Wah nggak terasa yah udah masuk ke bulan natal, pohon natal sudah dipasang, lagu-lagu natal sudah mulai didendangkan, beberapa hadiah natal untuk someone special juga sudah mulai dibeli, dan yang nggak kalah seru, rapat natal juga sudah mulai digelar untuk melakukan perayaan natal di gereja, persekutuan atau komunitas masing-masing. Wah serunya natal kali ini.

Ngobrol-ngobrol, siapa yang pernah denger Judul di atas tuh? Aku ingat sekali waktu kita kecil seringkali menyebut pohon cemara buatan yang dipajang di rumah pada saat natal adalah pohon terang, kenapa terang? karena ada lampu-lampu kerlap-kerlip yang dipasang melilit pohon itu sehingga saat dinyalakan lampunya terlihat sangat menarik. Kadang ada beberapa lampu yang disertai musik pengiring supaya lebih menarik.

Pernah suatu ketika, saat membantu mama memasang pohon terang itu, ternyata saat dicoba dinyalakan lampunya, tidak semua lampu menyala, bahkan lebih banyak yang mati daripada yang nyala, dan tidak ada kerlap-kerlip yang terlihat, sehingga tidak indah lagi. Dan alhasil, keesokan harinya, aku disuruh mama menjelajah ke berbagai toko buku rohani di manapun, untuk mencari lampu yang baru, supaya pohonnya kembali terang dan indah dipandang. Dan setelah diganti dengan yang baru, pohon itu kembali menjadi indah dipandang, menyejukan hati, memberikan arti dan membuat suasana rumah lebih indah pada waktu malam.

Sedemikian penting arti lampu natal di sebuah pohon, sampai-sampai kita rela menjelajah satu per satu toko buku, mencoba semua jenis lampu yang ada di sana, untuk membuat indah pohon yang hanya berwarna hijau atau putih itu. Terang itu menarik lho, makanya nama pohon natal itu adalah pohon terang, bukannya pohon gelap.

Kalo terang begitu penting bagi sebuah benda mati, sebuah pohon, yang seringkali kita lambangkan untuk natal, atau kita pasang di rumah kita saat natal, pastinya terang juga luar biasa penting bagi kita, bagi hidup kita, anak-anak Allah. Jangan lupa terang itu menarik lho. Terang itu membuat suasanan menjadi “lebih hidup’. Terang membuat orang tertarik.

Seberapa terangkah cahaya Kristus memancar dari kehidupan kita sehingga banyak orang yang tertarik untuk melihat dan mengenal pribadi yang pernah menjadi manusia, pernah menjadi bayi yang lahir di palungan itu, untuk menebus dosa kita semua?

Seberapa kerlap-kerlipkah diri kita, karakter kita, hidup kita, sehingga saat ada seseorang yang sedang berada dalam kegelapan, langsung melihat dan menuju ke arah, darimana cahaya itu berasal ? Trus gimana caranya menunjukan terang itu ??

I want tell you about this, terang itu tidak kita tunjukan secara sengaja, tetapi memancar keluar dari hal-hal yang kita lakukan sehari-hari, dari hal yang paling sederhana, contohnya tersenyum dengan orang yang mungkin tanpa sengaja memandang kita, kenal atau tidak kenal.

Menunjukan semangat kerja atau belajar kita di kantor/sekolah/kampus, atau juga berani berkata tidak untuk mencontek atau memberi contekan, atau membuat suasana di sekitar menjadi lebih ceria dengan kehadiran kita, atau mengucapkan selamat pagi, siang, atau sore terhadap tukang parkir di sekolah/kampus kita, satpam, Office Boy/Girl di kantor, kepada pengamen yang secara tidak sengaja kita temui, kepada rekan kerja, kepada bos yang nyebelin, kepada temen yang mukanya paling jutek sedunia, atau kepada siapapun.

Ingat guys, terang akan membuat seseorang tertarik, jadi nggak perlu yang namanya iklan, promosi, atau musim diskon untuk yang namanya terang. Dan bukan kita yang memancarkan terang itu, tetapi Yesus yang ada dalam kita, so it all about Jesus not us. Selama kawat-kawat tipis yang ada dalam sebuah lampu itu masih terhubung satu sama lain, maka saat dialiri listrik akan nyalalah lampu itu, sama juga dengan kita, saat kita tetap dan terus terhubung sama Tuhan, rajin saat teduh, memiliki hubungan yang dekat dan intim dengan Dia, maka saat Tuhan mengijinkan kita bertemu dengan orang-orang di sekitar kita, saat itulah terang itu akan terpancar.

Pohon terang… pohon terang sungguh indah rupamu

Gimana kalo kita gubah sedikit liriknya, kayaknya akan lebih bermakna untuk moment natal ini,

Hidup terang… Hidup terang… Sungguh indah kasihNya

Jangan cuma pohon aja yang terang di natal kali ini, tapi jadilah “pohon-pohon” siap untuk terang terus bagi sekeliling kita. Okeh..

>> “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16) <<

By : KSW

Comments

comments