Periode waktu: patriarki ~2100-1800 sebelum masehi

“Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.” 1 Pet 3:3-6

Latar belakang

Kata patriarki berarti ayah atau pemimpin laki-laki dalam keluarga atau bangsa. Dalam kitab suci patriarki merujuk pada 3 karakter utama dalam kejadian 12-50- Abraham, Ishak dan Yakub. Peradaban besar di Timur Tengah. Ur adalah kota besar dengan bangunan megah dan pemerintahan yang baik. Dalam arahan Allah, Abraham meninggalkan Ur, dengan kebahagiaan dan kenyamanannya, menuju ke Kanaan (sekarang Israel).

Pelajaran Hari Pertama

Dalam kitab suci, Sarah lebih banyak disebutkan daripada wanita lain, bahkan melebihi Maria, ibu Yesus. Dia adalah wanita pertama yang masuk dalam “daftar figur heroik yang memiliki kepercayaan kuat pada Allah” (Ibrani 11) dan Allah memakai dia sebagai contoh yang harus kita ikuti (1 Petrus 3:3-6). Oleh sebab itu, kita harus mengenal, seperti apa pribadi Sarah. Apakah dia sempurna? Apakah dia pernah membuat keputusan yang buruk? Apakah dia seperti kita? Bagaimana kita dapat menjadi seperti dia?

1. Baca 1 Petrus 3:3-6. Kata atau frase apa yang menarik?
Walaupun fokus dari kutipan ini ialah hubungan pernikahan, hal-hal yang mendasar justru berkaitan dengan karakter wanita (inner self), khususnya kualitas dari jiwa yang lembut dan tenang yang berharga dari pandangan Allah. Hal ini membuat seorang wanita “dapat melakukan apa yang benar dan tidak membiarkan ketakutan menguasai dirinya”. Mungkin Anda berpikir “ apa maksud dari pernyataan ini?” Mari simak bagian-bagian selanjutnya.

2. Baca arti kata “lembut” dan “tenang” dalam bagian “pendalaman makna” di bawah ini. Mengapa wanita dengan kualitas-kualitas ini berharga bagi Allah?

“Pendalaman makna” : “lembut” tidak berarti pasif, lemah atau seseorang yang tidak dapat menolong diri sendiri melainkan, “mampu mengontrol kekuatan”. Bayangkan seorang ibu menggendong bayinya yang baru lahir. Dia memiliki kekuatan untuk melukai bayinya namun hal itu tidak terjadi karena dia mengontrol kekuatannya Seorang wanita yang lembut memiliki kerendahan hati yang tunduk kepada Allah, menyadari keputusan Allah akan dirinya sebagai sebuah kebaikan dan memilih untuk tidak berdebat atau melawan Allah. “Tenang” tidak berarti berbisik, diam atau lunak. Melainkan “munculnya ketenangan dari dalam pikiran” termasuk pikiran untuk tidak menimbulkan keributan dengan orang lain. Hal ini merupakan kedamaian dalam hati dan ketenangan di tengah segala situasi. Kelembutan dan kedamaian merupakan buah dari roh kudus (Galatia 5: 22-23) di dalam hidup orang percaya. Maka, setiap wanita kristiani bisa memperolehnya apabila mereka menginginkannya.

3. Baca Mazmur 56:3-4. Perhatikan kalimat yang diucapkan pemazmur: “ketika saya takut” bukan “jika saya takut”. “MEMBIARKAN KETAKUTAN” tidak berarti tidak pernah takut. Hal ini berarti “tidak menjadi panik akan segala ancaman”. Rasa takut merupakan emosi normal manusia yang diciptakan Allah untuk memperingatkan kita terhadap bahaya agar kita mengambil tindakan untuk melawan bahaya tersebut. Namun, rasa takut yang tiba-tiba dapat menyebabkan kita menjadi ketakutan. Wanita rentan menjadi panik dan histeris. Allah tahu itu. Apa yang pemazmur katakan untuk kita perbuat saat kita takut?

4. Kembali ke 1 Petrus 3:3-6, frase “perempuan-perempuan kudus pada zaman dahulu” termasuk wanita yang akan kita pelajari semester ini. Dari bacaan ini, bagaimana mereka mencegah “ketakutan mengambil alih kehidupan mereka”?

Beranjak dari Rumah (Umur ~65 tahun)

5. Baca kejadian 11:27-12:9. Deskripsikan diri Sarah dan kesulitan yang dihadapinya pada masa itu (Catatan: Agar konsisten, kita akan menyebut mereka Abraham dan Sarah (nama yang diberi Tuhan) walaupun mereka dipanggil Abram dan Sarai pada permulaan bacaan)

6. Pendalaman lebih lanjut (opsional): Cari tahu mengenai kota Ur untuk mengetahui hal-hal apa yang rela ditinggalkan oleh Sarah

7. Kemandulan pada zaman Sarah dianggap sangat menyakitkan, tidak seperti pada zaman sekarang. Anak laki-laki dibutuhkan untuk membawa nama keluarga. Bagaimana tanggapan Anda mengenai efek kemandulan yang diderita Sarah khususnya terhadap keamanan Abraham (Abraham dapat mati jika tidak memiliki anak—lihat “pengetahuan sejarah”) dan makna dari keberadaan dirinya (status sosial dalam masyarakat)?

