Periode waktu: keluaran~1450 sebelum masehi

“Karena rahmat yang diberikan kepadaku, aku berkata kepada setiap kamu untuk tidak berpikir lebih tinggi dari apa yang harus dipikirkan dirimu, tetapi dengan kearifan seadanya, sebab Allah telah membagikan pada setiap darimu ukuran iman. Karena dari satu tubuh terdapat banyak anggota, dan tidak semua anggota memiliki fungui yang sama, jadi kita adalah satu tubuh dalam Kristus dan secara pribadi kita adalah anggota yang memiliki satu sama lain.” Roma 12:3-5

Latar belakang

430 tahun orang Israel tinggal di Mesir dalam kenyamanan sebab “wakil presiden”nya adalah teman Yusuf. Namun setelah Yusuf meninggal, muncul Firaun yang tidak mengenal Yusuf, akibatnya orang-orang Israel disambut dingin. Takut akan kebesaran Israel, Mesir berusaha untuk melumpuhkan bangsa yang sedang berkembang itu. Tetapi usaha Mesir sia-sia, sebab Allah bersama umatNya, dan dia mempersiapkan Israel keluar dari Mesir.

Cendekiawan konservatif menanggali “Keluaran”, sebagai sebuah peristiwa besar dalam sejarah Israel pada tahun 1446 sebelum masehi. Saat itu muncul aturan untuk membuang setiap anak laki-laki Ibrani ke sungai Nil. Seorang bayi Musa selamat dari kematian karena diadopsi oleh wanita Mesir. Sekitar tahun 1486, Firaun yang berkuasa mencoba membunuh Musa saat dia berusaha mencari identitas dirinya sebagai bangsa Israel. Mengetahui dirinya diburu, Musa lari ke Midian. 40 tahun kemudian, Allah menampakan diri kepada Musa lewat semak yang terbakar dan Musa kembali ke Mesir untuk berdiri di hadapan Firaun untuk memohon pembebasan bersama saudaranya Harun.

Melalui Musa, Allah mencurahkan murkaNya kepada Firaun dan membuat Mesir bertekuk lutut. Israel berbaris sebagai orang bebas. Hal ini merupakan bukti nyata dari rahmat penyelamatan Allah. Namun kebebasan tidak menjamin sebuah kesuksesan. Israel kurang terorganisir. Di Gunung Sinai, Allah membentuk umatNya menjadi sebuah bangsa. Hukum Musa memerintah setiap bagian dari masyarakat Israel: penduduk, upacara, dan moral. Perjanjian tersebut memiliki janji istimewa, tetapi dibutuhkan kepatuhan untuk menggapainya. Pemberontakan akan mendatangkan hukuman besar. Israel memilih untuk memberontak terhadap Allahnya. Dosa membawa hukuman dan kematian pada seluruh generasi. Namun karena doa Musa, Allah tetap melindungi umatNya saat melalui padang gurun.

Pelajaran Hari Pertama

Masa kecil Miriam dan gurunya

1. Baca Keluaran 1:1-2:10; Orang Ibrani

2. Dari Keluaran 6:19 dan Bilangan 26:59, kita mendapatkan tambahan informasi mengenai keluarga Miriam. Orang tuanya bernama Amram dan Yokhebed dan saudara-saudaranya ialah Harun dan Musa. Baca Ibrani 11:24-28. Pengaruh apa dalam diri Musa yang diberikan orang tuanya selama tinggal bersama beberapa tahun?

3. Berdasarkan informasi dari Keluaran 2:1-10, bagaimana karakter Yokhebed ibu Miriam? Apa karakter yang terlihat dalam dirinya?

4. Pilihan apa yang mereka (Yokhebed dan Amram) buat karena imannya? Bagaimana Allah membalas iman mereka?

5. Miriam adalah saudara kandung Musa. Dari Keluaran 2:1-10 (dia adalah saudara perempuannya), gunakan kata sifat untuk mendeskripsikan Miriam yang berumur 7-12 tahun!

Catatan dari Ibrani: nama Miriam dalam bahasa Ibrani berarti “kepahitan”. Versi Yunani dari namanya adalah Maria. Dalam sejarah Israel, Maria, Mara dan Miriam adalah nama yang sering dipakai gadis-gadis.

6. Sebagai gadis muda, situasi apa yang kira-kira dapat membuatnya takut dan bagaimana dia menanggapinya?

7. Perjalanan hidup Anda: Musa, Harun dan Miriam berasal dari keluarga yang beriman pada Allah. bagaimana kehidupan keluarga tempat Anda berkembang? Bagaimana efeknya terhadap keberanian untuk percaya kepada Allah?

