Featured Posts

Cerita Tentang Kasih Bapa >> What They Say About Bible << Alkitab itu apa? Mulanya saya membaca Alkitab seperti kewajiban saja, seperti rutinitas, dan saya melihatnya seperti sebuah buku pedoman hidup saja, yang...

Read more

Keluarga Oh.. Keluarga “ Sekali lagi kudengar suara piring pecah, AKU AKAN PERGI DARI SINI !!!!!” Jeritku dalam hati. “Tetapi jeritan itu tak dapat kulakukan, aku tak dapat melarikan diri dari neraka ini. Aku nggak...

Read more

Waduuh... Bocor!!! Rencana untuk sampai rumah secepatnya ternyata harus digagalkan karena ban motor yang kempes, dan ternyata ini bukan sekedar kempes tapi bocor. Terpaksa harus menuntun motor kesayangan menuju tambal...

Read more

Lagi Patah Hati? Siapa yang pernah merasakan rasanya patah hati? Hmm.. biasanya anak-anak muda pernah nih merasakan yang namanya 'patah hati' entah itu karena ditolak gebetan, karena tiba-tiba diputusin pacar, atau mungkin...

Read more

Tekhnik Membelah Roti Pelajaran hari ini adalah bagaimana cara membelah roti coklat dengan benar menjadi 2 bagian yang adil. Alat yang dibutuhkan tentu saja pisau yang tajam. Bagaimana kita tahu kalau pisaunya cukup tajam?...

Read more

twitter

Follow on Tweets

  •  

With Arms Wide Open – Eps. 1

Category : Communities Highlight, Eventgelism, inFOStainment

Sabtu pagi, 14 Agustus 2010, beberapa muda-mudi berkumpul di Grogol, Depok, Pondok Kopi, dan UKI, dengan tas yang besar-besar. Sebagian di antaranya mengobrol dengan seru, beberapa yang lain canggung. Wajar, karena toh ada yang baru mengenal satu sama lain. Pukul 09:00, bus berangkat menuju Pondok Pemuda, Cibodas, membawa mudi-mudi dengan tas yang besar-besar. Beberapa di antaranya bertanya-tanya, seperti apakah Friendship Evangelism Camp 2010, itu?

Inilah, Friendship Evangelism Camp 2010! Camp kedua ini (yang pertama tahun 2009) adalah sebuah camp rohani untuk memperlengkapi para pemuda, pelajar, mahasiswa, youth counselor, pengerja kaum youth gereja, pengurus persekutuan-persekutuan kaum muda sekolah, kampus, dll, dalam hal pemberitaan injil. Kerinduan dalam camp ini agar anak-anak Tuhan dapat menjadi pemberita Injil yang efektif dengan cara-cara yang simple namun powerful dalam dunia anak muda yang penuh dengan dinamika dan tantangan.

isinya bus keberangkatan nii..

Picture 1 of 3

Nah, ini dia tema FEC 2010, With Arms Wide Open atau dalam bahasa Indonesia sehari hari ‘dengan tangan yang terbuka lebar’ yang diambil dari Galatia 4:12-14. Ini menunjukkan kasih yang Kristus berikan bagi kita dalam pengorbanan-Nya dengan tangan yang terbuka lebar, menyambut dan menerima kita orang berdosa di atas kayu salib. Demikian ditujukan bagi kita untuk dapat meneladani kasih Tuhan, dengan tangan terbuka, bukan hanya menjangkau, tetapi juga menerima orang-orang, sahabat dan bahkan orang yang mungkin kita anggap tidak layak, dengan kasih yang kapasitasnya lebih besar. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang salah satunya adalah dengan menjadi garam dan terang bagi kehidupan mereka.

Kembali pada para muda-mudi bertas besar :D . Setelah perjalanan yang berkelok menuju Puncak, para sahabat FEC 2010 akhirnya tiba pada pukul 11:00. Berkumpul di ruang makan, panitia FEC 2010 berbaju merah memperkenalkan diri. Mulai dari ketua, sampai dokumentasi. Sambil makan jagung rebus dan dilanjutkan makan siang, peserta dan panitia riuh mengobrol dan bergurau. Pukul 12:30 pembagian kamar, name tag dan buku acara. Lalu, mulailah sesi pertama :D .

