Periode waktu: kerajaan terpecah~900-722 sebelum masehi

“Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6:31-34

Latar belakang

Daud memerintah selama 40 tahun. Salomo, yang merupakan pilihan Allah untuk mewarisi tahta ayahnya, memperkuat pertahanan Israel, memimpin perdagangan dan merancang pembangunan bangunan-bangunan besar, salah satunya bait Allah dan istana yang kokoh. Terkenal karena kebijaksanaannya yang dia minta dari Allah, Salomo menulis kitab Amsal, Pengkotbah dan Kidung Agung. Tetapi karena tergoda oleh istrinya, Salomo berpaling dari Allah. Akibatnya, Allah memutuskan untuk membagi kerajaan setelah kematian Salomo.

Beginilah terjadinya: selama berabad-abad gesekan telah muncul antara suku utara dan suku selatan. Gesekan ini tampak nyata dalam pemerintahan Daud. Dari 1010 sampai 1003 sebelum masehi, Daud memerintah suku selatan (Yehuda), sedangkan 10 suku utara (Israel) mendukung anak Saul, Isboseth. Setelah Isboseth mati, Israel menerima Daud sebagai raja (2 Samuel 5) tetapi kemudian memberontak pada akhir hidupnya (2 Samuel 20).

Sejak Salomo meneruskan tahta kerajaan Daud, benih ketidakpusasan mulai nampak. Israel hidup dibebani oleh pajak besar dan perburuhan. Setelah kematian Salomo, mereka mulai mencari bantuan. Nabi Ahia menemui salah satu pelayan Salomo, Yerobeam (1 Raj 11). Dalam nubuat yang disampaikan, disebutkan bahwa kerajaan akan terbelah dan Yerobeam akan menjadi raja Israel. Anak Salomo, Rehobeam terbukti tidak dapat memerintah kerajaan dengan baik sehingga suku utara menggabungkan diri dengan Yerobeam (1 Raj 12). Setelah kabut permasalahan lenyap, “kerajaan yang bersatu” sudah tidak ada lagi. Yerobeam menolak untuk patuh pada Allah. Dia mendirikan sistem kepercayaan yang bertentangan dengan Allah dan membawa bangsa Israel (suku utara) kepada kehancuran. Sejarah Israel dipenuhi kemurtadtan dan kepemimpinan yang tidak stabil. Raja yang tidak mengenal Allah memalingkan rakyatnya dari Allah. Dosa selalu membawa hukuman. Pada tahun 722 sebelum masehi, orang Asiria menghancurkan Samaria, ibukota Israel, membawa kerajaan utara kepada kesudahannya.

Pelajaran Hari Pertama

1. Baca 1 Raj 16:25-33. Ahab memerintah Israel pada pertengahan abad 9 sebelum masehi. Dia adalah raja keenam setelah Yerobeam. Namanya mungkin tidak asing bagi Anda. Apa yang kitab suci katakan mengenai pemerintahan Ahab?

2. Berhala adalah pengganti Allah yang dibuat manusia. Penyembahan berhala berarti memuliakan sesuatu yang lain yang bukan Allah. Baca Keluaran 20:2-6 dan Ulangan 11:13-17. Apa yang Allah inginkan dari umatNya? Apa yang akan Dia perbuat jika Israel menyembah berhala?

3. Umumnya, berhala apa yang kita miliki pada zaman ini?

4. Catatan kehidupan: secara pribadi, apa/siapa yang cenderung mengambil posisi Allah dalam dirimu? Apakah kepemilikan, anggota keluarga, posisi jabatan, kekuatan, kesehatan ataukah penampilan? Tingkah laku apa yang menunjukan bahwa sesuatu sudah menjadi berhala bagi kita? Minta Yesus untuk mengungkapkan apa yang Anda cintai lebih dari dia. Melalui kekuatan Roh kudus dalam diri Anda, minta Dia untuk melepaskan Anda dari berhala-berhala tersebut. Tulis doa Anda.

5. Nabi Elia hidup pada masa ini. Nama Elia (Tuhan adalah Allahku) adalah inti dari pesannya. Seorang nabi berkata mengenai Firman Allah, oleh sebab itu, menjadi sangat penting bagi bangsa Israel untuk membedakan antara nabi palsu dengan nabi yang sebenarnya. Baca Ulangan 13:1-5 dan 18:14-22. Karakter apa yang membedakan nabi Allah dengan nabi palsu?

