Periode waktu: kerajaan terpecah~900-722 sebelum masehi

Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: “Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa.” Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: “Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa. Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya.” 2 Raj 8:4-6a

Latar belakang

Perhatian Allah akan kebutuhan wanita jelas terlihat dalam kitab suci. Wanita dijadikan seorang bawahan/hamba bagi pria pada zaman kuno di masyarakat timur tengah, Allah menunjukan kepedulianNya dengan berbagai cara (baca lagi “pengetahuan sejarah” dan tujuan mukjizat dalam pelajaran 8).

Elisa, nabi Allah, melayani di sekitar Gunung Karmel di batas barat padang rumput Yizrel—sebuah tempat strategis di Israel dan merupakan sebuah lembah yang penuh dengan kebun buah. Sunem adalah kota kecil di lembah tersebut, sekitar 20 mil jauhnya dari Gunung Karmel.

Pelajaran Hari Pertama

Mengenal wanita Sunem

1. Baca 2 Raj 4:8-17. Deskripsikan wanita ini. Catat segala sesuatu yang dapat Anda simpulkan dari bacaan tersebut

2. Bagaimana dia membujuk suaminya? Apa yang tersebut gambarkan mengenai pernikahan mereka?

3. Bagaimana Elisa menanggapi kemurahan hati mereka?

4. Apa permintaan wanita itu terhadap Elisa? Bagaimana pandangannya terhadap kehidupan?

5. Keinginan apa yang dia sembunyikan, dan mengapa dia menyembunyikannya?

6. Bagaimana Elisa dapat mengetahui kebutuhannya yang terpendam? Apa yang Elisa lakukan sebagai wakil Allah?

7. Apa yang wanita itu pelajari tentang Allah?

8. Perjalanan hidup Anda: berumahtangga adalah sebuah pelayanan. Pelayanan wanita tersebut hanya berawal dari membuat makanan dan menerima Elisa sebagai tamu. Namun perbuatannya tersebut menunjang pelayanan Elisa sebagai nabi. “Rumah” adalah tempat di manapun Anda tinggal. Entah apapun pekerjaan Anda, wanita memang diberi Allah kemampuan untuk membangun suatu kehangatan di dalam rumah. Baca “pengetahuan kitab suci” di bawah ini. Apakah Anda sadar bahwa “berumahtangga” merupakan sebuah pelayanan dan “rumah” Anda adalah sarana pelayanannya? Bagikan cerita saat Allah memberi kesempatan rumah Anda dijadikan tempat dan sarana dalam melayani orang lain.

Pengetahuan kitab suci: Allah berkata dalam 1 Tim 5:14 bahwa wanita yang mengatur rumah tangga memiliki sebuah kewenangan. Dalam Titus 2:3, wanita “hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah”. Orang Yunani mendeskripsikannya sebagai seorang pendeta wanita yang melayani Allahnya dalam tempat suci. Dunia adalah tempat suci Allah, dan kita adalah pelayanNya. Pandangan itu menghapus keduniawian hidup kita. Sehingga apapun yang kita lakukan, mulai dari mengajar sekolah minggu, menyiapkan makanan bagi keluarga sampai bekerja dengan penuh integritas kepada perusahaan Anda, itu semua berniliai spiritual. Bagi orang percaya, semua pekerjaan dipersembahkan untuk Allah dan semua tindakan/pekerjaan adalah sebuah pelayanan.

9. Perjalanan hidup Anda: wanita Sunem dan suaminya dengan senang hati memenuhi kebutuhan Elisa. Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap pendeta dan guru kita? Baca Galatia 6:9-10; 1 Tim 5:17-18. Bagaimana Anda melayani mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani Anda? Tulis doa syukur kepada Allah untuk seseorang yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani Anda.

Pelajaran Hari Kedua

Kira-kira 5 tahun kemudian atau lebih……

10. Baca 2 Raj 4:18-37. Apa yang dihadapi oleh wanita ini? Bagaimana dia menanggapinya? (Catatan: kebanyakan petani hidup di kota dan pergi ke desa untuk bekerja setiap harinya).

11. Apa alasan wanita itu tidak memberitahu suaminya ataupun hamba Elisa, Gehazi?

12. Siapa yang wanita itu cari? Elisa mewakili Allah dalam pertemuannya dengan wanita itu. Allah ingin kita membawa keinginan terdalam yang kita punya kepadaNya. Baca Ibrani 4:14-16 dan 10:19-23. Apa yang dapat membuat kita percaya diri akan hal itu?

13. Perjalanan hidup Anda: deskripsikan terakhir kali Anda menghadapi masa-masa sulit di mana hanya Allah yang dapat menolong Anda. Apakah Anda dapat mempercayaiNya atas semua yang terjadi? Mengapa ya dan mengapa pula tidak? Bagikan dengan grup kecil Anda.