Pelajaran Hari Kedua

80 tahun kemudian….

8. Baca Keluaran 14:1-31. Miriam berada pada usia tuanya ~87-92 tahun. Pengalaman apa yang dia peroleh tentang kesetiaan Allah bersama orang-orang Israel? (Catatan: menurut tradisi, Miriam menikah dengan Hur, pria terhormat yang bersama Harun, menahan tangan Musa agar tidak jatuh selama pertarungan dalam Keluaran 17:10-13. Dia ditunjuk untuk memimpin ketika Musa pergi ke gunung (Keluaran 24:14)).

9. Baca Keluaran 15:1-21. Bagaimana tanggapan Miriam tentang kesetiaan Allah?

10. Baca Mikha 6:3-4. Apa yang Tuhan katakan tentang peran Miriam terhadap Israel? Dalam hal apa Miriam menyenangkan Allah dan memenuhi tujuanNya yang ditujukan untuk dia?

11. Mengapa dukungan Miriam sangat bernilai bagi Musa?

12. Lihat dan perhatikan lebih seksama Keluaran 15:20. Apa panggilan Miriam? Baca Bilangan 12:2. Apa yang Miriam katakan tentang dirinya sendiri?

13. Nabiah adalah seorang nabi perempuan-seseorang yang kepadanya dan melalui dia Allah berkata, mengungkapkan diriNya dan keinginanNya khususnya dalam ketiadaan sabda Allah yang tertulis. Allah menggunakan banyak wanita untuk berbicara mengenai sabdaNya tentang masa depan (nubuat) pada masa-masa kritis dalam sejarah. Salah satunya ialah Debora yang akan kita pelajari pada pelajaran selanjutnya. Wanita lainnya ialah Huldah. Baca 2 Raja-Raja 22:1-20. Hal ini terjadi 700 tahun setelah zaman Miriam. Apa yang terjadi? Dan bagaimana Huldah melayani Allah serta pemimpin Israel?

14. Nubuat juga dapat meliputi pujian kepada Allah yang diinspirasi oleh Roh kudus. Baca 1 Samuel 10:5-10 dan 1 Tawarikh 25:1. Kegiatan apa yang terkait dengan penubuatan? Dalam hal apa Keluaran 15:20-21 memiliki kesamaan dengan deskripsi penubuatan pada 2 bacaan rujukan tersebut?

Pengetahuan kitab suci: nyanyian dalam Keluaran 15 adalah nyanyian pertama yang ditulis dalam alkitab–nyanyian pembebasan. Seperti perayaan kemenangan dari pertempuran. Sejak hari pentekosta, Roh kudus berada bersama orang percaya menginsipirasi mereka untuk memuji Allah. Kita tidak lagi menyebutnya penubuatan, walaupun masih sesuai dengan pengartian kitab suci. Roh kudus menginspirasi dan memberi kemampuan kepada orang percaya untuk membuat lagu, puisi, doa dan tanggapan untuk memuji Allah.

15. Perjalanan kehidupan Anda: Roh kudus menginspirasi kita untuk memuji Allah melalui nyanyian, puisi dan karya-karya kreatif lainnya. Dapatkah Anda menghadirkan kembali saat di mana Anda terinspirasi untuk memuji Allah lewat karya-karya tersebut? Bakat kreatif apa yang Anda gunakan untuk memuji Dia? Mungkin Anda menulis lagu, puisi, membuat karya seni atau memuji Dia lewat lagu. Apa yang mendorong Anda? Bagikan cerita saat Anda ingin memuji Allah secara spontan.

16. Ceritakan kisahmu: Yesus punya kesaksian untuk dibagikan. Dalam Yoh 8:14, “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.” Apa yang dia katakan tentang diriNya adalah kisahNya. Miriam bersaksi tentang kesetiaan Allah lewat puisi, lagu dan tarian. Meskipun Anda tidak pernah bersaksi seperti apa yang Miriam lakukan, kisahmu tentang kesetiaan Allah dalam hidupumu adalah kesaksian tentang dia. Tulis paragraf singkat yang menceritakan hal dalam hidupmu di mana Anda merasakan kesetiaan Allah kepadamu. Ini adalah bagian dari KISAH kesetiaan Allah kepada dirimu.