Pengetahuan sejarah: nabi Ibrani— selain memiliki raja yang tidak berTuhan, Israel juga mengalami kemurtadtan dalam kehidupan keagamaan dengan tidak adanya pemuka agama. Allah memanggil orang-orang untuk menjadi saluran Firman-Nya, yang menerima langsung pesan dari Allah dan menyebarkannya pada umatNya. Tidak seperti pemuka agama dan raja, nabi Allah tidak “meneruskan tahta” dari orang tuanya. Dia menerima panggilannya, langsung dari Allah seperti Yeremia, ( saat sebelum lahir (Yer 1:5), Samuel (saat masih anak-anak(1 Samuel 3), dan Amos (sebagai petani (Amos 1:1). Hidup seorang nabi biasanya sulit, bahkan sampai harus dihukum sampai mati. Yeremia disekap dalam perigi berlumpur dan menurut tradisi Yesaya dibunuh dengan dibelah menjadi dua.

6. Kondisi spiritual umat Allah dibawah pemerintahan Omri dan Ahab amat meprihatinkan. Mereka menyembah berhala orang Kanaan yang bernama Baal. Baal, yang berarti “tuan” adalah dewa hujan. Hujan sangat dibutuhkan untuk mengairi ladang sehingga panen dapat melimpah ruah. Baca Yakobus 5:17 dan 1 Raj 17:1. Elia berdoa berdasarkan kata-kata Allah dalam Ulangan 11:16-17 dan kemudian memberi tahu Ahab

a. Apa inti pesan Allah yang disampaikan Elia di 1 Raj 17:1?

b. Menurut Yakobus 5:17, bagaimana Allah menjawab doa Elia?

c. Mengapa jawaban ini menentang penyembahan berhala orang Israel?

7. Bayangkan kekeringan yang terjadi. Apa efek dari jawaban Allah atas doa Elia terhadap orang Israel, bangsa-bangsa di sekitarnya serta bagi Elia sendiri? Baca pula 1 Raj 18:4.

8. Pikirkan (opsional): terkadang saat kita berdoa untuk mendekatkan orang yang tidak percaya kepada Tuhan, orang yang percaya ikut menanggung konsekuensinya. Apakah hal itu layak?

9. Baca 1 Raj 17:1-6. Apa yang Elia pelajari mengenai rencana kreatif/tidak terduga Allah dalam waktu yang sulit?

10. Baca 2 Kor 8:13-15 dan Filipi 4:10-20. Apa yang Anda pelajari tentang rencana Allah dalam ayat-ayat tersebut?

11. Ceritakan kisahmu: adakah waktu dalam hidupmu di mana Tuhan menyediakan segala kebutuhanmu secara tidak terduga saat semuanya tidak dapat diharapkan—baik secara fisik, emosi ataupun kebutuhan spiritual? Tulis paragraf pendek yang menceritakan hal tersebut. Seperti apa keadaan saat itu dan bagaimana proses mempercayai Allah dalam kondisi itu. Bagikan dalam grup.

Pelajaran Hari Kedua

Mengenal janda Sarfat…….

Lihat peta Timur-Tengah pada zaman kuno di belakang alkitabmu atau secara online untuk menemukan wilayah Tirus dan Sidon. Sarfat terletak di antara 2 kota tersebut. Wilayah ini merupakan wilayah yang ditinggali orang bukan Yahudi, rumah dari ratu Ahab, Izebel, yang merupakan penyembah Baal.

12. Baca 1 Raj 17:7-16. Berdasarkan informasi tersebut, orang seperti apakah janda Sarfat itu?

Pengetahuan kitab suci: arti dari “commanded (diperintah)” adalah “chosen, planned (dipilih, direncanakan)”. Pemberian berkat bagi janda Sarfat merupakan keputusan Tuhan. PerjanjianNya dengan bangsa Yahudi tidak mengharuskan Allah untuk memberkati janda bukan Yahudi. Tetapi Allah melakukannya. Rahmat serta pengampunan Allah selalu tersedia bagi setiap orang.

13. Apa masalah janda Sarfat itu dan bagaimana ia berencana akan menyelesaikannya?

14. Apa yang kemungkinan ia rasakan saat itu?

15. Baca Mazmur 146:5-10. Bagaimana bacaan tersebut diaplikasikan dalam kisah ini?

16. Apa yang harus dilakukan janda tersebut (merujuk Mazmur 56:3,4)?

17. Catat iman dan kepatuhannya yang dibalas oleh Allah. (Catatan: hanya “Allah benar” (bukan berhala yang diallahkan) yang dapat menyediakan tepung dan minyak dalam kekeringan).

18. Perjalanan hidup Anda: Elia tinggal bersama janda Sarfat dan anaknya, makan roti dari tepung dan minyak yang tidak habis sebanyak 2 kali sehari selama hampir 3 tahun. Bayangkanlah. Pada masa modern saat ini mungkin hal itu sama seperti selai kacang dan roti. Bisakah Anda tetap bersyukur untuk makan makanan yang sama sebanyak 2 kali sehari selama 3 tahun?

