan janji Allah kepada nenek moyang mereka Abraham, Ishak dan Yakub yang akan memberikan hadiah cuma-cuma negeri Kanan dengan fasilitas kota-kotanya yang besar dan baik, rumah-rumah yang berisi barang yang baik, sumur-sumur, kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun semunya siap pakai dan menghasilkan. Semuanya itu bukan hasil usaha mereka. Peringatan Allah yang disaampaikan Musa: “Janganlah engkau melupakan Tuhan yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir”. Jangan menyembah allah-allah lain, sebab jika demikian akan membangkitkan murka Allah. Allah adalah Allah yang cemburu.

Peringatan itu mengingatkan kelemahan Israel, kelemahan manusia; bahwa kekayaan atau kesuksesan hidup dapat membuat orang jauh dari Tuhan, menjadi egois, menentukan sikapnya sendiri tidak hidup di bawah kesetiaan penyembahan. Melupakan karya Allah bahwa semua kelimpahan yang didapatkannya adalah anugrah Allah. Kita juga belajar bahwa sebahagian kelimpahan yang didapatkan adalah karena doa-doa atau pergumulan iman para pendahulu kita; orang tua kita atau pergumulan iman orang percaya, doa gereja.

Berapa banyak di antara kita, ketika kita diminta untuk melayani Allah, kita memprotes tentang ketidak- tersediaan fasilitas, pekerjaan yang belum stabil, keuangan yang masih perlu perbaikan, waktu yang tidak cukup, dan lain sebagainya. Namun ketika kita mendapat fasilitas yang diperlukan, pekerjaan yang mulai diberkati, keuangan yang mulai mapan, hal yang terjadi justru sebaliknya, kita semakin menjauh dari Tuhan. Ada saja orang-orang yang melupakan ibadahnya kepada Tuhan justru ketika ia semakin diberkati.

Ingatlah selalu kasih Allah yang besar. Orang yang setia kepada-Nya akan di berkati-Nya, tetapi orang yang melupakan-Nya akan mendapat hukuman. Tujuan Allah dalam pertambahan kelimpahan adalah supaya Tuhan semakin disembah. Jika karena kelimpahan harta menghalangi atau membuat kerajinan kendor atau membuat bersikap tinggi hati “ia harus didengar sebagai penentu keputusan” dan sebagainya, mereka telah melupakan Allah dan mempertuan dirinya sendiri.

Allah tidak terlalu tertarik dengan seberapa banyak kekayaan yang kita miliki, toh Dia juga yang memberikan semuanya itu. Tidak ada spesialnya bagi Tuhan jika kita bermegah atas apa yang sudah kita capai atau miliki, sebaliknya Tuhan ingin kita menyadari benar dan berbangga atas Siapa Yang Memiliki hidup kita sepenuhnya!

Bersyukurlah atas apa yang kita miliki hari ini, tetapi jika berkat, fasilitas, waktu, kesibukan, atau apapun yang kita miliki semakin membuat kita jauh dari Tuhan dan tidak hidup melayani Dia, siap-siap saja Tuhan ambil lagi semua itu.

Tuhan lebih peduli pada kedekatan kita dengan-Nya daripada kita melakukan banyak hal dalam hidup ini tetapi tidak bersama-Nya.

Berilah lebih banyak hidup kita bagi Tuhan sebagai ucapan syukur yang paling tulus kepada-Nya. Prinsip member “Yang memberi tidak akan pernah kekurangan!” Yang memberi hartanya tidak akan kekurangan harta, yang memberi waktunya tidak akan kekurangan waktu, yang memberi perhatian dan kasihnya tidak akan kekurangan semua hal itu. Semakin kita tidak memberi pada Tuhan, kita akan semakin selalu merasa kekurangan.

Orang-orang penyembah Allah yang benar, setiap kali mengalami berkat Tuhan akan semakin rendah hati dan setia kepada Tuhan. Sungguh tidak akan seperti kacang yang lupa pada kulitnya…

Ditulis Oleh YKT_FOS Community

Comments

comments