14. Dengan cara apa Elisa menunjukan rasa hormatnya kepada wanita ini?

15. Di mana Elisa mendapat kemampuan untuk membangkitkan orang mati? Bagaimana Anda tahu?

16. Perjalanan hidup Anda: walaupun hidup di tengah lingkungan orang jahat, orang Israel yang tidak setia, wanita ini dan suaminya memilih untuk tetap setia kepada Allah. Allah menghargai imannya dengan memberi kesempatan untuk menanggapi firmanNya setiap kali Elisa datang ke kota itu. Kita hidup dalam budaya dimana Kekristenan dan standar moral Allah dianggap memuakkan — budaya yang lebih memilih untuk mencari kepuasan pribadinya sendiri daripada menyembah Allah. Kita dikelilingi oleh budaya penyembahan berhala dan pengajaran yang sesat. Langkah apa yang kita butuhkan untuk tetap setia kepada Allah di tengah budaya ini? Bagaimana Anda melakukannya?

17. Setelah mengikuti pelajaran hari ini, apa sifat lain yang Anda temukan dari wanita ini? Tambahkan sifat ini ke dalam catatan pada hari pertama.

Pikirkan: beberapa tahun sebelumnya, nabi Elia berpikir, di Israel tidak ada pengikut Allah yang setia selain dirinya. Allah menyangkalnya dengan mengatakan bahwa ada 7000 orang Israel yang tidak “berlutut” kepada Baal. Orang-orang Israel tersebut masih setia menyembah Allah saja, bukan yang lain. Mungkin wanita Sunem dan suaminya merupakan keturunan dari 7000 orang Israel tersebut.

Pelajaran Hari Ketiga

Setidaknya 7 tahun kemudian…….

18. Baca 2 Raj 8:1-6. Dalam ayat 1, bagaimana Allah menunjukan kesetiaanNya kepada wanita Sunem dan keluarganya?

19. Sekarang, apa yang harus dia hadapi (ayat 3)? Bagaimana dia menanggapi masalah tersebut? (Catatan: dapat dimungkinkan bagi orang Israel untuk memotong jalur peradilan dan langsung naik banding kepada raja. Bisa saja seseorang secara illegal memakai barang kepemilikan wanita itu ataupun barang tersebut sudah diserahkan kepada raja karena diabaikan).

20. Dalam cara apa Allah menunjukan kesetiaanNya kepada wanita itu (masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang)? Pada masa susah maupun senang?

21. Setelah membaca bacaan ini (2 Raj 8:1-6), mengapa wanita Sunem dibiarkan Allah untuk mengalami kejadian dalam 2 Raj 4?

22. Perjalanan hidup Anda: kita bahkan tak tahu namanya. Tetapi Allah tahu. Dia melibatkan kisahnya ditulis dalam alkitab supaya kita dapat belajar darinya. Bagian apa yang menginspirasi Anda? Apakah Anda pernah mengenal wanita seperti ini? Bagaimana dia menginspirasi Anda?

23. Apakah Anda percaya bahwa kemunculan wanita di hadapan raja adalah sebuah kebetulan? Jika tidak, apa yang ingin peristiwa ini katakan tentang Allah kita?

Pelajaran Hari Keempat

Allah mencintai wanita itu dan keluarganya. Dia tahu apa yang terjadi dalam hidup mereka. Dia dapat melakukan sesuatu. Tetapi, Allah tidak membuat suaminya muda lagi atau juga tidak mencegahnya dari penderitaan akan kemandulannya. Dia juga tidak mencegah mereka mengalami kekeringan. Dalam perjalanannya, Allah yang mencintainya berkata tidak untuk beberapa hal. Namun, dia memilih untuk percaya daripada menyerah dalam ketakutan sehingga Allah mencurahkan berkatNya kepada wanita itu dan keluarganya. Sama seperti itu Allah mungkin juga tidak memilih untuk memperbaiki keadaan supaya Anda tidak merasakan sakit. Tetapi dalam segala situasi dan kondisi percayalah..

  • Allah mencintai saya.
  • Allah tahu apa yang terjadi dalam diri saya.
  • Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut.
  • Saya percaya akan kebaikanNya apapun hal yang dibuatNya.

24. Situasi apa yang dapat membuat wanita Sunem takut?

25. Bagaimana dia menanggapi Allah dalam iman? Beri contohnya beserta ayat yang mendukung

26. Ceritakan kisahmu: Allah memberi kisah tentang kesetiaanNya kepada wanita itu dan memberi kesempatan kepada wanita tersebut untuk menceritakannya kepada raja yang tidak berAllah! Allah telah memberi kisah tentang kesetiaanNya kepadamu untuk diceritakan. Apakah Anda akan menceritakannya? Mengapa? Tulis kisah Anda menggunakan petunjuk di bawah ini. Bagikan dengan grup Anda minggu depan. Mengapa tidak meminta Allah untuk memberi kesempatan lain untuk membagikan KISAH Anda!!

Kisahku yang kubagikan

Review berbagai bagian dari KISAH Anda yang telah Anda tulis dalam pelajaran sebelumnya (lihat di bawah ini). Pilih satu atau dua untuk dijabarkan menjadi KISAH tentang perjalanan iman Anda bersama Tuhan yang akan dibagikan.

Pelajaran

Bagian ceritakan kisahmu

1

HARI KE-2, pertanyaan 21

2

HARI KE- 2, Nomor 16

3

HARI KE- 4, Nomor 23

4

HARI KE- 3, Nomor 20

5

HARI KE- 1, Nomor 7

6

HARI KE- 4, Nomor 33

7

HARI KE- 2, Nomor 9

8

HARI KE- 1, Nomor 11

Comments

comments