Periode waktu: menuju tanah perjanjian ~1400 sebelum masehi

“Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik” Ibrani 11:31

Latar belakang

Setelah 40 tahun bertahan, Israel siap berdiri memasuki tanah perjanjian. Tetapi mereka tidak akan bersama Musa sebab dia telah meninggal. Banyak pekerjaan yang tersisa. Tanah yang indah ini sangat berbahaya. Banyak kota yang membentang, setiap kota dibentengi dengan baik, penuh dengan dinding yang diperlengkapi pasukan perang. Penaklukan kota-kota ini akan sulit dan menghabiskan waktu.

Tetapi Allah tetap setia pada umatNya. Dia memilih pemimpin baru, Yosua, yang telah dilatih oleh Musa selama 40 tahun. Yosua tahu bahwa 2,5 juta orang Israel beserta ternak dan kawanannya akan menyebrang melalui sungai dan memulai penaklukan di tanah perjanjian. Jadi dia mengirimkan 2 mata-mata untuk mengintai wilayah yang akan dijadikan tempat berperang, khususnya di Yerikho-titik strategis untuk menguasai 3 jalur masuk menuju padang gurun Kanaan. Allah membereskan penyeberangan sungai bangsa Israel dengan mengeringkan sungai agar mereka dapat menuju Yerikho-kota seluas ~9,5 hektar yang dikelilingi tembok-satu putaran harus ditempuh selama ½ jam!!

Pelajaran Hari Pertama

1. Baca Ulangan 4:32-40. Mengapa Allah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju ke tanah perjanjian disertai berbagai mukjizat?

Mengenal Rahab

2. Baca Ulangan 2:24-25, Yosua 2:1-24 dan Yosua 9:9-11,24. Apa yang Rahab, orang –orang Yerikho dan bangsa-bangsa di sekitarnya ketahui mengenai Israel dan sejarahnya?

3. Ketentuan moral apa yang berlaku di Yerikho?

Pengetahuan sejarah: masyarakat Yerikho sudah bersiap untuk pengepungan. Mereka memiliki sebuah mata air di dalam kota. Panenan telah dikumpulkan, (Yosua 3:15) mempersiapkan persediaan makanan–terlihat dari tong besar berisi biji-bijian di dalam rumah-rumah. Oleh sebab itu, penduduk Yerikho diperkirakan dapat bertahan selama beberapa tahun. Tong yang berisi penuh gandum menunjukan bahwa pengepungan hanya terjadi sebentar karena orang-orang dalam kota hanya mengkonsumsi sedikit biji-bijian (verifikasi sejarah dari keakuratan kitab suci).

4. Gunakan kata sifat untuk mendeskripsikan Rahab dengan kata-katamu sendiri

5. Kesimpulan apa yang dibuat Rahab terhadap Allah Israel? Dapatkah orang lain di Yerikho memiliki kesimpulan yang sama? Jelaskan!

6. Pendalaman lebih lanjut (opsional): carilah serba-serbi/informasi mengenai kota kuno Yerikho. Seperti apakah kehidupan di sana bagi orang seperti Rahab?

7. Rahab diberi kesempatan untuk membuat pilihan secara sadar berdasarkan fakta yang dia ketahui tentang Allah dan dia menjawabnya dengan penuh IMAN!! Iman yang diwujudkan lewat perbuatan

a. Apa yang dia lakukan saat itu?

b. Apa resiko yang dia ambil?

8. Diskusikan dan hubungkan ketidakpatuhan Rahab terhadap rajanya dengan prinsip-prinsip kitab suci yang sudah kita pelajari dari Roma 13:1-5. Lihat pula Keluaran 1:15-20 dan Kisah Para Rasul 4:19, 5:29.

Pelajaran Hari Kedua

9. Baca Yosua 2:12-21. Mata-mata yang diutus Yosua mengadakan perjanjian dengan Rahab

a. Apa yang menjadi tanggung jawab Rahab dalam perjanjian tersebut?

b. Apa yang menjadi tanggung jawab mata-mata dalam perjanjian tersebut?