8. Baca Kejadian 12:10-13:2. Mengapa Anda pikir Sarah setuju dengan rencana Abraham yang menjadikan Sarah saudara perempuannya (“tell them you’re my sister” plan)?

Pengetahuan sejarah: Mengapa Abraham memakai rencana tersebut? Salah seorang sejarawan berpendapat bahwa pada zaman Abram, ketika laki-laki yang sudah menikah berada pada wilayah musuh, dia dapat dibunuh sebagai tumbal pengganti istrinya. Tetapi jika Abram merupakan saudara laki-laki Sarah, laki-laki yang menginginkan Sarah harus merundingkan pernikahannya dengan Abram sebab saudara laki-laki dari perempuan yang ingin dinikahi adalah orang yang berhak memberikan izin menikah kepada saudara perempuan yang akan dinikahi. Jadi Abram menjadi negosiator yang dapat bertindak sesuai kepentingannya.

9. Apa yang mungkin Sarah rasakan saat itu? Apakah Anda akan melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan hidup seseorang yang Anda kasihi? Jelaskan

10. Allah menyukai Sarah karena dia tidak takut (1 Petrus 3:5-6). Ketika Abraham gagal untuk melindunginya dari insiden ini, apa yang Tuhan lakukan kepada Sarah?

11. Perjalanan hidupmu: Abraham dapat menceritakan ketakutan pribadinya kepada Sarah. Apakah suamimu atau teman dekatmu dapat melakukannya? Mengapa?

Abraham belum memberikan seluruh keselamatan dirinya kepada Tuhan karena imannya belum mencapai titik tersebut. Seperti Abraham, hal apa yang belum Anda serahkan kepada Tuhan, dan bagaimana hal tersebut berefek pada orang-orang atau hal-hal di sekitarmu?

Sarah berumur 65 tahun saat meninggalkan Haran, pergi ke “tempat yang tidak diketahui”. Sarah tunduk untuk mematuhi rencana Tuhan untuk Abraham walaupun itu berat. Bagaimana usahamu untuk menyemangati suami atau teman dekatmu untuk mengikuti rencana Tuhan? Minta seseorang dalam grup kecil untuk berdoa untukmu minggu depan.

Pelajaran Hari Kedua

10 tahun setelahnya (Sarah berumur sekitar ~75 tahun)

12. Baca Kej 15:1-6. Apa yang Abraham persoalkan? Apakah rencana Allah untuknya? Berapa kali Dia memberi tahu Abraham tentang rencanaNya?

Pengetahuan sejarah: pada zaman purba, laki-laki yang tidak memiliki anak laki-laki dapat mengadopsi pembantu/pelayan yang disukainya sebagai pewaris hartanya. Atau, laki-laki yang tidak memiliki anak laki-laki dapat memperistri wanita lain untuk melahirkan pewarisnya. Beberapa janji pernikahan bahkan menuliskan ketentuan ini. Seorang istri diwajibkan untuk memiliki anak. Jika tidak bisa, dia harus mencari seorang istri lain bagi suaminya yang dapat memberikan keturunan.

13. Baca Kej 16. Ini merupakan “rencana B” Sarah untuk mendapatkan keturunan bagi Abraham. Diskusikan ide tersebut dan emosi yang dia rasakan. Perlu diperhatikan, Abraham belum mencari istri kedua.

14. Rencana tersebut menjadi mimpi buruk! Teladan kita bukan merupakan wanita yang sempurna. Dia sama seperti kita. Lihat kelakuannya!! Bagaimana reaksi Sarah?

15. Apa yang mengancam/mengganggu dalam hidup Sarah dan peneguhan apa yang dia butuhkan dari Abraham?

Pengetahuan kitab suci: dosa menimbulkan ganjalan dalam hubungan Sarah dan Hagar. Permusuhan dan saling tuduh membuat Hagar kabur dari rumah majikannya saat mengandung. Dalam pelariannya, banyak hal terjadi pada Hagar. Dia adalah orang pertama dalam kitab suci yang dihampiri oleh Malaikat Tuhan (16:11a). Dia adalah wanita pertama yang mendapat janji Allah secara langsung (16:11b-12). Dia satu-satunya orang dalam Perjanjian Lama yang memberi Allah nama baru (16:13). Pertemuannya dengan malaikat “adalah satu-satunya perjumpaan Allah dengan seorang wanita yang menghasilkan sebuah nama tempat (16:14)” disadur dari “Handbook of Pentateuch”, hal.91

13 tahun kemudian (Sarah berumur ~89 tahun)

16. Baca Kej 17:1-6, 15-22. Allah sekali lagi mengatakan janjiNya pada Abraham untuk memberi keturunan kepada orang yang setia padaNya. Bagaimana jawaban Abraham? Tambahan informasi apa yang ada dalam Roma 4:18-21?

