win lose dice

“Karena hidup ini adalah sebuah peperangan yang terus-menerus dan kita dapat memenangkannya hanya jika kita MEMILIH untuk menang.”

Setelah lahir baru apa sih yang ingin kita lakukan? Kebanyakan dari kita sebagai anak muda yang lahir baru seharusnya meninggalkan kehidupan lama kita donk. Pengen banget tuh ninggalin kebiasaan-kebiasaan buruk kita yang kita tahu kalo itu enggak berkenan di hadapan Tuhan. Tapi kok kayanya susaaaaah banget yah. Misalnya aja kita pengen jadi seseorang yang sabar, jadi orang yang enggak gampang marah atau mudah tersinggung, tapi yang ada susah banget buat mengendalikan emosi. Akhirnya tetep aja jadi orang yang sering marah-marah juga. Contoh yang lainnya, mungkin buat yang cowok-cowok pengen banget nih berhenti ngerokok atau berhenti nonton film bokep tapi godaannya tuh adaaaa aja yang membuat jatuh lagi, jatuh lagi di dosa yang sama dan itu-itu aja.

Akhirnya karena kita udah terlalu sering jatuh, sering mencoba berubah dan gagal kita jadi putus asa. Kita ngerasa walaupun kita tahu apa yang ‘baik’ yang harus dilakukan dalam hidup ini tapi kita enggak akan pernah bisa melakukannya, kalo udah kaya gitu keluar deh Firman Tuhan yang membela alasan kita “Roh memang penurut tetapi daging lemah.” Hehehe sebenarnya enggak boleh dijadiin pembelaan kaya gitu looh^^

Nah terus gimana donk nih.. Apa yang harus kita lakukan? Masa kita jatuh bangun melulu sih di dalam dosa? *Kaya lagunya Kristina donk jatuh bangun. Well Guys, pergumulan kita sebagai anak muda untuk hidup kudus dan berkenan di hadapan Tuhan juga dialami oleh Rasul Paulus coba deh baca di dalam Roma 7:18-23

“..  Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, “

Rasul Paulus sadar kalo di dalam dirinya ada keinginan untuk berbuat baik, tapi di saat yang bersamaan juga ada hal yang selalu ‘melawan’ kehendaknya untuk berbuat yang baik. Inilah yang harus kita sadari, bahwa setiap saat dalam kehidupan kita sebenarnya adalah sebuah peperangan. Yup  Guys! Antara keinginan daging dan keinginan Roh (Galatia 5:19-23). Setiap saat kita harus memilih mana dari kedua sisi itu yang bisa menang atas hidup kita. Saat kita merasa tersinggung dengan perkataan orang lain, mana yang akan kita biarkan menang? Amarah dan Perseteruan atau Kesabaran dan Penguasaan Diri? Saat kita berjuang untuk berhenti dari rokok, kita juga harus memposisikan diri kita dalam sebuah peperangan, mana yang akan kita biarkan menang? Keinginan daging atau pimpinan Roh?

FOSters, peperangan yang ada di dalam diri kita adalah peperangan yang sangat hebat. Karena itu terjadi setiap hari, setiap saat bahkan. Tapi kita harus berusaha memilih, memilih untuk menang! Karena saat kita akhirnya melakukan hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan itu artinya kita memilih untuk kalah. Yup, kita enggak dikalahkan tapi memilih untuk kalah. Mungkin seringkali kita jatuh dan kalah tapi itu semua karena kita sering lupa kalo kita sedang berada dalam medan perang! kalo kita membiasakan keinginan roh kita menang maka otomatis semakin lama roh kita akan semakin kuat dan keinginan daging kita akan semakin lemah. Dan sebenarnya enggak masalah berapa kali kita kalah tapi yang penting adalah kita enggak pernah menyerah, kita enggak pasrah dengan kebiasaan buruk kita. Kita harus sadar, bahwa di dalam diri kita, sebagai orang-orang percaya terdapat Roh Kudus yang sanggup mengubahkan, memperbaharui kita, dan menolong kita untuk memilih. So, mulai saat ini, kita sama-sama yuk berusaha Memilih Untuk Menang!^^

“Tetapi buah Roh ialah: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Galatia 5:22

Comments

comments