10. Setelah mata-mata tersebut kembali, Allah membagi Sungai Yordan agar dapat disebrangi oleh orang-orang. Semua laki-laki yang lahir di padang gurun tersebut disunat. Paska dirayakan. Orang-orang makan hasil dari tanah perjanjian. Roti manna berhenti turun pada hari berikutnya. Baca Yosua 6:1-25. Apa rencana Allah untuk mengalahkan Yerikho?

11. Bagaimana Yosua dan umatnya menanggapi hal tersebut?

Pengetahuan sejarah: Yerikho dikelilingi oleh tembok benteng yang kokoh dengan batu-batu besar sebagai penahannya (setinggi 3.5-4.5 Meter). Di atas tembok batu tersebut, berdiri tembok yang tersusun dari bata lumpur setinggi ~14 Meter dari tanah. Tembok ini menjulang tinggi di tengah-tengah kaum Israel yang berbaris memutari kota tersebut selama 7 hari. Secara manusiawi, sangat mustahil untuk menembus benteng kota Yerikho. Bukti arkeologikal menunjukan bahwa tembok bata lumpur tersebut runtuh saat masa kejayaan kota Yerikho berakhir (~1400 sebelum masehi) namun, sisi utara tembok tersebut tidaklah runtuh. Bukti arkeologikal lain juga menunjukan adanya rumah-rumah yang dibangun membelakangi tembok seperti dalam Yosua 2:15. Dari penggalian yang telah dilakukan, dilaporkan bahwa terbentuk suatu jalur dari runtuhan bata lumpur tersebut yang memampukan bangsa Israel untuk naik sampai sisi atas tembok seperti yang dideskripsikan dalam Yosua 6:20. Kota tersebut sepenuhnya dibakar. (Diambil dari “The Walls of Jericho” oleh Bryant Wood, Creation magazine, Maret 1999, hal.36-40)

12. Rahab harus menunggu selama 7 hari. Siapa lagi orang yang menanti bersama dia?

13. Apa yang dirasakan Rahab saat penantian itu? (lihat juga Yosua 5:1)

14. Seseorang berkata, “Melakukan tanggung jawabb kita adalah bentuk percaya kita kepada kesanggupanNya.” Rahab percaya kesanggupan Allah. Apa yang dilakukan Allah kepadanya dan keluarganya? Jawablah secara rinci. (Catatan: gereja perdana memandang bahwa tali yang berwarna merah darah merupakan symbol dari penebusan Kristus sama seperti darah domba paskah)

15. Pendalaman lebih lanjut (opsional): carilah dalam kitab suci siapa lagi yang mengalami penantian dari janji Allah (contoh Daud, Paulus). Apa yang mereka lakukan saat penantian itu?

16. Perjalanan hidup Anda: Rahab harus menunggu dengan sabar. Ingat, dia tidak mengetahui perintah yang disampaikan Allah kepada Israel. Kita juga harus menunggu waktu “yang selalu sempurna” dari Allah saat Dia menjawab doa-doa kita. Apakah hal ini menjadi masalah untuk Anda? Apakah Anda menjadi patah semangat (atau pernah patah semangat) dalam penantian? Baca Mazmur 27:14. Bagaimana kutipan ini dan cerita Rahab membesarkan hati Anda?

17. Pikirkan (opsional): baca kutipan lagu berikut ini. Apakah Anda sadar bahwa Allah juga menanti?

“Engkau menanti saat itu terjadi dalam hidupku, ketika iman dan harapanku bertabrakan. Hatiku mengantisipasi, bagaimana dan kapan Engkau akan bergerak. Oh, itulah saat di mana Engkau membuktikan bahwa Engkau juga dalam penantian.” (“In the Waiting” oleh Shannon Wexelberg)

