Kata pengantar dari Melanie Newton

Banyak wanita zaman sekarang hanya mengetahui sebagian kecil mengenai Perjanjian Lama. Saya melihat separuh bagian dari kitab suci saya dan berpikir: “apa yang tertulis di dalamnya terjadi sangat-sangat lama–sekitar 2000-4000 tahun lalu. Perbuatan apa yang wanita-wanita itu lakukan yang memiliki kesamaan dengan saya? Mereka tidak hidup dalam zaman ini.” Apakah Anda berpikir seperti itu, seakan-akan mereka hanya nama dalam sebuah halaman?

Mungkin Anda suka membaca biografi. Bukankah dengan membaca biografi seseorang kita “menghidupkan“ orang tersebut? Atau, Anda pernah melakukan studi geneologi dalam pohon keluarga Anda? Ada hal-hal yang membanggakan tetapi ada pula sisi gelap dan kesulitan yang pernah dilalui nenek moyang Anda. Saya tidak mengetahui nenek moyang saya, tetapi saya merasa memiliki koneksi dengan nenek moyang saya ketika belajar mengenai hidup mereka.

Menjalin hubungan dengan wanita zaman Perjanjian Lama

Pembelajaran ini mengulas beberapa kehidupan wanita zaman Perjanjian Lama dan era-era saat mereka hidup. Beberapa mungkin pernah Anda dengar (Sarah, Hana, Abigail, dan Betsyeba). Semua orang yahudi tahu bahwa Sarah adalah nenek moyang yang hebat. Yang lainnya mungkin asing bagi Anda (Yael, Ny. Manoah, wanita Sunem).

Mungkin wanita-wanita ini hidup beribu-ribu tahun yang lalu, namun mereka masih tetap sama seperti kita. Mereka memasak, mencuci dan membesarkan anaknya. Mereka memiliki tanggung jawab di dalam maupun di luar rumah. Mereka juga mengalami fluktuasi hormon, PMS (Pre-Menstrual Syndrome) dan menopouse. Mereka tertawa bersama teman-temannya, berdebat dengan suaminya dan menangis saat yang dicintainya meninggal. Mereka menulis lagu dan bermain alat musik. Saya bertaruh mereka memiliki cara untuk memakai 20ribu kata per hari.

Pada suatu titik, mereka mengalami periode umur yang sama dengan kita (20-an, 40-an, 60-an dan seterusnya). Mereka menggunakan anting-anting dan gelang. Rambut mereka juga disisir dan ditata, dan akan memutih ketika mereka tua. Tidak diragukan lagi, sebagian dari mereka juga memiliki bagian tubuh yang merosot!

Mereka juga mengalami ketakutan pada berbagai saat dalam hidup mereka seperti yang kita rasakan. Mereka dikepung musuh, menghadapi anggota keluarga yang sakit dan mengalami kehabisan persediaan makanan. Mereka menjumpai kreditur dan tamu yang tidak diundang. Mereka bahkan menjumpai hari yang buruk ketika semua tidak berjalan dengan baik akibat keputusan yang telah mereka buat sendiri. Mereka adalah “Wanita zaman ini”, sama seperti kita. Kisah mereka–gambaran dari biografi– merupakan warisan untuk kita agar kita dapat mengenal mereka dan mengenal Allah mereka yang juga merupakan Allah kita.

Percaya kepada Allah kita yang setia

Dengan mempelajari hidup mereka, kita akan melihat “Allah yang setia” bertindak. Mereka mengenal Dia dengan sebutan YHWH. Dalam terjemahan Inggris, YHWH biasa disebut LORD (huruf besar semua).  Dalam Perjanjian Lama Anda akan menemukan frase “Tuhan AllahMu (The LORD your God)” atau “Tuhan Allah kita (The LORD our God)” setidaknya 500 kali. Setiap kali frase tersebut ditekankan, “kita memiliki Allah yang dekat. namaNya YHWH.” Nama tersebut diinginkan Allah untuk diketahui dan disembah oleh Israel. YHWH berarti “Aku” Nama ini mencerminkan karakter Allah yang tidak berubah, dapat diandalkan dan setia.

Yesus mengenakan nama Allah (“AKU”) pada dirinya, ketika dia berkata dalam Yohanes 8:59, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Mendengarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Dia menyatakan diriNya sebagai Allah. Jadi “YANG SETIA”, Allah yang memegang janji dalam Perjanjian Lama, menyatakan pemenuhan janjiNya dalam diri Tuhan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru dan selamanya. Oleh sebab itu kita masih memiliki Allah yang dekat dengan kita sampai sekarang.

Dia Allah yang setia yang tidak pernah berubah. Dia setia sekarang dalam kehidupan sehari-hari kita sama seperti dahulu saat wanita-wanita tersebut hidup. Kita dapat percaya terhadap kehadiran dan keterlibatan aktifnya sekalipun kita tidak melihatNya. Kita dapat percaya kepadaNya kapanpun kita merasa takut.

Ketakutan merupakan perasaan yang sering timbul dalam diri kita. Ketakutan nyata maupun semu. Realistiskah jika kita hidup tanpa ketakutan? Saya pikir tidak.

Mazmur 56:4-5 “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Perlu diperhatikan. Pemazmur tidak mengatakan”Jika saya takut” melainkan “ketika saya takut”. Rasa takut merupakan emosi normal manusia yang diciptakan Allah untuk memperingatkan kita terhadap bahaya; supaya kita mengambil tindakan untuk melawan bahaya tersebut. Namun, rasa takut yang tiba-tiba dapat menyebabkan kita menjadi ketakutan yang dapat membawa kita kepada kepanikan dan histeria. Allah ingin kita percaya kepada Dia dan tidak membiarkan ketakutan merajai diri kita. Belajar untuk mempercayai hal tersebut merupakan perjalanan kita dari ketakutan menuju iman.