Tapiii, sebelum masuk dalam Opening Session, kita kenalan dulu yuu dengan para pelayan FEC 2010. Tim musik terdiri dari Sdr.Erwin (drummer), Sdr.Kristian (basis), Sdr.Lim Hansen (keyboardis), Sdr.Henri (gitaris), Sdr.Samuel (drummer) dan Sdr.Yoseph (yang kadang basis, dan kadang gitaris) juga Sdr.Andreas (yang juga sebagai drummer). Cowo-cowo ini walaupun punya talenta yang amazing, tapi mereka tetap rendah hati loh :D (xie xie yeah, guys). Worship leader oleh Sdr.Yoseph, Sdr.Andreas, Sdr.Kristian, Sdr.Hothlas, Sdri.Rice, Sdri.Evi, Sdri.Nikki, Sdri. Silvi dan singer oleh Sdri.Yunita, Sdri.Sisca, dan Sdri.Nikki dan Sdr.Andreas (cayooo, guys!). Belum lengkap rasanya kalau belum memperkenalkan pengurus LCD (hihi). Taraaaa, ini dia Sdr.Hothlas Sitanggang!! Design-nya yang simple but powerful, memberkati banget! Apalagi dengan video-nya yang touchy (mauliate godang ^^). FEC kali ini, sahabat-sahabat dilayani oleh tiga pembicara yang powerful. Yang pertama adalah Ps.Ferry Felani, S.Th. yang akrab disapa dengan Kak’Ferry atau Ko’Ferry. Kak’Ferry melayani sebagai Gembala di City Gate Apostolic Community Church. Khotbah Kak Ferry bersemangat banget! Inspiring! Pribadi Kak Ferry juga asyik, ramah, menyenangkan :) . Selanjutnya Ps.Sigit P. Wibisono, S.Th., M.M. yang dekat disapa dengan Bang Sigit. Perawakan boleh besar, tapi pribadinya asyik, ramah, rendah hati pula. Khotbah yang ‘greget’ dan touchy bikin sahabat-sahabat FEC merinding :D . Bang Sigit melayani di POUK Halim. Pembicara selanjutnya adalah Sdr.Minmin yang akrab disapa Ko’Minmin. Ko’Min ini penulis G-Fresh Magazine yang datang langsung dari Bandung :) . Tulisannya yang touchy dan inspiring bisa kita baca di blognya dengan merk warungbakmi.blogspot.com. Ko’Min juga setia menulis untuk web dan facebook FOS Community. Selain ramah dan menyenangkan, Ko’Min juga asyik buat sharing loh.

Lets prays..

Picture 1 of 3

Nah. inilah opening session yang dilayani oleh Sdr.Andreas Chrismanto sebagai worship leader. Persekutuan yang indah dalam Tuhan, sangat terasa saat para sahabat FEC 2010 menyanyikan pujian “Tiba Saatnya, (medley dengan Sungguh Kau) How Great is Our God, Yesus Kekasih Jiwaku (medley dengan Sayang-sayang, Disayang Tuhan) dan Manis Kau dengar”. Dengan tema Welcome to FEC 2010 ini, Sdr.Yoseph membagikan sedikit penjelasan mengenai Friendship Evangelism dan pandangan Alkitab mengenai Friendship Evangelism, sehingga semua muda-mudi yang ada di aula dapat lebih memahami tentang arti persahabatan, arti penginjilan dan hubungan antara persahabatan dengan penginjilan, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, para peserta, panitia, dan pembicara, huru-hara mengisi tabel yang ada di buku acara untuk tukeran No.Handphone dan alamat email. Suasana yang akrab dan sukacita, terasa kental di antara muda-mudi yang sangat bersemangat ini.

