Periode waktu: Hakim-hakim~1400-1000 sebelum masehi

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Efesus 2:10

Latar belakang

Sejak Israel masuk ke tanah perjanjian, Allah membuat mukjizat-mukjiat yang luar biasa: air Sungai Yordan terbelah, tembok kota Yerikho runtuh dan matahari berhenti di atas Gibeon. Tidak ada perkara yang tidak mungkin bagi Allah Israel. Akhirnya , setelah lebih dari 6 tahun bertarung, penaklukan dimulai. Yosua mengirim bangsa Israel untuk menduduki tanah tersebut. Mereka diperintahkan untuk membasmi penduduk Kanaan tetapi gagal menyelesaikan perintah itu. Anak-anak Israel melumpuhkan orang Kanaan namun tidak menghancurkannya. Orang Kanaan yang tersisa adalah yang jahat. Mereka mempengaruhi orang Israel untuk berpaling dari Allah.

Selama 400 tahun, Israel mengalami siklus yang monoton:

• Dosa (khususnya penyembahan berhala dan imoralitas)- tidak lama setelah menetap di tanah perjanjian, Israel menganut agama dan gaya hidup orang kafir Kanaan dengan menyembah berhala dan melakukan tindakan tidak bermoral, pencurian serta pembunuhan. Peradabannya menjadi berantakan. Tirani dan kekuatan menjadi normanya; pemimpin yang berkompeten tidak dapat menindak kasus kejahatan yang sangat banyak. Keegoisan menginginkan kemenangan suku dan supremasi muncul terus menerus, begitu pula ketidakinginan untuk menerima teguran yang berujung pada perang antar penduduk sipil.

• Penderitaan (khususnya di bawah kekuasaan musuh)-karena kekerasan hatinya serta praktek penyembahan berhala, Allah memutuskan untuk memperbolehkan orang-orang Mesopotamia, Moab, Kanaan, Midian, Amon dan Filistin untuk menindas dan menguasai umatNya.

• Permohonan (berseru pada Allah, doa permohonan)- penindasan musuh membuat mereka ingat kembali akan Allah dan berseru padaNya memohon pertolongan.

• Keselamatan (dalam konteks ini berarti pembebasan, pertolongan, kemenangan dan kemakmuran)- Allah mengirim pemimpin yang disebut “Hakim-Hakim” untuk mengalahkan bangsa penindas dan memberi waktu istirahat untuk menikmati kedamaian. Hakim-hakim ini –berjumlah 8 orang—adalah pemimpin sipil dan militer yang membawa bangsa Israel melawan musuh-musuhnya. Pekerjaannya adalah mendesak pertobatan (kembali kepada Allah dalam iman) dan memberi nasihat kepada bangsa Israel. Bangsa Israel memperoleh 20-40 tahun kedamaian dari “para pembebasnya”. Tidak lama setelah Hakim-Hakim meninggal, orang-orang tersebut kembali pada cara hidup yang jahat, memulai siklusnya lagi.

Salah seorang dari Hakim-Hakim tersebut adalah Debora, yang hidup ~100 tahun setelah Yosua meninggal.

Pelajaran Hari Pertama

1. Baca Ulangan 28:1-5; 29:16-18. Apa perintah Allah tentang cara hidup orang Israel di tanah perjanjian?

2. Baca Hakim-Hakim 2:6-23. Dalam ayat 10-19, pola ulangan dari kitab Hakim-Hakim tertulis di sini. Mengapa orang Israel melupakan Allah dan mudah membuat dosa setelah Yosua meninggal?

3. Pendalaman lebih lanjut (opsional): cari informasi mengenai penindasan oleh orang Kanaan. Bagaimana penindasan ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari orang Israel?

4. Baca Kej 18:19; Ulangan 4:5-9, 29:24-27. Diskusikan sebab dan efek dalam peristiwa dari bacaan ini.

5. Bagaimana kesetiaan Allah dalam berurusan dengan umatNya?

Pelajaran Hari Kedua

Mengenal Debora

6. Baca Hakim-Hakim 4:1-16. Bagian dari siklus yang mana yang sedang dialami bangsa Israel? (ayat 1-3)

7. Dari apa yang Anda pahami dari bacaan tersebut, deskripsikan sifat/karakter Debora sebanyak mungkin.

8. Menilik ulasan tentang Miriam, apa peran dari seorang nabiah? (Lihat pelajaran 2 hari kedua)

9. Berdasar ayat-ayat yang tertulis, bagaimana tindakan Debora sebagai nabiah dalam bacaan tersebut?

10. Bandingkan Debora dan Barak dalam menanggapi jawaban dari sabda Allah serta keberanian yang dimiliki mereka untuk melaksanakannya.

