Di suatu malam seorang ayah dan anaknya sedang berjalan-jalan ketika mereka menemukan kardus di pinggir jalan yang sepi. Kardus itu tampak seperti kardus bekas biasa tapi anehnya kardus itu bergoyang-goyang dan mengeluarkan bunyi-bunyi aneh dan sepertinya ada sesuatu di dalamnya yang mencakar-cakar ingin keluar.Dengan perlahan-lahan sang anak yang ingin tahu segera menghampiri dan membuka kardus itu. Dan apa yang ada di dalam kardus itu langsung membuatnya menahan nafas dan terkejut. Dengan segera dia menutup lagi tutup kardus itu dan berlari pada ayahnya sambil berteriak keras-keras,

“ Papaaaaaaaa…….ada 10 anak kucing imut lucu….”

Yap, paragraf di atas bukan pembukaan dari cerita horor tapi cerita mengenai anak kecil, anak kucing dan papanya. ( papa anak kecil, bukan papa kucing!)

cute_kitten

Papa berdiri di belakang dan memperhatikan anaknya mengeluarkan kucing itu satu demi satu dari dalam kardus. Semuanya tampak kelaparan dan kedinginan, mungkin mereka sudah lama berada di pinggir jalan tanpa ada yang peduli. Anak kecil itu dengan segera berbalik menghadap ayahnya, dan dengan mata penuh harap bertanya,

“ Papa, bolehkah semuanya kita bawa pulang? Aku akan mengurus mereka semua sampai mereka kuat.”

Papa terdiam, dia tahu kalau anak-anak kucing itu membutuhkan pertolongan tapi dia juga tahu kalau anaknya tidak akan sanggup mengurus mereka semua, paling tidak saat ini belum sanggup. Tentu saja Dia sendiri bisa mngurus mereka semua, tapi kalau begitu anaknya tidak akan pernah belajar tanggung jawab dan belajar mengasihi anak kucing.

“ Boleh, tapi kamu harus mengurus mereka semua dengan baik ya?”

“ Iyaaa!”

“ Jadi, kalau nanti mereka semua minta makan, kamu harus sediaiin makannan yang enak ya?”

“ Iyaa!”

“ Kalau mereka lari-lari kesana-sini, kamu juga hrus nangkepin mereka semua ya?”

“ Iya!”

“ Dan kalau mereka semua pup dan bulunya kemana-mana, kamu yang bersihin ya?”

“ Iya”

“ Dan kalau mereka nakal dan bikin kerusakan di rumah, kamu juga harus ikut tanggung jawab ya?”

“ Emmmm….”

“ Jadi tetep mau bawa semuanya? Mengurus kucing itu ga gampang loh. Kamu bukan cuma sekedar timang-timang kucingku sayang tapi juga harus siap bertanggung jawab kalau mereka berbuat salah. Mulai dari 1 anak kucing saja dulu ya?”

“ Tapi, Pa, kasihan kalau cuma satu yang diambil. Bagaimana dengan 9 anak kucing yang lain?”

“ Jangan kuatir, Papa akan cari anak lain untuk mengurus mereka.”

“ Tapi Pa,gimana kalau anak lain ga mengurus mereka dengan baik? Gimana kalau anak lain ga menyayangi mereka? Gimana kalau mereka jadi terlantar?”

“ Anakku, kamu bukan satu-satunya anak yang berhati baik dan peduli pada mereka. Ada anak-anak lain yang juga peduli dan menyayangi mereka, yang akan mengurus mereka dengan baik.”

“ Tapi Pa, aku sayang anak-anak kucing ini. Aku juga pasti bisa mengurus mereka dengan baik.”

“ Anakku, rasa sayang saja tidak cukup, kamu juga harus punya kemampuan untuk mengurus mereka. Kalau ngga kamu akan kerepotan sendiri, dan kucing-kucing yang semula kamu sayangi pelan-pelan justru akan menjadi beban. Dan ketika mereka menjadi beban, mungkin saja kamu berhenti menyayangi mereka bahkan menjadi sebal.

Gimana kalau kamu mulai dulu dengan 1 kucing? Kalau kamu sudah mengurusnya dengan baik, Papa akan percayakan 2 kucing, dan kalau 2 kucing itu terurus dengan baik, kamu boleh punya 4 kucing. Dengan begitu kamu juga bisa tetap menyanyangi mereka tanpa menjadi sebal karena pelan-pelan kamu akan terbiasa mengurus lebih banyak kucing dan itu ga lagi merepotkan. Mulai dari hal kecil dulu aja yah?

“ Tapi Pa, masa cuma ngurus 1 kucing? Apa pengaruhnya buat dunia kucing? Ada banyak kucing terlantar tapi yang bisa aku lakukan cuma mengurus 1 kucing. Apa gunanya? Ga ada pengaruhnya sama sekali buat siapapun. Coba liat si Hani tetangga sebelah, dia punya 153 kucing dan semua kucing itu terurus dengan baik. Banyak kucing yang berhasil diselamatkan karena dia memungut mereka dari jalanan. Sementara aku cuma dapet 1 kucing, 1 banding 153 apa artinya? Apa yang aku perbuat tidak merubah apapun.”

“ Mungkin di matamu perbuatan itu tidak ada artinya, tapi bagi kucing ini, itu segalanya. Dia sendirian di pinggir jalan dan ga ada yang peduli, tinggal menunggu saat dimana dia akan mati dengan sendirinya. Dan tiba-tiba saja ada tangan yang mengangkat dia, membawanya ke tempat yang hangat dan menemaninya tidur. Dan itu merubah seluruh dunianya, daripada sendirian, dia sekarang tahu kalau ada orang yang menyayangi dia. Apa yang bagi kamu hanya 1 kucing, bagi kucing ini itu adalah seluruh dunia dan kehidupannya. Kamu ga akan pernah tahu bagaimana satu usapan sayang, satu perkataan ramah, satu tepukan di kepalanya, satu mangkuk susu, satu jam menemaninya merubah dunianya.”

“ Tapi itu tetep cuma 1 kucing, ada banyak kucing lain yang terlantar dan hanya ada sedikit anak yang peduli.”

“ Iya, makanya kamu harus siap-siap supaya satu hari nanti kamu bisa mengurus lebih banyak kucing. Dan persiapan itu dimulai dari mengrus 1 kucing. Kalau kamu setia mengurus 1 kucing, Papa akan percayakan kamu mengurus lebih banyak kucing. Setuju?”

“ Iya…”

“ Jadi, kucing mana yang kamu pilih?”

“ Hmmmm, yang ini aja, yang perutnya diikat tali. Kayanya dia abis dimaenin anak-anak lain, kesian….”

PS : Jadi apa artinya “Nya!” ? Emm, sepertinya “Nya” itu suara kucing di Jepang, paling ngga kalo di komik sih nulisnya begitu. Suaranya sih tetep aja “Meooooong”. Ini juga ide buat buku anak2 yang baru ditulis sekarang . Dan gimana dengan kucing yang diiket perutnya itu? Sekarang udah gendut soalnya banyak makan bakmi. ( Iya, gw tahu ini maksa banget, tapi pokonya harus ada referensi tentang bakmi di akhir cerita…)

Tukang Bakmi

Comments

comments