Selanjutnya adalah KKR dengan tema Unity in Jesus’s Love yang dilayani oleh Sdr.Yoseph sebagai worship leader juga Sdri Yunita dan Sdri.Sisca sebagai singers.  Sesi ini diisi dengan pujian dan penyembahan kepada Tuhan untuk merasakan hadirat dan kebesaran-Nya, merasakan semangat yang baru untuk menyembah-Nya. Pujian yang dinyanyikan antara lain “Mengejar Hadir-Mu, One Way, Hidup Tanpa-Mu, Bersyukurlah, Amazing, Erat dengan Hati-Mu”. Kemudian dilanjutkan dengan Firman Tuhan yang dilayani oleh Bang Sigit. Bang Sigit dengan kemeja yang rapi, terlihat sangat mencekam dengan ekspresinya yang tidak dapat ditebak. Dan voila, ternyata ketegangan yang dibuat Bang Sigit cuma bercanda :D . Selanjutnya Bang Sigit mengisi sesi ini dengan khotbah yang sangat membangun diselingi dengan kata-kata dan kisah yang sangat menghibur (Nats: 2 Timotius 3:1-5, 1 Korintus 15:33, Yohanes 8:1-11). Sesi ini mengarahkan para sahabat FEC 2010 untuk dapat bersama-sama menyatukan hati sebagai satu keluarga dalam Allah. Menyadari bahwa Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang sangat mengasihi anak-anak kesayangan-Nya. Merefleksikan kehidupan yang dijalani, bahwa Yesus sanggup memulihkan tiap sahabat dan Yesus pula yang menjadikan kita semua sebagai bagian dalam keluarga-Nya. Bang Sigit menutup sesi ini dengan mendoakan para sahabat FEC yang rindu dipulihkan dan memulai hubungan yang baru bersama Tuhan J. Urapan Roh Kudus terasa dashyat di tengah para sahabat FEC 2010.

ni dia para pelayannya

Picture 1 of 3

Setelah snack time yang lezat dan mandi dengan air yang amat sangat banget banget dingin, mulailah sesi selanjutnya yakni Topical Session: Global Care-Youth Mission. Dengan para pelayan Sdr.Kristian sebagai worship leader dan Kak’Ferry Felani sebagai pembicara. Kak Ferry yang bersemangat dengan bahasa yang lugas (serta selipan lagu-lagu dunia yang sangat menghibur) mentransfer semangat yang besar pula pada para sahabat FEC. Sesi ini mengangkat dan menjelaskan mengenai  isu-isu global dalam penginjilan anak muda yang terjadi pada generasi kaum muda serta berbagai permasalahan yang terdapat di dalamnya (Nats: Roma 10:13-15, 2 Korintus 4:3-5,6-8, 1 Korintus 13:11). Dilengkapi dengan berbagai macam contoh realitas hidup yang terjadi hingga menyadarkan ketanggapan para sahabat FEC 2010 atas global issues yang terjadi. Ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai isu-isu global yang terjadi dalam penginjilan anak-anak muda dewasa ini, sehingga sebagai anak-anak muda Kristen, diharapkan dapat memberikan respon atau reaksi yang tepat dalam menghadapi isu-isu global tersebut.

Setelah makan malam yang mantap yang telah disuguhkan oleh tim konsumsi, saatnya untuk game di aula!!!^^. Permainannya seru dan asyik banget! Bikin hati gembira :D . Game ini terdiri dari tujuh tim. Babak pertama yaitu permainan melilit tissue. Tim yang terdiri dari enam sampai delapan orang, membuat lingkaran yang menghadap ke luar. Setelah itu, mereka harus melilit segulung tissue dari pinggang ke bawah dengan rapi, tanpa sobek dan dengan cepat. Walau agak sulit memutuskan, akhirnya dengan apresiasi yang meriah, pemenang babak ini adalah kelompok dua, yang terdiri dari Frisca, Rio, Eva, Oscar, Veronica, Jojo, Ricky, dan Silvia. Horeeeee :D . Babak kedua yakni membuat pakaian dengan koran. Tanpa lem dan gunting, para peserta berkreativitas membuat model pria dan wanita dengan koran. Hanya dalam waktu beberapa menit, peserta yang kreatif dan bersemangat ini, mampu membuat fashion show yang heboh dan menyenangkan. Setelah berbagai tragedi (koran yang copot, dsb) Kak Ferry Felani dengan bijak memutuskan bahwa kelompok enam yang keluar sebagai pemenang. Kelompok enam ini adalah Rey, Kim, Ade Chandra, Novianty, Rizky, Leny Liu, Gisella, dan Ricko Girsang. Selamat yoo, guys!! ^^.

