Restart

Siapa tidak pernah jatuh cinta? Pasti kita semua pernah mengalaminya, rasanya membuat kita sangat rindu untuk bertemu, bercakap-cakap dan menghabiskan bersama-sama dengan orang tersebut. Termasuk ketika awal pertama kali kita jatuh cinta kepada Tuhan, kasih yang kita miliki sangat murni, apapun akan kita lakukan untuk Tuhan, ada perasaan cinta yang begitu meluap-luap. Semua hal itu menggambarkan kasih yang kita miliki adalah kasih yang rela berkorban dan kasih yang fokus hanya kepada Tuhan. Namun tidak bisa kita pungkiri ada kalanya kita mengalami kemunduran rohani alias kehilangan kasih mula-mula, karena dari itu kita akan membahas mengenai kasih mula-mula.

Kita bisa mengambil contoh mengenai hilangnya kasih mula-mula dari kitab Wahyu ketika Tuhan menegur Jemaat Efesus :

Wahyu 2:2, Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Wahyu 2:4, Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Wahyu 2:5, Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Dari ayat diatas kita dapat melihat bahwa Jemaat Efesus adalah Jemaat yang bertekun dalam melakukan perintah Tuhan, bisa dibilang luar biasa bahkan Tuhan mengakuinya segala pekerjaan mereka baik. Namun ada satu hal yang hilang dari itu semua, yaitu mereka melupakan dasar yang sangat penting, yaitu kasih mula-mula. Mereka hanya fokus kepada apa yang Tuhan perintahkan, menjadikan perintah Tuhan hanya sebagai tugas yang memang wajib untuk dilakukan, bukan karena mereka mengasihi Tuhan. Akhirnya hati mereka menjadi hambar, kehilangan kasih mula-mula untuk Tuhan.

Kenapa kita bisa mengalami kehilangan kasih mula-mula ?

  1. Berkat

Ketika kita berada di zona nyaman karena memiliki kehidupan yang diberkati, memiliki semua yang kita perlukan, semua dalam keadaaan baik. Sehingga perlahan kita mulai jatuh cinta dengan berkatnya saja tapi lupa kepada pemberi berkat, yaitu Tuhan. Perlahan-lahan kita menjauh dari Tuhan, mulai lupa untuk bercakap-cakap dengannya, membaca alkitab dan pada akhirnya kita kehilangan kasih mula-mula.

  1. Menjadikan perintah Tuhan sebagai sebuah kewajiban saja

Berapa banyak dari kita yang pernah melakukan perintah Tuhan karena menganggapnya sebuah beban, sebuah tuntutan jika ingin masuk ke Surga, sebagai rutinitas yang memang harus dilakukan ? Kita lupa, untuk melakukan semua itu karena kita mencinta Dia. Bukan Dia lagi yang menjadi fokus kita tapi fokus kita berubah. Sebagai contoh: Kita semua tahu untuk masuk dalam kehidupan kekal di Surga adalah dengan melakukan perintah Tuhan, sehingga apapun yang kita lakukan untuk Dia hanya karena kita ingin masuk surga bukan karena kita mencintai Dia, karena kita takut masuk ke dalam siksaan kekal di neraka. Satu contoh lagi yang bisa kita ambil adalah melakukan perintah Tuhan, pelayanan abis-abisaan hanya karena ingin dipandang orang lain, ingin dinilai sebagai anak Tuhan yang baik ckckckckck.. Wow, can you imagined bagaimana rasa sakitnya Tuhan bahwa bukan Dia-lah yang menjadi fokus utama kalian, fokus utama kalian hanya untuk kepentingan diri sendiri ? Kalo Tuhan bisa bilang, pasti dia bilang “Sakitnya tuh disini” (Sambil megang dada) hehe..

  1. Permasalahan

Masalah adalah bukti betapa Dia sangat mengasihi kita semua, namun sayangnya banyak dari kita kecewa duluan, merasa Tuhan meninggalkan kita, merasa Tuhan jahat akhirnya menimbulkan hati yang bersungut-sungut dan tawar sehingga kasih mula-mula kita menghilang begitu saja. Lalu kenapa bisa dibilang bukti bahwa Dia mengasihi kita ? Karena dengan adanya proses-proses yang Tuhan ijinkan terjadi di dalam kehidupan kita supaya kita bisa mempraktekan kasih yang sesungguhnya, menjadi teladan bagi setiap orang, menjadi lebih kuat dari sebelumnya, menjadi siap untuk hal-hal besar yang ingin Tuhan berikan kepada kita dan percayalah dibalik itu semua ada sebuah mujizat yang ingin Tuhan perlihatkan kepada kita semua.

Mungkin hari-hari ini hal tersebut yang terjadi dalam kehidupan kita, kita sibuk melayani Tuhan, melakukan perintah yang Tuhan berikan, rajin saat teduh, rajin berdoa, rajin menginjil tapi kita menjadikan semua itu hanya sebagai kewajiban semata dan melupakan untuk melakukan semua itu karena kita mencintai Tuhan bukan karena kewajiban. Atau mungkin permasalahan yang membuat kita merasa Tuhan begitu jauh, Tuhan belum menjawab doa-doa kita atau berkat yang membuat kita berada di dalam zona nyaman sehingga kita merasa tidak membutuhkan Tuhan ?

Wahyu 2:5, Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Kasih Tuhan kepada kita tidak berkesudahan, tidak pernah berubah karena itu kita pun harus memiliki kasih yang tidak berubah alias kasih mula-mula yang begitu mengebu-gebu. Manusia diberikan kebebasan untuk memilih, begitu juga dengan kasih. Kita bebas untuk kembali atau tidak kembali kepada kasih mula-mula namun semua ada konsekuensinya. Jika kita memilih tetap dalam kondisi tawar hati, Tuhan akan mengambil kaki dian seperti yang diperingatkan Tuhan kepada Jemaat Efesus. Kaki dian bisa diibaratkan sebagai terang yang ada di dalam kehidupan kita, kalian bisa bayangkan apa yang terjadi jika terang yang menerangi jalan kita akan hilang, tentu kondisi kehidupan kita akan masuk ke dalam ke gelapan.

Apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan kasih mula-mula ?

Jadi marilah kita meminta pimpinan Tuhan untuk kita bisa masuk kembali ke dalam kasih-Nya, meminta kepada Tuhan untuk kita selalu dipenuhi dengan Roh Kudus serta memohon kasih Allah untuk memenuhi hati kita, sehingga hati kita restart kembali kepada kasih mula-mula, diperbaharui dengan hati yang baru. Do some action and Keep your love..

Ditulis Oleh FY

Comments

comments