11. Allah memuji Barak karena imannya dalam Ibrani 11:32-34. Bagaimana Barak menunjukan imannya?

12. Melihat persenjataan yang dimiliki Sisera (ay.3), mengapa Allah meminta bangsa Israel untuk mendirikan kemah di sebuah gunung dengan ketinggian 1300 kaki?

Pengetahuan sejarah: Palestina dikelilingi oleh wadis atau sungai kering. Tiba-tiba hujan lebat mengisi wadis-wadis tersebut dengan air yang berperiak. Allah menenggelamkan mereka dalam wadis tersebut sama dengan yang terjadi pada orang Mesir yang ditenggelamkan di laut Merah (Keluaran 14:24). Kejadian yang sama terjadi pula pada tahun 1799 setelah masehi saat Napoleon mengalahkan orang Turki di tempat yang sama (Megiddo).

13. Perjalanan hidup Anda: Allah dapat menggunakan kemampuan kita untuk kemuliaanNya saat kita fokus pada apa yang kita miliki dan kemudian menyerahkan kepadaNya. Efesus 2:10 tertulis: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Dan, dia telah memberi kita kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang Dia buat untuk kita. Bagaimana Anda menggunakan talenta Anda untuk melayani Allah sama seperti yang telah Debora lakukan? Adakah sesuatu yang menghalangimu?

Mengenal Yael………

14. Baca Hakim-Hakim 4:9. Apakah Yael melakukan kehendak Allah? Jelaskan

15. Menurut Anda, apa efek jangka panjang akibat perbuatannya? Resiko apa yang ditanggungnya?

a. Dalam hubungannya dengan suaminya

b. Dalam hubungannya dengan sukunya/kaumnya

16. Bagaimana dia “melakukan kebenaran dan tidak takut pada resikonya”?

17. Baca Hakim-Hakim 5:1-31. Apa yang terungkap tentang:

a. Keberanian dan kepercayaan dalam Allah (2-5, 9-11)

b. Ketakutan (6-8)

c. Debora dan perannya (7, 12, 15)

d. Yang menolong Debora dan yang tidak (14-18,23)

e. Kekalahan Sisera (19-21)

f. Yael dan perannya (24-27)

18. Apa yang ingin disampaikan dari bacaan ini (Hakim-Hakim 4 dan 5) tentang peran wanita yang diberikan oleh Allah sebagai pemimpin dalam masyarakat?

19. Dari relasi antara Debora dan Barak, apa yang dapat kita pelajari mengenai kerjasama pria dan wanita dalam mencapai tujuan Allah?

20. Ceritakan kisahmu: Bagaimana Debora dan Yael menyemangatimu sebagai wanita? Pikirkan tentang bagaimana Allah menggunakan mereka dalam berbagai peran wanita dengan berbagai macam akal setiap harinya. Sadari apakah kemampuan dan akalmu sudah memberi manfaat bagi orang lain. Tulis salah satunya dan bagikan dengakn grup.

Pelajaran Hari Keempat

Allah mencintai Debora dan Yael. Dia tahu apa yang terjadi dalam hidupnya: beban dari tanggung jawab yang dipikul mereka, resiko yang dihadapi mereka dan ketakutan mereka. Dia dapat melakukan sesuatu untuk itu. Dia tidak memberi pilihan yang mudah, bukan sesuatu yang meng“enak”an hidup mereka. Debora memilih menggunakan talenta yang Allah berikan untuk memujiNya dan mendukung keberanian Barak. Yael mengambil resiko besar dan memilih untuk setia kepada kaum Israel dengan tindakannya. Mereka berdua memilih untuk percaya kepadaNya daripada menyerah dalam situasi ketakutan. Allah memberi kemenangan karena iman mereka. Anda mungkin menemui situasi yang tidak dapat diatasi. Tetapi seperti Debora dan Yael, percayalah…

  • Allah mencintai saya.
  • Allah tahu apa yang terjadi dalam diri saya.
  • Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut.
  • Saya percaya akan kebaikanNya apapun hal yang dibuatNya.

21. Situasi apa yang dapat membuat Debora takut? Bagaimana dia menanggapi Allah dalam iman?

22. Apa yang dapat membuat Yael takut? Bagaimana dia menanggapinya?

23. Perjalanan hidup Anda: sikap berani dimulai jauh sebelum Anda dipanggil untuk menggunakannya

• Kapan saat terakhir Anda menunjukan keberanian sebagai orang yang hidup dalam Kristus—seperti bersaksi kepada publik tentang imanmu, menegur orang lain untuk berbuat benar, melupakan gosip, menunjukan cinta dan apresiasi kepada yang berwenang, dll?

• Adakah sesuatu yang menahan Anda untuk berkomitmen total pada Allah? Bagaimana Anda menunjukan keberanian Anda minggu ini?

Comments

comments