Pernah nyoba nyalain lilin di dalam ruangan ber-AC? Repotnya luar biasa loh.. dijamin pasti nggak sampai hitungan menit, lilin itu udah mati lagi.

Ngomong-ngomong, ngapain yah kurang kerjaan nyalain lilin di ruang ber-ac? Yang udah pasti bakalan susah. Mendingan pilih salah satu, nyalain lilin tapi AC-nya dimatiin dulu atau nyalain AC tapi lilinnya nggak usah dinyalain.

Bukannya kurang kerjaan, tapi hal ini aku alami waktu menghadiri perayaan natal di bulan Januari (wah.. masih ada aja perayaan natal.. Hehehhe). Yap, pada waktu penyalaan lilin, susahnya bukan main, mengingat ruangan itu adalah ruangan ber-AC dan posisi duduk saya tepat di bawah AC. Repot tenan rek, beberapa kali lilin itu mati, sehingga harus minta api lagi ke sebelah saya. Udah gitu perlu perlindungan ektra untuk menjaga lilin itu supaya nggak kena angin dari ac itu dengan tangan, dan nggak jarang juga tangan saya kepanasan karena terlalu dekat dengan apinya, repotnya…..

You know guys, aku jadi sadar bahwa komitmen kita seringkali sama dengan lilin yang dinyalakan itu. Bersinar terang dan begitu indah saat dinyalakan. Tetapi satu hal juga yang jangan kita lupakan bahwa kondisi lingkungan kita sama dengan ruangan ber-AC itu. Yang walaupun nyaman, seringkali membuat lilin itu mati. Bukan hanya sekali, tetapi beberapa kali membuat lilin itu mati sehingga harus dinyalakan kembali dengan mencari sumber api yang masih menyala.

Berapa banyak komitmen yang kita dengungkan dengan iringan semangat di awal tahun yang harus berakhir dengan ketidaktaatan di akhir tahun? Akupun juga sadar, bahwa lebih mudah mengawalinya daripada menjaganya hingga tetap menyala hingga akhir. Seringkali janji tinggallah janji, komitmen hanyalah bertahan beberapa bulan. Menyesal ? Biasanya terjadi di akhir tahun (hayooo ngaku..hehehhe)

Kita sama-sama belajar kok, dan akupun juga sedang belajar mengenai hal itu. Memang tidak semudah membuat komitmen di awal, tetapi walaupun begitu kita nggak boleh menyerah dengan keadaan “AC” itu. Walaupun angin begitu kencang, ruangan begitu dingin, dan banyak orang yang menyerah untuk tetap menjaga lilinnya, lilin kita harus tetap menyala. Lindungi lilin itu dengan tangan, walaupun sedikit sakit dan panas, supaya lilin itu akan terus menyala. Walaupun seringkali dihadapkan dengan keterbatasan waktu, tempat dan memori otak manusia (alias sering lupaan…) kita harus tetap berusaha melakukan komitmen yang kita ucapkan dari bibir dan hati kita. Walaupun keadaan begitu nyaman untuk kita mengingkari komitmen kita sendiri, berusahalah membuat diri kita keluar dari kenyamanan kita untuk melaksanakan komitmen itu.

Satu hal simpel yang sedang saya perjuangkan di tahun 2011 adalah untuk bangun sepagi mungkin supaya dapat menyapa dan mendengar Tuhan di pagi hari dan tidak terlambat untuk beraktifitas. Dengan semangat yang berapi-api saya berusaha begitu mungkin, dengan menetapkan keinginan hati untuk bangun pagi plus weker di hape yang dibuat sekencang mungkin suaranya ditambah doa minta bantuin untuk dibangunin di pagi hari. Dan tibalah pagi hari yang dingin, karena memang semalam hujan lebat, kasur begitu lembut untuk membuat diri saya betah, wah tantangan berat. Tapi ingat, saya harus menjaga lilin itu tetap menyala, dan pada akhirnya walaupun lebih enak untuk tidur, saya bangunkan diri saya, berdoa dan bersiap memulai hari. Satu hari berhasil, lilin tetap menyala.. Amien..

Nah pertanyaan selanjutnya, gimana kalau lilinnya mati? Ada pilihan juga, pasrah dengan keadaan dan membiarkan lilin itu tetap mati atau mencari sumber api di sekeliling kita untuk menyalakan kembali api itu. Artinya adalah saat kita “gagal” untuk melakukan komitmen itu pada satu hari, jangan menyerah untuk hari berikutnya, carilah sumber api untuk memberikan kita api yang baru. Minta motivasi dari sahabat-sahabat rohani kita, dari gembala kita, dari pacar kita, dari orang tua kita atau langsung dari Tuhan. Jangan sampai api yang padam itu kita biarkan tetap padam.

Begitu sulitnya menyalakan lilin di ruangan AC jangan sampai membuat kita menyerah untuk menyalakan lilin itu, justru itulah saat yang tepat untuk kita belajar proses dari kesetiaaan, ketekunan dan perjuangan. Karena yang namanya orang hidup adalah orang yang berjuang, dan tetap milikilah sebuah komitmen, karena dengan komitmen kita dilatih untuk menjadi pribadi yang luar biasa.

Nyalakanlah lilinmu, jaga agar tetap menyala, lindungi dari apapun, jika padam carilah sumber api di sekelilingmu dan nyalakan kembali…. Walaupun sekencang apapun angin dari AC itu, walaupun senyaman apapun ruangan AC itu, walaupun seberat apapun kondisi dirimu…

“Jangan padamkan roh “ 1 tesalonika 5:19
Tetap bersinar dan jadilah sumber api bagi orang lain… Be Blessed !!

Oleh KSW_FOS Community

Comments

comments