BIBLE STUDY

“TRULY THE COMMUNITY SERIES”

Menjadi Gereja Sejati Menurut Roma 12

MEMAHAMI DAN MENGALAMI “HILARITAS”

By: YKT5484554

“Ketika budaya bergeser, masyarakat kita mengalami kehilangan sukacita atas intimnya relasi antar pribadi. Keluarga-keluarga kehilangan kebersamaanya. Tidak ada lagi acara mempersiapkan makan malam dan duduk di meja makan bersama. Menonton televisi menggantikan bermain atau bernyanyi bersama dalam keluarga. Isolasi semakin kental saat semua orang sibuk dengan gadgetnya masing-masing dan menjadi sibuk dengan dunianya sendiri. Kesenangan tidak lagi ditemukan dalam hubungan antar pribadi, melainkan dalam teknologi, yang pada akhirnya hanya akan membuat orang menjadi semakin kesepian dan kosong. Bagaimana dengan komunitas Kristen sebagai keluarga dalam Kerajaan Allah?”

Bagian ini menjadi pendahuluan yang menarik dari Bible Study serial “Menjadi Gereja Sejati Menurut Roma 12” yang diambil dari buku Truly The Community tulisan Marva J. Dawn, Ph.D., sebab di bagian ini kita akan melihat dengan takjub makna HILARITAS yang ditemukan dalam kehidupan anak-anak Tuhan baik sebagai pribadi maupun sebagai komunitas. Dalam buku ini (dan juga dalam pembahasan di dalam kelompok bible study FOSCom), kata Hilaritas sengaja digunakan karena kekhususan makna yang ingin disampaikan kepada pembaca. Hilaritas berarti kebahagiaan yang meluap-luap dan tak terbendung. Istilah hilarotes (bhs. Yunani) yang digunakan Paulus dalam Roma 12:8 ditujukan untuk mengajak orang Kristen untuk melayani dengan penuh sukacita yang meluap-luap dari dalam hati. Sukacita yang dimaksudkan Paulus dalam kata hilarotes ini lahir dari penghayatan yang mendalam dan berfondasi pada kepercayaan total pada Allah di dalam Yesus Kristus yang memberikan sukacita penebusan, anugerah keselamatan, dan keintiman dengan-Nya yang amat mahal dan tak terhingga itu.

Kata Hilaritas sebagai terjemahan dari hilarotes digunakan untuk menggambarkan semangat sukacita komunitas Kristen yang bersumber pada anugerah Allah. Hilaritas yang dimaksud berbeda dengan terjemahan modern dalam bahasa Inggris Hilarious yang berarti: “kekonyolan, pesta pora, dan emosi yang meledak-ledak”. Kita hanya akan mengalami Hilaritas sejati dalam komunitas Kristen jika kita menghayati dengan mendalam bagaimana kita dikasihi oleh Allah, seperti yang Ia tunjukkan melalui kehidupan-kematian-kebangkitan-kenaikan Yesus Kristus. Hilaritas Kristen dimulai dari perjumpaan setiap pribadi dengan Kristus (lahir baru), dan terus meningkat hingga kita bertemu muka dengan muka di hadapan Allah. Paulus memilih kata hilarotes karena kata ini menekankan sebuah bentuk sukacita yang tidak tergantung pada situasi dan kondisi, tetapi bahwa sukacita ini ada karena Seorang Pribadi, Yesus Kristus, yang memberikannya pada kita untuk menjadi gereja sejati yang menyatakan hati-Nya.

Banyak gereja dan komunitas Kristen saat ini telah gagal untuk menjadi gereja yang sesuai dengan maksud Allah karena mereka telah kehilangan Hilaritasnya. Orang-orang yang sudah mengikut Kristus sedemikian lama tampaknya tidak memiliki hidup yang penuh kegembiraan sebagai tanda yang hadir dalam diri para pengikut Kristus mula-mula, atau yang tampak pada orang-orang yang baru percaya kepada Yesus.

Salah satu alasan terkuat berkurangnya Hilaritas atau sukacita yang meluap-luap dalam diri orang-orang Kristen (dan dalam komunitasnya) adalah karena kita hidup dalam budaya yang menekankan individualism. Kita bersikeras menjalani kehidupan iman kita sendirian, tidak ingin terkait erat dengan orang-orang percaya lainnya dalam satu tubuh Kristus. Akibatnya kita tidak terus mengalami Hilaritas yang ditampilkan dari waktu ke waktu dalam kesadaran kita melalui Injil: Kabar Baik dan Pengharapan dalam Yesus Kristus. Kita tidak mengalami “ditopang” oleh sebuah komunitas yang sejati yang merupakan gambaran dari tubuh Kristus. Kita tidak bisa terpisah dan menjadi independen, karena Roh Kudus selalu memperlengkapi kita untuk menjadi bagian dari tubuh Kristus yang saling melayani.