Setelah seru-seruan, saatnya untuk sharing di kamar masing-masing dan beristirahat. Hayooo, panitia briefing dan doa ucapan syukur dulu yaa di aula! Kini tidur dan menantikan hari esok yang ceriaaaa! ^^.

Pemenang games indorrr, rey teams...

Picture 1 of 3

Liputan Hari Pertama FEC 2010 Oleh ENS_FOS Community

Segenap Kerinduan Untuk Generasi Ini.. Friendship Evangelism Camp 2010

Category : Communities Highlight, Eventgelism

Dear sahabat-sahabat, rekan-rekan terkasih dalam Tuhan Yesus…

Sebuah kesempatan yang begitu berharga bagi saya pribadi untuk dapat terlibat langsung dalam memahami, menjangkau, dan membangun generasi muda kita. Pada kesempatan ini, ijinkanlah saya untuk membagikan segenap kerinduan yang Tuhan tanamkan dalam hati saya dan sahabat-sahabat tentang bagaimana menjadi seorang yang berdampak bagi generasi ini.

Anak-anak muda, adalah sebuah generasi yang begitu banyak kelebihan, namun begitu banyak juga kekurangan. Generasi muda adalah generasi yang “menerima warisan” dari generasi di atasnya. Baik atau buruk warisan yang telah diberikan kepada mereka, akan berdampak pada hidup mereka hari-hari ini.

Generasi muda kita memiliki banyak kelebihan, diantaranya adanya kesempatan yang luas terbentang bagi mereka untuk menentukan respon yang tepat terhadap bagaimana mereka menjalani hidupnya ke depan, juga bagaimana mereka menentukan arah kehidupan mereka, memutuskan di tangan siapa mereka akan berada, menjadi anak-anak panah di tangan pahlawan, atau menjadi senjata di tangan perusak. Seringkali, apa yang diwariskan pada mereka mengajarkan begitu banyak hal yang akan menentukan pilihan mereka.

Dunia hari-hari ini memberikan warisan yang sangat berdampak bagi kaum muda. Mengapa dampaknya besar? Karena dunia sedang “membangun hubungan” dengan kaum muda kita. Seberapa besar sebuah hubungan dibangun, sebesar itulah juga hal-hal yang terdapat dalam diri seseorang bisa diwariskan ke dalam diri orang lainnya. Dunia membangun hubungan lebih cepat dan lebih giat dengan anak muda kita, sebab itu, pengaruh dunia begitu cepat mempengaruhi anak-anak muda.

Kita melihat bagaimana perusahaan-perusahaan, televisi, dan media begitu gencar menjangkau keberadaan anak-anak muda di generasi ini. Mereka melakukan riset, turun tangan langsung, mengembangkan cara-cara yang super-attractive dan sangat menarik untuk menjamah bagian terdalam dari generasi ini. Ratusan juta rupiah dikeluarkan untuk perusahaan-perusahaan itu dapat menjejalkan produknya ke dalam kehidupan konsumsi kaum muda, dan mereka tidak segan-segan mengubah cara-cara lama, serta membangun hubungan yang tidak kaku dengan generasi kita.

Generasi ini membutuhkan seorang bapa… generasi ini membutuhkan gembala… generasi ini membutuhkan sahabat… generasi ini membutuhkan orang-orang yang membangun hubungan dengan mereka, dan mewariskan hal-hal yang baik serta mendampingi mereka sebagai modal menjalani hidup bertahun-tahun ke depan.

Banyak di antara kita menghakimi gaya hidup generasi ini, tanpa menabur apa yang perlu untuk membantu mereka dan menjelaskan kepada mereka bagaimana untuk menjalani hidup dengan baik, padahal:
“Anak-anak muda kita akan selalu kekurangan modal untuk menjalani hidup jika tidak ada yang mewariskannya bagi mereka melalui hubungan-hubungan yang mereka alami dalam masa muda mereka”

Kebanyakan di antara kita tidak menyadari, bahwa kita memiliki banyak hal yang dibutuhkan oleh generasi ini. Kita memiliki skill untuk diajarkan pada mereka. Kita memiliki kelebihan dana yang seringkali dipakai untuk pergi dengan rekan bisnis ke tempat hiburan. Kita memiliki sarana-sarana komunikasi, kita memiliki media, yang bahkan tidak pernah kita gunakan untuk membantu generasi ini. Kalau kita memiliki begitu banyak kelebihan dalam hal ini, mengapa kita tidak bergabung dan terlibat untuk menjangkau generasi muda kita? Setidaknya, berikanlah hati untuk menerima mereka, mendengarkan mereka, sedikit waktu untuk sekadar ada bersama mereka.

