Pasar Induk Caringin kota B, dari luarnya terlihat seperti pasar induk pada umumnya dengan manusia yang hilir mudik membawa berbagai macam barang dagangan. Tidak ada yang tahu, atau kalaupun ada mereka memilih untuk menutup mulutnya rapat – rapat, kalau pasar induk ini dikuasai oleh 2 kelompok geng kucing besar yang saling berperang. Klan kucing Mewtague menamakan diri mereka Geng Asin, dan klan kucing Catpule yang menamakan diri mereka Geng Amis. Saat matahari terbenam dan angin dingin menusuk tulang adalah saat dimana para anggota kedua geng bermunculan dan saling berkelahi.

Pertempuran ini sudah berlangsung bertahun – tahun dan disebabkan oleh alasan yang sangat penting bagi klan kucing Caringin. Geng Asin sangat memuja ikan asin dan memandang ikan asin sebagai makhluk suci sementara Geng Amis sangat memuja ikan segar dan beranggapan kalau toko penjual ikan segar adalah pusat alam semesta. Perbedaan pandangan inilah yang menyebabkan nenek moyang keluarga Catpule dan Mewtague berperang.
Sampai tiba masanya terjadi pertemuan tidak sengaja antara putra penerus keluarga Mewtague, Romeowr dan putri keluarga Catpule, Julicat. Pertemuan yang terjadi saat mereka sedang memburu satu tikus yang sama dan saling bertubrukan di bawah lapak bambu tukang buah melon di bawah sinar bulan itu menimbulkan kesan yang mendalam di hati mereka…( sekedar info, tikus yang diburu berhasil menyelamatkan diri saat kedua kucing muda ini saling bertatapan mesra, jadi tidak ada binatang yang dilukai dalam pembuatan cerita ini ! )

Tapi , tentu saja karena kedua muda mudi ini berasal dari 2 keluarga yang bermusuhan, mereka tidak mungkin bersatu. Berbagai cara dilakukan Romeowr dan Julicat untuk mendamaikan keluarga mereka, di antaranya mereka melakukan riset terhadap sejarah klan mereka dan menunjukkan kalau ikan asin pada mulanya pun adalah ikan segar…tapi usaha mereka gagal. Dalam keputusasaan mereka, Romeowr dan Julicat memilih untuk bersama-sama makan sarden kalengan kadaluarsa 7 tahun yang beracun dan mati bersama untuk mendamaikan kedua klan mereka. Kedua klan yang melihat pengorbanan mereka terharu dan memutuskan untuk berdamai. Semua kucing Caringin sepakat untuk bersama-sama memuja 1 makhluk, ikan! Tidak peduli apakah itu asin atau segar ataupun sudah dikaleng. Dan kedamaian kembali ke pasar Caringin.

Sampai setahun kemudian kucing Caringin kembali terbagi menjadi 2 kelompok, kali ini kedua kelompok terbagi karena masalah warna bulu. Geng kucing hitam berbelang putih dan Geng kucing putih berbelang hitam sama – sama menganggap diri mereka sebagai ras kucing sejati dan masing-masing menganggap kelompok lain lebih inferior. Dan sekali lagi pertempuran melanda pasar Caringin.

Dan sekali lagi Romeowr dan Julicat muncul untuk mendamaikan kedua kelompok ( kok masih idup????? Ya iyalah, kucing kan nyawanya 9. Mati satu kemaren masih sisa 8 ). Kali ini mereka bunuh diri dengan cara makan semangka yang diberi gula. Kedua kelompok yang bertikai pun terharu dan berdamai.

Alas!! Kedamaian ini pun tidak bertahan lama. Tak lama muncullah dua kelompok kucing yang menamakan diri mereka Geng Kucing Tetelan dan Geng Kucing Vegetarian. Geng Kucing Tetelan anggotanya merupakan peliharaan para pedagang daging sementara Geng Kucing Vegetarian dipelihara tukang sayur dan tukang buah. Tentu saja kucing yang dipelihara tukang daging lebih makmur dan gendut daripada kucing tukang sayur yang kurus-kurus. Perbedaan jurang ekonomi yang dalam ini berakhir dengan, lagi –lagi, peperangan. Dan, lagi- lagi, Romeowr dan Julicat terpaksa bunuh diri minum coca-cola campur mentos untuk mendamaikan kedua kelompok ( mati 3, sisa 6 ).

