Periode waktu: Hakim-hakim~1400-1000 sebelum masehi

“lalu kata perempuan itu: “Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka akupun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN.” Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.” 1 Samuel 1:26-28

Latar belakang

Orang setia yang hidup di Israel selama periode waktu ini mengalami siklus yang berulang mulai dari pendudukan musuh sampai pembebasan dan saat damai (periode kedamaian) sebelum Israel memberontak lagi melawan Allah. Wanita dalam pelajaran ini hidup pada akhir periode Hakim-Hakim. Anak Ny. Manoah, Simson, adalah “hakim” (penyelamat) pada zaman Samuel. Samuel adalah hakim terakhir, sebab setelah itu Israel meminta seorang raja dan Allah memberikan mereka seorang raja.

Pelajaran Hari Pertama

Mengenal Ny. Manoah

1. Kita tidak tahu namanya, tetapi kita tahu ketenaran anaknya, Simson. Mari cari tahu seperti apakah ibunya. Baca Hakim-Hakim 13:1-24. Gambarkan sifat Ny. Manoah

2. Kebutuhan apa yang diperhatikan Allah dan akan dipenuhi secara pribadi dan secara keseluruhan (seluruh bangsa Israel)? Bagaimana Dia mengatakan kepada Ny.Manoah mengenai rencanaNya?

Pendalaman lebih lanjut (opsional): lakukan pencarian tentang “Malaikat Tuhan” yang muncul di Perjanjian Lama. Siapakah dia? Kepada siapa dia menampakan diri dan pada kesempatan apa? (Catatan: malaikat berkata bahwa namanya “melebihi pengertian” (Hakim-Hakim 13:18), terjemahan dari frase ini diartikan dalam bahasa Ibrani “luar biasa” (Yes 9:5) seperti yang terucap dalam kutipan tersebut sebagai “Allah yang perkasa”)

3. Nama Simson berasal dari kata Ibrani yang berarti matahari atau cahaya. Perhatikan tujuan Allah pada Simson. Nazir berasal dari kata Ibrani yang berarti “pemisahan” atau “persembahan diri”. Baca Bilangan 6:1-8. 3 hal apa yang disumpahkan orang Nazir yang membedakan dia sebagai orang yang dipisahkan karena Allah?

4. Apa tanggung jawab Ny. Manoah ketika hamil? Bagaimana bacaan ini menunjang nilai kehidupan dari seorang manusia yang belum lahir?

5. Apa jawaban Manoah? Apa yang ditanyakannya kepadaTuhan?

6. Bagaimana Allah menjawab permintaan Manoah? Perhatikan pernyataan iman Manoah dalam Hakim-Hakim 13:12

7. Diskusikan yang terjadi dalam ayat 15-21

8. Sebelum ini, Manoah dan istrinya berpikir bahwa seorang “hamba Allah” atau nabi telah menampakan diri kepadanya. Ketika mereka sadar bahwa malaikat Allah menampakan diri pada mereka sekali (dan pada Ny. Manoah dua kali!!), apa jawaban mereka (ay. 22-23)? Bagaimana gambaran iman mereka?

9. Baca Hakim-Hakim 13:24-14:9. Dari ayat-ayat tersebut, kita dapat melihat kesetiaan Manoah dan istrinya, pasangan yang menghormati Allah. Anak mereka memiliki tujuan hidup dari lahir. Apa gambaran yang diharapkan dari seorang anak laki-laki seperti Simson? Menurut Anda, apakah mereka kecewa?

Pengetahuan kitab suci: “hal itu dari pada TUHAN asalnya “(ayat 4) merupakan bukti bahwa Tuhan menggunakan manusia dengan kelemahan-kelemahannya untuk menyelesaikan tujuanNya dan membawa pujian bagi namaNya. Contoh lain Yosua 11:20 dan 1 Raj 12:15.

Pendalaman lebih lanjut (opsional): baca kisah Simson dalam Hakim-Hakim 14:9-16:31. Berapa banyak sumpah orang Nazir yang dilanggar oleh Simson? Omong-omong, Ny. Manoah memiliki banyak anak setelah Simson. Tidak ada indikasi bahwa dia harus mengontrol asupan makanannya untuk anak-anaknya yang lain.