Friendship Evangelism Camp 2010 “With Arms Wide Open”, inilah yang menjadi perwujudan kerinduan kami untuk generasi ini. Inilah segenap talenta, dana, dan kesempatan yang kami miliki untuk menjangkau generasi kami, dan kami mengajak segenap rekan-rekan untuk bergabung, membangun hubungan dengan generasi ini, mewariskan seseuatu bagi mereka. Melalui Friendship Evangelism, kita akan menyaksikan dan mengalami bagaimana generasi kita dimenangkan melalui hubungan, dan digembalakan melalui hubungan.

Kami mengucap syukur untuk anak-anak muda yang berani, yang tidak kenal lelah, dan berjuang tanpa pamrih untuk membuat camp ini bisa berlangsung. Para panitia FEC 2010, kehadiran kalian dan kerja keras kalian sungguh tidak pernah sia-sia. Kami bersyukur untuk kehadiran para advisor kami Kak Oky dan Kak Aning Arfianto, Kak Ferry Felani, Bang Sigit P. Wibisono, dan Pak Jonathan Hutagalung untuk warisannya yang sangat berharga bagi generasi ini, yaitu kebenaran dan teladan yang telah kalian buktikan bagi kami di hadapan Tuhan. Kami beryukur untuk setiap dana yang ditaburkan oleh para donatur kami yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, kami pastikan dengan janji di hadapan Gembala Agung yang kami layani bahwa apa yang telah ditabur akan mencapai maksud yang maksimal, bertumbuh, dan bermultiplikasi menjadi buah-buah pelayanan yang sangat manis di generasi ini bagi Tuhan.

Terakhir dan terpenting, kami bersyukur untuk setiap hati yang Tuhan gerakkan ikut serta dalam camp ini. Kami tidak sekadar mencari peserta camp, kami mencari anak-anak muda yang akan terlibat dalam gerakan-gerakan yang Tuhan rancangkan bagi generasi ini. Kami berharap melalui Friendship Evangelism Camp kedua ini, akan muncul lebih banyak lagi anak-anak muda yang dimenangkan dan memenangkan. Segala puji bagi Yesus Kristus, Tuhan dan pemilik.

YKT_FOS Community

Saat persahabatan dimulai dalam sebuah Unforgettable Moment

Category : Eventgelism

Momen apakah yang paling berharga di dunia ini? Saat melihat foto-foto Friendship Evangelism Camp 27-29 November 2009 kemarin (yang juga udah di-upload di facebook), aku menyadari kalo ternyata tuh yang diabadikan selalu momen-momen berharga yang nggak terlupakan yah…

Kenapa kita mengabadikan suatu momen? Karena di kemudian hari pasti kita ingin punya kenangan yang nggak terlupakan dengan momen itu. Kita selalu punya foto-foto kelahiran, foto wisuda, foto retreat, foto baptisan, foto bareng keluarga, foto bareng sahabat, dan foto yang mengabadikan momen-momen bahagia lainnya. Kita nggak pernah tuh nyimpen foto waktu kita lagi ngambek, atau foto kita lagi berantem sama sahabat, atau foto-foto yang berisi momen-momen menyedihkan lainnya.

Yah guys, kita selalu ingin mengingat saat-saat berharga. Waktu kita bertobat dan lain sebagainya. Kita nggak pernah ingin mengingat masa-masa terburuk dalam kehidupan kita. Saat aku melihat betapa banyaknya foto Friendship Evangelism Camp kemarin, aku percaya itu bukan karena ada panitia yang kurang kerjaan sehingga foto-foto terus, atau bukan karena terlalu banyak orang narsis yang ikut camp ini (hehe, bercanda…), tapi karena begitu banyak momen berharga yang ingin kita ingat dari camp ini.

