Beberapa waktu yang lalu Tim BASH (Baca Alkitab Setiap Hari) melakukan wawancara dengan salah seorang penulis buku rohani anak muda – Grace Suryani. Penulis muda yang telah menerbitkan 4 buah buku (The Puzzle of Teenage Life, The Puzzle of Jomblo life, Tuhan Mengapa Aku Harus ke Cina dan Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta) ini adalah salah satu penulis yang selalu mendorong tiap pembaca bukunya untuk membaca Alkitab setiap hari. Karena menurut Grace buku-buku rohani dan kaset-kaset khotbah memang bagus untuk mengembangkan kerohanian kita, tetapi jauh lebih baik jika kita juga bisa makan makanan rohani langsung dari sumber utamanya – Alkitab yang adalah firman Tuhan.

Grace menceritakan bahwa pertama kali ia mulai membaca Alkitab setiap hari itu ketika ia masih duduk di bangku SD, waktu itu ia hanya membaca Alkitab sesuai dengan ayat Saat Teduhnya setiap hari jadi ia belum terpikir untuk baca Alkitab dari awal – akhir (Bible Reading). Momen yang membuat Grace memulai Bible Reading adalah momen yang sangat tidak terlupakan – Kerusuhan Mei 1998. Simak penuturannya.

“Waktu itu suasana mencekam banget. Listrik mati, satu-satumya sarana komunikasi hanya radio. Dan beritanya juga menyeramkan. Ketika suasana begitu kalut, papa saya cerita ke saya dan adik-adik saya tentang Watchman Nee. Dia seorang hamba Tuhan yang luar biasa dari China. Papa saya cerita bahwa Watchman Nee baca Perjanjian Baru 52 kali setahun. Alias 1 minggu 1 kali. Waktu itu, saya dan adik-adik saya begitu kagum mendengar ada orang yang bisa begitu. Papa lalu menantang saya dan adik-adik saya, mau nggak kita juga baca Perjanjian Baru. Karena waktu itu nggak bisa ngapa-ngapain, dan daripada pusing atau ketakutan dengan suasana di luar, akhirnya kita sekeluarga baca Alkitab seharian. Rekor saya menyelesaikan Markus dalam 1 HARI!

Ketika suasana sudah mulai membaik, saya dan adik-adik saya kembali masuk sekolah. Tapi kita tetep lanjutin baca Alkitab tiap malem. Akhirnya, Puji Tuhan,saya selesai Perjanjian Baru (Matius- Wahyu) dalam waktu 1 bulan. Sehabis itu, kita (saya dan adik-adik saya) bertekad untuk menyelesaikan Perjanjian Lama. Hmm, ini butuh perjuangan, tapi puji Tuhan selesai dalam 3 bulan.
Ketika kita mulai Bible Reading (baca alkitab dari Kejadian- Wahyu), saya kelas 2 SMP. Adik saya, Lisa kelas 6 SD. Dan Yahya, adik bungsu saya, kelas 4 SD. Sejak saat itu, mungkin kita sudah baca Alkitab dari awal-akhir 7-8 kali.Di sini saya sadar, semakin muda seorang mendisiplin baca Alkitab, semakin mudah buat dia untuk menanamkan kebiasaan itu dan semakin bagus dampaknya.”

Seberapa pentingkah membaca Alkitab setiap hari?

Baca Alkitab setiap hari itu penting sekali. Karena ibaratnya tubuh tiap hari perlu makan, jiwa kita juga begitu. Roh kita apalagi. Dan makanan rohani yah Alkitab. Dampak lainnya, membaca Alkitab bisa membawa kita kepada lahir baru. Itu yang terjadi sama adik saya, Yahya. Sehabis Bible Reading Perjanjian Baru, Tuhan bicara sendiri bahwa dia perlu lahir baru, lalu dia bertobat sendiri. Ngga ada yang kasih tahu. Benar bahwa Firman Tuhan itu berkuasa.

Hal apa yang paling terasa perubahannya ketika menerapkan pola hidup – Baca Alkitab Setiap Hari?

Hubungan dengan Tuhan jadi luar biasa. Ketika saya mulai jadi penulis, itu terasa banget positifnya. Ketika saya ada ide menulis, saya tahu ini ayatnya dari mana. tahu dari mana? Sebenernya ketika kita membaca Alkitab, ayat-ayat itu masuk ke dalam database otak kita. Ketika kita memerlukan petunjuk, pengarahan, Roh Kudus bekerja dan mengeluarkan ayat itu dari ingatan kita. Lalu hal yang laen, sering membaca Alkitab membuat kita jadi bisa melihat dunia dari kacamata Tuhan. Ketika terjadi hal-hal yang di luar rencana, kita tiba-tiba bisa melihat, “Oh maksud Tuhan begini.” Itu bisa terjadi karena kita mengerti isi hati Tuhan dari ayat-ayat yang kita baca setiap hari.

Selain itu, Baca Alkitab Setiap Hari juga membuat kita punya dasar yang kuat dan pertimbangan yang matang ketika harus membuat keputusan-keputusan penting. Misalnya soal pasangan hidup. Banyak orang bertanya, saya bisa tahu dari mana ini jodoh dari Tuhan? Jawabannya, selama ini bagaimana hubungan pribadimu dengan Tuhan? Kalau kita belum pernah bergaul karib dengan Tuhan. Ngga pernah mengalami penyertaan Tuhan dalam hidup sehari-hari, maka kita akan sulit ketika kita ingin tahu kehendak Tuhan untuk hal-hal yang penting.

Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta adalah buku yang baru saja diterbitkan, bisa ceritakan sedikit mengenai buku ini?

itu buku terbaru saya. Dan buku pertama yang saya tulis dengan suami saya. Jadi dari dulu, saya punya 1 cita-cita kalau saya menikah, saya mau kasih souvenir buku. Buku yang isinya tentang perjalanan cinta saya sampai saya bisa menikah. Kenapa saya pengen kasih souvenir itu?! Well, karena saya mau tamu-tamu saya pulang dengan membawa berkat, dan kalau ada jombloers yang dateng mereka tidak pulang dengan hati merana dan bertanya-tanya, “Kapan GILIRAN GUEEE?!?!!?” Tapi mereka bisa pulang dengan hati yang tambah beriman sama Bapa.

Isi buku itu mulai dari ketika kita masih sama-sama single, pergumulan kita gimana. Psstt di situ ada beberapa bagian diary pribadi saya. Trus ketika kita mulai kenal. Asli deh, suami saya tuh bukan tipe saya sama sekali!! Kalau bukan karena Tuhan kasih pernyataan berulang kali, saya mah ogah sama dia. Hahaha. Tapi ternyata pilihan Tuhan tuh ngga salah. :p Sekarang mah saya bersyukur banget dapetnya suami saya dan bukan cowok laen. Hehehe. Trus bukunya itu juga berisi pergumulan saya menjawab pertanyaan banyak jombloers, “Tahu darimana kalau he’s the one?!”, nah itu ada jawabannya di buku itu. Sampai akhirnya gimana kita menghadapi banyak pergumulan di masa-masa persiapan tapi Tuhan membawa kita kepada kemenangan demi kemenangan. :)

Comments

comments