Saya akan bingung…bukan bingung mau ganti kostum yang model gimana karena saya enggak akan mau pake kostum superman logomodel lama dengan celana dalam merah diluar. Tapi bingung mau melakukan apa? Punya kekuatan yang besar memang bagus, tapi apa yang harus dilakukan dengan kekuatan yang bisa menjungkirbalikkan dunia ini?

Hmmm…superman kan pahlawan kebenaran yang melawan kejahatan kan? Jadi gimana kalo saya melawan kriminalitas saja? Nangkepin penjahat di seluruh dunia?

Masalahnya, penjahat itu yang mana yah? Memang ada tukang rampok atau preman terminal yang emang jahat, tapi kan ada juga orang yang nyuri karena terdesak kebutuhan, misalya untuk biaya makan anak di rumah. Masa superman nangkap mereka juga? Kan harusnya dibantu?

Kalo gitu sekarang nyari preman-preman aja lah. Tapi, menangkap mereka juga enggak akan menyelesaikan masalah. Mereka jadi preman bukan karena terlahir dengan muka preman, tapi seringkali juga karena kemiskinan membuat mereka mengambil jalan pintas. Selama ada kemiskinan, tentu saja akan selalu ada kejahatan. Kalau perut lapar, urusan benar dan salah itu nomor 2.

Baik, karena akar kriminalitas adalah kemiskinan, berarti sebagai superman saya harus memberantas kemiskinan kan? Daripada ngegunting daunnya lebih baik dicabut akarnya sekalian kan?Gimana caranya memberantas kemiskinan yah? Cara paling gampang mungkin meniru rekan superhero lain, Robin Hood. Tapi masa superman mencuri? Biarpun untuk orang miskin tapi kan tetep aja mencuri. Lagipula , dalam jangka panjang enggak akan ada orang yang mau berusaha bekerja menjadi kaya karena nanti kalau sudah kaya pastinya dirampok. Lebih baik diam dan menunggu superman membawa hasil rampokan. Gimanapun juga enggak boleh seorang superman yang menjadi simbol kebenaran memakai cara salah untuk mencapai hasil yang baik. Kalau orang lain juga meniru dengan melakukan cara yang salah untuk mencapai hasil yang mereka anggap baik, gimana caranya superman mau melarang?

Tapi, bumi ini kan kaya, di suatu tempat pasti masih ada tambang emas yang belum ditemukan kan? Dan saya punya sinar X yang bisa melihat menembus tanah. Kalau tambang emasnya sudah ketemu kan tinggal dibagi-bagi kan ke semua orang miskin di seluruh dunia. Masalahnya, kalau tiba-tiba banyak emas bermunculan yang di jual di pasaran, harga emas turun drastis dong. Wah, ekonomi bisa terganggu dong. Dan yang lebih penting, emang bagus memberi emas langsung ke tangan orang lain? Bagaimana kalau pada akhirnya mereka hanya diam menunggu superman menyelamatkan mereka? Bukankah seharusnya seseorang bekerja supaya bisa makan? Kalo enggak kerja ya enggak makan, harusnya gitu kan? Jadi masalahnya, seseorang miskin karena enggak ada usaha atau pekerjaan yang baik kan?

Kalau begitu superman harus mengusahakan lapangan kerja, kan kata pepatah lebih baik memberi pancing daripada ikan. Masalah baru muncul, enggak banyak pekerjaan yang bisa meereka lakukan karena enggak ada keahlian yang mereka punya. Kurangnya pendidikan formal dan pendidikan keahlian membuat mereka enggak punya banyak pilihan dalam bekerja kecuali pekerjaan kasar yang tentu saja bayarannya murah. Seandainya mereka terdidik tentunya mereka bisa mendapat pekerjaan dengan bayaran yang lebih baik. Jadi yang mereka butuhkan sebenarnya pendidikan. Pendidikan harusnya membuat mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, pekerjaan yang baik tidak lagi membuat mereka miskin dan karena mereka tidak lagi miskin harusnya mereka tidak melakukan kriminalitas dan dunia ini aman dan superman bisa pensiun dini.