Dengan mengikuti kisah perjalanan iman wanita Perjanjian Lama, kita akan melihat kebenaran-kebenaran yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Allah mencintai kita

Yoh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Saya merupakan bagian dari dunia yang Allah cintai, begitupun Anda. Begitu pula nenek moyang saya, Begitu pula wanita-wanita yang biografinya dituliskan dalam Perjanjian Lama. Allah mencintai dia. Cinta tersebut berlaku untuk semua orang yang pernah hidup maupun yang hidup hari ini, entah dia percaya atau tidak kepada Yesus Kristus Allah kita. Namun, orang yang percaya kepada Yesus memiliki jaminan ekstra……

Roma 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Kita dapat berpegang dalam kebenaran 1- -Allah mencintai saya.

2. Allah tahu apa yang terjadi dalam hidup kita

Allah ada di mana saja dan tahu apa saja. Hal tersebut merupakan karakter Allah.

Matius 6:31-32 “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.”

Allah tahu apa yang terjadi dalam hidup saya. Jika tidak, dia tidak benar-benar Allah. Allah tahu apa yang terjadi pada hidup Miriam, Rahab dan Ruth entah mereka menceritakannya atau tidak. Dia tahu kebutuhan mereka dan bagaimana cara terbaik untuk memenuhinya.

Kita dapat berpegang dalam kebenaran 2–Allah tahu apa yang terjadi dalam hidup kita.

3. Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut

Malaikat Tuhan menyatakan kepada Sarah dalam kej 18:14 “Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN?” Jawabannya, TIDAK! Masih ingatkah Anda dengan kisah natal ketika malaikat Gabriel memberi kabar kepada Maria dalam Luk 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Malaikat tahu sebab dia tinggal bersama Allah di surga. Jika Anda amati, semua pernyataan-pernyataan tersebut ditujukan untuk wanita! Yesus sendiri berkata dalam Markus 10:27 ”Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Allah kita adalah maha kuasa. Dia mampu melakukan apapun yang dia kehendaki, itu selaras dengan persetujuan berdasarkan karakter dan keinginanNya. Dia tidak dapat berbohong dan dia tidak dapat menarik janjiNya.

Kita dapat berpegang dalam kebenaran 3– Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal tersebut, apapun itu.

4. Saya dapat berpegang pada kebaikanNya apapun yang dia lakukan

Ini merupakan hal yang sulit bukan? Percayakah saya bahwa Tuhan itu baik setiap saat?

Amsal 3:5  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Sehari sebelum teman baik saya meninggal karena kanker payudara, dia berbicara lembut kepada saya “Allah itu baik.” Saya menyelesaikan kalimatnya dengan berkata “setiap saat” karena saya telah mendengarnya mengatakan hal tersebut berulang kali. Dia menjawab “saya tidak mengerti semua ini.” Pada banyak kesempatan, kita tidak mengerti, tetapi kita harus menumpuk kepercayaan pada kebaikanNya.

Dengan mempelajari wanita-wanita ini, Anda akan melihat dalam perjalanan iman mereka, Allah yang mencintai berkata “tidak” pada beberapa hal. Namun, dia memilih untuk mempercayai Allah daripada menyerah pada ketakutan. Allah menghadiahi iman mereka dengan berkat yang tercurah. Allah mungkin memilih tidak menyelamatkan Anda dari apapun yang mengancam Anda. Tetapi, dalam segala situasi, Anda dapat berpegang pada kebenaran-kebenaran ini. Allah mencintaimu, Allah tahu apa yang terjadi dalam hidup Anda, Allah dapat berbuat sesuatu mengenai hal itu dan……

Kebenaran 4– saya dapat percaya akan kebaikanNya apapun yang dia pilih untuk lakukan.

Perjalanan iman Anda adalah kisah Anda

Ini adalah perjalanan iman Anda. Perjalanan ini adalah kisah Anda, biografi Anda mengenai kesetiaan Allah kepada Anda dan bagaimana Anda menanggapinya. Setiap wanita ini memiliki cerita, dan sudah dibagikan kepada jutaan pendengar. Anda mungkin terkejut melihat kisah-kisah ini disampaikan dalam kitab suci dengan bentuk yang berbeda-beda. Anda akan mengetahuinya dengan mengetahui siapa diri mereka. Ini berhubungan dengan wanita nyata, wanita dalam kehidupan sehari-hari.

Dan, setiap Anda memiliki kisah. Ada bagian-bagian dari pembelajaran yang akan mengingatkan Anda terhadap kisah tersebut, tulislah dan bagikan dengan yang lain. Jika Anda mempelajari pelajaran ini secara bersama (dalam grup), Anda akan lebih mengenal satu sama lain dalam waktu 3 bulan daripada hari ini. Anda akan memiliki lebih banyak alasan untuk memuji Allah yang setia dengan melihat dan mendengar bagaimana kesetianNya kepadamu selama bertahun-tahun.

Bagaimana dengan perempuan yang suatu saat memanggil Anda “nenek moyang yang hebat”? Dia akan mengetahui tentang Anda, yang hanya wanita biasa, dan dia akan lebih mengetahui tentang Allah yang setia yang Anda cintai dan layani. Dia akan tahu bahwa Anda memilih untuk percaya kepadaNya dalam perjalanan dari ketakutan menuju iman.

Ini akan menjadi perjalanan yang hebat. Dan saya sangat senang untuk berjalan di sebelah Anda!

Melanie Newton

Comments

comments