10. Catatan kehidupan Anda: Allah memberi Simson orang tua yang taat padaNya dan kemampuan khusus untuk mengerjakan rencana Allah. Namun, Simson memilih untuk mengikuti instingnya daripada menganut keyakinan keluarganya dan kerendahan hati mereka kepada allah

a. Jika Anda adalah orang tua atau kerabat dari anak yang “hilang”, bagaimana perasaan Anda?

b. Jika Anda seorang orang tua dari anak kecil, apakah Anda takut jika dia menjadi anak hilang? Apakah Anda takut dia akan berbuat sesuatu yang salah?

c. Walaupun tidak ada orang tua yang sempurna, kita harus ingat bahwa setiap orang membuat keputusannya sendiri untuk bertindak dalam pengetahuan yang telah diberikan Allah kepada kita. Iman adalah implementasi dari keinginan. Ceritakan dalam grup tentang ketakutan atau perasaan gundah dan kekecewaan Anda. Berkomitmenlah untuk seseorang yang Anda cintai kepada Allah, berdoalah supaya si “anak hilang” kembali kepada Allah.

Pelajaran Hari Kedua

Mengenal Hanna

11. Baca Ulangan 28:9-11, Mazmur 127:3-5. Dalam sejarah Israel kuno, anak merupakan tanda apa?

12. Baca 1 Samuel 1:1-19. Bagaimana Anda mendeskripsikan Hanna jika Anda ada di situ melihat dia?

13. Diskusikan semua hal yang menyebabkan Hanna menderita

14. Diskusikan jawaban Elkana tentang penderitaan istrinya

15. Perjalanan hidup Anda: jawaban Elkana terlihat tidak memenuhi kebutuhan emosional Hanna. Apakah suami atau teman terdekat Anda pernah salah paham terhadap Anda? Bagaimana reaksi Anda?

16. Bagaimana Hanna berkembang secara spiritual karena kemandulannya? Apa yang dia pelajari tentang Allah?

Pengetahuan kitab suci: sumpah adalah janji terucap secara rela terhadap sebuah komitmen pribadi dan kesalehan. Pengucapan sumpah sering muncul dalam Perjanjian Lama, diatur dalam hukum Musa (Bilangan 30), dipikirkan baik-baik (Amsal 20:25, Pkh5:4-6) dan diharapkan dipenuhi dengan penuh ucapan syukur. Sumpah/janji selain janji pernikahan tidak umum diajarkan atau dirancang pada Perjanjian Baru (janji Paulus dalam Kisah Para Rasul 18:18 menjadi peninggalan dari asuhan Yahudinya). Kita tidak ingin membuat perundingan dan mencari pengaruh tentang janji-janji seperti itu dalam hidup kita. Dasar relasi kita dengan Allah adalah iman akan Yesus Kristus dan pekerjaaNya membuat kita benar-benar dapat diterima dalam pandangan Allah. Dia, sebagai Bapa kita, memberi karena dia ingin memberi. Kita, sebagai anakNya, meminta dan menerima berdasarkan kebaikanNya.

17. Allah menggunakan para pendoa untuk membantu kita menjalin komunikasi dengan Dia dan menyadari berkatNya. Pada masa itu Hanna memiliki Imam Besar yang tidak sempurna (hanya manusia biasa – Imam Eli) sebagai perantaranya di hadapan Allah. Sementara kita memiliki Imam Besar yang tidak bercacat cela. Baca ayat-ayat berikut ini dan diskusikan siapa yang menolong kita berdoa serta bagaimana cara dia menolong kita. (Catatan: mengingat di dalam kitab suci tidak hanya sekedar memunculkan seseorang dalam ingatan, melainkan kita juga harus menaruh perhatian kepada orang itu dan juga bertindak penuh kasih kepada mereka.)

a. Ibrani 4:14-16

b. Ibrani 7:24-25

c. Roma 8:25-28; 31-34

18. Perjalanan hidup Anda: Hanna harus menunggu beberapa waktu untuk memiliki anak sebab Peninah memiliki paling tidak 4 anak. Sarah menunggu 30 tahun untuk memiliki anak! Apakah Anda mandul? Seperti Hanna, apakah kemandulan ini membuatmu sedih? Bagaimana Anda harus bersikap? Adakah kesempatan pada hari ini untuk melayani seseorang dengan insting keibuan Anda? Minta seseorang untuk berdoa untuk Anda mengenai hal itu.

Pendalaman lebih lanjut (opsional): beberapa wanita dalam kitab suci dikisahkan tidak mempunyai anak sama sekali. Carilah beberapa dari mereka dan ceritakan dalam grup bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka. Contoh: Priscilla, dalam Kisah Para Rasul 18, mengajar orang-orang yang baru percaya kepada Kristus, menghibur tamu, dan mengajar kitab suci.