Tapi apakah kalau pendidkan dan pekerjaan terjamin berarti semuanya baik-baik saja? Apakah itu berarti orang-orang akan menjadi lebih baik, menjadi warga negara yang  baik yang tidak merugikan orang lain? Apakah pendidikan menjadikan seseorang selalu mengambil pilihan yang benar dan tidak akan pernah berbuat jahat? Hmmm, saya meragukan hal itu. Kenyataannya negara maju pun masih membutuhkan hukum dan polisi. Ah, ini dia, hukum! Pendidikan dan pekerjaan saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang baik, mereka harus dipaksa menjadi baik. Dan apalagi yang lebih baik selain hukum? Bukankah hukum menjamin seseorang pasti berlaku tertib? Ini dia jawabannya…superman harus mencari peraturan hukum yang adil yang bisa menjamin semua orang menjadi baik.

Nah, masalahnya sekarang hukum mana yang harus saya tegakkan? Apakah hukum negara saya atau kode moral agama saya? Atau mungkin cukup pandangan pribadi saya saja? Kalau menurut saya itu salah, ya salah. Dan kalau menurut saya itu benar, ya benar.Tapi kan orang lain belum tentu setuju dengan kebenaran saya. Setiap orang punya pandangan kebenarannya sendiri yang tentu saja mereka yakini paling benar. Hanya karena superman berpikir itu benar belum tentu itu juga benar bagi orang lain. Masalahnya bukanlah siapa yang lebih benar, tapi masalahnya adalah apa yang harus kita lakukan dengan orang lain yang punya pandangan berbeda dengan kita? Bagi saya aborsi adalah kejahatan, tapi mungkin bagi orang lain itu adalah pilihan pribadi yang tidak merugikan siapapun. Jalan tengah enggak ada, diperdebatkan terus menerus pun enggak ada habisnya, jadi harus bagaimana?

Mungkin superman harus lebih keras dan tegas, bagaimanapun dia harus mengeakkan hukum kan? Masa menegakkan hukum dengan lemah lembut? Jadi, sebagai superman akan saya paksa semua orang untuk mengikuti hukum versi saya. Setuju enggak setuju semua harus mau. Supaya tidak terjadi perdebatan, hanya ada satu versi kebenaran yang berlaku yaitu hukum versi superman. Semua orang yang mempertanyakan dan meragukan versi hukum ini akan ditangkap supaya tidak mengganggu ketertiban. Dan suapaya tidak ada lagi yang meragukan hukum yang berlaku, sebaiknya kaum intelektual ditiadakan saja. Kenapa? Karena biasanya orang pintar yang suka berpikir macam-macam dan mempertanyakan kebenaran suatu hal. Orang bodoh biasanya enggak nanya macam-macam selama kebutuhan mereka tercukupi. Dan bagaimana caranya supaya kaum intelek menghilang? Tentu saja dengan membatasi bahkan kalau perlu menghilangkan pendidikan. Pendidikan yang ada cukup hanya hukum superman, dengan begitu semua orang akan mengikuti hanya 1 jalan dan tidak akan ada lagi perang dan keributan. Bukankah kebanyakan perang diakibatkan perbedaan ideologi?

Sampai sini sepertinya judulnya harus diganti deh jadi “ Seandainya Saya Diktator”. Sebagai superman, saya ingin membuat dunia ini jadi lebih baik, tapi kenapa malah salah jalan jadi diktator? Dimana saya salah belok? Saya yakin pendidikan dan pekerjaan yang layak dan hukum itu diperlukan, jadi dimana belokan yang salah?

Pendidikan memang menjamin tersedianya roti di meja makan, tapi itu tidak menjamin semua keluarga duduk bersama di meja makan. Dan orangtua yang mengambil keputusan yang salah mengakibatkan rumah tangga berantakan yang memunculkan masalah sosial yang lain. Anak-anak yang terlantar secara emosional turun ke jalan bukan karena mebutuhkan uang tapi karena melarikan diri dari rumah dan bergabung dengan anak-anak lain yang bermasalah. Dan kumpulan orang –orang yang bermasalah hanya akan melahirkan masalah yang lebih besar. Dan sekalipun hukum bisa menekan masalah ini, tapi hukum tidak bisa memotong akarnya. Pada dasarnya, kita memang cenderung selalu melakukan hal yang salah. Hukum memang bisa memaksa seseorang berlaku baik tapi hukum tidak menjadikan seseorang baik. Hukum tidak selalu memunculkan moralitas yang baik. Hukum adalah polisi yang berjaga di perempatan dan tidak ada mobil yang melanggar lampu merah sekalipun jalanan sepi. Moralitas adalah pengendara mobil yang berhenti di lampu merah sekalipun jalanan sepi dan sekalipun tidak ada polisi. Hukum tidak menjamin seseorang menjadi lebih baik, ia hanya menjamin mereka berlaku tertib sesuai ketentuan yang berlaku.