Pertempuran selanjutnya dalam sejarah kucing Caringin disebabkan karena pertengakaran kelompok Kucing Dandy dan Kelompok Kucing Garong ( dari nama juga ketahuan kalo Kucing Dandy tukang dandan gampang jodo sementara Kucing Garong mukanya acak-acakan susah jodo). Pertempuran selanjutnya tawuran antara anak-anak kucing sekolah “Sarapan I” dan anak-anak kucing sekolah “ Sarapan IV” yang akhirnya juga menyeret para orangtua mereka dalam pertempuran.

Dan untuk setiap pertempuran, Romeowr dan Julicat mengorbankan 1 nyawanya untuk mendamaikan tiap kelompok.  Tapi setiap kali 1 perbedaan diselesaikan  ( semua kucing Caringin saat ini semuanya memuja ikan, semua bulunya disemir warna hitam, semuanya makan sayuran dan daging dalam jumlah yang sama, kucing garong mendapat pelajaran merawat diri dari kucing dandan, dan semua anak-anak kucing disatukan di satu sekolah dengan nama “ Sarapan Besar” ), selalu saja muncul perbedaan lain yang memecah belah kucing sampai akhirnya nyawa Romeowr dan Julicat tinggal 1.

Romeowr dan Julicat akhirnya sadar kalau peperangan bukan disebabkan ikan ataupun warna bulu tapi karena ada perbedaan. Dan kecuali mereka bisa menghilangkan semua perbedaan yang tentu saja mustahil karena tiap kucing itu unik, pertempuran akan terus berlangsung. Akhirnya Romeowr dan Julicat memutuskan pergi berdua, berjalan berdampingan sambil berangkulan dengan terpincang-pincang menuju matahari terbenam ( pincang? Iya…pincang..coba aja bayangin 2 kucing jalan sambil berangkulan berarti yang dipake jalan masing-masing cuma 3 kaki kan? Pincang dong! )

Orang-orang Atheis seringakali menolak Tuhan dengan alasan agama membawa perang dan perpecahan. Dan kata-kata mereka bukannya tidak ada benarnya, dalam sejarah kekristenan cukup banyak perang yang diserukan di bawah nama Yesus dan perpecahan yang masing – masing membawa bendera dan klaim “ Kristen Sejati”. Saya tidak bermaksud membahas perpecahan gereja dalam cerita ini, tapi untuk menunjukkan bahwa sekalipun semua agama disatukan atau tidak ada agama sama sekali, kita akan tetap bertengkar karena masalah lain. Masalah ras, tingkat ekonomi, perbedaan negara dan tempat tinggal, penampilan fisik, adat istiadat, tingkat pendidikan dll bisa menyebabkan pertengkaran.

Kita adalah makhluk kesepian yang tidak bisa hidup sendiri, kita selalu membentuk kelompok. Dan ketika kita membentuk kelompok, keinginan kita untuk eksis sebagai seseorang yang spesial, cepat atau lambat akan membuat kita merasa kelompok kita lebih baik dari kelompok yang lain. Hanya soal waktu sampai terjadinya bentrokan antar 2 kelompok berbeda yang merasa dirinya lebih spesial dari kelompok lain.

Tentu saja, walaupun perbedaan akan selalu ada dan karenanya konflik tidak akan pernah hilang, bukan berarti kita menyerah dan pergi kearah mathari terbenam ( ending Romeowr dan Julicat kaya gitu kan karena tuntutan pembaca keduanya harus hepi ending dan happily ever after ^^ ). Karena konflik selalu membawa kesedihan, dan karena itu kita harus jadi pembawa damai bukan dengan tujuan menjadikan dunia ini sebagai surga tanpa konflik, tapi supaya yang sedih tertawa dan yang terluka disembuhkan.

Ditulis Oleh Tukang Bakmi

Comments

comments