P- Pengaruhi orang-orang di sekitar kita terus menerus dengan kasih Allah sampai menghasilkan perubahan hidup, sebaliknya begitu juga, kita harus mau dipengaruhi oleh nilai-nilai yang baik dari orang-orang di sekitar kita supaya kita juga mengalami perubahan hidup itu.

E- Extra-mile, “jika sahabatmu memintamu berjalan bersamanya sejauh satu kilometer, berjalanlah bersamanya sejauh dua kilometer…” Jika sahabatmu memintamu memberikan waktumu untuknya, berikan juga hati dan telingamu untuk mendengarkannya. Ini salah satu prinsip yang membuat sebuah hubungan menjadi sangat bermakna, sebuah hubungan yang berkorban, melakukan sesuatu yang “lebih” dari apa yang kebanyakan orang lakukan.

R- Rencana Tuhan harus tergenapi sempurna bagi orang-orang yang kita kasihi. Kalau ada kerinduan yang sebesar ini bagi sahabat kita, tindakan yang bisa kita lakukan adalah mendampingi sahabat kita dengan konsisten sampai rencana Tuhan digenapi dalam hidupnya. Tanyakan kabarnya di saat-saat ia menghadapi kesulitan, tawarkan bantuan bagi dia, doakan lewat telepon atau beri waktu untuk mengunjungi sahabat kita, karena adakalanya sahabat kita kelelahan menghadapi masalahnya sendiri.

S- Sukacita akan selalu ada dalam hubungan yang sifatnya saling membangun. Walaupun kadang ada masalah di antara kamu dan sahabatmu, tapi semua itu pasti menghasilkan sukacita pada akhirnya dan bukan perpecahan. Tujuan dari adanya masalah dalam sebuah hubungan adalah untuk mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menghadapi orang-orang yang kita kasihi dalam jangka waktu panjang. Sukacita selalu membuat sebuah hubungan menjadi hidup dan bersemangat.

A- Arahkan hubungan itu kepada hal-hal yang semakin besar. Ada tanggung jawab yang semakin besar dalam setiap hubungan, maka itu kapasitas kita dalam menghadapi orang-orang di sekitar kita juga harus semakin besar. Kedekatan kita harus semakin terjaga, komunikasi ditingkatkan, buat project-project yang melatih tanggung jawab kita untuk memelihara suatu hubungan, misalkan setiap minggu minimal tanyakan kabar satu kali, doakan minimal satu orang sahabat setiap hari, mengunjungi minimal satu orang sahabat sebulan sekali, lalu tingkatkan kapasitasmu dalam membangun hubungan itu.

H- Hargai waktumu bersama orang-orang yang kamu kasihi. Jangan tenggelam ke dalam suatu kesibukan yang berlebihan sehingga merusak hubunganmu dengan orangtua, pacar, sahabat, apalagi Tuhan. Relasi lebih penting daripada kesibukan semata. Relasi yang dekat itu sifatnya mengisi, sedangkan kesibukan itu sifatnya mengambil, contohnya relasi dengan Tuhan itu lebih penting daripada sibuk pelayanan.

A- Ampuni, doakan, dan motivasi orang-orang yang kita kasihi ketika mereka berbuat suatu kesalahan. “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yohanes 3:17). Perkataan ini berlaku juga buat kita sebagai anak-anak Tuhan. Gimana kita bisa membawa pertobatan buat orang-orang di sekitar kita kalo perkataan kita isinya adalah kata-kata penghakiman? Bahasa kita adalah bahasa kasih, yang di dalamnya ada pengampunan dan penerimaan yang tulus bagi sesama kita.

B- Bagikan hidupmu dan buka hatimu. Saat Tuhan mengutus sahabatmu untuk menolongmu ketika mengalami kesulitan, jangan menutup diri. Memang dalam beberapa hal, apa yang kita alami mungkin aja terasa memalukan. Atau kita merasa walaupun kita ceritakan masalah kita ke siapapun, tetep aja nggak bisa bantu. Cobalah dulu untuk membuka hati bagi mereka, sahabat-sahabat rohani dan orang-orang yang terdekat dengan kita seperti orangtua seringkali menjadi alat Tuhan yang efektif untuk menyampaikan isi hati-Nya di saat kita menghadapi suatu masalah dan tidak bisa mendengar suara-Nya dengan jelas. Keterbukaan yang tepat selalu menjadi awal dari sebuah pemulihan.

A- Akui kesalahan dan berani meminta maaf duluan saat hubunganmu dengan sahabatmu sedang diwarnai konflik. Kita belajar untuk mengampuni, itu nggak mudah. Sebaliknya, meminta maaf duluan juga pasti nggak mudah. Nah, saat kita mengerti kalo orang lain aja punya kekurangan, kita juga harus berani mengakui kekurangan kita dan meminta maaf. Dengan kita mengakui kelemahan kita duluan, kita sedang membangun kekuatan yang akan mengatasi kelemahan-kelemahan itu. Orang yang kuat justru adalah orang yang menyadari kelemahannya, karena dengan begitu kita mengerti di sisi lemah apa kita harus memperbaiki diri, sehingga kita memiliki karakter dan kepribadian yang semakin memberkati baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang yang kita kasihi.

T- Tuhan hadir dalam setiap hubungan yang kita bangun di dalam Dia. Kalo persahabatan kita mempunyai visi untuk kepentingan Allah, pasti Dia juga yang menjaga persahabatan kita itu. Kalo pacaran dibangun dalam Tuhan, Tuhan juga yang menjaga hubungan itu. Tentukan dasar setiap hubungan yang kamu bangun, di atas apa kamu membangunnya, akan sekuat itulah nanti hubungan itu.

A- Alami pengalaman-pengalaman yang baru. Jadilah kreatif dalam hubunganmu, Belajarlah dengan giat untuk membangun suatu hubungan sama giatnya dengan saat kamu belajar untuk ujian Fisika atau Akuntansi. Sebuah hubungan yang diuji dengan waktu bisa saja mengalami kebosanan atau titik jenuh. Inilah musuh utama sebuah hubungan: titik jenuh. Sebab itu mintalah hikmat dari Tuhan supaya kamu bisa menjadi lebih kreatif dalam membangun hubungan.

N- Nyatakan kepada dunia apa yang telah kamu alami dari hubungan persahabatanmu itu. Biarlah dunia diberkati oleh kesaksian atas persahabatan yang dialami oleh anak-anak Tuhan. Buktikan bahwa kita memiliki Tuhan Yesus yang adalah sahabat sejati, yang memiliki kasih terbesar sebagai Seorang Sahabat (Yoh 15:13). Saat kita, anak-anak Tuhan, membangun sebuah hubungan, itu akan menjadi gambaran bagaimana Allah membangun hubungan dengan kita manusia. Sebab itu miliki nilai-nilai yang Tuhan Yesus tunjukkan sebagai Sahabat: Pengorbanan, Kasih, Penerimaan, Kemurahan Hati, Ketegasan yang membangun, Kesetiaan, Memiliki Visi yang jelas, dan banyak hal lainnya yang akan kita temukan jika kita mengenal Dia.

Comments

comments