19. Perjalanan hidup Anda: refleksikan lirik lagu berikut ini. Apakah Anda sudah bersyukur atas apa yang Tuhan sudah berikan? Apakah Anda berterimakasih saat dia berkata “tidak”? lihat Kol 1:11-12; 2:7, 3:15-17. Jika Anda ingin merubah sikap Anda, minta seseorang untuk berdoa bagi Anda supaya lebih dapat bersyukur. Bagikan “kesukaan bersyukur kepadaNya” kepada kelompok Anda.

Mempunyai banyak mimpi yang tidak kunjung terwujud. Hal-hal yang dapat kulakukan, namun tidak pernah ada kesempatan untuk melakukannya. Ketika aku tidak dapat melihat jalan dalam badai, kebijaksanaanMu tidak membiarkanku untuk melewati jalan itu. Dan itu melukai hatiku, namun sekarang, hatiku dapat berkata…….

Terima kasih karena berkata “Tidak”. Terima kasih atas pintu yang Kau tutup. Semua jalan yang tidak Kau perkenankan untuk kulewati, dan hal-hal yang tidak Kau berikan kepadaku. Berulang kali aku tidak mengerti dan tidak membiarkan Engkau memegang tanganku. Tetapi sekarang, aku ingin tersungkur di atas kakiMu dan berterimakasih atas sesuatu yang tidak pernah kau berikan kepadaku. (“Things You Never Gave Me” oleh David Meece)

Pelajaran Hari Ketiga

20. Baca 1 Raj 17:17-24. Apa masalahnya sekarang? Apa tanggapannya terhadap hal tersebut?

21. Apa yang dia maksud dengan berkata “Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?”

Pendalaman arti: reaksi ini wajar timbul bagi orang yang tidak mengenal Allah. Cara pandang penyembah berhala ialah sbb :”ketika semua berjalan baik, allah senang denganku. Ketika sesuatu berjalan tidak baik, allah marah denganku.” Yesus menyatakan dalam Matius 5:45, Allah menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Anaknya mati bukan karena dosanya melainkan Allah ingin membawa dia untuk lebih dekat denganNya melalui iman akan Dia.

22. Perjalanan hidup Anda: pernahkah Anda marah dan tidak percaya kepada Allah ketika sesuatu yang buruk terjadi? Jika demikian, bagaimana Anda mengatasinya?

23. Pendalaman lebih lanjut (opsional): 1 Raj 18 dan 19 merupakan kisah menarik pelayanan Elia sebagai nabi kepada orang Israel. Bacaan-bacaan tersebut sering diceritakan dalam sekolah minggu. Baca lagi dan carilah pengetahuan menarik mengenai karakter Allah dan karakter Elia.

24. Diskusikan jawaban Elia dan bagaimana Allah menjawab doanya

25. Baca Kisah Para Rasul 2:22; Ibrani 2:3-4. Mengapa Allah membuat mukjizat? Apakah berhasil kali ini?

26. Baca Matius 6:31-34. Aplikasikan bacaan ini dengan pelajaran hari ini.

27. Perjalanan hidup Anda: melalui kejadian/tragedi, janda Sarfat mengetahui Allah yang hidup secara pribadi. Apakah Anda pernah mengetahui seseorang yang kembali kepada Tuhan setelah menghabiskan kekayaannya? Bagikan cerita Anda. Kapan yang merupakan saat terbaik untuk mendoakan seseorang yang sedang putus asa? Diskusikan dengan grup.

Pelajaran Hari Keempat

Mengenal janda dari seorang hamba nabi………

Elia melayani Allah sebagai nabiNya dan menjadi imam di kerajaan utara selama bertahun-tahun. Dia mempersiapkan Elisa, seorang anak petani, untuk menolongnya dan melanjutkan pelayanannya setelah dia diangkat ke surga (2raj 2:1-25). 3 karakter yang membedakan nabi Allah dengan nabi palsu:

• Dia setia hanya kepada Yehova

• Prediksinya terjadi

• Kata-katanya selaras dengan wahyu sebelumnya

Terjadinya mukjizat bukan merupakan sebuah kepastian dia adalah nabi Allah atau bukan, sebab nabi palsu juga dapat melakukan mukjizat dengan kekuatan setan (Ulangan 13:1-2).

28. Baca 2 Raj 4:1-7. Suami dari janda itu adalah seorang hamba nabi yang setia. Baca 1 Raj 20:35; 2 Raj 2:3,5,6,15; 4:1,38; 5:22; 6:1; 9:1. Apa yang Anda pelajari dari hamba-hamba seorang nabi? Siapakah mereka? Apa yang mereka lakukan? Siapa pemimpin mereka?