Saat hari pertama kita telah merasakan bagaimana atmosfer persahabatan dibangun, lalu pemulihan hati Bapa, saat-saat fellowship dengan sahabat-sahabat baru. Kita tertawa dan menangis bersama di FEC, kita lewati suka dan duka bersama, kita tenggelam dalam hadirat Tuhan, kita ambil komitmen sama-sama, dan kita juga diutus untuk menjadi Friendship Evangelist, sahabat-sahabat yang terbaik di dalam Tuhan. Sahabat, semua itu telah kita lalui bersama, dan pastinya kita ingin FEC nggak hanya untuk sekedar berlalu. Apa yang telah kita alami di sana, sangat berdampak di dalam hati setiap kita yang hadir, dan nggak terlupakan sampai hari ini.

Banyak peserta yang nggak tahu kalo panitia sangat berjuang keras agar camp ini bisa jadi dilaksanakan. Tiga minggu sebelum acara, peserta baru 10 orang, itupun panitia semua. Terjawab saat seminggu sebelum acara, peserta telah jadi 80 orang lebih. Karena banyak yang cancel, akhirnya jadilah 70 orang peserta yang ikut. Hari ketika berangkat, panitia masih kekurangan dana 13 juta. Kami nggak tahu dari mana akan dapat segitu banyak. Bahkan sampai hari kedua dan ketiga, dana yang diharapkan nggak kunjung tiba. Dalam kondisi seperti itupun, kami merasakan tuntunan tangan Tuhan yang dahsyat. Kami harus tetap bisa tersenyum dengan tulus, tetap memberikan yang terbaik bagi semua peserta, menjaga atmosfer rohani supaya nggak nge-down, dan semua bagian acara dapat berlangsung dengan sangat indah. Singkat cerita, hari ketiga setelah selesai outbound, tepat sebelum pulang, ada donatur yang Tuhan pakai untuk transfer dana sesuai kebutuhan kami. Wow! Tuhan itu emang baik banget. FEC yang tadinya udah hampir mustahil jadi dilaksanakan, ternyata benar-benar menjadi unforgettable moment di hati setiap orang yang ikut.

Pastinya kita ingat kalo masih banyak sahabat kita yang kurang diperhatikan di luar sana, temen-temen kita yang merasa di-reject atau di-ignore oleh lingkungannya, mereka yang butuh uluran tangan yang menolong saat mereka lemah, guys, di situlah kita harus masuk ke dalam hidup mereka, dan menjadi jawaban. Biarlah kita sebagai anak-anak Tuhan menjadi sahabat-sahabat terbaik bagi orang-orang di sekitar kita. Biarlah Injil diberitakan bagi generasi kita, pertama-tama bagi orang-orang yang terdekat dengan kita, yaitu keluarga dan sahabat-sahabat kita. Ingat selalu akan momen-momen yang berharga ini. Sahabat, dunia tidak akan pernah sama lagi dengan kehadiran kita yang membawa kabar baik. Setelah camp ini, yuk kita ingat dan lakukan setiap komitmen yang udah kita buat. Ingatlah bahwa dunia ini butuh lebih dari sekedar diinjili dengan khotbah, tapi dunia ini membutuhkan sahabat-sahabat yang rela memberikan hidupnya agar kita menyatakan Tuhan Yesus, Sahabat yang sejati.

Persahabatan yang udah kita mulai di FEC dengan sahabat-sahabat baru kita, pertahankan itu dengan sungguh, karena suatu saat nanti ada saatnya dimana kita tidak akan bisa berdiri sendiri lagi, dan saat itu terjadi, yang akan berdiri bagi kita adalah sahabat-sahabat terdekat dan orang-orang yang kita kasihi di sekitar kita. Biarlah bukan hanya sekedar foto yang mengabadikan persahabatan kita, namun persahabatan kita menjadi hal yang abadi dalam hati setiap orang yang disentuh kasih Allah melalui kehadiran kita bagi sahabat kita setiap waktu dan dalam setiap kesukaran, itulah yang membuktikan pada dunia bahwa persahabatan kita abadi di dalam Tuhan.

fec2009

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku…” (Yoh 15:13-14a)

See u guys at the next Unforgettable Moment… Saat itu tiba, biarlah lebih banyak lagi sahabat kita dimenangkan dalam kasih Tuhan, kasih Sang Sahabat Sejati, Kasih yang terbesar. Amin.

_Y.K.T_