17. Baca Kej 18:1-15. Mengapa para pengunjung datang ke dalam kemah Abraham? Apa yang Allah berikan kepada Sarah untuk pertama kalinya?

18. Apa jawaban awal Sarah? Mengapa? (catatan: arti kata “pleasure”(kenikmatan) dalam bahasa ibrani dalam ayat 12 adalah “eden” yang sama dengan kenikmatan seksual)

19. Baca Kej 20. Kejadian ini terjadi setelah kunjungan di tenda. Abraham lagi-lagi memperburuk situasi dengan memberikan Sarah sebagai selir. Abraham gagal pada hal yang sama seperti 25 tahun sebelumnya (lihat pelajaran hari pertama). Pada umur 89 tahun Sarah diserahkan sebagai selir kepada raja yang berkuasa. (hal ini memberi informasi yang menunjukan kecantikan Sarah. Allah pasti mengaktifkan hormonnya lagi-super estrogen!!!) apakah Sarah mencoba untuk melindungi dirinya lagi atau berdebat dengan Abraham? Apa yang dapat kita katakan mengenai kepercayaannya kepada Abraham dan Allah?

20. Perjalanan hidupmu: Sarah mencintai Abraham selama bertahun-tahun. Dia mengikutinya dalam berbagai situasi yang berat. Kehidupan mereka tentu tidak statis atau membosankan, sama seperti kita. Jika Anda sudah menikah, hal apa yang sudah Anda pelajari, cintai dan percayai dari suamimu? Jika belum, dapatkah Anda bayangkan sepasang suami istri yang menunjukan pertumbuhan cintanya dan kepercayaannya satu dengan lainnya?

21. Ceritakan kisahmu: dalam hal apa Anda sudah belajar untuk lebih mempercayai Allah? Deskripsikan satu hal pada kolom/tempat di bawah ini. Tolong bagikan dengan grup kecilmu.

22. Pikirkan (opsional): seseorang pernah berkata, “rencana Allah dapat sangat berbeda dengan apa yang Anda pernah bayangkan dan sangat lebih mulia daripada apa yang Anda harapkan.” Pernahkah Anda memperhatikannya? Adakah sesuatu yang terlalu sulit bagi Tuhan?

Pelajaran Hari Ketiga

23. Baca Kej 21:1-7. Deskripsikan pengalaman Sarah dan kisah yang ingin diceritakannya (ay.6)

24. Nama ishak berarti “dia tertawa”. Apa kecocokan nama ini dengan bayi tersebut?

25. Melalui seluruh pengalaman ini, bagaimana kita tahu bahwa Allah mencintai Sarah sama seperti Abraham?

3 tahun setelahnya (92 tahun)…

26. Baca Kej 21:8-13. Bagaimana situasi Abraham, Sarah, Hagar dan Ismail?

27. Bedakan jawaban Sarah dan Abraham terhadap situasi tersebut

28. Dari pelajaran ini, tulis 7 karakteristik Sarah, positif dan negatif, yang akan mengingatkanmu akan dirinya.

Pelajaran Hari Keempat

Allah mencintai Sarah. Dia tahu apa yang terjadi dalam hidupnya. Dia dapat berbuat sesuatu tentang hal itu. Tetapi, Allah tidak memberi Sarah seorang anak pada awal pernikahannya ataupun Dia menghalangi keputusan buruk yang dibuatnya atau menghalanginya untuk menghabiskan waktu sebagai selir raja. Dalam perjalanannya, Allah yang mencintai berkata “tidak” pada beberapa hal. Namun, dia memilih untuk mempercayainya daripada harus menyerah kepada ketakutan. Dan, Allah memberi curahan berkat karena imannya. Allah memilih tidak menolongmu dari pembuatan atau keputusan buruk baik dari dirimu maupun orang lain yang dekat denganmu. Tetapi, dalam segala hal berpeganglah pada kebenaran-kebenaran ini……

  • Allah mencintai saya.
  • Allah tahu apa yang terjadi dalam diri saya.
  • Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut.
  • Saya percaya akan kebaikanNya apapun hal yang dibuatNya.

29. Catat semua situasi dalam hidup Sarah yang dapat membuatnya takut

30. Dalam semua “kesempatan” untuk mejadi takut, di bagian mana/pada bagian apa Sarah, dengan iman, melakukan hal yang benar dan tidak menjadi takut?

31. Perjalanan hidupmu: Adakah masalah dalam hidupmu di mana Anda harus membuat keputusan untuk berlaku benar, tetapi konsekuensinya menakutkanmu?

Dari pelajaran kita berdasarkan 1 Pet 3:3-6 (lihat pelajaran hari pertama), sikap hati apa yang akan membantumu menghadapi persoalan ini dengan keberanian?

Apakah Anda ingin percaya kepada Allah dan hidup dengan iman pada hal ini? Mintalah seseorang dalam grup untuk berdoa untuk Anda.

Comments

comments