29. Pikirkan (opsional): Rombongan nabi serupa dengan sekolah menengah pada zaman modern ini di mana pria dan wanita belajar dari guru yang berbakat. Salah satu komunitas para nabi terletak di Betel, sebelah utara Yerusalem. Betel didirikan sebagai tempat suci untuk menyembah Allah, khususnya pada zaman patriarki dan Hakim-Hakim (pemerintahan Samuel). Betel kemudian malah berkembang menjadi tempat penyembahan Baal. Apa peristiwa yang serupa dengan hal itu pada masa sekarang?

30. Hukum Musa menyebutkan bahwa melunasi hutang dapat dilakukan dengan bekerja. Lihat Im 25:39-41. Bagaimana cara Allah membatasi hal itu?

31. Baca Keluaran 22:22, 23; Ulangan 14:28-20; 24:19-22. Apa yang harus dilakukan bangsa Israel kepada para janda dan yatim piatu?

32. Baca Yes 1:17,23; 10:1-2. Bagaimana efektif dan gigihnya bangsa Israel melakukan hal itu?

33. Baca Ulangan 10:17-18; Mazmur 68:4-5. Apa yang akan Allah lakukan?

34. Kembali ke 2 Raj 4, seperti apa krisis yang dihadapi wanita itu dan bagaimana dia melewatinya?

35. Catat semua yang diperintahkan Elisa (sebagai perwakilan Allah) kepadanya

36. Apa tugas janda ini? Apakah dia melakukannya?

Pengetahuan sejarah: minyak zaitun sangat mahal dan sangat lama untuk memproduksinya. Biasanya minyak ini digunakan untuk memasak, sebagai bahan bakar lampu, membalut luka dan sebagai deodorant saat tidak ada air yang bisa dipakai untuk mandi. Seorang kaya menggunakannya untuk mandi dan melembutkan kulit. Minyak zaitun juga digunakan untuk mengurapi raja dan orang mati. Janda tersebut memiliki komoditas yang amat berharga.

37. Ketika Elisa meminta janda itu untuk meminjam bejana kosong, apa untungnya bagi janda itu dan bagi mereka berdua?

38. Bagaimana efek kejadian tersebut pada anak janda itu? Bagaimana Anda menunjukan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari, “seperti apakah Tuhan” kepada anak / orang yang lebih muda dari Anda?

39. Melihat bantuan yang telah dicarinya dari Allah dan yang telah dia peroleh, bagaimana Allah “membela perkaranya” (Ulangan 10:18)?

40. Perjalanan hidup Anda: baca 1 Tim 5:3-8,16; Yakobus 1:27 dan Roma 12:9-16. Sebagai pengikut Kristus, apa yang Allah inginkan dari kehadiran kita sebagai wanita? baik di rumah, gereja maupun komunitas kita? Pada masyarakat zaman ini, siapa yang diupamakan sama dengan “janda” tersebut? Apa yang dibutuhkannya selain kebutuhan material? Pelajari bacaan ini dan minta Allah untuk mengungkapkan secara khusus pada bagian mana Anda harus taat padaNya sembari Anda mencari orang yang butuh akan hal itu dalam lingkungan Anda. Bagikan dengan grup kecil dan minta mereka untuk berdoa agar kesempatan itu diadakan.

Pelajaran Hari Kelima

Allah mencintai 2 janda itu dan anak-anaknya. Dia tahu apa yang terjadi dalam hidup mereka. Dia dapat melakukan sesuatu. Tetapi, Allah tidak menghidupkan kembali suami mereka, tidak pula mencegah mereka merasakan penderitaan akibat kurangnya pasokan makanan maupun mencegah mereka untuk menemui kreditur. Dia tidak memberi kemewahan ataupun uang yang tiba-tiba turun dari surga. Pada perjalanan hidup mereka Allah berkata “tidak” pada beberapa hal, namun mereka memilih untuk percaya daripada takut sehingga Allah mencurahkan berkatNya kepada mereka. Allah mungkin juga tidak memilih untuk menghidupkan kembali orang yang Anda cintai. Tetapi dalam segala situasi dan kondisi percayalah..

  • Allah mencintai saya.
  • Allah tahu apa yang terjadi dalam diri saya.
  • Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut.
  • Saya percaya akan kebaikanNya apapun hal yang dibuatNya.

41. Situasi apa yang dapat membuat janda Sarfat takut? Bagaimana dia menanggapi Allah dalam iman?

42. Catat situasi yang membuat seorang janda hamba nabi takut? Bagaimana dia menanggapi Allah dalam iman?

43. Ceritakan kisahmu: Sering, kita mengabaikan apa yang telah diberikan Allah pada kita dan cenderung mencari yang tidak kita punyai. Apa yang Anda simpulkan dari kisah 2 janda itu? Baca Keluaran 4:1-5 dan Markus 6:35-44. Apa poin-poin yang dapat Anda ambil dari ayat-ayat ini? Refleksikan terhadap hidup Anda, masa lalu dan masa sekarang, deskripsikan penerapan poin-poin tersebut.

Comments

comments