Komunitas Kristen harus mengalami kepuasan di dalam menjadi dirinya sendiri sesuai kehendak Allah. Kepuasan ini membuat kita tidak sekadar hidup untuk melayani apa maunya dunia ini, melainkan mengubahnya dan membawa dunia kepada pemahaman dan pengalaman akan kehidupan yang sejati. Hari-hari ini komunitas Kristen diuji dan ditantang, antara menjadi puas dengan dirinya di dalam Kristus, atau menjadi komunitas yang selalu mencari penerimaan dari dunia. Identitas kita dipertaruhkan, dan pesan Injil yang kita bawa diperhadapkan pada nilai-nilai yang sedang berlangsung di dunia: Individualisme, egoisme, materialisme, dan hedonisme. Apa yang harus kita lakukan? Komunitas yang memiliki Hilaritas di dalam Kristus sajalah yang dapat mengubah dunia.

Komunitas Kristen memiliki pesan yang luar biasa untuk dinyatakan kepada dunia – harapan tentang hidup kekal, kasih terhadap orang lain karena kasih Allah bagi kita, dan iman bahwa kita diterima oleh Allah karena karya Kristus, bukan karena kita sudah sempurna dan berhasil mengatur hidup seefisien mungkin. Berita anugerah inilah yang akan membuat setiap orang di dalam komunitas dapat merasa sepenuhnya dikasihi, diterima, dan diubah dari dalam, serta kuat menghadapi tabrakan nilai-nilai dunia yang terus menerpa kehidupan iman kita setiap hari.

Mengapa banyak orang Kristen sulit untuk mengasihi orang lain dengan sungguh-sungguh; untuk merasa senang karena saling memiliki; dan untuk mengalami kuasa Hilaritas yang Allah tawarkan melalui kehidupan komunitas sejati? Paulus dalam surat Roma menekankan bahwa sukacita dan relasi dalam kehidupan orang percaya bergantung total pada karakter-Nya, dan bukan pada kecakapan kita. Tidak seorangpun dapat menjadi pribadi yang lebih baik tanpa menghayati kasih Allah dan senantiasa terhubung dengan Dia. Ketika kita menjadikan diri sendiri sebagai ilah dan tuan, itulah yang memisahkan kita dari kasih Allah, dan kita berhenti mengalami sukacita sejati sebagai bagian dari tubuh-Nya.

Hilaritas sejati bukan terfokus semata pada pemuasan kebutuhan, tetapi pada mengenal dan mengalami Allah dan anugerahnya di dalam Kristus melalui kehidupan komunitas kita, untuk kemudian menyatakan-Nya kepada dunia. Roma 12 akan mengajarkan kepada kita bagaimana caranya. Bagian ini akan mengajarkan apa yang dibutuhkan dunia pada saat ini mengenai sikap saling memperhatikan. Semua orang membutuhkan kasih yang mendalam, yang hanya dimiliki oleh anak-anak Allah yang telah merasakan kasih-Nya, untuk dibagikan kepada mereka. Melalui mempelajari Roma 12, pesannya akan mentransformasi kita. Melalui kita, Allah hendak mentransformasi gereja dan dunia ini. Saat kita terus tekun mempelajari Alkitab, kita akan semakin cocok dengan maksud Allah pada saat menciptakan kita.

Kami mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk mencari arti yang mendalam dan menemukan Hilaritas dalam kehidupan iman kita. Bukan hanya untuk sampai tahap membahas dan membicarakannya saja, tapi juga sampai meresap dalam nilai-nilai hidup kita dan memancar melalui keseharian kita. Melalui bible study ini, mari kita ciptakan sebuah jembatan antara pikiran, hati, perenungan, dan kehidupan sehar-hari. Antara dunia yang tidak mengenal Hilaritas hidup dalam komunitas, dengan kita sebagai orang yang sudah mengalami anugerah Allah, baik secara individu maupun sebagai umat Tuhan di tengah dunia.

 

“Aku sempat meninggalkan gereja karena menemukan sedikit anugerah di dalam sana.

Namun kemudian aku kembali ke dalam gereja, karena sama sekali tidak menemukan anugerah di luar sana.”

– Philip Yancey -

HILAROTES

Comments

comments