n123210490004_8708Asyik, kali ini kita berkesempatan buat kenalan sama satu komunitas lagi nih. Anaknya asyik-asyik, gaul-gaul, rame-rame, fun, tapi tetep menjaga kekudusan. Istilah mereka Funky but Holy, dengan tidak memandang perbedaan, gaya , komunitas, kegemaran or kesukaan kita bisa beda tapi kita berusaha untuk sama yaitu hidup kudus. Wahhhhhh…..

Yuks kita intip komunitas ini, KGC alias Kingdom Generation Community. Komunitas generasi Kerajaan, kerajaan apa? Yah kerajaan Surga pastinya. Di bawah naungan GBI R.O.C.K dengan Ps. Timotius Arifin Tedjasukamana sebagai Bapak gembalanya dan Ps. Ronny Daud Simeon sebagai wakilnya, para pemuda dan pemudi di komunitas ini punya semangat yang besar untuk investasi injil ke anak-anak muda.

Dengan visi yang ditanamkan pada mereka yaitu Membangun GENERASI Mesianik yang Apostolik Profetik. Sebagai warga kerajaan Allah dengan Mesias yang menjadi Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan (Wah. 19:16), dan sebagai “Kingdom Colonization” dengan budaya, cara hidup, cara pandang dan cara pikir yang berbeda dengan dunia (Rom. 12:2), memiliki tugas untuk menyatakan kerajaan Allah sendiri bagi dunia ini (1 Pet. 2:9).

Generasi mesionik memiliki 3 ciri utama yaitu Harmonious (Esa) – Yohanes 17:21, Victorious (Jaya) – Matius 16:18, dan Glorious (Mulia) – Efesus 5:27.

Dan sebagai misi, mereka merangkumnya dalam 3E/3M, Exalting the Lord (Meninggikan Tuhan) – Mazmur 117, Equipping the Saints (Memperlengkapi Orang-Orang Kudus) – Efesus 4:12 dan Extending the Kingdom (Memperluas Kerajaan Allah) – Matius 28:19-20.

Tau ngga, tadinya komunitas ini memulai “kiprah”-nya (heheheh…) dengan 4527_77239659161_45901174161_1662128_6970010_njumlah yang kecil lho, tetap setia dan terus berdoa, berpuasa, dan berharap hanya kepada Bapa, pengen pekerja, pengen jemaat, dan pengen ada dana juga (karena pekerjaan/pergerakan besar butuh dana yang besar juga…hehehe..). Dan pada akhirnya pengharapan mereka tidak sia-sia, bayangin aja sekarang jumlah yang terdaftar nih di komunitas ini terdiri dari 200 orang aktif dan 100 orang kadang-kadang (wah….jadi bingung…hehehhe…), tapi pokoknya crowd deh sekarang. Puji Tuhan.

Komunitas yang doyan nongkrong bareng di Food court ( hehe… pada doyan makan), rumah-rumah, nonton bareng, studio musik, dll  (Sebenernya tergantung komunitasnya, yang doyan nonton ya nonton, yang doyan musik di studio, sport pada di senayan, komunitas kita luas banget tapi saling keep in touch… ) selain ibadah tiap minggu di FX plaza, sudirman lantai 5 “The only one club”, jam 2 siang  (dulunya di “Kamasutra” discotheque di Crowne Plaza Hotel) KGC juga ngelakuin kegiatan-kegiatan lain seperti di musik, perjalanan misi, bakti sosial, suka nge-jam bareng, (sampe tercipta lagu baru untuk buat album), sampe ke luar kota.

Ternyata dalam sebuah komunitas ngga lepas yang namanya perselisihan, dan itupun pernah terjadi, karena biar gimanapun kan isinya tetep manusia-manusia yang bisa sewaktu-waktu terjadi gesekan. Intinya adalah selalu ingat bahwa pelayanan ini adalah milik Tuhan sepenuhnya, butuh kerendahan hati sebagai kunci pemulihan, dan saling mengalah. Jadi perselisihan ya ga masalah.

Dan mengenai zona nyaman yang jadi tema bulan ini, KGC kasih pendapat, jawaban dan tips, yuk liat : ( T= Tanya, J=jawab)

T : Menurut KGC, apa sih zona nyaman itu ?

J :  Ketika kita merasa puas dengan apa yg Tuhan berikan (tanggung jawab) dan tidak mau mengembangkan lebih lagi maka kita sudah berada di zona aman. Selain itu ketika berkata bahwa pelayanan ini punya kita (ingat kita cuman pengelola, Tuhan pemiliknya), maka kita juga sudah berada di zona aman.

T : Menurut kalian apa yang menjadi “zona nyamannya” anak-anak muda sekarang,

yang secara langsung atau ngga langsung bikin jauh sama Tuhan ?

J :  Game, internet, pikiran kita. Game bener-bener menyita waktu anak muda.  There’s nothing wrong with playing games & internet,  tapi kalo sampe mengganggu prioritas kita itu menjadi hal yang berbahaya.  Pikiran kita sendiri juga berbahaya, anak muda mempunyai zona nyaman yaitu, tidak jujur terhadap diri sendiri.  Mereka sering berpura-pura menjadi orang lain, pura-pura kuat, pura-pura hebat, banyak kebohongan, & mereka nyaman di posisi tersebut.  Jika tidak jujur terhadap diri sendiri, otomatis tidak jujur terhadap orang lain. Mereka membohongi diri sendiri agar mendapat tempat di masyarakat, di lingkungan mereka bergaul, dan  temen-temen deket.  Mereka cuma ingin diakui keberadaannya.  Khas anak muda. =)  Tapi kita tidak akan pernah maju jika kita masih “tidak menjadi diri kita sendiri”.  Jujurlah terhadap diri sendiri, bahwa kita ini diciptakan unik dan segambar dengan rupa Allah.  Ada tujuan yang indah pada saat kita diciptakan.  Buka hati dan jujur.  Akui dosa dan kelemahan kita.  Maka Roh Kudus akan mengisi, mengambil alih and you’ll never be the same again.

T : Nah yang terakhir nih, kasih donks tips simple but powerful kalian untuk anak-anak muda di luar sana.

J :  mau terus untuk belajar,  IF YOU STOP LEARNING YOU STOP GROWING.

“HARI INI ANDA BERHENTI BELAJAR, ESOK ANDA AKAN BERHENTI MEMIMPIN”

2851_73150149161_45901174161_1609101_1485202_n

n45901174161_1427553_7695351

s80038873231_7818 s84287801229_4348 s76018287583_1506 s70214942324_3662

Comments

comments