Pelajaran Hari Ketiga

~2 tahun kemudian…

17. Baca Bilangan 12:1-16. Mengapa Miriam dan Harun melawan Musa?

18. Apa alasan sesungguhnya dari komplain itu? (Catatan: salah satu penderitaan dari kecemburuan adalah cemburu (iri hati) membuat kita tidak dapat berpaling dari obyek yang kita cemburui)

19. Diskusikan jawaban Allah terhadap tingkah laku mereka (ay. 2-9)

20. Apa yang disiratkan Allah dengan hanya menghukum Miriam? (Harun tidak dihukum). Lihat pula Yakobus 3:5-6. (Catatan: meludah pada muka orang merupakan symbol penghinaan (Ulangan 25:9) Allah menunjukan penghinaanNya terhadap prasangka Miriam dengan memberinya penyakit kulit).

21. Mengapa penyakit kulit seperti kusta sangat mengerikan? Lihat Bilangan 5:1-4.

Pikirkan: Miriam melawan posisinya dengan mengklaim dirinya sama pentingnya dengan Musa. Oleh sebab itu, Allah mendisiplinkan dia lewat pembuangan/pengasingan, sangat bertentangan dengan apa yang dia inginkan!

22. Bagaimana tanggapan kedua saudara laki-lakinya mengenai kedisiplinan Miriam?

23. Baca Ulangan 24:8-9. Apa efek dari pembuangan Miriam selama 7 hari bagi……

a. Dia (Miriam)

b. Orang Israel

Pengetahuan Sejarah: terkadang Miriam menjadi teladan baik, terkadang pula tidak. Sama seperti kita, dia tidak sempurna setiap hari. Namun, dia telah diberi bagian yang berpengaruh bagi sesamanya oleh Allah. Dia hidup mengembara selama 38 tahun dan meninggal di hadapan Harun dalam 40 tahun keluarnya bangsa Israel dari Mesir ~130 tahun.

24. Baca Roma 13:1-2 dan Ibrani 13:7,17. Bagaimana peristiwa pada Bilangan 12 mengilustrasikan bacaan-bacaan tesebut?

25. Catatan kehidupan: Ada konsekuensi yang serius untuk sikap kita terhadap kewenangan. Meskipun kita semua bukan seorang pemimpin, kita berada di bawah suatu kewenangan di dalam Gereja. Adakah seseorang dalam organisasi yang Anda cemburui, tidak sukai dan tidak setujui? Apakah Anda mencoba untuk menyandung/merusak kepemimpinan mereka dengan gosip atau fitnah? Baca Amsal 10:19. Diskusikan, bagaimana bacaan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Baca 10:42-45, Galatia 5:26, Filipi 2:3-4, Roma 12:3-5 dan 1 Petrus 5:1-5. Ayat-ayat ini mengajarkan pada kita bagaimana kita bertindak terhadap satu sama lain sebagai keluarga Allah. Apa sikap yang harus kita miliki jika kita berada pada posisi pemimpin dalam Tubuh Kristus?

Pelajaran Hari Keempat – Beranjak dari ketakutan menuju iman

Allah mencintai keluarga Miriam. Dia tahu apa yang terjadi dalam hidup mereka. Dia dapat melakukan sesuatu untuk itu. Tetapi, Allah tidak mengembalikan anak laki-laki Yokhebed untuk dibesarkan tidak pula mencegah penderitaan akibat menyembunyikan bayi Musa. Miriam diberi tanggung jawab besar dan Hakim-Hakim istimewa, namun dia juga harus menjalani konsekuensi dosanya. Selama perjalanannya, Allah yang mencintainya berkata “tidak” pada beberapa hal. Tetapi Miriam dan keluarganya memilih untuk percaya daripada takut. Dan hadiah imannya ialah pencurahan berkat dari Allah. Allah memilih untuk tidak menyelamatkanmu dari “Mesirmu”. Tetapi dalam segala situasi dan kondisi percayalah..

  • Allah mencintai saya.
  • Allah tahu apa yang terjadi dalam diri saya.
  • Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut.
  • Saya percaya akan kebaikanNya apapun hal yang dibuatNya.

26. Situasi apa yang dapat membuat Yokhebed takut? Bagaimana dia menanggapi Allah dengan iman?

27. Meninjau kembali hidup Miriam, situasi apa yang dihadapinya yang membuat dia takut? Bagaimana dia menanggapi Allah dengan iman?

28. Perjalanan kehidupan Anda: ketakutan apa yang Anda hadapi minggu ini? Bagaimana Anda menghadapinya?

Comments

comments