Pelajaran Hari Ketiga

18. Baca Matius 1:5, Ibrani 11:30-31 dan Yakobus 2:25. Ini adalah kutipan yang melaporkan tentang kehidupan Rahab. Apa yang tertulis di dalam bacaan-bacaan tersebut? (Catatan: Rahab dan Salmon mempunyai anak laki-laki bernama Boaz. Boaz adalah ayah Obed; Obed, ayah Isai; Isai adalah ayah raja Daud. Dan dari garis keturunan Daud suku Yehuda datanglah Mesias, Yesus Kristus Sang Juru Selamat dan Tuhan)

19. Ketidakpatuhan—kata yang sering digunakan untuk mendeskripsikan sisa orang-orang Yerikho (Ibrani 11:31)—berarti “menolak untuk dibujuk”. Lihat jawabanmu pada pelajaran hari pertama. Apakah Allah memberi mereka kesempatan untuk “dibujuk”? jelaskan

20. Apa yang ingin disampaikan tentang rahmat Allah lewat penyebutan Rahab dalam Perjanjian Baru?

21. Rahab adalah seorang pelacur seperti yang telah dituliskan. Dalam hal apa Allah mengampuni masa lalunya dan memberinya masa depan baru?

Pengetahuan kitab suci: selama berabad-abad, orang Kristen mencoba memperlunak reputasi Rahab, dengan menyebutkan bahwa dia hanya seorang penjaga hotel, tetapi Perjanjian Baru mereferensikan dia sebagai wanita yang tidak bermoral. Kata Yunani yang digunakan untuk mendeskripsikan Rahab ialah “porne” yang merupakan asal kata “pornografi”. “porne” hanya dipakai untuk orang yang tidak punya moral. Hal ini menutup kemungkinan bahwa Allah akan menggunakan orang seperti ini untuk memuhi tujuanNya. Namun malah hal sebaliknya yang terjadi. Allah memakai kejadian ini untuk membawa pengampunanNya dan rahmat pertolongan yang nyata (Diambil dari The Bible Knowledge Commentary, Old Testament, hal. 330)

22. Perjalanan hidup Anda: apakah Anda merasa bahwa dosa masa lalu dan saat ini sangat buruk sehingga hal itu tidak bisa diampuni Allah, atau Anda merasa tidak bernilai untuk melayani Allah? Apa yang Anda pelajari dari cerita Rahab yang menyatakan bahwa Allah dapat mengampuni masa lalu Anda dan memberi masa depan yang baru?

Pelajaran Hari Keempat

Allah mencintai Rahab. Dia tahu apa yang terjadi dalam hidupnya. Dia dapat melakukan sesuatu untuk itu. Tetapi, Allah tidak menahan Rabab kehilangan rasa aman terhadap rumahnya tidak juga mencegah Rahab untuk melihat penderitaan bangsa Israel yang berbaris selama 7 hari memutari kota Yerikho. Ingat, dia tidak tahu tentang hal itu. Ketika dia melangkah dalam iman, Allah menemuinya. Dia percaya bahwa Allah akan menyelamatkannya, dan Dia melakukannya. Allah menghakimi dia berdasarkan hatinya, bukan gaya hidupnya dan penampilan luarnya. Dia tidak hanya menyelamatkan hidupnya, namun juga mengampuni masa lalunya dan memberi masa depan baru. Dia memilih untuk percaya kepadaNya daripada takut pada situasi. Allah mengampuni masa lalumu dan memberi engkau masa depan baru. Dan, dalam segala situasi dan kondisi percayalah…

  • Allah mencintai saya.
  • Allah tahu apa yang terjadi dalam diri saya.
  • Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut.
  • Saya percaya akan kebaikanNya apapun hal yang dibuatNya.

23. Catat semua ketakutan dalam hidup Rahab!

24. Bagaimana dia mengungkapkan imannya kepada Allah saat itu?

25. Ceritakan kisahmu: Kita mungkin tidak pernah berhadapan dengan situasi dramatis seperti yang dialami Rahab, tapi kita mengalami situasi yang menyusahkan dalam hidup. Baca Mazmur 40:1-3 dan 46:1-3. Apa masalah yang Anda hadapi saat ini dan pilihan apa yang tersedia? Bagaimana jawaban Anda? Tulislah. Ini adalah bagian dari cerita Anda.

Comments

comments