Seandainya yang superman inginkan adalah dunia yang tertib, tidak ada pertengkaran dan keributan, mungkin superman harus jadi diktator. Tapi seandainya saya menginginkan hal yang lebih, seandainya saya menginginkan seseorang melakukan hal yang benar karena mereka memilih untuk melakukan hal yang benar dan bukan karena mereka diperintahkan untuk itu, saya perlu sesuatu yang lebih dari hukum.

Bagaimana dengan agama? Bukankah agama mengajarkan hal yang baik? Betul, tapi sama halnya seperti pendidikan atau hukum, agama hanya bisa mengajarkan kumpulan kode etik dan moral, tapi agama tidak bisa membuat seseorang melakukan kode moral itu karena pilihan pribadi, bukan karena dipaksa atau karena mengharapkan balasan.

Yang diperlukan manusia adalah sesuatu yang mendorong mereka untuk melakukan hal yang benar, sesuatu yang bukan dipaksakan dari luar, tapi yang bekerja dari dalam. Mungkin suatu kekuatan atau kuasa, mungkin sesuatu yang bekerja secara supranatural mengubahkan manusia menjadi manusia baru. Ah, manusia membutuhkan Tuhan! Loh, bukankah agama tidak akan berhasil? Bukan, Tuhan bukanlah sekumpulan kode etik dan moral. Tuhan adalah Pribadi dan Kekuatan yang memampukan kita menjadi manusia baru, yang membuat kita menjadi lebih baik. Agama mengajarkan hal yang baik tapi Tuhan memampukan kita melakukan hal yang baik. Yang menjadikan seorang anak baik bukanlah nasihat Bapa, tapi kebersamaan dengan Bapa

Masalahnya Tuhan yang mana? Ada banyak agama dengan tuhannya masing-masing di dunia ini. Tuhan yang mana yang dibutuhkan manusia? Memang betul seperangkat aturan atau kode moral yang paling bagus sekalipun enggak akan ada gunanya kalau kita enggak punya kemampuan untuk menjalankannya, dan hanya Tuhan yang bisa memberikan kita kemampuan untuk itu. Masalahnya Tuhan yang mana?

Seandainya saya superman, tentunya saya superman Kristen karena saya percaya pada Yesus. Tapi, apakah itu berarti saya harus memaksa semua orang menjadi Kristen? Apa gunanya seseorang mengikut Yesus karena dipaksa? Gereja mungkin jadi penuh tapi surga tidak akan bertambah seorangpun. Dan kalau seseorang hanya menulis agamanya Kristen di ktp tapi hatinya enggak percaya Yesus, bagaimana caranya Yesus mengubah hatinya menjadi lebih baik? Lagipula, kalau saya memaksakan orang lain menjadi Kristen, bukankah saya akan mengulang kesalahan yang sama dengan menjadi diktator? Pada akhirnya, tiap orang harus menentukan sendiri Tuhan mana yang dia butuhkan. Dan sebagai superman, saya tidak bisa ikut campur karena itu adalah pilihan pribadi setiap orang.

Seandainya saya jadi superman, saya akan pulang ke rumah, melipat kostum kebanggaan dan menyimpannya di gudang. Saya akan berhenti menjadi superman dan beralih profesi menjadi pria yang lebih baik, suami yang lebih baik dan ayah yang lebih baik. Karena dunia ini tidak membutuhkan pahlawan super manusia baja, yang dunia butuhkan adalah orang-orang biasa yang menunjukkan seperti apakah Tuhan itu lewat kehidupan mereka. Supaya setiap orang mengenal Yesus bukan dari kostum biru merah yang saya kenakan tapi dari kehidupan saya.

Seandainya saya jadi superman, saya tidak akan memerlukan kekuatan super. Karena yang Tuhan butuhkan bukanlah pahlawan super berkostum biru merah. Karena yang Tuhan butuhkan adalah orang biasa yang bersungguh hati mencari Dia supaya Tuhan bisa melimpahkan kekuatanNYA kepada orang itu.

PS: daripada jadi superman, saya lebih memilih menjadi tukan bakmi. Dan seandainya saya jadi tukang bakmi, tentu saya akan membuka warung bakmi. Dan kalau saya buka warung bakmi, tentunya saya harus promosi dong! Jadi…… silakan mampir ke http://warungbakmi.blogspot.com

Tukang_Bakmi

Comments

comments