Pelajaran Hari Ketiga

19. Baca 1 Samuel 1:20-2:11. Allah memberi Hanna seorang anak laki-laki. Apa yang dia lakukan?

20. Doa Hanna diungkapan dalam bentuk pujian dan ucapan syukur. Emosi apa yang terungkap dalam doanya serta kebenaran apa yang dia tegaskan tentang Allahnya?

a. Emosi

b. Kebenaran

Catatan dari Bangsa Ibrani: doa Hanna adalah sebuah nubuat tentang terbentuknya kerajaan Israel. Samuel anaknya adalah orang yang memahkotai Saul dan juga Daud. Masa tersebut merupakan saat pertama dalam kitab suci yang memunculkan kata “Yang diurapi Tuhan” (1Sam 2:10). “Diurapi” berasal dari kata ibrani ”mashiyach” di mana merupakan akar kata dari “messiah”. Bahasa Yunani dari kata tersebut adalah “Christos” di mana kata “Christ” dalam bahasa Inggris berasal.

21. Baca 1 Samuel 2:12-26. Bagaimana Allah menanggapi doa Hanna bahkan setelah dia menyelesaikan janji/sumpahnya?

22. Dalam keadaan “rumah” yang seperti apa Hanna menitipkan anak laki-lakinya?

23. Mengapa hal itu tidak menakutkannya? Baca lagi 1 Samuel 1:22-28. Siapa yang dapat dia percayai?

24. Baca 1 Samuel 3:1-4:1. Kepercayaan Hanna kepada Tuhan berbuah pada kesetiaan Tuhan kepada anaknya. Baca ayat 1 Samuel 2:12-4:1, catat kejadian yang mengungkapkan kesetiaan Tuhan kepada Samuel. Catat pula jawaban Samuel. Diskusikan seberapa besar keterlibatan Allah dalam “membesarkan” anak ini.

25. Bagaimana Hanna mengasuh anak ini?

26. Perjalanan hidup Anda: apakah Anda dalam situasi yang menuntut Anda untuk berpisah dengan anak-anak Anda (tidak dalam satu rumah)? Bagaimana perasaan Anda? Pernahkah Anda bercerita kepada Tuhan mengenai hal itu? Apakah Anda mempercayaiNya? Kitab suci menyebutkan bahwa Samuel menjadi hakim Israel yang paling dihormati.

Pelajaran Hari Keempat

Allah mencintai Hanna dan Ny. Manoah. Dia tahu apa yang terjadi dalam hidup mereka. Dia dapat melakukan sesuatu namun Allah tidak memberi Ny.Manoah sebuah tempat tinggal yang damai tanpa serangan musuh ataupun anak yang selalu patuh dan berusaha menggunakan kemampuannya untuk kemuliaan Allah. Tidak pula memberi tahu Hanna untuk tidak memenuhi janjinya dan meninggalkan anak laki-lakinya dengan Eli di tabernakel. Keduanya mengalami kemandulan selama bertahun-tahun. Keduanya pula, berpisah dengan anak laki-laki pertamanya. Selama perjalanan hidupnya, Allah yang mencintai mereka berkata “tidak” pada beberapa hal. Tetapi Hanna dan Ny.Manoah memilih untuk percaya daripada menyerah pada ketakutakan. Oleh sebab itu, Allah mencurahkan berkat. Sama seperti mereka, Allah mungkin memilih untuk tidak menjawab doamu dengan cepat. Tetapi dalam segala situasi dan kondisi percayalah..

  • Allah mencintai saya.
  • Allah tahu apa yang terjadi dalam diri saya.
  • Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut.
  • Saya percaya akan kebaikanNya apapun hal yang dibuatNya.

27. Meskipun kita hanya mengetahui sedikit tentang Ny. Manoah. Bagaimana ia menunjukan iman akan Allah?

28. Situasi apa yang dapat membuat Hanna takut? Bagaimana dia menanggapi Allah dalam iman?

29. Ceritakan kisahmu: baca Mazmur 107:1-43. Perhatikan berbagai cara orang berseru kepada Allah dan bagaimana Dia menanggapinya. Ayat 43 berkata “Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN”. Kedua wanita ini mengalami cinta Allah dalam pemeliharaanNya pada situasi-situasi khusus. Tuliskan pemikiran Anda tentang cinta Tuhan yang amat besar pada Anda dan bagaimana dia memeliharamu dalam 1 atau 2 situasi khusus.

Comments

comments