Seperti rama-rama yang melekat pada cahaya: perempuan dengan kenangannya
Sulit lepas, bergantung, mengingat, teringat

Seperti Krakatau dengan laut: perempuan dengan airmatanya
Satu, tak terlepas, mengalir kian deras

Seperti pelangi di langit jingga: perempuan dengan tawanya
Menyejukkan, indah, memesona

Seperti angin sore yang tak tentu datang: perempuan dengan pikirnya
Sulit dipahami, rumit dimengerti

Rasa dan pikir
menggelitik saat hendak  tidur, merayap dalam mimpi, meresahkan saat pagi

Di tengah tak terhitung rasa, tak terselami logika
sungai duka dan suka mengalir kian deras
pohon kenang dan harap gugur dan merekah, layu dan berbuah
segala yang tak mampu tertuang dalam kata
dengan jujur, perempuan  merasakan, mengalami bahwa:

“Engkau mencintaiku lebih dari Rama mencintai Sinta, lebih dari Romeo berkorban bagi Juliet”
“Aku mencintai-Mu dengan seluruh perasaan di hatiku, logika dalam pikirku, dan Kau mencintaiku lebih dari segala rasa dan logika yang pernah ada.”

 

Ditulis Oleh ENS_FOS Community

Comments

comments